Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sitti Ashari; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Jaslis Ilyas, Mardiati Nadjib, Murniwati, Suci Rahmasari
Abstrak:
Saat ini masalah yang sering dihadapi rumah sakit pada umumnya yaitu belum mampu memberikan apa yang sebenarnya yang diharapkan pasien. Kurangnya kepedulian dan lambatnya penanganan dari pelaku kesehatan juga menjadi kendala mengapa pelayanan rumah sakit. Pasien menuntut sikap terhadap kepuasan pasien terhadap kualitas dan kepercayaan kepada pemberi jasa layanan. RSGM UNAND merupakan rumah sakit kesehatan gigi dan mulut dibawah naungan Fakultas Kedokteran Gigi UNAND yang memiliki mahasiswa profesi atau dokter gigi muda. Setiap tindakan dokter gigi muda masih berada dibawah supervisi dokter pembimbingnya. Dokter gigi muda yang menjalani pendidikan harus tetap memberikan perawatan sesuai keluhan dan diagnosis pasien tetapi juga harus menyelesaikan treatment kasus yang telah ditetapkan dalam menyelesaikan pendidikan. Dalam studi pre klinik tentunya ini menjadi tantangan bagi dokter gigi muda maupun pihak RSGM UNAND untuk memberikan layanan yang berkualitas sehingga pasien dapat percaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut terhadap kepuasan dan kepercayaan pasien pada dokter gigi muda di RSGM Universitas Andalas. Penelitian kuantitatif menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan menggunakan 228 sampel yang ditentukan dengan teknik accidental sampling. Dari hasil data analisis secara univariat dan path analysis ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan kualitas layanan terhadap kepercayaan pasien (p value= <0,001, B=47,7%), hubungan kualitas layanan yang signifikan terhadap kepuasan pasien (p value= <0,001, B=37,4%), hubungan kepuasan layanan yang signifikan terhadap kepercayaan pasien (p value= <0,001, B=32,2%), dan hubungan kepuasaan pasien signifikan sebagai mediator pengaruh kualitas layanan terhadap kepercayaan pasien (p value= <0,001, B=12%).

Currently, the problem that hospitals often face in general is that they have not been able to provide what patients actually expect. The lack of concern and slow handling of health actors is also an obstacle to why hospital services. Patients demand an attitude towards patient satisfaction with quality and trust in service providers. RSGM UNAND is a dental and oral health hospital under the auspices of the Faculty of Dentistry UNAND which has dental preclinical students. Every action of dental preclinical students is still under the supervision of his supervising doctor. Dental preclinical students undergoing education must continue to provide treatment according to the patient's complaints and diagnosis but also must complete the case treatment that has been determined in completing education. In pre-clinical studies, of course, this is a challenge for dental preclinical students and the RSGM UNAND to provide quality services so that patients can trust. This study aimed to determine the effect of the quality of oral health services on patient satisfaction and trust in dental preclinical students at RSGM Universitas Andalas. Quantitative research using descriptive research with a cross sectional approach using 228 samples determined by accidental sampling technique. From the results of univariate data analysis and path analysis, it was found that there is a significant relationship between service quality and patient trust (p value = <0.001, B = 47.7%), a significant relationship between service quality and patient satisfaction (p value = <0.001, B = 37.4%), a significant relationship between service satisfaction and patient trust (p value = <0.001, B = 32.2%), and a significant relationship between patient satisfaction as a mediator of the effect of service quality on patient trust (p value = <0.001, B = 12%).
Read More
T-6806
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aldilla Youthiana Oktavanny; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Ascobat Gani, Moch. Yudi Arifin, Joko Suyono
Abstrak:
RSD Kertosono mengalami kenaikan jumlah pasien tidak kembali dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik pasien dan persepsi nilai pasien dengan retensi pasien di RSD Kertosono serta faktor yang paling dominan berhubungan dengan retensi pasien. Penelitian ini adalah penelitian eksplanatori dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan di RSD Kertosono Nganjuk. Waktu pelaksanaan pengumpulan data yaitu pada bulan April 2022. Data dikumpulkan dengan kuesioner. Karakteristik pasien yang berhubungan dengan retensi pasien pada RSD Kertosono adalah faktor pendapatan dan faktor sumber biaya pengobatan sedangkan juenis kelamin, usia, pekerjaan, dan pendidikan tidak memiliki hubungan dengan retensi pasien. Persepsi nilai pasien, kepercayaan, dan retensi pasien berhubungan dengan retensi pasien pada RSD Kertosono. Persepsi nilai pasien merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan retensi pasien pada RSD Kertosono.

