Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 34 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rindu Rachmiaty; Pembimbing: Helda; Penguji: Ratna Djuwita, Nurhayati Adnan, Yoan H. Naomi
T-4749
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syifa Pramudita Faddila; Pembimbing: Iwan Ariawan, Ahmad Syafiq; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Giri Wurjandaru, Laurentia
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Syifa Pramudita Faddila Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul : Hubungan Aktivitas Fisik dan Konsumsi dengan Kejadian Overweight pada Anak Usia 10-12 Tahun Di Indonesia Tahun 2013 (Analisis Multilevel Data Riskesdas Tahun 2013) Pembimbing : dr.Iwan Ariawan, MSPH Kegiatan aktivitas fisik dan konsumsi makanan yang seimbang adalah upaya untuk menekan angka overweight pada masa anak-anak agar tidak berlanjut menjadi obesitas maupun penyakit degenaratif lainnya. Secara global, sebanyak 42 juta anak mengalami overweight pada tahun 2015 dan angka kegemukan di Indonesia sekitar 10,8% pada tahun 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dan konsumsi dengan kejadian overweight pada anak usia 10-12 tahun di Indonesia tahun 2013. Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2013 dengan desain studi cross sectional dimana sampel penelitian sebanyak 49.620 anak. Hasil penelitian menunjukkan 14,5% anak mengalami overweight. Hanya aktivitas fisik yang memiliki hubungan bermakna dengan kejadian overweight (p=0,014), sedangkan konsumsi makanan berisiko (p=0,518) serta buah dan sayur (p=0,693) tidak signifikan terhadap kejadian overweight. Anak yang kurang aktif berisiko 1,11 kali (95% CI= 1,02–1,21) untuk menjadi overweight dibandingkan dengan anak yang aktif. Hasil analisis multilevel menunjukkan variasi kejadian overweight antar provinsi lebih besar jika dibandingkan dengan faktor risiko pada level individu (MOR=1,37). Kejadian overweight berhubungan dengan aktivitas fisik yang dilakukan anak-anak, sedangkan konsumsi tidak memiliki hubungan yang bermakna. Dibutuhkan strategi dan sosialisasi aktivitas fisik pada anak dengan melibatkan berbagai sektor dan built environment agar anak lebih aktif untuk mengurangi kejadian overweight. Kata kunci:  Overweight, Aktivitas Fisik, Konsumsi


ABSTRACT Name : Syifa Pramudita Faddila Study Program : Public Health Title : Association between Physical Activity and Consumption with Overweight among Children Aged 10-12 Years in Indonesia 2013 (Multilevel Analysis of Riskesdas 2013) Counsellor : dr.Iwan Ariawan, MSPH Physical activity and balanced food consumption is an attempt to reduce overweight in childhood so as not to continue to be obese or other degenerative diseases. Globally, 42 million children are overweight by 2015 and overweight in Indonesia is around 10.8% in 2013. The purpose of this study was to examine the association between physical activity and consumption with overweight among children aged 10-12 years in Indonesia 2013. This study uses secondary data Riskesdas 2013 with a cross sectional study design where the sample of research is 49,620 children. The results showed 14.5% of respondents had overweight. Only physical activity had significant association with overweight (p=0,014), whereas risky food consumption (p=0,518) with fruit and vegetable consumption (p=0,693) was not significant. Less active respondents were at risk 1.11 times (95% CI= 1.02-1.21) to become overweight compared with active respondents. Multilevel analysis results show that variation in overweight between provinces is greater when compared to risk factors at the individual level (MOR=1.37). Overweight are related to the physical activity of children, while consumption is unrelated. It needed strategy and promotion of physical activity in children by involving parents and built environment to make children more active to reduce overweight. Keywords: Overweight, Physical Activity, Consumption

Read More
T-5367
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erna Savitri; Pembimbing: Djuwita, Ratna, Helda; Penguji: Helda Khusun, Yoan Hotnida Naomi
Abstrak: Hipertensi remaja masih menjadi masalah bagi kesehatan karena dapatmeningkatkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit kardiovaskular di masadewasa. Salah satu faktor risiko hipertensi remaja adalah overweight. Terdapatpeningkatan prevalensi overweight pada remaja umur 16-18 tahun di Indonesiaberdasarkan Riskesdas tahun 2007-2013 sebesar 5,7% menjadi 6,7% Tujuan penelitianini adalah mengetahui hubungan overweight dengan hipertensi remaja usia 15-17 tahundi Indonesia berdasarkan data IFLS V Tahun 2014. Desain Penelitian ini adalah studicross sectional dengan menggunakan data sekunder dari IFLS V Tahun 2014. Analisisdata yang digunakan adalah Regresi Logistik. Hasil analisis menunjukkan remaja denganoverweight berpeluang 1,530 kali (95% CI; 1,080-2,166) dibandingkan remaja tidakoverweight setelah dikendalikan oleh jenis kelamin. Remaja terutama remaja laki-lakidapat meningkatkan aktivitas fisik (jalan cepat dan lari) untuk mencegah overweight danhipertensi.Kata kunci: Overweight, hipertensi, remaja
LS V, 2014)Adolescents hypertension is still become a problem for health, because it can increase thenumber of mortality and morbidity from cardiovascular disease in adulthood. Overweighthas become one of the risk factors of it. There is increasing prevalence of overweight inadolescents of aged 16─18 in Indonesia. Based on Riskesdas, there is a growing ofadolescents at the aged of 16─18 in Indonesia between 2007─2013, its around 5,7% and6,7%. The aim of this study is to find out the relation of overweight and adolescentshypertension at the aged of 15─17 based on IFLS V data in 2014. The design of this studyis using cross sectional secondary data of IFLS V 2014 with logistic regression are usedfor data analysis. The analysis showed that adolescents with overweight had a POR 1,530times (95% CI 1.880─2.166) compared to un-overweight (normal-weight) adolescentsafter being control by gender. The boys have advantage to increasing of physical activity(by running or brisk walking) to prevent from overweight and hypertension.
Read More
T-5434
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andini Retno Yunitasari; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Siti Arifah Pujonarti, Fajrinayanti, Yosnelli
Abstrak: Indonesia menghadapi masalah gizi yang cukup serius. Sebagian besar stigma masyarakat di Indonesia akan merasa bangga bila memiliki anak balita yang bertubuh gendut dan masih berpikiran anak gemuk itu lucu dan menggemaskan. Padahal, anak yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas juga cenderung mengalami kelebihan berat badan dan obesitas di usia remaja dan dewasa. Bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat menimnulkan kerugian ekonomi dan penurunan kualitas sumber daya manusia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gizi lebih (overweight/obesitas) pada anak balita usia 24-59 bulan terhadap gizi lebih pada dewasa usia 22-26 tahun. Desain yang digunakan adalah studi longitudinal menggunakan data Indonesian Family Life Survey (IFLS) I tahun 1993 dan IFLS 5 tahun 2014. Sampel yang diapat di follow up dari IFLS 1-IFLS5 sebanyak 608 orang. Analisis statistik yang dilakukan yaitu univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak usia 24-59 bulan di tahun 1993 yang memliki status gizi lebih sebesar 3.30%, sementara saat usia dewasa 22-26 tahun di tahun 2014 yang memiliki status gizi lebih sebesar 23.8%. Overweight/obesitas pada usia 24-59 bulan tidak memengaruhi overweight/ obesitas usia 22-26 tahun (p=0.758 dan OR=1,18). Kata Kunci : Gizi lebih, overweight/obesitas, balita, dewasa
Indonesia faces a quite serious nutritional problem. Most of the stigma of parents in Indonesia is they will be proud if they have fat toddlers and still think that fat children are cute and adorable. In fact, children who were overweight and obese also tend to be overweight and obese in their adolescence and adulthood. If it is not handled quickly, it can cause economic losses and a decrease in the quality of human resources. The aim of this study was to find out effects of overweight and obesity on toddlers aged 24-59 years against overweight and obesity in adults aged 22-26 years (Based on IFLS Data for 1993 and 2014). The design used was longitudinal study using data from Indonesian Family Life Survey (IFLS) I in 1993 and IFLS 5 in 2014. Samples eligible were as many as 608 people. Data was analyzed by using univariate, bivariate, and multivariate method. This results of this study were only 3.3% of subject was overweight/obese toddler in 1993, while in 2014, adult whose are overweight/ obese were 23.8%. (Overweight / obesity in toddlers at the age of 24-59 years did not affect overweight / obesity in adult aged 22-26 years (p = 0.758 and OR = 1.18).
Read More
T-6048
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Leonika Aryani; Pembimbing: Engkys Kusdinar Achmad; Penguji: Siti Arifah Pudjonarti, Iip Syaiful
Abstrak: Prevalensi overweight pada remaja semakin meningkat setiap tahunnya baik dinegara maju maupun di negara berkembang termasuk Indonesia dan telah menjadimasalah kesehatan yang serius. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian menggunakandesain studi cross-sectional mengenai perbedaan asupan (energi, protein, lemak,karbohidrat, dan serat), kebiasaan sarapan, aktivitas fisik, durasi tidur, danpengetahuan gizi pada kejadian overweight siswa-siswi SMAK 2 PENABUR Jakartasebelum dan setelah dikontrol oleh jenis kelamin. Uji statistik yang digunakan yaituChi Square yang melibatkan 121 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwasebanyak 33,1% remaja mengalami overweight. Variabel yang memiliki perbedaanproporsi bermakna (P value ≤0,05) pada kejadian overweight sebelum dan setelahdikontrol oleh jenis kelamin antara lain asupan (energi, protein, lemak, dankarbohidrat), kebiasaan sarapan, aktivitas fisik, dan durasi tidur (OR. Oleh sebab itu,sangat diperlukan berbagai usaha baik dari pihak sekolah maupun pihak orang tua untuk lebih memperhatikan status gizi remaja salah satunya dengan mengadakan penimbangan berat badan secara rutin (minimal sekali dalam sebulan) .Kata kunci : Aktivitas fisik, asupan, kebiasaan sarapan, overweight, remaja.
Read More
S-8461
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Luh Budi Febriani; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Ratna Djuwita, Punto Dewo
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan karakteristik anak (jeniskelamin), karakteristik orang tua (pendidikan ibu, pekerjaan ibu, penghasilan keluargadan riwayat obesitas orang tua), daerah tempat tinggal, aktifitas fisik, kebiasaan makan(konsumsi fast food, cemilan/minuman manis, kebiasaan sarapan), sedentary behavior(durasi menonton TV/video, durasi bermain games) dan durasi tidur dengan overweightdan obesitas pada anak usia sekolah di Kabupaten Badung Provinsi Bali Tahun 2018.Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei 2018 dengan desain cross sectional. Teknikpengambilan sampel dilakukan secara acak sederhana. Instrumen penelitianmenggunakan timbangan digital dan microtoa serta kuesioner untuk ibu dan FFQ. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa 51.8% siswa masuk dalam kategori overweight danobesitas. Variabel yang berhubungan dengan overweight dan obesitas pada anak usiasekolah di Kabupaten Badung Provinsi Bali Tahun 2018 adalah aktifitas fisik (p=0.001,OR=2.3), konsumsi cemilan/minuman manis (p=0.001, OR= 2.2), Konsumsi fast food(p=0.001, OR= 2), riwayat obesitas ayah (p=0.012, OR= 1.5) dan riwayat obesitas ibu(p=0.034, OR=1.4). Peneliti menyarankan kepada pihak sekolah agar memiliki programuntuk memantau berat badan siswa setidaknya setiap 6 bulan serta diharapkan orangtuaturut serta dalam mengawasi pola makan anak dan membatasi perilaku sedentarybehavior.Kata kunci:Overweight, obesitas, anak usia sekolah, Badung.
Read More
S-9810
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dania Anisa Dersyaninda D. H.; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Ratu Ayu Dewi Sartika, Anies Irawati
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat prevalensi overweight dan obesitas pada remaja serta faktor-faktor yang berkaitan (sosiodemografi, perilaku kesehatan, dan psikologis). Penelitian ini juga bertujuan untuk melihat faktor dominan yang mempengaruhi kejadian overweight dan obesitas pada remaja usia 15-19 tahun di Indonesia. Penelitian cross sectional ini menggunakan data IFLS-5 tahun 2014-2015 dengan total responden sebanyak 2684 orang remaja. Uji chi-square digunakan untuk melihat hubungan antara faktor sosiodemografi, perilaku kesehatan, dan psikologis dengan overweight dan obesitas remaja. Faktor dominan ditentukan dengan menggunakan uji regresi logistik.
Read More
S-10630
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gadis Rizky Zakiyah; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Mury Kuswari
Abstrak: Alat ukur persen lemak tubuh yang akurat dinilai mahal dan memiliki rosedur yang sulit, sehingga dibutuhkan alternatif lain untuk menilai persen Lemak tubuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan pengukuran Antropometri yang paling akurat dalam mendeteksi kasus overweight dengan Menggunakan bia sebagai golden standard. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-mei 2017 pada remaja di sma al-azhar 3 jakarta usia 14-17 tahun dengan Jumlah sampel sebesar 107 laki-laki dan 71 perempuan. Desain studi yang Digunakan adalah cross sectional. Hasil penelitian menunjukkan imt/u memiliki Nilai koefisien korelasi paling tinggi pada kedua jenis kelamin (r=0,88). Validitas Yang paling baik dalam mendeteksi kasus overweight juga ditunjukkan oleh Pengukuran imt/u pada kedua jenis kelamin, dengan cut-off points pada laki-laki Sebesar +0,77 sd (se:86,6%; sp:85,0%; npp:89%; npn: 81%; lr+:5,77; lr-:0,16). Pada perempuan memiliki cut-off points imt/u sebesar +0,09 sd (se:93,1%; sp:95,0%; npp:95%; npn:96%; lr+:13,80; lr-:0,05).
Kata kunci: Persen lemak tubuh, bia, overweight, remaja, imt/u

Accurate instruments to measure percent body fat are expensive and haved ifficult procedures, so another alternative to measure percent body fat are Needed. This study aims to obtain the most accurate anthropometric measurement in evaluating overweight with bia as a golden standard. This study was conducted in april-may 2017 and the respondents are adolescent in senior high school student of al-azhar 3 jakarta (14-17 years old) with a total number of respondents were 107 boys and 71 girls. This study is a cross sectional design. The results showed that bmi/age had the highest coefficient correlation value in both sexes (r=0,88). In addition, bmi/age also had the best validity in detecting overweight in both sexes, with a cut-off points +0,77 sd (se:86,6%; sp:85,0%; Ppv:89%; npv: 81%; lr+:5,77; lr-:0,16) in boys and +0,09 sd (se:93,1%; Sp:95,0%; ppv:95%; npv:96%; lr+:13,80; lr-:0,05) in girls.
Keywords: Percent body fat, bia, overweight, adolescent, bmi/age
Read More
S-9496
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dewi Milla Ilfariza; Pembimbing: Kusharisupeni Djokosujono; Penguji: Asih Setiarini, Hera Ganefi
Abstrak: Prevalensi overweight dan obesitas pada remaja setiap tahun meningkat pesat di seluruh dunia. Kejadian overweight dan obesitas pada remaja akan bermanifestasi menjadi penyakit kronis di masa dewasa. Menurut data Riskesdas tahun 2010 prevalensi penduduk usia 13-15 tahun di Indonesia yang mengalami status gizi overweight dan obesitas sebesar 2,5% yang kemudian meningkat menjadi 10,8% pada tahun 2013. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan konsumsi serat dan faktor-faktor lainnya dengan overweight dan obesitas pada siswa SMPN 98 Jakarta Tahun 2017. Desain yang digunakan adalah cross-sectional dengan 208 siswa dari kelas 7 dan 8 dengan metode total sampling dari 6 kelas selama April-Mei 2017. Hasil penelitian ini menunjukkan sebanyak 29,8% responden memiliki status gizi overweight dan obesitas. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi-square menunjukkan hubungan antara kebiasaan konsumsi serat, kebiasaan sarapan dan durasi tidur dengan overweight dan obesitas. Oleh karena itu, pihak sekolah perlu melakukan upaya pemantauan satus gizi remaja, progam penyuluhan gizi serta memasang media poster berkaitan dengan anjuran sayur dan buah. Kata Kunci Kebiasaan konsumsi serat, overweight dan obesitas, siswa SMP The prevalence overweight and obesity in adolescents increasing rapidly around the world every year. The incidence of overweight and obesity in adolescents will manifest as a chronic disease in adulthood. According to Riskesdas data in 2010 the prevalence of overweight and obesity in adolescent 13- 15 years old of 2,5% which then increased to 10,8% in 2013.The aim of this study to determine the relationship between fiber consumption habits and other factors with overweight and obesity in Junior High School Student of 98 Junior High School South Jakarta 2017. The design study used cross sectional with 208 student from grades 7th and 8th with a total sampling method from 6 classes during Aptil-May 2017. This study used univariate and bivariate analysis. Based from the result 29,8% of respondents had overweight and obesity and from analysis data by chi-square test, there were significantly relationship between fiber consumption habits, breakfast habits and duration of sleep with overweight and obesity. Therefore, the school should make efforts to monitor the nutritional status of adolescents, nutrition counseling program and putting up poster media related to vegetable and fruit recommendations. Key words fiber consumption habits, overweight and obesity, junior high school
Read More
S-9511
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive