Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Indira Chotimah; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Mardiati Nadjib, Budi Hidayat, Doni Arianto, Theodora Pandjaitan
Abstrak:

Kesertaan KB ini merupakan salah satu alat untuk menekan laju pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama pada negara berkembang seperti Indonesia yang banyak penduduknya masih dalam kategori miskin dimana masyarakat miskin ini memiliki ketidakberdayaan untuk mengakses ke pelayanan kesehatan terutama  dalam hal ini KB. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional dengan menggunakan data sekunder dari Studi Maternal PPK UI dan untuk memperkaya data dilakukan wawacara mendalam. Penelitian ini melihat hubungan faktor sosio demografi, faktor sosio psiko logis dan faktor pemberi layanan dengan kesertaan KB. Hasil analisis bivariat didapatkan bahwa faktor yang memiliki hubungan signifikan adalah faktor  paritas, suku, usia, usia pertama kali hamil dan jenis jaminan yang dimiliki. Hasil wawancara mendalam didapatkan bahwa responden yang tidak KB memiliki alasana karena mereka takut akan efek samping KB. Pembelajaran dari tingginya cakupan kesertaan KB di kecamatan dengan cakupan KB tinggi adalah dengan adanya upaya penyuluhan pasca persalinan kepada para PUS, ketersediaan alat KB yang mencukupi baik di puskesmas ataupun di tiap bidan desa, dan adanya koordinasi antara bidan koordinator dengan bidan desa sebagai binaannya, maupun dengan puskesmas, Dinas Kesehatan dan BKKBN Kabupaten. Saran dari penelitian ini hendaknya pemerintah menerapkan program PKH selain program Jamkesmas di wilayah lain terutama wilayah dengan angka kemiskinan tinggi karena dengan adanya kedua jaminan tersebut mereka tidak hanya diberikan gratis alat KB saja tetapi juga diberikan keberdayaan untuk mengakses pelayanan kesehatan Kepustakaan 79 (1974 – 2010), 12 Tabel, 5 Gambar, 3 Lampiran Kata Kunci : KB, Keluarga Miskin, Jamkesmas/PKH

 

Read More
T-3333
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maylan Tiolina Misrain Sianipar; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Besral, Anindita Dyah Sekarputri
Abstrak: Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tergolong tinggi. Laporan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2012 menunjukkan bahwa semakin rendah kuintil kekayaan (semakin miskin), maka AKB akan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan mengetahui determinan kematian bayi pada keluarga miskin di Indonesia dalam rangka upaya mencegah kematian bayi pada keluarga miskin dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat perekonomian rendah.
 
Penelitian ini menggunakan desain studi crossectional dengan populasi penelitian meliputi wanita usia subur 15 - 49 tahun yang berada pada kuintil 1 (poorest) dan kuintil 2 (poorer).
 
Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa determinan kematian bayi pada keluarga miskin di Indonesia adalah berat bayi lahir, jenis kelamin bayi, dan penolong persalinan, sedangkan umur ibu, paritas, jarak kelahiran, jumlah kunjungan pemeriksaan antenatal, ukuran bayi saat lahir, dan tempat persalinan merupakan variabel konfounding.
 
Pemerintah perlu menyediakan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau oleh keluarga miskin ataupun mendatangi keluarga miskin untuk melakukan pemeriksaan antenatal. Pengelola program kesehatan perlu mengupayakan program yang membantu ibu miskin memenuhi kecukupan gizi selama mengandung untuk mencegah bayi lahir dengan BBLR; mengintervensi ibu terkait pengaruh jenis kelamin bayi terhadap kematian bayi sehingga dapat dilakukan pencegahan sejak dini; dan menggalakkan program kesehatan yang mengupayakan agar ibu dapat bersalin di fasilitas kesehatan dan ditolong oleh petugas kesehatan.
 

fant Mortality Rate (IMR) in Indonesia is still relatively high. Reports Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) 2012 show that the lower quintiles of wealth (the poor), the IMR will be higher. This study aims to find out the determinants of infant mortality in poor families in Indonesia in an effort to prevent infant mortality in poor family and improve the health of low economic communities.
 
This study used a cross-sectional study design with the study population includes women of childbearing age 15-49 years who are in quintile 1 (poorest) and quintile 2 (poorer).
 
Multivariate analysis show that the determinants of infant mortality in poor families in Indonesia were birth weight, infant gender, and assistance of delivery, while maternal age, parity, birth spacing, number of antenatal visits, size of the infant at birth, and place of delivery is the variable konfounding.
 
The government should provide health care that is easily accessible by poor families or poor families came to do the antenatal care. Health program managers need to pursue programs that help meet the nutritional adequacy poor mothers during pregnancy to prevent infant delivery with low birth weight; mother intervenes related to the influence of the sex of the infant so that the infant mortality can do early prevention; and promote health programs support mothers to delivery at health facility and adelivery by health workers.
Read More
S-8528
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive