Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 19 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wildan Ramdan Nurhuda; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Ridwan Zahdi Syaaf, Zulkifli Djunaidi, Sopyan Agus H, Burhanudin
T-4465
Depok : FKM-UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lusi Kristiana, Ristrini
Bulitsiskes Vol.16, No.3
Surabaya : Balitbangkes Depkes RI, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Elida Wahyuni; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Mondastri Korib Sudaryo, Lita R. Sianipar
S-6516
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Atika Zhafira; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Astrid Saraswaty Dewi
Abstrak: Tren kasus penyebaran COVID-19 di Indonesia selalu mengalami peningkatan dan saat iniIndonesia menjadi salah satu negara dengan kasus COVID-19 tertinggi di Asia Tenggara.Tren peningkatan kasus juga terjadi di Kota Depok Jawa Barat. Per 17 Juli 2020 terdapat1.058 kasus positif di Kota Depok. Kondisi ini menjadi challenge bagi RSUI sebagai rumahsakit yang baru berdiri di Kota Depok. Namun disatu sisi sudah ditunjuk menjadi RSRujukan COVID-19 di Kota Depok. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kesiapanRSUI dalam melayani pasien di era COVID-19. Penelitian kualitatif ini menggunakanmetode wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen (dokuman dan media sosialRSUI) untuk memperoleh informasi. Penelitian memanfaatkan pendekatan HospitalReadines for COVID-19 WHO yang bersifat komprehensif dalam mempersiapkan rumahsakit menghadapi COVID-19. Hasil penelitian dalam penelitian ini didapatkan kesiapanRSUI secara umum sudah baik dalam memberikan pelayanan kepada pasien di era COVID-19. Secara umum 3 komponen yang siap seluruhnya, sedangkan 7 komponen masih terdapatkekurangan 2-3 rekomendasi aksi WHO.Kata kunci:COVID-19, hospital readiness, hospital preparedness, kesiapan rumah sakit
Trends in the case of the spread of COVID-19 in Indonesia is always increasing andcurrently Indonesia become a country which having the highest number of COVID-19 casesin South East Asia. The trend of increasing cases of COVID-19 is also occurred in DepokCity, West Java. On July 17, 2020 there were 1.058 positive cases in Depok City. Thissituation absolutely become a challenge for University of Indonesia Hospital as a newHospital in Depok City. But in the other side, nowadays University of Indonesia Hospital isappointing as referral hospital for COVID-19 in Depok City. The purpose of this researchis to learn University of Indonesia Hospital readiness in serving patients during COVID-19.This qualitative study used in depth interview, observation, document review (document andsocial media). The research utilizes approach of Hospital Readiness for COVID-19 WHOwhich have comprehensive recommendations for preparing hospital in the COVID-19 era.The results of this research found that University of Indonesia Hospital readiness wasgenerally good in providing service for patients in the COVID-19 era. In general, only threecomponents are fully prepared, while seven components still lack 2 until 3 recommendationsaction of WHO.Key words:COVID-19, hospital readiness, hospital preparedness, kesiapan rumah sakit.
Read More
S-10386
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rumondang Krisna Marpaung; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Mufti Wirawan, T. Saut P. Siahaan
S-10472
Depok : FKM-UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bangun Tuko; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Mieke Savitri, Yuli Prapanca Satar
S-7704
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hikmat Janika; Pembimbing: Indri Hapsari Susilowati; Penguji: L. Meily, Robiana Modjo, Wida Guslianti; Jubaedah
Abstrak:
Penyakit menular merupakan masalah kesehatan serius yang jika tidak ditangani maka dapat berdampak luas pada kehidupan masyarakat dan negara. Pencegahan dan pengendalian infeksi penyakit menular memiliki metode yang beragam bergantung pada jenis penyakit, lokasi atau negara tempat terjangkit serta epidemiologi dari penyakit tersebut. Lamanya pajanan virus dan viral load menyebabkan tingginya resiko tenaga kesehatan terpapar maupun terinfeksi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular di sebuah RS X terhadap perawat di ruang rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menganalisis implementasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular di sebuah RS X terhadap perawat di ruang rawat inap secara kuantitatif dengan dilihat dari faktor individu, faktor pekerjaan dan faktor pencegahan pengendalian infeksi (PPI). Pengambilan data dilakukan melalui formulr evaluasi mandiri upaya perlindungan tenaga kesehatan dan pekerja di rumah sakit dari KMK 413 dan 327 tahun 2020 dan data jumlah perawat rawat inap yang terkonfirmasi positif COVID-19 periode Oktober 2020 hingga September 2021. Kesiapsiagaan penerapan pencegahan penyakit menular di RS X sudah berjalan dengan baik dimana tidak terdapatnya hubungan signifikan antara faktor individu, hampir seluruh faktor pekerjaan dan faktor PPI terhadap keterpajanan COVID-19 pada perawat rawat inap RS X. Namun ketidaktersediaan dukungan psikososial dari rumah sakit memiliki hubungan signifikan terhadap keterpajanan pada perawat rawat inap RS X. Rumah Sakit X perlu melakukan mitigasi risiko yang tepat kepada perawat, melakukan promosi kesehatan berupa pendidikan dan pelatihan kerja serta menyusun program pencegahan distress kerja yang mengkombinasikan faktor aktifitas fisik dan dukungan pendampingan psikososial serta dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memahami secara lebih mendalam faktor-faktor lainnya seperti komorbid responden, vaksinasi, dan faktor.

Infectious diseases are serious health problems that, if not properly handled, can have a significant impact on society and the country. Prevention and control of infectious diseases involve diverse methods depending on the type of disease, the location or country where the outbreak occurs, and the epidemiology of the disease. The prolonged exposure to viruses and viral load increases the risk of healthcare workers being exposed to and infected with COVID-19. This research aims to analyze the implementation of prevention and control measures for infectious diseases among nurses in the inpatient ward of Hospital X. The study uses a descriptive method to quantitatively analyze the implementation of infectious disease prevention and control measures among nurses in the inpatient ward of Hospital X, considering individual factors, work-related factors, and infection prevention and control measures (IPC). Data collection was done through self-evaluation forms on efforts to protect healthcare workers and staff in the hospital according to the regulations KMK 413 and 327 in 2020, as well as data on the number of inpatient nurses who tested positive for COVID-19 from October 2020 to September 2021. The preparedness for the implementation of infectious disease prevention in Hospital X is well-established, as there is no significant relationship between individual factors, almost all work-related factors, and IPC factors with the exposure to COVID-19 among inpatient nurses at Hospital X. However, the lack of psychosocial support from the hospital has a significant relationship with the exposure to COVID-19 among inpatient nurses at Hospital X. Therefore, it is hoped that Hospital X will implement appropriate risk mitigation measures for nurses, conduct health promotion through education and job training, and develop a program to prevent work-related distress that combines physical activity factors with psychosocial support and companionship.
Read More
T-6817
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Handayani; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Indri Hapsari Susilowati, Wachyu Sulistiadi, Nurbaeti Yuliana
Abstrak: Kondisi negara Indonesia memiliki banyak potensi bencana, baik bencana alam dan non-alam. Kesiapsiagaan organisasi dan masyarakat dalam menghadapi darurat kesehatan masyarakat menjadi salah satu isu yang penting dalam usaha pengurangan resiko bencana. Darurat kesehatan masyarakat Intervensi kesiapsiagaan KLB merupakan kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan organisasi dalam menghadapi wabah dan Kejadian Luar Biasa (KLB) yang merupakan manifestasi dari darurat kesehatan masyarakat. Studi ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesiapsiagaan organisasi dan masyarakat pada wilayah intervensi dalam menghadapi darurat kesehatan masyarakat. Studi ini merupakan descriptive study menggunakan metode kuantitatif yang diperkuat juga dengan metode kualitatif untuk mengetahui dinamika proses kesiapsiagaan. Penilaian tingkat kesiapsiagaan organisasi diukur dengan menggunakan sembilan tahap pada undang-undang penanganan bencana. Penilaian kesiagsiagaan masyarakat diukur dengan memadukan indikator desa siaga aktif dan desa tangguh bencana. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesiapsiagaan dari BPBD dan PMI di Kabupaten Cianjur dan Kotamadaya Jakarta Pusat masuk dalam kategori belum siap karena belum dapat memenuhi semua tahap kesiapsiagaan darurat kesehatan masyarakat, sedangkan Dinas Kesehatan masuk dalam kategori siap dalam menghadapi darurat kesehatan masyarakat. Hasil penilaian kesiapsiagaan masyarakat di tiga desa intervensi di Kabupaten Cianjur menunjukkan level sedang atau hampir siap, sedangkan dua kelurahan di Kotamadya Jakarta Pusat masuk dalam kategori siap menghadapi darurat kesehatan masyarakat. Ada perbedaan tingkat kesiapsiagaan menghadapi darurat kesehatan masyarakat antara wilayah pedesaan dan perkotaan. Hal ini disebabkan karena prioritas dan strategi pembangunan yang cukup berbeda pula di kedua wilayah tersebut. Kata kunci: kesiasiagaan organisasi, kesiapsiagaan masyarakat, darurat kesehatan masyarakat Under condition of Indonesia which has a lot of potential disaster,both natural ond non-natural disasters, community preparednes in public health emergency become the most important issue of disaster risk reduction. Emergency response are often being a triggers of public health emergency. Major trigger of public health emergencies is disease outbreak which cause the damage of public health system. Epidemic Preparedness project is a program which aims to improve organization and community preparedness to deal with outbreak and epidemic as public health emergency. This study aimed to analyze the organization and community preparedness as result of epidemic preparedness project. The study used the method of qualitative analysis and descriptive statistical analysis which refer to existing indicators of resilient both health and disaster. The study shows the role and responsibilities of Health District Office in term of public health emergency categorized ready while BPBD and PMI have not been ready yet. BPBD, District Health Office and PMI in the two intervention project areas (Cianjur District, Central Jakarta District) have a good coordination mechanis, otherwise the leading sector for handling public health emergencies is still dominated by the Health Sector. Analysis of community preparedness in Cianjur district showed at moderate level while Centre Jakarta showed advance level. Keywords: Organization Preparedness, Community Preparedness, Public Health Emergency
Read More
T-4802
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Nur Anggraini; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Fatma Lestari, Udit
S-7862
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Martin Haposan Siahaan; Pembimbing: Hendra; Penguji: Dadan Erwandi, Muh Adhi Sjahzani
Abstrak: Tugas pokok Satpam adalah menjaga dan mengamankan lingkungan kerjanya sehingga terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan. Kebakaran merupakan suatu kejadian timbulnya api yang tidak dikehendaki yang dapat muncul kapan saja dan dimana saja. Satpam sebagai pengaman lingkungan kerja harus siap dalam menghadapi bahaya seperti bahaya kebakaran. Penelitian ini membahas tentang Tingkat Kesiapan Satpam dalam Menghadapi Bahaya Kebakaran di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Kesiapan ini dinilai dari pengetahuan tentang bahaya kebakaran, menghindarkan terjadinya kebakaran, pemadaman kebakaran, pengamanan saat terjadi kebakaran dan penyelamatan saat terjadi kebakaran. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional menggunakan alat bantu kuesioner yang diisi oleh seluruh Satpam di FKM UI. Hasil dari penelitian ini adalah dengan Total Responden 21 orang Satpam di FKM UI, sebanyak 52% memiliki kesiapan yang baik dalam menghadapi bahaya kebakaran dan sisanya mempunyai kesiapan yang kurang baik dalam menghadapi bahaya kebakaran. Kata kunci: Tingkat Kesiapan, Bahaya Kebakaran, Satuan Pengamanan
The main task of Security Unit is to maintain and secure their work environment so they can avoid unwanted incidents. Fire is an event of destructive and uncontrolled that can arise anytime and anywhere. Security Unit as a Emergency Services Personnel must be prepared to face the danger such a fire hazard. This study discusses about the Preparedness Level of Security Unit in facing the Fire Hazard in Public Health Faculty of University of Indonesia. Preparedness Level of Security Unit is assessed from knowledge about fire hazard, avoid the occurrence of fire, fire fighting, fire prevention and fire safety. Cross sectional is used to be the design of this study, with using questionnaires that filled out by the whole of Security Unit as a respondent. Result of this study was as many as 52% from 21 people of Security Unit in Public Health Faculty Universitas Indonesia have a good preparedness in facing the fire hazard and the rest have poor preparedness in the face of a fire hazard. Keywords: Preparedness Level, Fire Hazard, Security Unit
Read More
S-9240
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive