Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Randy Novirsa; Pembimbing: Bambang Wispriyono, Budi Hartono; Penguji: Abdur Rahman, Didik Supriyono, Inswiasri
Abstrak: Kromium (Cr) merupakan logam yang telah digunakan secara luas dalam berbagai aplikasi industri. Penggunaan kromium dalam industri penyamakan kulit dapat berisiko terhadap kesehatan pekerja yang berasal dari pajanan kromium di udara lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat besar pajanan kromium pada tubuh pekerja dan hubungannya dengan kadar malondialdehyde (MDA) sebagai biomarker oksidatif stres di dalam tubuh. Penelitian dilakukan pada 25 orang pekerja dan 25 orang kontrol. Sampel darah dan urin diambil pada masing- masing sampel untuk menilai kadar MDA darah dan kadar kromium total urin. MDA diukur dengan metode reaski TBARS dan kromium pada urin diukur dengan graphic furncace atomic absorbtiion spectrometry (AAS). Rata-rata kadar Cr urin pada pekerja terdeteksi 19,65 μg/L (n=25) dan 3,8 μg/L pada kontrol (n=5). Sebanyak 25% Cr urin pekerja melebihi nilai biological exposure indices (BEI) ACGIH (25 μg/L). Kadar malondialdehyde (MDA) tidak berbeda secara signifikan antara pekerja (0,118 nmol/ml) dibandingkan kontrol (0,128 nmol/ml). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pekerja memiliki kadar kromium urin yang tinggi. Ini menunjukkan bahwa adanya pajanan kromium di lingkungan kerja penyamakan kulit. Pajanan kromium dalam waktu lama dapat menimbulkan oksidatif stres di dalam tubuh dan berisiko terhadap kejadian penyakit. Kata kunci : kromium, penyamakan kulit, malondialdehyde, oksidatif stres.
Read More
T-4369
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Shella Rachma Dianty; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Mila Tejamaya, Rudy Saptari Sulesuryana
Abstrak: Diesel Particulate Matter (DPM) adalah zat yang dianggap menjadi salah satu faktor risiko dari perkembangan penyakit degeneratif seperti kanker (IARC, 2012), kardiovaskular, dan penurunan fungsi paru melalui mekanisme stress oksidatif.Stress oksidatif dianggap sebagai mekanisme perantara dari pajanan partikulat menuju dampak kesehatan. Penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan konsentrasi biomarker stress oksidatif yaitu malondialdehyde (MDA) dan penurunan fungsi paru dengan pajanan DPM 2.5 pada kelompok terpajan (penguji mekanis di UP PKB) dan kelompok pembanding. Pengukuran DPM 2.5 dilakukan menggunakan sioutas cascade impactordan filter berjenis quartz. Analisis MDA dilakukan dengan metode Wills (1996) melalui sampel urin responden, sedangkan penurunan fungsi paru dideteksi melalui tes spirometri. Hasil menunjukkan pajanan DPM 2.5 secara signifikan berhubungan dengan peningkatan konsentrasi MDA dan penurunan fungsi paru-paru, dengan derajat keeratan sedang hingga kuat (r= 0,438; r=-0,629; p<0,05). Pajanan DPM 2.5 secara kronis dapat menyebabkan peningkatan konsentrasi MDA dalam urin dan menurunkan fungsi paru, sehingga tindakan korektif dan preventif perlu dilakukan pada kelompok yang terpajan dengan DPM 2.5 untuk mencegah efek kesehatan kronis di kemudian hari. Kata Kunci: Partikulat Diesel 2.5, Malondialdehyde, FungsiParu Diesel Particulate Matter (DPM) 2.5 µm is considered to be one of the risk factors for degenerative diseases such as cancer (IARC, 2012), cardiovascular, and declined lung function through oxidative stress mechanism. Oxidative stress is considered as an intermediary mechanism from particulate exposure to health effects. This study was conducted to see the correlation of oxidative stress biomarker which is malondialdehyde (MDA) and decline of lung function with DPM 2.5 exposure in exposed group and non-exposed group. Sampling DPM 2.5 was performed using sioutas cascade impactor and quartz type filter. MDA analysis was done by Wills (1996) method through respondent's urine sample, whereas pulmonary function decline was detected through spirometry test. The results show that DPM 2.5 exposure was significantly associated with elevated MDA concentrations and declined lung function, with moderate to stronger degree (r = 0.438; r = -0.629; p<0,05). Chronic DPM 2.5 exposure may lead to increased MDA concentrations in the urine and declined lung function, so corrective and preventive action should be taken groups exposed to DPM 2.5 to prevent chronic health effects in the future. Keyword: Diesel Particulate Matter 2.5, Malondialdehyde, Lung Function
Read More
S-9690
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Putri Lan Lubis; Pembimbing: Laila Fitria, Bambang Wispriyono; Penguji: Abdur Rahman, Sonny P. Warouw, Didi Purnama
Abstrak: Merkuri merupakan polutan global yang banyak ditemukan baik alam maupunhasil kegiatan manusia. Salah satu sumber pencemaran terbesar merkuri berasaldari pertambangan emas skala kecil (PESK) yang dilakukan oleh masyarakat.Mekanisme yang tepat dari efek toksik Hg masih belum jelas, namunmalondialdehide (MDA) merupakan salah satu biomarker utama yang digunakanuntuk mengetahui kejadian stres oksidatif akibat pajanan merkuri. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis kejadian stres oksidatif melalui pengukuran MDAplasma darah pada masyarakat yang terpajan merkuri. Metode penelitian inimenggunakan desain cross sectional, pemilihan sampel menggunakan sistemrandom sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 69 responden yangterdiri dari 18 laki-laki dan 51 perempuan. Pengukuran kadar total merkuri darahmenggunakan alat ICP-MS dan pemeriksaan kadar Malondialdehide denganmenggunakan TBARS. Usia, jenis kelamin, pekerjaan, status merokok danaktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar merkuri dalam darah masyarakat adalah 11,09 μg/L dan kadar MDAadalah 0,419±0,130 nmol/ml. Berdasarkan uji statistik, kadar merkuri dalam darahmanunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan terhadap peningkatan kadarMDA setelah dikontrol dengan usia, jenis kelamin, pekerjaan, status merokok danaktivitas fisik. Namun, orang dengan kadar merkuri dalam darah >5,8 μg/Lmemiliki risiko 1,27 kali lebih tinggi untuk mengalami stres oksidatif (dengankadar MDA >0,419 nmol/ml) dibanding orang dengan kadar merkuri darah < 5,8μg/L. Untuk penelitian berikutnya disarankan dengan mengukur biomarker stresoksidatif lainnya seperti Superoxyde dismutase (SOD) dan 8-hydroxy-2-deoxyguanosine (8-OHDG).
Read More
T-4774
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Damai Arum Pratiwi; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Agustin Kusumayati, Laila Fitria, Miko Hananto, Didi Purnama
Abstrak: Sopir angkutan kota (angkot) di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, menghabiskan waktu berjam-jam di jalan sehingga terpajan particulate matter (PM2,5) dalam konsentrasi yang tinggi sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan bahkan kematian dini melalui mekanisme stres oksidatif. Malondialdehyde (MDA) adalah salah satu produk sampingan dari stres oksidatif yang menjadi biomarker peroksidasi lipid. Dalam tesis ini, peneliti mengukur PM2,5 pada 130 driver saat mereka mengendarai angkot selama satu kali pulang pergi. Kadar MDA diperiksa dari sampel urin, indeks massa tubuh (IMT) diukur dengan berat dan tinggi badan, dan data variabel lainnya (masa kerja, durasi kerja, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, konsumsi vitamin, konsumsi minuman energi, kebiasaan olahraga, dan trayek angkutan) dikumpulkan dengan kuesioner dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pajanan PM2,5 dan IMT secara signifikan berhubungan dengan kadar MDA (p <0,05). Secara keseluruhan, tesis ini menyarankan pengemudi untuk mengontrol berat badannya agar kadar MDA dalam tubuh tidak meningkat serta agar sopir melindungi kesehatan dirinya
Read More
T-5773
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syafran Arrazy; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Bambang Wispriyono, Abdur Rahman, Sonny P. Warouw, Didi Purnama
Abstrak: Benzene dapat secara enzimatik meningkatkan pembentukan Reactive OxygenSpecies (ROS) yang mempengaruhi sel-sel dan berakibat kerusakan oksidatif.Malondialdehyde (MDA) merupakan produk akhir peroksidasi lemak dan menjadisalah satu indikator stres oksidatif akibat radikal bebas. S-phenylmercapturic acid(SPMA) menjadi parameter pajanan benzene pada manusia. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis asosiasi SPMA terhadap MDA pada pekerja sepatu.Metode penelitian menggunakan desain studi analitik cross-sectional. Pemilihansampel mengunakan cluster satu tingkat terhadap industri informal. Jumlahsampel dalam penelitian ini 64 pekerja. Hasil penelitian menunjukkan rata-ratakonsentrasi SPMA adalah 24.63 μg/g kreatinin atau 20 responden (31.2%)memiliki konsentrasi SPMA urin di atas nilai biological exposure index (BEI)(>25 μg/g kreatinin), dan rerata kadar MDA serum pekerja adalah 10.186 μmol/L.Berdasarkan uji statistik, diketahui ada hubungan signifikan pada konsentrasiSPMA terhadap peningkatan MDA setelah dikontrol dengan faktor umur, lamakerja, status merokok, kebiasaan alkohol, kebiasaan olahraga dan kebiasaanmakan sayur dan buah (R2 : 0.133, p-value : 0.039). Studi ini menunjukkan bahwapaparan benzene memberikan efek merugikan pada stres oksidatif pekerja selainoleh umur pekerja.Kata kunci: Benzene; Industri skala kecil; Malondialdehyde; Stres Oksidatif;S-phenylmercapturic acid;
Benzene can be enzymatically increasing the formation of Reactive OxygenSpecies (ROS) that affect the cells and cause oxidative damage. Malondialdehyde(MDA) is the end product of lipid peroxidation and is one indicator of oxidativestress caused by free radicals. S-phenylmercapturic acid (SPMA) be the parameterof benzene exposure in humans. This study aimed to analyze the associationSPMA against MDA in shoe workers. The research method uses design analyticcross-sectional study. Selection of the sample using one level cluster to informalindustry. The samples in this study are 64 workers. The results showed thatmedian levels concentration of SPMA is 10.24 mg/g creatinine or 20 respondents(31.2%) had a concentration of SPMA urine above the value of biologicalexposure index (BEI) (> 25 mg / g creatinine), and median levels of serum MDAworkers are 6.38 μmol/L. Based on statistical test, we know that have a significantassociation for concentration of SPMA to increase MDA after controlling by age,length of employment, smoking status, alcohol habits, exercise habits and habit ofeating vegetables and fruits (R2: 0133, p-value: 0.039). This study shows thatexposure to benzene giving adverse effects on oxidative stress in addition toworkers by age workers.Keywords: Benzene; Small Scale Industry; Malondialdehyde; Oxidative Stress;S-phenylmercapturic acid;
Read More
T-4740
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive