Ditemukan 21 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Penelitian deskriptif kuantitatif dengan disain Cross Sectional Survey mengenai Studi Persepsi tentang Penyakit Kardiovaskular dan Upaya Pencegahannya pada karyawan XY, menggunakan konsep Health Belief Model, meneliti persepsi kerentanan (perceived susceptibility), persepsi keparahan (perceived severity), persepsi manfaat (perceived benefit), persepsi hambatan (perceived barrier) dan pengetahuan sebagai salah satu modifying factor. Rendahnya persepsi kerentanan karyawan dapat menjadi alasan ketidak aktifannya dalam berolahraga. Dari perhitungan statistik dengan korelasi spearman,terdapat korelasi yang bermakna antara persepsi hambatan dengan perilaku karyawan untuk berolahraga dengan p = 0.002 dan r = -0.297.
Quantitative descriptive study with cross-sectional survey design of the study and the Perception of the Cardiovascular Disease Prevention Efforts in XY employees, using the concept of Health belief model, examines perceived susceptibilit), perceived severity , perceived benefits ,perceived barriers and knowledge as a modifying factor. The low perception of susceptibility of employees can be a reason for the lack of exercise ( Physical Inactive ). Of statistical calculations with Spearman correlation, there is a significant correlation between perceived barrier to exercise behavior of employees with p = 0.002 and r = -0297.
ABSTRAK Sarapan adalah penting bagi setiap orang untuk mengawali aktivitas sepanjang hari. Sarapan berfungsi sebagai sumber energi dan zat gizi agar dapat berpikir, belajar dan melakukan aktivitas secara optimal setelah bangun pagi. Bagi anak sekolah, sarapan terbukti dapat meningkatkan kemampuan belajar dan stamina anak dan kebiasaan sarapan dapat menanamkan pola makan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan terhadap kebiasaan sarapan siswa di SMP IT Insan Harapan Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan Desain Cross Sectional. Sampel pada penelitian adalah siswa kelas VII dan VIII SMP IT Insan Harapan Tangerang Selatan sebanyak 195 siswa. Pengolahan data menggunakan program komputerisasi (spss). Analisis data menggunakan Chi Square dan Regresi logistic. Hasil penelitian menunjukkan proposi siswa yang memiliki kebiasaan sarapan baik (56,4%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara jenis kelamin, ketersediaan sarapan, olahraga dengan kebiasaan sarapan (p<0,05). Faktor paling dominan yang berhubungan dengan kebiasaan sarapan adalah ketersediaan sarapan di rumah. Diharapkan bagi pihak sekolah agar memberikan pendidikan gizi dan promosi kepada siswa tentang kesehatan terutama pentingnya sarapan melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) dalam materi pelajaran maupun Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Dengan mengadakan penyuluhan kesehatan tentang materi pedoman gizi seimbang kepada siswa, guru maupun komite sekolah dapat menjadi jembatan informasi kepada keluarga khususnya ibu siswa yang berperan dalam ketersediaan sarapan.
ABSTRACT Breakfast is important for everyone to start their activities throughout the day. The breakfast is a source of energy and nutrients for thinking, learning and performing an optimal activity after waking up in the morning. For school children, breakfast is proven to improve their learning ability and stamina. The habits of breakfast can instill good diet. This research aims to evaluate the determinant factor of the breakfast habits of students in junior high school IT Insan Harapan South Tangerang. This study used cross-sectional design. The samples in this study were 195 students of grade VII and VIII at Junior High School IT Insan Harapan South Tangerang. Computerized SPSS program was used to process data. Data were analyzed by using of Chi Square and logistic regression. Results of this study showed proportion of students who have a better breakfast habits (56.4%). Statistical test results showed that there was a significant relationship between the sexes, breakfast availability, sports activity with the breakfast habits (p <0,05). The most dominant factor associated with breakfast habits is the availability of breakfast at home. For further improvement of breakfast habits, the schools should provide nutrition education and health promotion to students about the importance of breakfast, especially through Information, Education and Communication (IEC) in the subject matter and School Health Unit (UKS). By conducting health education about balanced nutrition guidance materials to students, teachers and school committee can be a bridge of information to families, especially mothers of students who play a role in the availability of breakfast.
Kata Kunci :Evaluasi program; Kesehatan dan olahraga; Variabel input dan proses; KotaDepok.
ABSTRAK
Kegemukan pada balita merupakan masalah gizi yang dihadapi di seluruh dunia termasuk Indonesia. Kegemukan pada balita mengakibatkan kegemukan pada masa dewasa. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan faktor dominan yang berhubungan dengan nilai z?score BB/TB. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2013. Desain penelitian yang digunakan adalah metode cross sectional dengan secara systematic random sampling dengan jumlah sampel 111 balita. Sampel penelitian adalah balita umur 36--59 bulan beserta ibunya di wilayah Puskesmas Wadas. Uji statistik yang digunakan adalah regresi linier sederhana serta regresi ganda untuk analisis multivariat.
Hasil penelitian memperlihatkan prevalensi kegemukan pada anak umur 36?59 bulan adalah 10,8 %, dengan rata ? rata nilai z-score + 0,21 (95 % CI : -,0,73 ? 0,51). Faktor yang berhubungan dengan nilai z?score BB/TB adalah jumlah anggota keluarga, berat badan lahir, pendidikan ibu, frekuensi olahraga, durasi pemberian ASI, asupan energi, karbohidrat, lemak, dan protein. Faktor yang paling dominan terhadap nilai zscore BB/TB adalah frekuensi olahraga frekuensi olahraga setelah dikontrol variabel jumlah anggota keluarga, durasi ketidakaktifan, pendidikan ibu, durasi pemberian ASI eksklusif, IMT ibu, asupan karbohidrat, skor persepsi ibu, asupan protein, asupan lemak, serta berat badan lahir. Program balita sehat, balita aktif merupakan salah satu cara pencegahan dan penanggulangan kegemukan pada balita.
ABSTRACT
Overweight in children was an issue malnutrition around the world, including Indonesia. Overweight in toddlers may result overweight in adulthood. The purpose of this study is to find out the dominant factor associated with the value of WHZ score index. The study was conducted in March 2013. Desain study was a cross sectional with a systematic random sampling of 111 subjects through subjects were toddlers ages 36-59 months and their mothers in the Public Health Center Wadas. Statistical tests were use simple and multiple linear regressions.
The results showed the prevalence of overweight among children aged 36-59 months was 10.8%, with the average value of the WHZ ? score index is + 0.21 (95% CI: - 0.73 to 0.51). Factors associated with the value of WHZ score index are the number of family members, birth weight, maternal education, exercises frequency, duration of breastfeeding, the intake of energy, carbohydrates, fats, and proteins. Dominant factor for the value of WHZ ?score index was exercises frequency, after being controlled the number of family members, inactivity, maternal education, duration of exclusive breastfeeding, maternal BMI, carbohydrate intake, maternal perception score, fat intakes, protein intakes and birth weight. ?Balita Sehat Balita Aktif ? is one program for prevention and controlling overweight in toddlers.
