Ditemukan 16 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Implementation of Occupational Health and Safety in the Microbiology laboratoryis especially important to be performed, where the Microbiology laboratory isone ofworkplace helath hazards easily contract the disease, the risk of occupationalaccidents and occupational diseases. The aim is to know the level of risk k3 activityroutine sample check such as checking blood culture, sputum and providerecommendations. Stages of Management of risk approach to risk management ibased on AS/NZS 4360:2004, hazard identification methods used are GenericModel for determinaation of the level of risk and risk analysis methodssemiquantitatively using a score based on the value in WT Fine in Jean Cross,1998. Existing risk (taking into account existing controls) on the activityof bloodand sputum culture examination are grouped according to the stages of labor andscoring done by Fine to determine the level of risk, Great risk levels obtained were13, the risk level Priority 3 as many as 17, and as Acceptable risk levels 6. Toreduce the risk of K3 on workers health analyst at the Microbiology conductedengineering controls, administrative controls, and personal protective equipment(PPE).Keywords: risk assessment, health analyst, microbiology laboratory
Ketersediaan bahan pengujian yang tepat waktu menjadi salah satu faktor penentu
dalam kelancaran proses pengujian di laboratorium, terutama dalam mendukung
fungsi karantina dan perlindungan kesehatan masyarakat melalui keamanan
pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelaksanaan sistem
manajemen logistik bahan pengujian di Laboratorium Mikrobiologi Balai Besar Uji
Standar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, dengan meninjau aspek input,
proses, output, dan dampak logistik. Penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa
kendala, seperti belum optimalnya ketersediaan bahan pengujian dari aspek waktu.
Masalah tersebut berdampak pada terjadinya kekosongan stok bahan pengujian
(stockout) dan keterlambatan pengujian. Kondisi ini berpotensi menghambat proses
tindakan karantina, menunda pengambilan keputusan tindakan, serta berisiko
menganggu keamanan pangan sebagai perlindungan kesehatan masyarakat
