Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 8 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Raditya Yudha Arjasa; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Dawaman Muhamad, Devie Fitri Oktaviani
T-4432
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bintang Suryo Herdiansyah; Pembimbing: Hendra; Penguji: Chandra Satrya, I Made Sudarta, Muhamad Dawaman
T-4444
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yessi Oktavia; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Ahmad Fadli, Muhammad Damawan
Abstrak:
ndustri panas bumi merupakan penghasil gas alam diantaranya adalah gas Hidrogen Sulfida (H2S) yang sangat berbahaya terhadap manusia. Tesis ini menganalisis persepsi risiko bahaya gas Hidrogen Sulfida (H2S) terhadap pekerja lokal di lapangan panas bumi PT XYZ pada tahun 2020. Persepsi risiko adalah penilaian subyektif dari kemungkinan jenis kecelakaan dan potensi bahaya yang terjadi dan seberapa besar tingkat kepedulian seseorang terhadap konsekuensinya. Penelitian ini menggunakan paradigma psikometri yang merupakan ilustrasi terbaik untuk menentukan persepsi risiko seseorang dimana pendekatan ini dapat menganalisis risiko dengan memberikan jawaban yang baik dan jelas dari setiap dimensi, diantaranya paradigma kesukarelaan terhadap risiko, paradigma pemahaman terhadap risiko, paradigma pengendalian terhadap risiko, paradigma pengetahuan terhadap risiko serta paradigma kebaruan risiko. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan metode analisis deskriptif. Data diperoleh melalui kuesioner dengan 90 responden pekerja lokal yang kemudian dianalisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas dengan tingkat kepercayaan ( CL) sebesar 95%. Hasil analisis menunjukkan bahwa gambaran persepsi risiko bahaya gas Hidrogen Sulfida (H2S) terhadap pekerja lokal di lapangan panas bumi PT. XYZ pada tahun 2020 adalah mayoritas sukarela terhadap risiko, paham dan mampu mengendalikan risiko tersebut namun tidak memiliki pengetahuan yang baik terutama tentang sains gas H2S serta menganggap risiko merupakan risiko lama yang sudah familiar. Disarankan bagi PT. XYZ untuk melakukan upaya upaya promotif seperti pelatihan tarkait gas Hidrogen Sulfida (H2S) yang lebih terencana, memaksimalkan materi safety induction terkait bahaya gas Hidrogen Sulfida (H2S), memaksimalkan forum toolbox meeting, weekly safety meeting serta pertemuan lainnya untuk meningkatkan awareness pekerja terkait bahaya gas Hidrogen Sulfida (H2S), membuat analisa mendalam terhadap observasi pekerja terkait unsafe behavior dan meningkatkan program industrial hygiene

Geothermal industry is a producer of natural gas including hydrogen sulfide gas (H 2 S) which is very dangerous to humans. This thesis will analyze the hazard risk perceptions of hydrogen sulfide gas (H 2 S) to local workers in the geothermal field of PT. XYZ in 2020. Risk perception is a subjective assessment of the following things, such as the likely types of an accident, the potential hazards that will occur, and how much a person is concerned about the consequences. This study uses a psychometric paradigm which is the best illustration to determine a person's risk perception where this approach can analyze risks by giving good and clear answers from each dimension, including the volunteerism dimension to risk, the dimension of understanding risk, the dimension of controlling risk, the dimension of knowledge towards risk as well as the newness dimension of risk. This study uses a cross-sectional design with a descriptive analysis method. Data obtained through a questionnaire with 90 respondents local workers who then analyzed using the univariate and bivariate analysis to determine the relationship between the dependent variable and the independent variable with a confidence level (CL) of 95%. The results of the analysis show that the description of the risk perception of Hydrogen Sulfide (H 2 S) gas for local workers in the geothermal field of PT. XYZ in 2020 is voluntary toward risk, have a good understanding and able to control of risk while does not have good knowledge especially about the science of hydrogen sulfide gas (H 2 S) and assume the risk of exposure to hydrogen sulfide gas (H 2 S) is an old risk. It is recommended for PT. XYZ to make promotive efforts such as more planned training of hydrogen sulfide gas (H 2 S), maximizing safety induction related to the hazard of hydrogen sulfide gas (H 2 S), maximizing toolbox meeting forums, weekly safety meetings and other meetings to increase workers' awareness regarding hazards Hydrogen Sulfide gas (H 2 S), makes an in-depth analysis of worker observations related to unsafe behavior and also increase the industrial hygiene programs.

Read More
T-5907
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Astri Yuniarti; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Bernandus Mbulu
Abstrak: Pada tahapan proses produksi pembuatan busi banyak menggunakan mesin maupun material yang mengandung risiko keselamatan dan kesehatan bagi pekerja. Keselamatan dalam bekerja dipengaruhi oleh cara pandang atau persepsi pekerja terhadap bahaya maupun risiko. Pentingnya pembentukan persepsi yang baik bertujuan agar tidak terjadi perception error yang menyebabkan human error sehingga terjadi kecelakaan yang mengakibatkan turunnya produktivitas kerja. Persepsi risiko dapat dijabarkan melalui pendekatan paradigma psikometrik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi risiko keselamatan kerja di bagian Chucking Machine dan Assembly Line PT NGK Busi Indonesia tahun 2014 dengan pendekatan psikometrik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi potong lintang di dua departemen yaitu Chucking Machine dan Assembly Line PT NGK Busi Indonesia. Sampel yang diambil adalah keseluruhan populasi (total sampling) sebanyak 121 pekerja. Pengambilan data menggunakan kuesioner menggunakan skala paradigma psikometrik. Penilaian risiko yang mendominasi adalah kurang berisiko. Hal ini menunjukkan persepsi risiko pekerja masih rendah. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan komunikasi dua arah maupun pengadaan program untuk peningkatan awareness dan memperbaiki cara pandang terhadap risiko.

 At the stage of the production process of making spark plugs use a lot of machines and material containing health and safety risks for workers. Safety at work is affected by the perspective or perception of workers to the hazards and risks. The importance of establishing a good perception aims to prevent perception errors that cause human error resulting in an accident. Perceptions of risk can be assessed through psychometric paradigm approach. The purpose of this study is to determine the safety risk perception at the Chucking Machine and Assembly Line PT NGK Busi Indonesia year of 2014 according to psychometric approach. The research was conducted with quantitative approach and crosssectional study in two departments, namely Chucking Machine and Assembly Line PT NGK Busi Indonesia. There were 121 workers chosen as samples in this research. Data were collected through questionnaire using a scale psychometric paradigm. Results shows that workers perception are less risky. This indicates that worker’s perception still low to faced risk in their workplace. Therefore, the need to increase two-way communication, improve the perception of risk and develop awareness program for improvement
Read More
S-8383
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Cetra Palupi Rengganis; Pembimbing: Ridwan Zahdi Sjaaf; Penguji: Dadan Erwandi, Widura Imam Mustopo, I Made Pasek Dwi Pertama
T-4771
Depok : FKM UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Monica Dwimandhani; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Syahrul Meizar Nasri, Deny Andrias, Irma Lestari
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai persepsi risiko warga RW 004 Kelurahan Kebon Kacangterhadap kejadian kebakaran. Persepsi risiko warga di analisis menggunakan 7 variabelparadigma psikometri yaitu, pengalaman, pengetahuan, kesukarelaan, ketakutan,pengendalian, potensi dampak dan kondisi lingkungan. Penelitian ini menggunakanpendekatan deskriptif analitik dengan metode kuantitatif. Responden pada penelitian inidipilih dengan metode purposive sampling dengan jumlah responden adalah 227 responden .Hasil penelitian menunjukan bahwa 57,3% warga RW 004 memiliki persepsi risiko yang baikterhadap kejadian kebakaran. Namun, masih perlu ditingkatkan perihal pengetahuanwarga,sarana prasarana terkait pengendalian kebakaran dan kondisi di lingkungan sekitar.Kata Kunci :Persepsi, Persepsi Risiko, Kebakaran,dan Paradigma Psikometri.
This study discusses the risk perception of residensts RW 004 Kebon Kacang against fires.The risk perception of residents in the analysis using seven variables of psychometricparadigm ie, experience, knowledge, volunteerism, fear, control, potential impacts andenvironmental conditions. This research uses descriptive analytical approach withquantitative methods. Respondents in this study were selected by random sampling methodwith the number of respondents was 227 respondents. The results showed that 57.3% of theRW 004 has a good risk perception against fires. However, it still needs to be improvedregarding the knowledge of citizens, infrastructure and associated fire control conditions inthe surrounding environment.Keywords :Perception, Risk Perception, Fire and Psychometric Paradigm.
Read More
T-4671
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Andhika Yudiaji; Pembimbing: Ridwan Z. Sjaaf; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Robiana Modjo, Azil Awaludin
Abstrak:

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pekerja terhadap risiko keselamatan kerja dengan menggunakan paradigma psikometri di PT.X, Divisi T, yard S. Selain itu, penelitian ini juga membahas mengenai persepsi keuntungan (perceived benefit), persepsi kerugian (perceived risk) dan tingkat penerimaan risiko pekerja terhadap 10 pekerjaan yang biasa dilakukan di yard S. Penelitian ini menggunakan desain studi kuantitatif yang dilengkapi dengan data sekunder (melalui telaah dokumen). Data kuantitatif dikumpulkan secara prospektif selama 2 bulan sejak bulan November-Desember 2012. Dari 31 pekerja yang diteliti, rata-rata pekerja di PT.X menempatkan Hard banding (gauging, grinding, heating) sebagai pekerjaan yang paling tinggi keuntungan (perceived benefit) sekaligus risikonya (perceived risk). Berdasarkan tingkat penerimaan risiko, rata-rata pekerja di PT.X menganggap bahwa hanya 1 pekerjaan yang terlalu berisiko, yaitu loading un loading menggunakan forklift. Pekerja di PT.X, Divisi T, yard S, cenderung berpersepsi bahwa risiko pada 10 pekerjaan yang ada di PT. X divisi T sedang-sedang saja. Berdasarkan 9 dimensi paradigma psikometri yang ada, rata-rata pekerja mengkategorikan 5 dari 9 dimensi yang ada pada posisi sedang (skala 2 dari 4 dan skala 3 dari 4). Selain itu diketahui pula bahwa persepsi mengenai risiko bersifat subjektif, sehingga sebuah pekerjaan yang sama dapat ditempatkan dalam penilaian risiko yang yang berbeda sesuai dengan kategori yang berbeda. Oleh karena itu evaluasi untuk mengetahui persepsi pekerja mengenai risiko perlu dilakukan secara berkala dengan tujuan membuat sistem tanggap risiko yang terintergrasi dengan melibatkan para pekerja tersebut.


ABSTRACT

This study is aimed to analyze risk perception among workers particularly about safety risk using psychometric paradigm in PT.X, Division T, yard S. In addition, this study also analyze the perceived benefit, perceived risk and level of acceptability risk through list of work provided (contain of 10 works). The study is use quantitative design study and completed by documents provided from the company. The quantitative data collected prospectives within 2 months since November until December 2012. From 31 workers, most of worker put hard banding (gauging, grinding, heating) as the most beneficial work (perceived benefit) and also the most risky (perceived risk). Base on level of acceptability of risk, most of worker at PT.X put loading unloading using forklift as the most risky job. As the summary, most of workers in PT.X, division T, yard S tend to perceived the risk at their company on medium level. Base on 9 dimension on pyschometry paradigm, most of workers put 5 dimension at medium level (scale 2 from 4). In addition, it's known that perception among risk is a subjective matter, where sometime job can be classify into different classification based on different categorize. That's why periodic evaluation is needed to analyze the progress of risk perception among workers. This evaluation will help the company to initiate the creation of integrated risk mitigation system which involve the workers on the process.

Read More
T-3707
Depok : FKM UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Berta Destiana Putri; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Mufti Wirawan, Muhammad Irwansyah, Ahmad Afif Mauludi
Abstrak:
Pelaut merupakan kelompok pekerja dengan tingkat mobilitas tinggi dan akses terbatas terhadap layanan kesehatan, sehingga berisiko tinggi tertular Infeksi Menular Seksual (IMS). Persepsi risiko terhadap IMS sangat dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap individu, yang dapat dianalisis melalui pendekatan paradigma psikometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi risiko IMS pada pelaut di PT X berdasarkan sembilan dimensi psikometri: kesukarelaan, kecepatan dampak, pengetahuan umum dan ilmiah tentang risiko, kontrol terhadap risiko, kebaruan, sifat kronis atau katastropik, ketakutan umum, dan keparahan konsekuensi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei dan instrumen kuesioner terstandar yang dibagikan kepada pelaut aktif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar pelaut memiliki persepsi risiko yang kurang optimal, terutama pada dimensi kontrol terhadap risiko dan pengetahuan ilmiah. Faktor lingkungan kerja dan sosial juga memengaruhi pembentukan sikap preventif. Oleh karena itu, intervensi kesehatan berbasis edukasi yang partisipatif dan sistematis diperlukan untuk meningkatkan literasi kesehatan serta membentuk sikap yang lebih responsif. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam pengembangan kebijakan kesehatan kerja yang adaptif dan berkelanjutan di sektor pelayaran

Seafarers are a highly mobile workforce with limited access to healthcare services, making them highly vulnerable to Sexually Transmitted Infections (STIs). Risk perception of STIs is influenced by individual knowledge and attitudes, which can be analyzed using the psychometric paradigm. This study aimed to assess seafarers’ risk perception of STIs at PT X through nine psychometric dimensions: voluntariness of risk, immediacy of effect, knowledge about the risk, scientific understanding, control over risk, newness, chronic-catastrophic nature, common-dread, and severity of consequences. A descriptive quantitative design was employed using standardized questionnaires distributed to active seafarers. Results revealed that most participants had suboptimal risk perception, particularly in the dimensions of risk control and scientific knowledge. Workplace and social environments were also found to affect the development of preventive attitudes. Therefore, participatory and systematic health education interventions are needed to improve health literacy and encourage responsive attitudes. These findings provide valuable input for developing adaptive and sustainable occupational health policies in the maritime sector.

Read More
T-7328
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive