Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Tiara Nurhafizhah; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: Mila Tejamaya, Muthia Ashifa
Abstrak:
Kebutuhan energi batu bara yang masih menempati urutan ke-2 di dunia dengan karakterisiknya yang dikenal tinggi resiko menjadikan bahasan mengenai kesehatan pekerja tambang batu bara penting untuk didiskusikan. Salah satu risiko yang terdapat dalam kegiatan pertambangan batu bara adalah buruknya kualitas udara dalam ruangan (KUDR) akibat banyaknya bahaya dalam udara pertambangan batu bara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hasil pengukuran kualitas udara dalam ruangan kantor PT X. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan menggunakan data kuantitatif yang berasal dari data sekunder. Variabel yang diukur adalah NO2, SO2, CO2, CO, Pb, PM10, suhu, kelembapan, dan kebisingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat masalah KUDR yakni pada kebisingan, suhu dan kelembapan yang melewati persyaratan. Manajemen KUDR yang sudah dilakukan oleh PT X masih dapat dikembangkan menjadi manajemen KUDR yang lebih sistematis dan komprehensif. Kata kunci: Tambang batu bara, kualitas udara dalam ruangan, parameter kimia, parameter fisik Coal still ranks the second largest source of total global energy demand. Complemented with high risk nature of coal mining activity make the topic about health of coal workers important to discuss. One of the risks exist in coal mining activities is the poor indoor air quality (IAQ) due to high concetration of airborne pollutant in coal mining air. This study aims to evaluate the results of air quality measurements in the office of PT X. This research used descriptive approach with quantitative data derived from secondary data. The measured variables are NO2, SO2, CO2, CO, Pb, PM10, temperature, humidity, and noise. The results showed that there was IAQ problem, namely noise, temperature and humidity which exceed the recommendations. IAQ management that has been carried out by PT X can still be developed into a more systematic and comprehensive IAQ management. Key words: Coal mining, office air quality, chemical parameter, physical parameter
Read More
S-10476
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Davin Syauqi Adli Perdana Susanto; Pembimbing, L. Meily; Penguji: Mila Tejamaya,
S-11329
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Davin Syauqi Adli Perdana Susanto; Pembimbing:
L. Meily; Penguji: Mila Tejamaya, Angga Hadi Nugraha
Abstrak:
Read More
Skripsi ini membahas tentang Kualitas Udara dalam Ruangan (KUDR) di area kerja kantor pusat PT. X, yang ditinjau berdasarkan hasil pengukuran parameter KUDR yang meliputi parameter kimia (NO2, CO, CO2, PM10, TVOC, formaldehida), fisika (suhu, kelembaban, laju pergerakan udara, pencahayaan), dan mikrobiologi (total bakteri dan total kapang), serta dengan mendeskripsikan faktor KUDR yang ada di area kerja (sumber kontaminan, jalur kontaminan, ventilasi dan distribusi udara, pengguna ruangan). Penelitian menggunakan metode mixed-method dengan pendekatan deskriptif observasional. Analisis data dilakukan dengan membandingkan hasil pengukuran dengan syarat KUDR menurut Permenaker 5/2018 dan Permenkes 48/2016, dan dengan menganalisis faktor KUDR yang berperan. Didapatkan rata-rata konsentrasi CO2, TVOC, dan laju pergerakan udara tidak sesuai dengan setidaknya salah satu syarat KUDR. Faktor KUDR yang teridentifikasi dan berpotensi menjadi penyebab kondisi tersebut adalah kondisi ventilasi dan aktivitas pengguna ruangan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengukur kondisi polusi di luar gedung, performa ventilasi, dan keluhan serta gejala Sick Building Syndrome pada pekerja.
The focus of this study is to give an overview of Indoor Air Quality (IAQ) at PT. X office area. This study were conducted by analyzing the IAQ parameters measurement results which consist of chemical parameters (NO2, CO, CO2, PM10, TVOC, formaldehyde), physical parameters (temperature, humidity, ambient air velocity; illumination), and microbiological parameters (total bacteria and total mold), also by describing IAQ factors present in the work area (contaminant source, pathway, ventilation and air distribution, and occupant). The research used mixed-method with a descriptive and observational approach. Data analysis was carried out by comparing the IAQ measurement results with IAQ requirements according to Permenaker 5/2018 and Permenkes 48/2016, and by analyzing the IAQ factors that potentially play a role. This study revealed that the average CO2, TVOC, and ambient air velocity do not meet IAQ requirements which were potentially caused by poor ventilation and occupant activities. Further study is needed by measuring outdoor pollution, investigating ventilation performance, and collecting occupants’ complaints and Sick Building Syndrome symptoms.
S-11329
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Talitha Shaka Maritza; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Budi Hartono, Fakhry Muhammad
Abstrak:
Read More
Kualitas air minum rumah tangga merupakan salah satu indikator penting untuk menentukan kesehatan masyarakat dalam mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) 6.1.1 terkait akses air minum aman. Kota Bogor merupakan wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk dan penggunaan sumber air minum beragam yang berpotensi memiliki resiko pencemaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas air minum rumah tangga dan menganalisis hubungan patameter mikrobiologi, fisik, kimia, jenis sumber air minum, pengolahan, dan wadah penyimpanan air minum terhadap kualitas air minum rumah tangga di Kota Bogor. Desain studi penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional yang menggunakan data sekunder SKAM-RT 2024 dengan besar sampel 259 rumah tangga. Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar rumah tangga memiliki kualitas air minum yang tidak aman (94,2%), dengan parameter kimia yang tidak memenuhi syarat (92,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa parameter mikrobiologi (p=0,008), parameter fisik (p=0,013), dan parameter kimia (p=0,000) memiliki hubungan yang signifikan dengan kualitas air minum rumah tangga. Sementara itu, jenis sumber air minum, pengolahan air minum, dan wadah penyimpanan air minum tidak terdapat hubungan yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan kualitas air minum rumah tangga serta edukasi masyarakat terkait pengelolaan air minum dan higiene sanitasi untuk mencegah kontaminasi air minum di tingkat rumah tangga.
Household drinking water quality is an important indicator for determining public health in achieving Sustainable Development Goal (SDG) 6.1.1 regarding access to safely managed drinking water. Bogor City is an urban area with high population density and diverse drinking water sources that may increase the risk of water contamination. This study aimed to describe the quality of household drinking water and analyze the relationship between microbiological, physical, and chemical parameters, types of drinking water sources, water treatment methods, and drinking water storage containers with household drinking water quality in Bogor City. This research employed a quantitative descriptive study with a cross-sectional design using secondary data from SKAM-RT 2024, involving 259 households as samples. The univariate analysis showed that most households had unsafe drinking water quality (94.2%), with chemical parameters failing to meet the required standards (92.7%). The bivariate analysis indicated that microbiological parameters (p=0.008), physical parameters (p=0.013), and chemical parameters (p=0.000) were significantly associated with household drinking water quality. Meanwhile, the type of drinking water source, drinking water treatment, and drinking water storage containers were not significantly associated with household drinking water quality. Therefore, improved monitoring of household drinking water quality and public education regarding drinking water management and sanitation hygiene are needed to prevent drinking water contamination at the household level.
S-12243
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Pratiwi Haryani; Pembimbing: Bambang Wispriyono; Penguji: Zakianis, Ikha Purwandari
Abstrak:
Read More
Diare dapat didefinisikan sebagai buang air besar dengan frekuensi lebih dari 3 kali per hari yang ditandai dengan tinja cair sebagai gejala infeksi saluran usus yang disebabkan oleh berbagai bakteri, virus atau parasit yang dapat menyebar melalui air minum yang tidak layak atau tidak aman, makanan yang terkontaminasi serta perilaku higiene yang buruk. Di Kota Depok, kejadian diare masih ditemukan selama periode 2021-2024 sehingga kualitas air minum rumah tangga perlu diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kualitas air minum parameter mikrobiologi dan kimia dengan kejadian diare pada anggota rumah tangga di Kota Depok menggunakan data Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga tahun 2024 dengan desain studi cross-sectional serta melibatkan 505 responden. Analisis data yang digunakan berupa distribusi frekuensi dan uji chi-square dengan Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata parameter Escherichia coli sebesar 2,48±12,79 CFU/100mL dan rata-rata pH sebesar 6,72±1,139. Sebagian besar sampel tidak terkontaminasi Escherichia coli (86,7%). Pada parameter kimia, mayoritas sampel memenuhi syarat, namun parameter kromium valensi 6 didominasi kategori tidak memenuhi syarat (94,9%). Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas air minum parameter mikrobiologi dan kimia dengan kejadian diare (p=0,629 dan p=1,000). Faktor sanitasi lingkungan, kondisi sarana air minum, pengolahan air minum, serta faktor sosiodemografi juga tidak berhubungan dengan kejadian diare. Upaya promotif dan preventif terkait air minum aman serta perilaku hidup bersih dan sehat perlu terus ditingkatkan.
Diarrhea is defined as defecation occurring more than three times per day with loose or watery stools as a symptom of intestinal infection caused by various bacteria, viruses, or parasites that may spread through unsafe drinking water, contaminated food, and poor hygiene practices. In Depok City, diarrhea cases were still reported during the 2021–2024 period, indicating that household drinking water quality remains an important public health concern. This study aimed to analyze the association between microbiological and chemical parameters of drinking water quality and the incidence of diarrhea among household members in Depok City using data from the 2024 Household Drinking Water Quality Surveillance. This study employed a cross-sectional design involving 505 respondents. Data were analyzed using frequency distribution and chi-square test with Fisher’s Exact test. The results showed that the mean concentration of Escherichia coli was 2.48±12.79 CFU/100mL, while the mean pH value was 6.72±1.139. Most drinking water samples were not contaminated with Escherichia coli (86.7%). For chemical parameters, the majority of samples met the required standards; however, hexavalent chromium was predominantly categorized as not meeting the standards (94.9%). Statistical analysis showed no significant association between microbiological and chemical drinking water quality parameters and diarrhea incidence (p=0,629 and p=1,000). Environmental sanitation factors, drinking water facility conditions, water treatment practices, and sociodemographic factors were also not associated with diarrhea incidence. Therefore, promotive and preventive efforts regarding safe drinking water and clean and healthy living behaviors should continue to be strengthened.
S-12245
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arina Qonita; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Bambang Wispriyono, Debbie Valonda S.
Abstrak:
Read More
Diare masih menjadi masalah kesehatan dengan tren cenderung meningkat di Provinsi DKI Jakarta dalam kurun 5 tahun terakhir. Kejadian diare di wilayah Provinsi DKI Jakarta perlu mendapat perhatian karena dapat dipengaruhi oleh berbagai macam faktor risiko, salah satunya adalah kualitas air yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis hubungan kualitas air minum pada tingkat rumah tangga dan pengaruhnya terhadap kejadian diare di Provinsi DKI Jakarta dengan turut melihat faktor kondisi sarana air minum, faktor sanitasi, faktor perilaku, dan juga faktor sosiodemografi. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional dengan data sekunder yang berasal dari Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025. Kualitas air minum rumah tangga di Provinsi DKI Jakarta sebagian besar belum memenuhi syarat (86,8%). Sebagian besar kualitas air minum rumah tangga ditinjau dari parameter mikrobiologi (57,6%) dan juga fisik (57,2%) di Provinsi DKI Jakarta belum memenuhi syarat sesuai dengan baku mutu yang berlaku. Mayoritas rumah tangga di Provinsi DKI Jakarta memiliki sumber air minum yang layak (97,9%), lokasi yang aman (98,7%), wadah penyimpanan tertutup (74,6%), tidak mengetahui jarak penampungan tinja dengan sumber air minum (53,0%), tidak melakukan pengolahan air sebelum diminum (56,4%), memiliki tingkat pendidikan menengah dan tinggi (91,0%), bekerja (95,0%), dan juga berusia produktif (96,9%). Hasil analisis diperoleh bahwa tidak terdapat variabel yang berhubungan signifikan secara statistik dengan kejadian diare (p > 0,05). Namun, faktor yang paling dominan adalah sumber air minum sebagai faktor yang turut berperan secara signifikan. Berdasarkan hasil tersebut mengindikasikan perlunya upaya pencegahan diare melalui pemantauan kualitas air minum rumah tangga secara berkala, edukasi pengolahan dan penyimpanan air minum, serta penguatan perilaku hidup bersih dan sehat di tingkat rumah tangga.
Diarrhea continues to pose a significant public health challenge with an increasing trend in DKI Jakarta Province over the last five years. The incidence of diarrhea in DKI Jakarta Province requires attention, as it may be influenced by various risk factors, one of which is household drinking water quality. This research sought to investigate the association between household drinking water quality and diarrhea incidence in DKI Jakarta Province by also considering factors related to drinking water facilities, sanitation, behavior, and sociodemographic characteristics. Utilizing a cross-sectional design approach, the research analyzed secondary data derived from the 2025 Household Drinking Water Quality Surveillance conducted by the DKI Jakarta Provincial Health Office. The results showed that of household drinking water failed to meet the quality standards (86,8%), particularly in the microbiological (57.6%) and physical (57.2%) parameters. Even though most households had improved water sources (97.9%), safe locations (98.7%), and closed storage containers (74.6%), many respondents were unaware of the distance to the septic tank (53.0%) and did not treat their water before consumption (56.4%). Furthermore, the majority of respondents had secondary or higher education (91.0%), were employed (95.0%), and belonged to the productive age group (96.9%). The findings indicated that no factors were statistically significantly associated with diarrhea incidence (p > 0.05). However, water source was the most dominant factor that played a significant role. These results indicate the need for diarrhea prevention efforts through regular monitoring of household drinking water quality, education on drinking water treatment and storage, and strengthening clean and healthy living behaviors at the domestic level.
S-12244
Depok : FKM-UI, 2026
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