RSD Kertosono has experienced an increase in the number of patients not returning in recent years. This study aims to determine the relationship between patient characteristics and perceived patient values with patient retention at RSD Kertosono and the most dominant factor associated with patient retention. This research is an explanatory research with a quantitative approach. The research was conducted at RSD Kertosono Nganjuk. The time for data collection was April 2022. Data was collected using a questionnaire. Patient characteristics related to patient retention at RSD Kertosono are income factors and sources of medical expenses, while gender, age, occupation, and education have no relationship with patient retention. Perceived patient value, trust, and patient retention are related to patient retention at RSD Kertosono. The patient's perceived value is the most dominant variable related to patient retention at RSD Kertosono.
Read More
B-2328
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Reza Dara Pertiwi; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Evi Martha, Ella N. Hadi, Nurwirah Verliyanti, Sri Dewi Hayani
Abstrak:
Anak-anak termasuk dalam kategori rentan terinfeksi COVID-19. Keputusan orang tua untuk memberikan izin kepada anaknya untuk divaksinasi atau tidak, bergantung pada kesediaan orang tua untuk menerima vaksin tersebut. IDAI menetapkan capaian vaksinasi sebesar 100% untuk PTM yang aman, sedangkan WHO menetapkan sebesar 70%. Cakupan vaksinasi COVID-19 untuk anak umur 6-11 tahun di Kecamatan Cakung hanya 65.57% untuk dosis pertama dan 33.59% untuk dosis kedua, angka cakupan ini merupakan yang paling rendah jika dibandingkan dengan kecamatan lain yang ada di DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan penerimaan orang tua terhadap pemberian vaksin COVID-19 pada anak sekolah dasar di Kecamatan Cakung Kota Jakarta Timur. Penelitian menggunakan desain cross sectional, pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuisioner secara online. Responden penelitian berjumlah 394 orang tua dari murid sekolah dasar yang berada di Kecamatan Cakung. Analisis multivariat menggunakan regresi logistik ganda model faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan 87.3% orang tua menerima pemberian vaksin COVID-19 untuk anak mereka. Persepsi manfaat (pValue: 0.018), persepsi hambatan (pValue: 0.018), dan pemicu bertindak (pValue: 0.001) merupakan variabel yang berhubungan signifikan dengan penerimaan orang tua terhadap pemberian vaksin COVID-19. Pemicu bertindak menjadi variabel dominan yang berhubungan dengan penerimaan orang tua. Orang tua dengan pemicu bertindak yang tinggi cenderung menerima vaksin COVID-19 3,1 kali lebih besar dibanding dengan orang tua dengan pemicu bertindak rendah setelah dikontrol persepsi manfaat dan persepsi hambatan.

Children are in the vulnerable category of COVID-19 infection. Parent’s decision to grant permission for their children to be vaccinated or not, depends on the parental acceptance of COVID-19 vaccination itself. Indonesian Pediatric Association set the vaccination coverage rate at 100% for safe face-to-face learning, while WHO set it at 70%. COVID-19 vaccination coverage for children aged 6-11 years in Cakung district is only 65.57% for the first dose and 33.59% for the second dose, this rate is the lowest compared to other sub-districts in DKI Jakarta. This study aims to find out the determinants of parental acceptance of COVID-19 vaccination in elementary school children in Cakung district, East Jakarta City. The Study used a cross sectional design, data collection was done through filling out online questionnaires. The research respondents were 394 parents of elementary school students in Cakung district. Multivariate analysis using multiple logistic regression risk factor model. The result has shown that 87.3% of parents received the COVID-19 vaccination for their children. Perceived benefits (pValue: 0.018), perceived barriers (pValue: 0.018), and cues to action (pValue: 0.001) were variables that were significantly associated with parental acceptance of the COVID-19 vaccination. Cues to action became the dominant variable in this study. Parents with high-cues to action tend to receive the COVID-19 vaccination 3.1 times more than those with low-cues to action after being controlled by perceived benefits and perceived barriers.
Read More
T-6579
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Mudiyah; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Caroline Endah Emi Wuryaningsih, Nurjasmi, Ade Iva Murty
T-4596
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ferry Febriansyah; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Modastri Korib Sudaryo, Iwan Ariawan, Heru Suparno, Nujannah
Abstrak: Perkembangan jumlah kasus infeksi HIV pada kelompok berisiko Lelaki SeksLelaki (LSL) di Kota Bogor semakin mengkhawatirkan setiap tahunnya. Perilakuseksual berisiko pada LSL dipengaruhi oleh berbagai faktor. Model KepercayaanKesehatan sebagai konsep dalam berbagai penelitian kesehatan, telah banyakdilakukan termasuk penelitian tentang perilaku penggunaan kondom sebagaiupaya pencegahan HIV. Meskipun hasilnya sangat beragam, namun nampaksejumlah bukti tentang hubungan yang signifikan antara persepsi berisiko,manfaat dan hambatan serta self efficacy terhadap penggunaan kondom. Tujuanpenelitian untuk mengetahui faktor penentu terbesar perilaku penggunaan kondomdengan konstruksi Model Kepercayaan Kesehatan dibandingkan dengan faktoryang lainnya. Desain studi cross-sectional dengan pengumpulan datamenggunakan teknik respondent driven sampling. Item kuesioner terdiri atas 41pertanyaan berdasarkan konstruksi Model Kepercayaan Kesehatan yang diperolehdari 133 responden. Hasil penelitian uji regresi logistik ganda menunjukanpersepsi berisiko tertular HIV memiliki hubungan dengan perilaku penggunaankondom dibandingkan dengan faktor yang lainnya. Kesimpulan. persepsi berisikotertular HIV memiliki pengaruh yang paling besar terhadap penggunaan kondom,maka program intervensi pencegahan HIV di kalangan lelaki seks lelaki perluditekankan kepada perubahan persepsi diantaranya dapat dilakukan dengankomunikasi interpersonal (peer group discussion).Kata kunci: Model Kepercayaan Kesehatan, Kondom, Lelaki Seks Lelaki, HIV.
The number cases of HIV infection in risk groups Men Who have Sex with Men(MSM) in Bogor increasingly concerned each year. Sexual risk behavior in MSMis influenced by various factors. Health Belief Model as a concept in healthresearch has done many research on behavior including use of condoms as an HIVprevention efforts. Although results have varied, support for significantrelationship between perception risk of HIV, benefits and barriers and selfefficacy of condoms use are apparent. The aim of study is to find determiningfactor of condom use behavior with Health Belief Model construction comparedwith other factors. Cross-sectional method with collecting data using respondentdriven sampling technique. Item questionnaire consisting 41 questions based onthe construction of Health Belief Model obtained from 133 respondents. Theresults of multiple logistic regressions found significant only perception risk ofHIV than other factors. Conclusion. Perception risk of HIV is the biggestdetermines factor of condoms use, therefore interventions program of HIVprevention among MSM should be emphasized to change perception risk of HIVsuggested with interpersonal communication (peer group discussion).Key words: Health Belief Model, Condom, Men who have Sex with Men (MSM),HIV.
Read More
T-4648
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Yuniar Puteri; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Eko Handayani
Abstrak: Eating disorders didefinisikan sebagai penyimpangan perilaku makan ekstrem serta gangguan pada pikiran dan perasaan yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental bahkan mengancam jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan proporsi faktor internal dan faktor eksternal dengan kecenderungan eating disorders serta mengetahui faktor dominan kecenderungan eating disorders pada siswa/i di SMA Negeri 81 Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong-lintang. Pengambilan data dilakukan pada bulan April 2020 melalui pengisian kuesioner online oleh responden (n=151). Kuesioner yang digunakan yaitu Eating Disorder Diagnostic Scale (EDDS), Body Areas Satisfaction (BASS) dan Multidimensional Body Self Relations Questionnaire (MBSRQ) terkait distorsi persepsi tubuh, Rosenberg Self-esteem Scale terkait kepercayaan diri, jenis kelamin, Depression Anxiety Stress Scale (DASS) terkait tingkat stres, The Media and Technology Usage and Attitudes Scale terkait pengaruh media sosial serta The Perceived Friend Preoccupation with Weight and Dieting Scale terkait pengaruh teman sebaya. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa 78,8% responden memiliki kecenderungan eating disorders. Hasil uji chi-square menunjukkan bahwa terdapat perbedaan proporsi antara pengaruh media sosial (p=0,007) dengan kecenderungan eating disorders. Uji regresi logistik menyatakan faktor dominan dari kecenderungan eating disorders adalah pengaruh media sosial (OR=3,407). Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan untuk dilakukan edukasi gizi pada remaja mengenai eating disorders dengan memanfaatkan media sosial demi meningkatkan pengetahuan kesehatan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap eating disorders. Kata kunci: perilaku makan menyimpang, remaja, pengaruh media sosial, gizi, persepsi tubuh, kepercayaan diri, tingkat stres, pengaruh teman sebaya Eating disorders are defined as deviations in extreme eating behavior as well as disturbances in mind and feelings that can affect physical and mental health even lifethreatening. This study aims to determine the tendency of eating disorders in adolescents at 81 Public Senior High School Jakarta based on several internal and external factors, and also find out the dominant factor. This study uses a quantitative method with a crosssectional design. Data was collected in April 2020 through filling out online questionnaires by respondents (n = 151). The questionnaires used were Eating Disorder Diagnostic Scale (EDDS); Body Areas Satisfaction (BASS) and Multidimensional Body Self Relations Questionnaire (MBSRQ) related to distortion of body perception; Rosenberg Self-esteem Scale related to self-confidence; gender; Depression Anxiety Stress Scale (DASS) related to stress levels; The Media and Technology Usage and Attitudes Scale related to the social media influence; and The Perceived Friend Preoccupation with Weight and Dieting Scale related to peer influence. The results of this study indicate that 78.8% of respondents have tendency of eating disorders. Chisquare test result showed that there is a difference in the proportion between the influence of social media (p = 0.007) with the tendency of eating disorders. Logistic regression test states that he dominant factor of the tendency of eating disorders is the influence of social media (OR = 3,407). Based on the results of this study, the author suggest to do nutrition education about eating disorders in adolescents by utilizing social media for the sake of improving health knowledge and increase awareness of eating disorders. Key words: Eating disorders, adolescents, social media influence, nutrition, body perception, selfconfidence, stress level, peer influence
Read More
S-10524
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Ariska Dewi; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Dadan Erwandi, Devi Partina Wardani
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai persepsi risiko kebakaran pegawai Pusat AdministrasiUniversitas Indonesia yang beraktivitas di gedung Rektorat Universitas Indonesia setiaphari kerja. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif berdesain cross sectionaldengan sampel sebanyak 240 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secarakeseluruhan persepsi risiko kebakaran pegawai sudah baik berdasarkan faktor-faktoryang mempengaruhi persepsi risiko kebakaran. Dalam penelitian ini, secara khususdianalisis hubungan faktor-faktor tersebut dalam mempengaruhi persepsi risikokebakaran pegawai. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor jenis kelamin, pengalamanmenghadapi kebakaran, pelatihan menghadapi kebakaran, kondisi emosional pegawaiketika terjadi kebakaran, pengaruh perilaku orang lain dalam mencegah danmenanggulangi kebakaran, dan tingkat lantai pegawai bekerja memiliki hubungan yangsignifikan terhadap persepsi risiko kebakaran. Sementara itu, faktor-faktor lainnya yaituusia, pendidikan terakhir, pengetahuan mengenai kebakaran, kepercayaan pada pihakberwenang yang menanggulangi kebakaran, kredibilitas informasi kebakaran, lingkunganfisik gedung, dan peran sosial tidak mempengaruhi persepsi risiko kebakaran pegawaisecara signifikan.Kata kunci: Persepsi risiko kebakaran, gedung bertingkat, pengalaman kebakaran,pelatihan kebakaran, pengetahuan kebakaran, kredibilitas informasi kebakaran, kondisiemosional, pengaruh perilaku orang lain, kepercayaan pihak berwenang, peran sosial.
This study discussed the risk perception of Central Administration Staff of The Universityof Indonesia in facing fire if happening in Rectorate Building of the University ofIndonesia. The design of this study uses a descriptive quantitative method with a cross-sectional approach and the total sample is 240 respondents. The results of this studyconclude that fire risk perception on the staff has been good generally based on the factorswhich influence the perception. It also proves that factors which influence the fire riskperception significantly are gender, fire experiences, fire training, emotional states, thebehavior of others, and floor level. However, other factors do not influence the fire riskperception such as age, education, fire knowledge, trust in authorities, fire informationcredibility, physical environment, and social role.Key words: Fire risk perception, high-rise building, fire experience, fire training, fireknowledge, fire information credibility, emotional states, behavior of others, trust inauthority, social role.
Read More
S-9881
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hermadi; Pembimbing: Mardiati Nadjib; Penguji: Prastuti Soewondo, Adang Mulyana, Nugroho Soeharno
Abstrak:

Abstrak

Imunisasi dasar lengkap (IDL) merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular, khususnya pada bayi dan balita. Cakupan IDL yang tinggi menunjukkan kinerja pelayanan kesehatan yang baik, sementara ketimpangan cakupan mencerminkan adanya tantangan dalam sistem pelayanan. Di Kabupaten Bogor tahun 2022, tercatat perbedaan mencolok antara Puskesmas Bojong Nangka dengan cakupan IDL sebesar 187,5% dan Puskesmas Ciapus yang hanya mencapai 15,35%. Perbedaan ini mengindikasikan adanya faktor-faktor penting yang memengaruhi keberhasilan maupun kegagalan cakupan imunisasi.
Tujuan: Mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar lengkap di dua Puskesmas dengan cakupan kontras.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive dan terdiri dari tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dan orang tua anak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Data dianalisis menggunakan pendekatan Kualitatif.
Hasil: Faktor Supply meliputi jumlah dan kompetensi tenaga kesehatan, ketersediaan sarana prasarana, serta dukungan dana. Faktor Demand mencakup pengetahuan dan kesadaran masyarakat, sosiodemografi, serta kepercayaan terhadap vaksin. Di Ciapus, ditemukan keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap imunisasi. Sebaliknya, Bojong Nangka menunjukkan kolaborasi aktif antara petugas dan masyarakat.
Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya ketimpangan signifikan dalam cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) antara Puskesmas Bojong Nangka dan Ciapus di Kabupaten Bogor tahun 2022. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kesalahan pencatatan data, faktor sosiodemografi, keterbatasan tenaga kesehatan, sarana prasarana, pendanaan, serta tingkat pengetahuan dan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi. Kolaborasi aktif antar petugas dan masyarakat serta dukungan lintas sektor terbukti efektif meningkatkan cakupan IDL. Strategi peningkatan cakupan perlu disesuaikan dengan karakteristik lokal guna mengatasi disparitas dan mencapai target kesehatan anak secara merata

Kata kunci: Imunisasi Dasar Lengkap, Cakupan Imunisasi, Ketimpangan Layanan, Tenaga Kesehatan, Sosiodemografi, Kepercayaan terhadap Vaksin


 

 Abstrak  Imunisasi dasar lengkap (IDL) merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular, khususnya pada bayi dan balita. Cakupan IDL yang tinggi menunjukkan kinerja pelayanan kesehatan yang baik, sementara ketimpangan cakupan mencerminkan adanya tantangan dalam sistem pelayanan. Di Kabupaten Bogor tahun 2022, tercatat perbedaan mencolok antara Puskesmas Bojong Nangka dengan cakupan IDL sebesar 187,5% dan Puskesmas Ciapus yang hanya mencapai 15,35%. Perbedaan ini mengindikasikan adanya faktor-faktor penting yang memengaruhi keberhasilan maupun kegagalan cakupan imunisasi. Tujuan: Mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi cakupan imunisasi dasar lengkap di dua Puskesmas dengan cakupan kontras. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive dan terdiri dari tenaga kesehatan, kader, tokoh masyarakat, dan orang tua anak. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan telaah dokumen. Data dianalisis menggunakan pendekatan Kualitatif. Hasil: Faktor Supply meliputi jumlah dan kompetensi tenaga kesehatan, ketersediaan sarana prasarana, serta dukungan dana. Faktor Demand mencakup pengetahuan dan kesadaran masyarakat, sosiodemografi, serta kepercayaan terhadap vaksin. Di Ciapus, ditemukan keterbatasan sumber daya dan resistensi terhadap imunisasi. Sebaliknya, Bojong Nangka menunjukkan kolaborasi aktif antara petugas dan masyarakat. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan adanya ketimpangan signifikan dalam cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) antara Puskesmas Bojong Nangka dan Ciapus di Kabupaten Bogor tahun 2022. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh kesalahan pencatatan data, faktor sosiodemografi, keterbatasan tenaga kesehatan, sarana prasarana, pendanaan, serta tingkat pengetahuan dan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi. Kolaborasi aktif antar petugas dan masyarakat serta dukungan lintas sektor terbukti efektif meningkatkan cakupan IDL. Strategi peningkatan cakupan perlu disesuaikan dengan karakteristik lokal guna mengatasi disparitas dan mencapai target kesehatan anak secara merata  Kata kunci: Imunisasi Dasar Lengkap, Cakupan Imunisasi, Ketimpangan Layanan, Tenaga Kesehatan, Sosiodemografi, Kepercayaan terhadap Vaksin

Read More
T-7382
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yane Margaretha Antonio: Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Wachyu Sulistiadi, Hendy Kurniawan, Jaslis Ilyas
Abstrak:
Latar Belakang: Penurunan jumlah kunjungan pasien di Poliklinik Rawat Jalan RSU Hermina Kabupaten Sukabumi pada periode 2024-2025 menunjukkan adanya tantangan dalam mempertahankan loyalitas pasien di tengah meningkatnya persaingan rumah sakit swasta. Minat kunjungan ulang pasien merupakan indikator penting keberlanjutan rumah sakit karena mencerminkan kepuasan, kepercayaan, serta persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan yang diterima. Poliklinik rawat jalan sebagai pintu masuk utama pelayanan rumah sakit memiliki peran strategis dalam membentuk pengalaman awal pasien yang berpengaruh terhadap keputusan kunjungan ulang. Tujuan penelitian: Secara umum penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan minat kunjungan ulang pasien di Poliklinik Rawat Jalan RSU Hermina Kabupaten Sukabumi. Secara khusus, penelitian ini menganalisis hubungan kualitas pelayanan, kepuasan pasien, kepercayaan pasien, word of mouth, serta aspek pre-service dan post-service terhadap minat kunjungan ulang pasien, serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan memengaruhi minat kunjungan ulang. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur kepada pasien poliklinik rawat jalan yang telah menerima pelayanan di RSU Hermina Kabupaten Sukabumi. Analisis data dilakukan secara bivariat dan multivariat menggunakan regresi logistik ordinal untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antar variabel penelitian. Hasil penelitian: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, kepuasan pasien, kepercayaan pasien, dan word of mouth memiliki hubungan yang signifikan dengan minat kunjungan ulang pasien. Namun, pada analisis multivariat menggunakan regresi logistik ordinal, hanya word of mouth, kepuasan pasien, dan kepercayaan pasien yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap minat kunjungan ulang. Word of mouth merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi minat kunjungan ulang pasien di Poliklinik Rawat Jalan RSU Hermina Kabupaten Sukabumi. Kesimpulan: Minat kunjungan ulang pasien dipengaruhi terutama oleh faktor sosial dan psikologis, yaitu word of mouth, kepuasan, dan kepercayaan pasien. Kualitas pelayanan, serta aspek pre-service dan post-service, tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan setelah dikontrol bersama variabel lain. Selain faktor internal tersebut, minat kunjungan ulang juga tidak dapat dilepaskan dari pengaruh faktor eksternal, khususnya dinamika regulasi dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang berpotensi membatasi fleksibilitas pasien dalam menentukan rumah sakit tujuan. Oleh karena itu, penguatan pengalaman pasien yang bermakna, pembangunan kepercayaan, serta pengelolaan komunikasi positif antar pasien perlu diimbangi dengan strategi adaptif terhadap kebijakan sistem kesehatan guna meningkatkan loyalitas pasien dan daya saing rumah sakit secara berkelanjutan. Kata kunci: minat kunjungan ulang, kualitas pelayanan, kepuasan pasien, kepercayaan pasien, word of mouth.

Background: The decline in the number of patient visits to the Outpatient Clinic of Hermina General Hospital, Sukabumi Regency, during the 2024–2025 period indicates challenges in maintaining patient loyalty amid increasing competition among private hospitals. Patient revisit intention is an important indicator of hospital sustainability, as it reflects patient satisfaction, trust, and perceptions of service quality. As the main entry point of hospital services, the outpatient clinic plays a strategic role in shaping patients’ initial experiences, which significantly influence their decision to revisit. Research objectives: In general, this study aims to analyze factors associated with patient revisit intention at the Outpatient Clinic of Hermina General Hospital, Sukabumi Regency. Specifically, it examines the relationships between service quality, patient satisfaction, patient trust, word of mouth, as well as pre-service and post-service aspects and patient revisit intention, and identifies the most dominant factors influencing revisit intention. Methods: This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. Data were collected through structured questionnaires administered to outpatients who had received services at Hermina General Hospital, Sukabumi Regency. Data analysis was conducted using bivariate and multivariate analyses with ordinal logistic regression to determine the relationships and effects among research variables. Results: Bivariate analysis showed that service quality, patient satisfaction, patient trust, and word of mouth were significantly associated with revisit intention. However, multivariate ordinal logistic regression revealed that only word of mouth, patient satisfaction, and patient trust remained significantly associated with revisit intention. Word of mouth was identified as the most dominant factor influencing revisit intention at the Outpatient Clinic of Hermina General Hospital, Sukabumi Regency. Conclusion: Patient revisit intention is primarily influenced by social and psychological factors, particularly word of mouth, patient satisfaction, and trust. Service quality, as well as pre-service and post-service aspects, were not statistically significant after adjustment for other variables. In addition to these internal factors, revisit intention may also be shaped by external influences, particularly the regulatory framework of the National Health Insurance (JKN) system, which can limit patients’ flexibility in choosing healthcare facilities. Therefore, strengthening meaningful patient experiences, building trust, and fostering positive patient-to-patient communication should be complemented by adaptive strategies toward health system regulations to enhance patient loyalty and hospital competitiveness in a sustainable manner. Keywords: revisit intention, service quality, patient satisfaction, patient trust, word of mouth
Read More
B-2581
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faris Farabi; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Nurusysyarifah Aliyyah, Tiara Amelia
Abstrak:

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue (DENV). Kepadatan permukiman serta perilaku masyarakat yang belum optimal dalam pencegahan menjadi faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penularan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status sosial ekonomi, pengetahuan, dan individual beliefs berdasarkan teori Health Belief Model terhadap perilaku ibu rumah tangga dalam pencegahan penyakit DBD. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari ibu rumah tangga di RW 01 Pasar Minggu yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku pencegahan DBD dengan p-value sebesar 0,007 dan nilai Odds Ratio (OR) 3,260 (1,439–7,386). Analisis hasil menunjukkan bahwa ibu rumah tangga dengan pengetahuan kategori kurang baik memiliki risiko dengan peluang sebesar 3,260 kali lebih besar untuk melakukan perilaku pencegahan penyakit DBD yang kurang baik. Kesimpulannya adalah pengetahuan berperan penting dalam mendorong perilaku pencegahan DBD pada ibu rumah tangga di RW 01 Pasar Minggu. Oleh karena itu, saran yang dapat diberikan kepada masyarakat yaitu meningkatkan implementasi program edukasi berbasis masyarakat serta memperkuat peran kader jumantik dalam penyuluhan dan pemantauan lingkungan, terutama jentik nyamuk di rumah.


Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease caused by the bite of Aedes aegypti mosquitoes carrying the dengue virus (DENV). High population density and suboptimal community preventive behaviors contribute to an increased risk of disease transmission. This study aimed to analyze the association between socioeconomic status, knowledge, and individual beliefs based on the Health Belief Model with housewives’ dengue prevention behaviors. This study employed a cross-sectional design with a quantitative approach. The sample consisted of housewives in RW 01 Pasar Minggu, selected using simple random sampling. Data were collected through structured interviews using a questionnaire. Data analysis was performed using the chi-square test with a 95% confidence level (α = 0.05). The results showed that knowledge was significantly associated with dengue prevention behavior, with a p-value of 0.007 (p < 0.05)and an Odds Ratio (OR) of 3.260 (95% CI: 1.439–7.386). The findings indicate that housewives with poor knowledge were 3.260 times more likely to have poor dengue prevention behavior compared to those with better knowledge. In conclusion, knowledge plays a crucial role in influencing dengue prevention behavior among housewives in RW 01 Pasar Minggu. Therefore, it is recommended to enhance community-based educational programs and strengthen the role of jumantik (larvae monitoring cadres) in health education and environmental monitoring, particularly in controlling mosquito larvae at the household level.

Read More
S-12221
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive