Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Woro Sandra Aryani; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Penguji: Anwar Hassan, Tri Krianto, Ismoyowati, Muhani
T-4105
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dedik Sulistiawan, Nurmalasari
MKMI Vol.10, No.1
Tamalanrea : FKM Universias Hasanuddin, 2014
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yaneu Nuraineu; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Anwar Hassan, Aprilia Krisliana
S-6569
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deddy Ferry Rachmat Santoso; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Mieke Savitri, Wachyu Sulistiadi, Eni Gustina, Konni Kurniasih
Abstrak: Abstrak

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 memperlihatkan bahwa persalinan yang dilakukan di fasilitas kesehatan sebanyak 55,4%, sedangkan persalinan yang dilakukan di rumah ibu bersalin sebanyak 43,2%, dan sebagian besar ditolong oleh dukun bayi sebanyak 40,2%. Persalinan di rumah yang dilakukan oleh dukun bayi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingginya Angka Kematian Ibu. Di Kabupaten Karawang, JawaBarat masih terjadi kasus kematian pada ibu dan kematian pada bayi. Jumlah kematian ibu cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Dari laporan KIA Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang ada ibu bersalin yang meninggal dunia yang persalinannya ditolong oleh Dukun bayi. Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan di Kabupaten Karawang yang melakukan kunjungan K4 mencapai 93,43%. Hal ini menunjukan terdapat 6,57% bumil yang melakukan kunjungan K4 tapi tidak bersalin oleh tenaga kesehatan. Masih banyaknya persalinan oleh dukun bayi menunjukkan kurangnya kemitraan antara bidan dan dukun bayi. Namun hingga kini masih ada saja dukun bayi yang enggan bermitra dengan bidan, dan terjadi juga di Kabupaten Karawang terutama di wilayah kerja Puskesmas TanjungPura dan Pedes.

Dari masalah tersebut sehingga tujuan umum dari penelitian ini adalah ingin mengetahui mengenai faktor-faktor yang menghambat dukun bayi untuk bermitra dengan bidan.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel sebanyak 48 orang, yang merupakan jumlah dukun bayi yang berada di wilayah kerja Puskesmas Tanjungpura dan Pedes, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variable pengetahuan, sikap dan pelatihan keterampilan dukun bayi yang berpengaruh terhadap kemitraan dukun bayi dengan bidan.Faktor yang paling dominan menghambat kemitraan dukun bayi dengan bidan adalah pengetahuan dukun bayi.

Saran pada penelitian ini adalah memberikan pembekalan dan pelatihan tentang Peran Dukun bayi dalam kemitraan dengan bidan kepada semua dukun bayi agar informasi yang diberikan dapat menyebar secara merata guna meningkatkan pengetahuan dukun bayi.


Health Research (Riskesdas) in 2010 showed that deliveries conducted at health facilities as much as 55.4%, while the delivery is done at maternal home as much as 43.2%, and mostly attended by traditional birth attendants as much as 40.2%. Home deliveries conducted by TBAs is one of the factors that affect the high maternal mortality rate. In Karawang regency, West Java still occur in cases of maternal mortality and infant mortality. Number of maternal deaths is likely to increase from year to year.

KIA of reports there Karawang District Health Office maternal childbirth who died were rescued by Shaman baby. Coverage of births by skilled health personnel in Karawang regency K4 visits reached 93.43%. It is revealed that there is 6.57% pregnant women who visited K4 but not delivery by health workers. Still many deliveries by traditional birth attendants showed a lack of partnership between midwives and TBAs. But until now there are still traditional birth attendants are reluctant to cooperate with the midwife, and occurs also in Karawangdistrict, especially in the Tanjungpura and Pedes Primary Health Centre.

Of the problem so that the general purpose of this research is to know about the factors that hinder traditional birth attendants to partner with midwives. This study uses cross-sectional design with a sample size of 48 people, which is the number of midwives who are in the Primary Health Center Tanjungpura and Pedes, Karawang regency, West Java.

The results showed that knowledge, attitudes and skills training TBAs affecting TBAs partnership with midwives. The most dominant factor inhibiting partnership with the midwife and TBAs is knowledge.

Suggestions on this research is to provide a soft skill and briefing on the role of healer baby in partnership with midwives to all traditional birth attendants to the information provided can be spread evenly in order to increase the knowledge of TBAs.

Read More
T-3848
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Putu Osyani Madestria; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Soekidjo Notoatmodjo, Hafni Rochmah
S-6827
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lintang Tanjung Sibarani; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Rita Damayanti, Priyanti, Ayunita Khairunisa Mahdi
Abstrak:
Remaja di Provinsi Jawa Barat menghadapi risiko kesehatan reproduksi yang tinggi (misalnya tingginya angka kehamilan remaja), sehingga promosi kesehatan reproduksi menjadi prioritas penting. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kemitraan organisasi non-pemerintah (NGO) dalam promosi kesehatan reproduksi remaja di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif melalui wawancara mendalam dengan informan terpilih, termasuk staf program NGO, mitra sektor pemerintah dan komunitas lokal, serta remaja penerima manfaat program. Hasil analisis tematik mengidentifikasi tiga aspek utama kemitraan yang mendukung efektivitas program: komitmen kelembagaan antar mitra, kepercayaan dan prinsip mutualitas, serta pemanfaatan hasil kolaborasi (misalnya modul edukasi dan layanan konseling) untuk keberlanjutan program. Peran NGO sebagai fasilitator dan penggerak program terbukti penting, namun dihadapkan pada tantangan seperti koordinasi lintas sektor yang belum optimal dan resistensi nilai-nilai konservatif terkait isu kesehatan reproduksi. Strategi penguatan kemitraan mencakup penyelarasan visi dan tujuan antara NGO dan pemerintah, pembentukan forum advokasi lintas sektor formal, peningkatan kapasitas teknis mitra lokal, serta pelibatan remaja secara bermakna sebagai agen perubahan dalam program. Kesimpulannya, kemitraan NGO dengan pemerintah dan komunitas berperan krusial dalam promosi kesehatan reproduksi remaja. Diperlukan komitmen yang kuat, kepercayaan, dan kolaborasi multi-sektor yang inklusif untuk mencapai hasil program yang berkelanjutan. Studi ini merekomendasikan dukungan kebijakan daerah yang mengintegrasikan program kesehatan reproduksi remaja dan memperkuat kelembagaan kemitraan agar dampak program lebih optimal dan berkesinambungan.

Adolescents in West Java Province face high reproductive health risks (e.g., a high rate of teenage pregnancy), making reproductive health promotion a critical priority. This study aims to analyze the dynamics of non-governmental organization (NGO) partnerships in promoting adolescent reproductive health in West Java. A qualitative design was employed, using in-depth interviews with selected informants including NGO program staff, government and local community partners, and adolescent program beneficiaries. Thematic analysis identified three key partnership factors supporting program effectiveness: strong institutional commitment among partners, trust and mutuality, and the utilization of collaborative outputs (such as educational modules and counseling services) to sustain the program. The role of NGOs as program facilitators and drivers is evident, but they face challenges such as suboptimal cross-sector coordination and conservative cultural resistance to reproductive health issues. Partnership strengthening strategies include aligning the visions and goals of NGOs and government, establishing formal cross-sector advocacy forums, enhancing the technical capacity of local partners, and meaningfully engaging youth as agents of change in the program. In conclusion, NGO partnerships with government and communities play a crucial role in the effectiveness of adolescent reproductive health promotion. Strong commitment, trust, and inclusive multi-sector collaboration are required to achieve sustainable program outcomes. This study recommends strengthening local policy support to integrate adolescent reproductive health programs and reinforce partnership institutionalization, in order to optimize program impact and sustainability.
Read More
T-7434
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive