Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Asep Zaenal Muttaqien; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Hendra, Antonius Sulistya Wibowo, Masjuli
Abstrak: Angka kematian yang diakibatkan kecelakaan lalu lintas masih sangat tinggi, datamenunjukan terdapat 1,3 juta orang meninggal karena kecelakaan lalulintas.Tingginya angka kecelakaan yang menyebabkan kematian, cacat permanen,kerusakan properti yang cukup besar menjadi salah satu hambatan dalamperkembangan usaha terutama dalam bidang logistik dan transportasi. PT Xmerupakan salah satu perusahaan beton yang memiliki permasalahan terhadaptingginya angka kecelakaan yang terjadi dibidang transportasi. Berdasarkan datakecelakaan yang terjadi di PT X dari Tahun 2008 sampai dengan Tahun Tahun 2014,dapat diketahui bahwa angka kecelakaan disektor transportasi merupakan kecelakaanyang paling banyak terjadi setiap tahunnya dibandingkan kecelakaan kerja yang lain.Total kecelakaan kerja yang terjadi dari Tahun 2008 sampai dengan Tahun 2014adalah sebesar 159 kasus, dimana jumlah kecelakaan di sektor transportasi adalahsebesar 131 kasus sedangkan kecelakaan non-transportasi sebanyak 28 kasus.Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kecelakaan transportasi di PT X berdasarkanklasifikasi faktor manusia adalah pengemudi kurang terampil, pengemudi kurangpengamatan, pengemudi tidak disiplin dan pengemudi lelah. Faktor kendaraan terdiridari rem blong dan kendaraan kurang perawatan. Faktor lingkungan terdiri dari jalanamblas, jalan menikung, jalan sempit, jalan licin, jalan rusak berlubang, blind spotdan keamanan.
Kata Kunci : Matrik Haddon, Kecelakaan Transportasi, Road safety.
The traffic accident rate is still high, there was 1,3 million people die caused roadaccident. The high number of accidents resulting in death, permanent disability,property damage is large enough to be one of the obstacles in the development ofbusiness, especially in logistics and transportationPT X is one of the concretecompany that has a problem with the high number of accidents that occurred intransportation. Based on data from the accident that occurred in PT X from 2008 untilthe year 2014, it is known that the number of accidents transportation sector is themost common accidents each year than other occupational accidents. Total accidentsthat occurred from 2008 to 2014 amounted to 159 cases, where the number ofaccidents in the transport sector amounted to 131 cases while non-transport accidentsas many as 28 cases.The Accident factors that could cause transport accidents in PT X could be classifybased on of the human factor are less skilled driver, the driver's lack of observation,the driver does not discipline and driver fatigue. The vehicle factors are consists of avehicle brake failure and lack of maintenance. The environmental factors consist ofcollapsed road, street corners, narrow roads, slippery roads, bad roads potholes, blindspot and security.
Key words : Haddon Matrix, Traffic Accident, Road safety.
