Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Nurul Febrianti; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Sani Adiwati
S-6995
Depok : FKM UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Irwin Kurniadi; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Wiku Bakti Bawono Adisasmito, Yulianti Wulandari, Novita Dwi Istanti
Abstrak:
Read More
Latar belakang: Penelitian ini didasarkan pada pentingnya optimalisasi pemeliharaan preventif alat kesehatan hulu guna menjamin keselamatan pasien dan efisiensi biaya operasional rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program preventive maintenance (PM) berbasis risiko menggunakan model Fennigkoh-Smith yang dimodifikasi di RS Awal Bros Batam sepanjang tahun 2025 melalui empat dimensi strategis operasional, klinis, finansial dan keberlanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus tunggal melalui triangulasi data antara telaah dokumen, observasi lapangan dan wawancara mendalam terhadap sepuluh informan kunci. Hasil: Dimensi operasional menunjukkan tingkat kepatuhan jadwal yang tinggi (>96%) dan angka ketersediaan alat sebesar 99,03%. Namun analisis beban kerja menunjukkan kapasitas produktif teknisi berada pada kondisi kritis dengan rasio WISN sebesar 0,63 yang mengindikasikan bahwa tingkat kepatuhan yang tinggi belum tentu mencerminkan kualitas inspeksi yang optimal apabila tidak diimbangi kecukupan SDM dan waktu pelaksanaan. Dari dimensi klinis kesiapan alat di area kritikal terbukti efektif menunjang keselamatan pasien. Dari dimensi finansial, ditemukan indikasi kuat adanya perlindungan pendapatan meski nilai finansial riil belum dapat dikuantifikasi karena penelitian ini tidak melakukan analisis ekonomi rumah sakit secara khusus. Evaluasi finansial dan keberlanjutan juga mengindikasikan adanya risiko kehilangan potensi kesempatan layanan serta potensi beban belanja modal darurat tidak terencana yang dipicu oleh ketergantungan pada vendor serta hambatan rantai pasok logistik di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa program PM berbasis waktu telah mencapai batas efisiensi maksimalnya secara administratif. Sebagai langkah pengembangan strategis berkelanjutan, rumah sakit disarankan mempercepat integrasi sistem informasi SINTA dan HIS guna mengoptimalkan kapasitas waktu produktif teknisi, serta mempertegas klausul Transfer of Knowledge pada kontrak vendor. Di tingkat makro, direkomendasikan adanya advokasi regulasi untuk menyederhanakan jalur impor suku cadang alat kesehatan kritis di kawasan FTZ guna memangkas durasi downtime dan memberikan kepastian rantai pasok bagi fasilitas kesehatan di kawasan perbatasan yang secara geografis bergantung pada jalur impor internasional.
Background: This study is grounded in the critical need to optimize upstream medical device preventive maintenance in order to ensure patient safety and hospital operational cost efficiency. This study aims to evaluate the effectiveness of a risk-based preventive maintenance (PM) program using a modified Fennigkoh-Smith model at RS Awal Bros Batam throughout 2025, assessed across four strategic dimensions: operational, clinical, financial, and sustainability. A descriptive qualitative method with a single case study design was employed, triangulating data from document review, field observation, and in-depth interviews with ten key informants. Results: Operational dimension findings indicate a high schedule compliance rate (>96%) and a device availability rate of 99.03%. However, workload analysis reveals that technician productive capacity is under critical pressure, with a WISN ratio of 0.63, suggesting that high compliance rates do not necessarily reflect optimal inspection quality when not supported by adequate human resources and sufficient inspection time. The clinical dimension demonstrates that device readiness in critical care areas effectively supports patient safety. The financial dimension identifies strong indications of revenue protection, though actual financial values could not be quantified as this study did not conduct a dedicated hospital economic analysis. Financial and sustainability evaluations also indicate risks of opportunity loss and unplanned capital expenditure shocks, driven by vendor dependency and logistics supply chain constraints within the Batam Free Trade Zone (FTZ). Conclusion: This study concludes that the time-based PM program has reached its maximum administrative efficiency ceiling. As a strategic development pathway, the hospital is advised to accelerate the integration of the SINTA and HIS information systems to optimize technician productive capacity, and to reinforce Transfer of Knowledge clauses in vendor contracts. At the macro level, regulatory advocacy is recommended to simplify the import pathway for critical medical device spare parts within the FTZ, with the aim of reducing device downtime and ensuring supply chain certainty for healthcare facilities in border regions that are geographically dependent on international import routes.
B-2584
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
