Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
G. Sihombing
MKMI Vol.XX, No.8
Jakarta : IAKMI, 1992
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
H. Soemarsono
MKMI Vol.XX, No.8
Jakarta : IAKMI, 1992
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Amrul Munif
MKMI Vol.XXI, No.8
Jakarta : IAKMI, 1993
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Thomas Suroso
MKMI Vol.XVII, No.1
Jakarta : IAKMI, 1987
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kasnodihardjo, Sudarko, Zainuras
MKMI Vol.XXII, No.3
Jakarta : IAKMI, 1994
Indeks Artikel Jurnal-Majalah Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nur Nasry Noor
614.4 NOO p
Jakarta : Rineka Cipta, 2013
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Koes Irianto
614.4 IRI e
[s.l.] : Alfabeta, 2014
Buku (pinjaman 1 minggu) Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Farah Ramadhani Putri Wicaksana; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Yovsyah, Rebekka
Abstrak:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang mempengaruhi kejadian kematian pasien COVID-19 dari aspek demografi, komorbiditas, serta faktor risiko lain di DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain penelitian potong lintang dengan analisis univariat dan bivariat. Sumber data penelitian ini berasal dari formulir Penyelidikan epidemiologi (PE) yang dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Populasi studi pada penelitian ini adalah seluruh pasien COVID-19 sejak bulan Agustus 2020 hingga bulan Februari 2021 di DKI Jakarta.
Read More
S-10590
Depok : FKM-UI, 2021
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Hikmat Janika; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: L. Meily, Robiana Modjo, Wida Guslianti; Jubaedah
Abstrak:
Read More
Penyakit menular merupakan masalah kesehatan serius yang jika tidak ditangani maka dapat berdampak luas pada kehidupan masyarakat dan negara. Pencegahan dan pengendalian infeksi penyakit menular memiliki metode yang beragam bergantung pada jenis penyakit, lokasi atau negara tempat terjangkit serta epidemiologi dari penyakit tersebut. Lamanya pajanan virus dan viral load menyebabkan tingginya resiko tenaga kesehatan terpapar maupun terinfeksi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular di sebuah RS X terhadap perawat di ruang rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menganalisis implementasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular di sebuah RS X terhadap perawat di ruang rawat inap secara kuantitatif dengan dilihat dari faktor individu, faktor pekerjaan dan faktor pencegahan pengendalian infeksi (PPI). Pengambilan data dilakukan melalui formulr evaluasi mandiri upaya perlindungan tenaga kesehatan dan pekerja di rumah sakit dari KMK 413 dan 327 tahun 2020 dan data jumlah perawat rawat inap yang terkonfirmasi positif COVID-19 periode Oktober 2020 hingga September 2021. Kesiapsiagaan penerapan pencegahan penyakit menular di RS X sudah berjalan dengan baik dimana tidak terdapatnya hubungan signifikan antara faktor individu, hampir seluruh faktor pekerjaan dan faktor PPI terhadap keterpajanan COVID-19 pada perawat rawat inap RS X. Namun ketidaktersediaan dukungan psikososial dari rumah sakit memiliki hubungan signifikan terhadap keterpajanan pada perawat rawat inap RS X. Rumah Sakit X perlu melakukan mitigasi risiko yang tepat kepada perawat, melakukan promosi kesehatan berupa pendidikan dan pelatihan kerja serta menyusun program pencegahan distress kerja yang mengkombinasikan faktor aktifitas fisik dan dukungan pendampingan psikososial serta dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami secara lebih mendalam faktor-faktor lainnya seperti komorbid responden, vaksinasi, dan faktor.
Infectious diseases are serious health problems that, if not properly handled, can have a significant impact on society and the country. Prevention and control of infectious diseases involve diverse methods depending on the type of disease, the location or country where the outbreak occurs, and the epidemiology of the disease. The prolonged exposure to viruses and viral load increases the risk of healthcare workers being exposed to and infected with COVID-19. This research aims to analyze the implementation of prevention and control measures for infectious diseases among nurses in the inpatient ward of Hospital X. The study uses a descriptive method to quantitatively analyze the implementation of infectious disease prevention and control measures among nurses in the inpatient ward of Hospital X, considering individual factors, work-related factors, and infection prevention and control measures (IPC). Data collection was done through self-evaluation forms on efforts to protect healthcare workers and staff in the hospital according to the regulations KMK 413 and 327 in 2020, as well as data on the number of inpatient nurses who tested positive for COVID-19 from October 2020 to September 2021. The preparedness for the implementation of infectious disease prevention in Hospital X is well-established, as there is no significant relationship between individual factors, almost all work-related factors, and IPC factors with the exposure to COVID-19 among inpatient nurses at Hospital X. However, the lack of psychosocial support from the hospital has a significant relationship with the exposure to COVID-19 among inpatient nurses at Hospital X. Therefore, it is hoped that Hospital X will implement appropriate risk mitigation measures for nurses, conduct health promotion through education and job training, and develop a program to prevent work-related distress that combines physical activity factors with psychosocial support and companionship.
T-6817
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Karina Juliasna BR. Sinulingga; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Penguji: Anwar Hasan, Tri Krianto, Bambang Setiaji, Husein Habsyi
Abstrak:
Peningkatan kasus Penyakit Menular Seksual (PMS) pada masyarakat sangatmemprihatinkan. Studi kualitatif ini dilakukan untuk mencari tahu gambaran perilakuseksual para traveler (karena hobbi). Penelitian ini memilih informan traveler yangtinggal di Jakarta. Cara pengambilan data pada penelitian ini dilakukan denganmetode wawancara mendalam. Dari penelitian kualitatif ini ditemukan bahwa masihbanyak traveler di Jakarta yang melakukan hubungan seksual yang beresiko yaitu:tidak konsisten memakai kondom, dan melakukan hubungan seksual dengan beberapapasangan seksual. Walaupun penelitian ini hanya melibatkan 15 orang sumberinformasi, namun diharapkan bisa memperkaya ilmu pengetahuan dan terlebihnyamempu memberi masukan untuk program pencegahan Penyakit Menular Seksual.Disarankan kepada pemerintah terkait untuk lebih memperhatikan kesehatanmasyarakat terlebihnya kepada traveler yang melakukan perjalanan.Kata Kunci : Traveler, perilaku seksual berisiko, Penyakit Menular Seksual.
Read More
T-4567
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