Read More
T-4442
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lisda Dwi Rahayu; Pembimbing: Mila Tejamaya; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Harry Patria, Hadi Pranoto
Abstrak:
Data statistik kecelakaan lalu lintas dunia dalam Global Status Report on Road Safety disebutkan bahwa setiap tahun, di seluruh dunia, lebih dari 1,25 juta korban meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dan 50 juta orang luka berat. Hingga saat ini kecelakaan di jalan masih menjadi masalah di banyak industri, termasuk industri hilir minyak dan gas. PT. YY merupakan perusahaan distribusi minyak dan gas yang terus berupaya dalam mengendalikan risiko kecelakaan lalu lintas mobil tangki dengan menambah jumlah kendaraan dan awak mobil tangka (AMT). Penelitian ini menganalisis indikator kinerja dan faktor-faktor yang berkontribusi pada keparahan kecelakaan lalu lintas mobil tangki yang terjadi pada PT. YY tahun 2017-2019. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan desain studi retrospektif untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian kecelakaan mobil tangki di PT. YY. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang tersedia di PT YY. Terdapat 166 data kecelakaan lalu lintas mobil tangki yang diikutsertakan dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan Road Accident Rate PT.YY Tahun 2017-2019 mengalami penurunan dari 0,36 menjadi 0,27. Begitu juga dengan fluktuasi Motor Vehicle Crash Rate (MVCR) mengalami penurunan dari 0,15 menjadi 0,05. Begitu juga severity mengalami penurunan selama periode 2017-2019. Berdasarkan jenis kecelakaan mobil tangki yang terjadi di PT.YY, 67,47% merupakan kecelakaan pasif, yaitu disebabkan faktor eksternal sisanya 32,53% merupakan kecelakaan aktif, yaitu disebabkan faktor internal. Sebagian besar kecelakaan mobil tangki disebabkan oleh kecelakaan pihak ketiga (31,33%), ditabrak pengemudi lain (27,11%), dan kelelahan (6,63%). Analisis multivariat menunjukkan ada hubungan bermakna antara kelompok umur dengan tingkat keparahan kecelakaan. Dimana AMT yang berumur40 tahun. Saran yang dapat direkomendasikan kepada PT. YY adalah perlu memiliki program preventif agar kondisi driver tetap dalam keadaan sehat dan bugar, seperti dengan memonitor waktu tidur dan menyediakan makan dengan gizi yang seimbang. Melakukan pengawasan AMT saat di jalan melalui technology camera real time dan memperkuat kembali sistem reward dan punishment. Perlu pula program digitalisasi guna memantau perilaku AMT dalam mengemudikan mobil tangki minyak dan mengkomunikasikan Route Hazard Map. Bagi faktor eksternal PT. YY perlu membangun Kerjasama secara horizontal dan vertical guna memperkuat arsitektur global manajemen keselamatan jalan

Global traffic accident statistics in the Global Status Report on Road Safety show that every year, worldwide, more than 1.25 million victims die from traffic accidents and 50 million people are seriously injured. Until now, road accidents are still a problem in many industries, including the downstream oil and gas industry. PT. YY is an oil and gas Distribution Company, the increasing number of tankers managed from year to year can certainly increase the risk that must be controlled. Likewise with the increase in the number of AMT each year which increased by an average of 13%. The purpose of this study is to analyze the performance indicators and factors that contribute to the severity of traffic accidents that occur at PT. YY 2017-2019. This research is analytic descriptive with retrospective study to analyze the factors associated with the incidence of tank car accidents at PT. YY. The research was conducted using secondary data available at PT YY. There are 166 accident data included in this study. The results show that the 2017-2019 PT.YY Road Accident Rate has decreased from 0.36 to 0.27. Likewise, the fluctuation of the Motor Vehicle Crash Rate (MVCR) has decreased from 0.15 to 0.05. Severity has decreased too, from 2017-2019. Based on the types of tank car accidents that occurred at PT.YY, 67.47% were passive accidents, namely due to external factors, the remaining 32.53% were active accidents, namely due to internal factors. Most of the tank car accidents were caused by third people accidents (31.33%), being hit by other drivers (27.11%), and fatigue (6.63%). Multivariate analysis showed a significant relationship between age groups and accident severity. AMT aged >40 years is 2.07 times more likely to experience accident severity than AMT aged ≤40 years. The suggestion that can be recommended to PT.YY is that it is necessary to have a preventive program so that drivers remain in good health and fitness, such as by monitoring sleep time and providing meals with balanced nutrition. Supervise AMT while on the road and reinforce the reward and punishment system. A digitization program is needed to monitor the behavior of AMT in driving an oil tanker and communicate the Route Hazard Map. For external factors, PT. YY needs to build cooperation horizontally and vertically to protect global architecture and road safety
Read More
T-6100
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Amira Zahra Yasmin; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Sjahrul Meizar Nasri, Shavitri Nurmala Dewi
Abstrak: Penelitian ini membahas mengenai penilaian risiko keselamatan kerja pada aktivitas wisata petualangan off-road di Objek Wisata Volcano Tour Merapi pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses atau beberapa aktivitas wisata petualangan off-road yang melibatkan operator mobil, wisatawan, dan videografer wisata, potensi bahaya yang ada dalam setiap aktivitas wisata, potensi kejadian yang tidak diinginkan, nilai probabilitas dan konsekuensi dari setiap kejadian, serta tingkat risikonya. Penelitian ini berbentuk penelitian deskriptif yang menggunakan pendekatan kualitatif. Identifikasi bahaya dan risiko dilakukan dengan menggunakan tabel Hazard Identification Risk Assessment Determining Control (HIRADC) yang telah dimodifikasi sesuai kebutuhan dan analisis risiko menggunakan analisis risiko kualitatif berdasarkan HB 205-2004 Standards Australia. Hasil dari penelitian ini didapat 4 jenis pekerjaan, 9 aktivitas, 33 bahaya, 64 unexpected events, serta 114 dampak dengan rincian yaitu 35 risiko rendah, 41 risiko sedang, 37 risiko tinggi, dan 1 risiko ekstrim. Dari hasil penelitian tersebut, maka dianjurkan supaya melakukan upaya pengendalian untuk menurunkan tingkat risiko serta dilakukan sosialisasi atau edukasi terkait bahaya dan risiko yang ada. Sistem manajemen K3 juga perlu diterapkan dan dikembangkan untuk mengelola risiko secara berkelanjutan.
This study discusses the assessment of occupational safety risks in off-road adventure tourism activities at the Merapi Volcano Tour Tourism Object in 2022. This study aims to determine the process of several off-road adventure tourism activities involving car operators, tourists, and tourist videographers, the potential hazards that exist in each tourism activity, the potential for unwanted events, and the probability and consequences of each event, and the level of risk. This research is in the form of descriptive research using a qualitative approach. Hazard and risk identification are carried out using the Hazard Identification Risk Assessment Determining Control (HIRADC) table which has been modified as needed and risk analysis using qualitative risk analysis based on HB 205-2004 Australian Standards. The results of this study obtained 4 types of work, 9 activities, 33 hazards, 64 unexpected events, and 114 impacts with details of 35 low risk, 41 moderate risks, 37 high risks, and 1 extreme risk. From the results of this study, it is recommended that control measures be taken to reduce the level of risk and conduct socialization or education related to the existing hazards and risks. An OHS management system also needs to be implemented and developed to manage risk sustainably.
Read More
S-11032
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gama Widyaputra; Promotor: Fatma Lestari; Ko Promotor: Zulkifli Djunaidi, Mila Tejamaya; Penguji: Robiana Modjo, Mirza Mahendra, Kusnedi Soeharjo, Waluyo
Abstrak:
Truk tangki PT XYZ yang beroperasi di seluruh nusantara, merupakan angkutan Bahan Berbahaya dan Beracun atau Hazardous material yang memiliki risiko kecelakaan dan dampak terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan angka rasio dan permodelan kecelakaan truk tangki serta dampaknya terhadap lingkungan, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian, menggunakan kuesioner untuk mendapatkan data sekunder kuantitatif dan kualitatif. Analisis data menggunakan metode Root Cause Analisys untuk mendapatkan faktor risiko penyebab kecelakaan truk tangki yang terdiri dari faktor manusia, teknis, kesisteman, prasarana, dan eksternal, analisis tindakan halangan (barrier) berupa intervensi dan mitigasi, analisis dampak dari kecelakaan berupa konsekuensi dan eskalasi, serta Road Accident Rate (RAR) untuk menghitung rasio dengan rumus jumlah kecelakaan dibagi dengan jarak tempuh. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kejadian puncak (top event) PT XYZ dari tahun 2014 sampai tahun 2017 berjumlah 612 kejadian, terdiri dari tabrakan sebesar 70,10%, keluar jalur 20,59%, terguling 5,88% dan kebakaran 3,43%. Subfaktor risiko yang signifikan sebagai penyebab kecelakaan adalah kesalahan pihak lain (faktor eksternal) dan kesalahan manusia (faktor manusia). Kedua subfaktor penyebab kecelakaan tersebut independen dan tidak berinteraksi satu dengan lainnya. Terdapat pengaruh bermakna intervensi pada skor Sistim Manajemen Keselamatan Transportasi Darat (SMKTD), dan angka RAR. Mitigasi terhadap kejadian puncak dapat mengurangi dampak truk tangki tidak dapat beroperasi, api gagal dipadamkan, serta gangguan penyaluran bahan Bakar Minyak (BBM) ke konsumen. Kegagalan mitigasi menyebabkan eskalasi dampak terhadap truk tangki antara lain: rusak, terguling, kebakaran habis, terjadi tumpahan BBM, kerugian pihak ketiga, ledakan dan masuk jurang, korban luka berat dan korban meninggal dunia. Kejadian puncak yang direspon sebesar 97,70% dengan tingkat keberhasilan 29,15%. Penelitian menghasilkan dua permodelan yaitu permodelan risiko kecelakaan pada transportasi truk tanki pengankut BBM di PT XYZ yang menggambarkan kejadian sejak ada bahaya, intervensi, kejadian puncak, mitigasi dan konsekuensi serta eskalasi dan permodelan kejadian puncak RAR truk tangki tahun 2014- 2017 dengan menggunakan Analisis statistik multivariate. Diperoleh rumus konstanta sebesar -1,632 + (0,844 x subfaktor kesalahan pihak lain) + (0,495 x subfaktor kesalahan manusia). Secara keseluruhan permodelan kejadian puncak menunjukan penurunanan kecelakaan karena nilai konstanta yang negatif dan subfaktor pengali dibawah angka satu. Selanjutnya prediksi angka RAR 5 tahun ke depan (tahun 2018 s/d 2022), dihitung menggunakan regresi linier dengan tahun kejadian sebagai variabel independen, diperoleh akurasi prediksi sebesar 75,88% pada tahun 2018 dan 76,67% pada tahun 2019. Kesimpulan dari penelitian ini adalah RAR merupakan angka frekuensi yang dipengaruhi oleh beberapa risiko, yaitu faktor: manusia, teknis, kesisteman, prasarana, dan eksternal. Faktor risiko yang berpengaruh bermakna adalah faktor eksternal dan manusia. Hasil penelitian menyarankan untuk menurunkan angka kecelakaan, perusahaan PT XYZ dan pengelola fleet management perlu melakukan program komprehensif berupa intervensi dan mitigasi serta internalisasi, dan keterlibatan berbagai pihak diperlukan antara lain Badan otoritas dan aparat penegak hukum lalu lintas jalan raya dalam kegiatan terstruktur antara lain membuat peraturan khusus kendaraan dan jalur angkutan hazmat, membangun tim penanggulangan hazmat, melakukan kampanye berskala nasional mengenai keselamatan angkutan hazmat yang di kombinasikan ix Universitas Indonesia dengan pengawasan dan penegakan hukum yang tegas serta tidak pandang bulu dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.
Read More
D-432
Depok : FKM-UI, 2021
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ririen Nathalia Anggita; Pembimbing: Chandra Starya; Penguji: Zulkifli Djunaidi, Eva Dewi Puspitasari
Abstrak: Perusahaan X adalah perusahaan yang bergerak dibidang produksi beton, dimana pada proses kerja melibatkan alat transportasi seperti truck, tanki, loader, mobil, dan lain sebagainya. Jenis kecelakaan kerja yang sering terjadi berupa kecelakaan kerja lalu-lintas. Pengendalian-pengendalian telah dilakukan dan diterapkan namun angka kecelakaan tetap saja tinggi. Agar pengendalian tepat sasaran, diperlukan analisis atau kajian terhadap bahaya dan risiko keselamatan lalu-lintas di dalam plant perusahaan X. Analisis risiko yang tajam dan mendalam menghasilkan pengendalian yang tepat sasaran. Analisis risiko dilakukan dengan menggunakan standard AZ/NZS 4360 : 2004 dengan mempertimbangkan probability, konsekuensi, dan tingkat risikonya. Metode yang digunakan adalah kualitatif bersifat deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 32 potensi bahaya dan 46 risiko keselamatan lalu lintas di dalam plant perusahaan X dimana hasil analisis tingkat risiko berdasarkan pengendalian yang sudah ada, terdapat 16 risiko sangat tinggi, 15 risiko tinggi, 5 sedang, dan 10 rendah. Enam belas risiko sangat tinggi merupakan 12 faktor pengendara dab 4 faktor jalan. Kata Kunci: Analisis Risiko, Keselamatan Lalu-lintas, Kecelakaan Kerja, Kecelakaan Lalu-Lintas, Pengendara, Jalan, Kendaraan, Lingkungan.
X company is one of a company that produce ready use concrete. Most of their work process are involving vehicle (truck, tank, loader, car, etc). The type of workplace accident that usually happened is traffic accident. Controls are being planned and applied, but the accident still happen. To make an appropriate controls, company needs to do the risk analysis about risk, hazard, and unexpected event in the plant. Risk analysis can be done by the use of AS/NZS 4360 : 2004 standard and assess the probability, consequences, and level of risk. Method that used is descriptive-qualitative including observation and deep interview. The result showed that the potential hazard found are 32 and risk found are 46, which is the level of risk is 16 extremely high, 15 high, 5 moderete, and 10 low. Keywords: Risk Analysis, Traffic Safety, Workplace Accident, Traffic Accident, Road, Vehicle, Road User, Environment.
Read More
S-8914
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Gde Yulian Yogadhita; Pembimbing: Nurhayati Adnan; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Renti Mahkota, Rita Djupri, Ugi Sugiri
Abstrak:

Abstrak Penulis : Gde Yulian Yogadhita Judul : Determinan Kejadian Cedera Berat pada Kecelakaan Lalu Lintas yang Ditangani oleh IGD RSUP Fatmawati Jakarta pada Periode Maret – Juli 2016 Cedera kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu tipe cedera tak disengaja yang berkontribusi sebagai penyebab kematian terbesar ke-tiga di Indonesia, menurut laporan status keselamatan Jalan dunia yang diterbitkan WHO pada 2013 berdasarkan data Kepolisian Republik Indonesi, diestimasikan sebanyak 37 000 – 47 000 korban meninggal dunia setiap tahunnya dan 46 000 mengalami cedera berat. Pilot project surveilans cedera kementerian Kesehatan Republik Indonesia di IGD RSUP Fatmawati mencoba menggambarkan besaran magnitude cedera beserta komponen dan factor risikonya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko terjadinya cedera berat pada kejadian kecelakaan lalu lintas yang terdokumentasikan oleh form surveilans cedera di IGD RSUP Fatmawati pada periode Maret – Juli 2016. Desain penelitian yang digunakan adalah potong lintang dengan jumlah sampel sebesar 600 cedera yang diakibatkan oleh kecelakaan lalu lintas. Hasil analisis karakteristik dan faktor risiko sebagai prediktor yang mempengaruhi terjadinya cedera berat akibat kecelakaan lalu lintas adalah jenis kelamin laki-laki dengan OR 2.03 (95% CI 1.37-3.02); usia di atas 30 tahun dengan OR 1.57 (95% CI 1.11 – 2.22); tingkat pendidikan rendah (tidak bersekolah hingga lulusan SMA) dengan OR 1.59 (95% CI 1.12-2.25); hari kejadian akhir pekan dengan OR 1.53 (95% CI 1.08 – 2.17) dan tipe pengguna jalan pesepeda dengan OR 4.84 (95% CI 0.87-29.0). Berdasar pada penelitian ini, Kementerian Kesehatan RI untuk terus melakukan advokasi penggunaan form surveilans cedera di instalasi gawat darurat di rumah sakit agar dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap lagi mengenai karakteristik dan faktor risiko cedera dan memberi edukasi dan melakukan komunikasi risiko terkait cedera kecelakaan lalu lintas kepada masyarakat. Kata kunci : cedera, kecelakaan lalu lintas, surveilans cedera


Abstract Penulis : Gde Yulian Yogadhita Judul : Determinan Kejadian Cedera Berat pada Kecelakaan Lalu Lintas yang Ditangani oleh IGD RSUP Fatmawati Jakarta pada Periode Maret – Juli 2016 A traffic accident injury is one type of unintentional injury that contributes to the third leading cause of death in Indonesia, according to the WHO 2013 Global Road Safety Report based on Indonesian Police, estimated at 37 000 - 47 000 fatalities annually and 46 000 experience severe injuries. Injury surveillance pilot project by the Ministry of Health Republic of Indonesia in Fatmawati Hospital Emergency Departement is trying to describe magnitude of injury along with its components and risk factors. This study aims to determine the risk factors of severe road traffic injury documented by injury surveillance form in Fatmawati Hospital Emergency Departement in March to July 2016. The research design used was cross sectional with the number of samples of 600 road traffic injury cases. The results of characteristic analysis and risk factors that contributed as predictor for severe road traffic injury are male gender with OR 2.03 (95% CI 1.37-3.02); age group above 30 years with OR 1.57 (95% CI 1.11 - 2.22); low education group (not attending school until high school graduate) with OR 1.59 (95% CI 1.12-2.25); working days with OR 1.53 (95% CI 1.08 – 2.17)  and cyclists with OR 4.84 (95% CI 0.87-29.0). Based on this research, the Ministry of Health of the Republic of Indonesia need to continue advocating the use of injury surveillance forms at hospital emergency department to provide complete picture of injury characteristics and risk factors, and to educate and develop road traffic injury prevention and risk communication for community. Keywords : injury prevention, road traffic injury, injury surveillance

Read More
T-5024
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sistia Fitriana; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Mila Tejamaya, Yuni Kusminanti
Abstrak: Universitas Indonesia merupakan salah satu kampus dengan akses berkendara yang strategis dan terbuka untuk umum. Data PLK UI menunjukkan telah terjadi 89 kecelakaan lalu lintas pada tahun 2013 dan 54 kecelakaan hingga September 2014. Menurut informasi yang didapatkan dari PLK UI bahwa pengendalian dan program keselamatan lalu lintas dan jalan telah dilakukan namun kecelakaan masih terjadi. Selain itu Universitas Indonesia belum melakukan kajian risiko keselamatan lalu lintas dan jalan. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengkaji risiko keselamatan lalu lintas dan jalan pada pengendara sepeda motor di sekitar halte PNJ dan halte FKM. Metode yang digunakan adalah kualitatif bersifat deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat risiko keselamatan lalu lintas dan jalan yang diidentifikasi pada pengendara sepeda motor di sekitar halte PNJ dan FKM yaitu 18 risiko sangat tinggi, 8 risiko tinggi, 2 risiko sedang, dan 6 risiko rendah. Kata kunci: Kajian Risiko, Kecelakaan Lalu Lintas, Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Universitas Indonesia is one of the campuses located in strategic area which has open access for publik. Data from PLK UI shows that there have been 89 traffic accidents in 2013 and 54 traffic accidents until September 2014. According to PLK UI, traffic and road safety controls and programs have been implemented, yet accidents still happen. Furthermore, the assessment of risk od traffic and road safety in Universitas Indonesia has not been studied. Thus, this study aims to assessment of risk of traffic and road safety on motorcyclist around PNJ bus stop and FKM bus stop. The method used descriptive through in-depth interviews and observation. The results showed that the level of risk of traffic and road safety identified on motorcyclist around PNJ bus stop and FKM bus stop is 18 extreme risk, 8 high risk, 2 moderate risk, and 6 low risk. Key Words: Risk Assessment, Traffic Accident, Traffic and Road Safety
Read More
S-8566
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Oktavianti; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Fatma Lestari, Hanny Harjulianti
S-6543
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syafrijal Fajri; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Doni Hikmat Ramdhan, Abdul Kadir, Ahmad Wildan, Jonter Sitohang
Abstrak:
Mengemudi bus merupakan salah satu jenis pekerjaan yang mempunyai risiko tinggi terhadap kecelakaan lalu lintas. Seorang pengemudi harus selalu mengharapkan  sesuatu  yang        tidak diharapkan, sehingga akan selalu waspada dan sadar serta berhati-hati dalam bertingkah laku saat mengemudikan kendaraan. Safety driving merupakan dasar perilaku mengemudi yang lebih memperhatikan keselamatan khususnya bagi pengemudi itu sendiri dan orang disekitarnya. Safety driving didesain untuk meningkatkan kesadaran pengemudi terhadap segala kemungkinan yang tejadi selama mengemudi. Pentingnya safety driving pada saat berkendara merupakan salah satu pilar dalam mewujudkan keamaan dan keselamatan berlalu lintas dan sangat berpeluang untuk mengurangi kecelakaan yang terjadi. Desain penelitian pada penelitian ini adalah cross sectional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku berkendara selamat dengan pendekatan kuantitatif. Sampel pada penelitian ini berjumlah 308 pengemudi bus di PT XYZ. Adapun metode pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengisian kuesioner kepada responden. Selanjutnya data yang didapatkan diolah secara deskriptif dan inferensial menggunakan software statistik untuk melihat gambaran dan hubungan dari setiap variabel. Variabel independen pada penelitian ini adalah usia, masa kerja, status kebugaran, komunikasi dengan atasan, komunikasi dengan rekan kerja, kondisi jalan, kondisi kendaraan, waktu kerja pengemudi, jarak tempuh, SOP, kebijakan, pengawasan, kompensasi, status kepegawaian, training improvement, dan pemberian reward & punishment. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status kebugaran (POR=6.203 (3.649 – 10.547)), komunikasi dengan atasan (POR=4.025 (2.500–6.478)), kondisi kendaraan (POR=2.602 (1.622-4.173)), waktu kerja pengemudi (POR=2.287 (1.447-3.614)), jarak tempuh (POR=1.904 (1.209-2.998)), SOP (POR=1.850 (1.175-2.913)), kebijakan (POR=1.860 (1.182-2.925)), pengawasan (POR=1.904 (1.209-2.998)), kompensasi (POR=2.570 (1.622-4.072)), training improvement (POR=8.069 (4.790-13.593)), dan pemberian reward & punishment  (POR=2.199 (1.384-3.493)) dengan perilaku berkendara selamat. Sedangkan variabel usia, masa kerja, komunikasi dengan rekan kerja, kondisi jalan, dan status kepegawaian tidak menunjukan adanya hubungan dengan perilaku berkendara selamat. Status kebugaran menjadi faktor dominan yang mempengaruhi perilaku berkendara selamat pada pengemudi bus di PT. XYZ. 

Driving a bus is one of the types of jobs that carries a high risk of traffic accidents. A driver must always expect the unexpected, so they remain vigilant, aware, and cautious in their behavior while driving. Safety driving is a driving behavior foundation that focuses on safety, especially for the driver themselves and those around them. Safety driving is designed to raise driver awareness of all potential events that may occur during driving. The importance of safety driving while driving is one of the pillars in achieving road safety and can significantly reduce the occurrence of accidents. The design of this research is cross-sectional. The aim of this study is to analyze factors associated with safe driving behavior using a quantitative approach. The sample in this study consisted of 308 bus drivers at PT XYZ. Data collection was done by administering questionnaires to the respondents. The data obtained were processed descriptively and inferentially using statistical software to examine the relationships and patterns of each variable. The independent variables in this study include age, years of service, health status, communication with superiors, communication with coworkers, road conditions, vehicle conditions, driving duration, travel distance, SOP, policies, supervision, compensation, employment status, training improvement, and reward & punishment. The results showed a significant relationship between health status (POR = 6.203 (3.649 – 10.547)), communication with superiors (POR = 4.025 (2.500 – 6.478)), vehicle conditions (POR = 2.602 (1.622 – 4.173)), driving duration (POR = 2.287 (1.447 – 3.614)), travel distance (POR = 1.904 (1.209 – 2.998)), SOP (POR = 1.850 (1.175 – 2.913)), policies (POR = 1.860 (1.182 – 2.925)), supervision (POR = 1.904 (1.209 – 2.998)), compensation (POR = 2.570 (1.622 – 4.072)), training improvement (POR = 8.069 (4.790 – 13.593)), and reward & punishment (POR = 2.199 (1.384 – 3.493)) with safe driving behavior. On the other hand, the variables of age, years of service, communication with coworkers, road conditions, and employment status did not show any relationship with safe driving behavior. Health status is a dominant factor that influences safe driving behavior of bus drivers at PT. XYZ.
Read More
T-7225
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Yuliani; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Abdul Kadir, Ali Syahrul Chairuman, Bimo Prasetyo
Abstrak:
Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek vital dalam proyek konstruksi jalan tol yang memiliki risiko tinggi dan kompleksitas pekerjaan besar. Meskipun Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) telah diwajibkan melalui Permen PUPR No. 10 Tahun 2021, implementasinya di lapangan masih belum optimal, ditunjukkan oleh tingginya angka kecelakaan kerja pada proyek infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor individu berdasarkan Model Green—yang mencakup faktor predisposisi (pengetahuan keselamatan, sikap terhadap keselamatan, kesadaran terhadap bahaya), faktor pemungkin (pelatihan keselamatan, fasilitas dan dukungan keselamatan, penerapan SOP dan kepatuhan), serta faktor penguat (kepemimpinan dan pengawasan K3, pengalaman kerja dan sharing session)—terhadap perilaku aman pekerja dalam implementasi SMKK pada proyek Jalan Tol Trans Sumatera ruas Palembang–Betung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 138 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis dengan uji korelasi Pearson serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, seluruh faktor individu memiliki hubungan signifikan dengan perilaku aman (F = 4,462; p < 0,001). Namun secara parsial, hanya variabel pelatihan keselamatan yang berpengaruh signifikan (β = 0,373; p < 0,001). Faktor sikap terhadap keselamatan dan kesadaran terhadap bahaya menunjukkan korelasi positif signifikan pada uji korelasi (p < 0,05), tetapi belum cukup kuat dalam regresi parsial. Faktor lain, seperti pengetahuan keselamatan, fasilitas dan dukungan keselamatan, SOP dan kepatuhan, kepemimpinan dan pengawasan K3, serta pengalaman kerja dan sharing session tidak menunjukkan pengaruh signifikan dalam model regresi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas implementasi SMKK sangat dipengaruhi oleh pelatihan keselamatan yang efektif, didukung komunikasi dua arah, kepemimpinan yang kuat, serta internalisasi nilai-nilai keselamatan untuk menciptakan budaya kerja yang aman dan berkelanjutan.

Occupational health and safety (OHS) is a vital aspect in toll road construction projects, which involve high risks and complex activities. Although the Construction Safety Management System (SMKK) is mandated by Ministry of Public Works Regulation No. 10 of 2021, its implementation in the field remains suboptimal, as indicated by the high number of occupational accidents in infrastructure projects. This study aimed to analyze the influence of individual factors based on the Green Model—including predisposing factors (safety knowledge, safety attitude, hazard awareness), enabling factors (safety training, safety facilities and support, SOP implementation and compliance), and reinforcing factors (leadership and OHS supervision, work experience and sharing session)—on safe behavior within SMKK implementation in the Trans Sumatera Toll Road Project, Palembang–Betung section. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design involving 138 respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a Likert scale (1–5) questionnaire and analyzed using Pearson correlation and multiple linear regression. The results showed that simultaneously, all individual factors had a significant relationship with safe behavior (F = 4.462; p < 0.001). However, partially, only safety training had a significant effect (β = 0.373; p < 0.001). Safety attitude and hazard awareness showed positive correlations with safe behavior (p < 0.05), but their effects were not strong enough in partial regression analysis. Other factors, such as safety knowledge, safety facilities and support, SOP implementation and compliance, leadership and OHS supervision, and work experience and sharing session did not show significant effects in the regression model. This study concludes that the effectiveness of SMKK implementation is highly influenced by effective safety training, supported by two-way communication, strong leadership, and internalization of safety values to establish a safe and sustainable construction work culture.
Read More
T-7351
Depok : FKMUI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive