Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 33 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Khairunnisa Nasution; Pembimbing: Hastomo Sutanto Priyo
S-1596
Depok : FKM UI, 1999
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rifka Tarigan; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Besral, Rosidi Roslan
S-6525
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Leny Sovita; Pembimbing: Agustin Kusumayati; Penguji: Dadan Erwandi, Childa Maisni
S-6590
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Suryati; Pembimbing: Yvonne M. Indrawani; Penguji: Sandra Fikawati, Tiur Febrina Poha
S-6557
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Isusilawati Ningtias; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Dadan Erwandi, Diana Magdalena Pakpahan
S-6595
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Flora Agustina Siahaan; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Anwar Hassan, Lely Nurlaely
S-6747
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisa Nurkhotami; Pembimbing: Helda; Penguji: Soedarto Ronoatmodjo, Hany Lestary
Abstrak: Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku seksual pranikah danfaktor-faktor yang mempengaruhinya pada remaja kelas XI SMA Budhi WarmanII Jakarta Tahun 2013. Penelitian ini menggunakan disain studi cross-sectionaldengan menggunakan data primer pada 146 remaja kelas XI di SMA BudhiWarman II Jakarta tahun 2013. Hasil menunjukkan bahwa proporsi perilakuseksual berisiko tinggi pada remaja kelas XI SMA Budhi Warman II Jakartaadalah 17,12%. Berdasarkan analisis bivariat, dapat diketahui dari faktor individuyang mempunyai hubungan bermakna dengan perilaku seksual remaja adalahjenis kelamin laki-laki (PR= 3,39; 95% CI= 1,35-8,55), sikap permisif tinggiterhadap seksualitas (PR= 4,00; 95% CI= 1,59-10,08), pubertas dini (PR= 2,20;95% CI= 1,08-4,50), merokok (PR= 4,17; 95% CI= 2,10-8,28), dan konsumsialkohol (PR= 2,52; 95% CI= 1,25-5,12). Kemudian, dari faktor luar keluarga,yang mempunyai hubungan bermakna dengan perilaku seksual remaja adalah mempunyai teman yang pernah melakukan HUS (PR= 7,50; 95% CI= 1,06-53,19)dan dorongan untuk melakukan HUS dari teman (PR= 4,81; 95% CI= 2,41-9,60).
Kata kunci : Remaja, Perilaku Seksual Pranikah
This thesis aims - describe premarital sexual behavior and the factors thatinfluence adolescent class XI SMA Budhi Warman II Jakarta in 2013. This studyis a cross-sectional study, which using primary data on 146 adolescents in the highschool class XI Budhi Warman II Jakarta in 2013. Results showed that theproportion of high-risk sexual behavior in adolescents class XI SMA BudhiWarman II Jakarta is 17.12%. Based on bivariate analysis, it has known, for theindividual factors which have a significant relationship with adolescent sexualbehavior are male gender (PR = 3.39, 95% CI = 1.35 - 8.55), high permissiveattitude -ward sexuality (PR = 4.00, 95% CI = 1.59 - 10.08), early puberty (PR =2.20, 95% CI = 1.08 - 4.50), smoking (PR = 4.17, 95% CI = 2.10 - 8.28), andalcohol consumption (PR = 2.52, 95% CI = 1.25 - 5.12). Then, for extra familialfactors, which have a significant relationship with adolescent sexual behavior arehaving friends who've done sexual intercourse (PR = 7.50, 95% CI = 1.06 -53.19), and the encourage to doing sexual intercourse from friends (PR = 4.81,95% CI = 2.41 - 9.60).
Keywords : Adolescents, premarital sexual behavior.
Read More
S-7745
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Risma Fadillah; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Achmad, Engkus Kusdinar, Dewi Damayanti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap remaja tentang PMS dan HIV/AIDS terhadap perilaku berisiko PMS dan HIV/AIDS. Penelitiandilakukan di SMA Negeri I Wundulako, Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara tahun2013. Desain penelitian adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif pada 189remaja SMA. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar remaja memiliki perilaku tidak berisiko, berumur 16,22 tahun, perempuan, beragama islam, pengetahuan cukup baik(<mean), sikap negatif (<mean), terpapar informasi media, dan kontak personal yang kurang aktif. Hasil uji statistik membuktikan terdapat hubungan bermakna antara umur, jenis kelamin(OR=2,18), pengetahuan (OR=2,16), sikap (OR=2,19), sumber informasi media (OR=2,5)dan kontak personal (OR=2,19) dengan perilaku berisiko PMS dan HIV/AIDS.
Kata Kunci : PMS; HIV/AIDS; Perilaku Seksual Remaja
This research aim to know the description of the knowledge and attitudes of teenagersabout PMS and HIV/AIDS with risk behavior of PMS and HIV/AIDS. Research conducted inSMA Negeri 1 Wundulako, Kolaka, Southeast Sulawesi in 2013. Design research was a cross-sectional with a quantitative approach in high school teenagers (189). The results showedmost of the teens have no behavior was risk, 16,22 years, male, Moslem, knowledge is quitegood (<mean), negative attitude (<mean), exposure to media information, and personalcontacts that are less active. Results of statistical tests proved there was a meaningfulrelationship between age, sex (OR = 2.18), knowledge (OR = 2.16), attitude (OR = 2,19),sources of information media (OR = 2.5) and personal contacts (OR = 2,19) with riskbehavior of PMS and HIV/AIDS.Key words : PMS; HIV/AIDS; Risk of Sexual behavior
Read More
S-7793
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Octaryana; Pembimbing: Ratna Djuwita Hatma; Penguji: Tri Yunis Miko, Trio Toufik Edwin
Abstrak: Jumlah kasus AIDS di Indonesia semakin meningkat, sampai periode Juni2013 sebesar 43.667 kasus. ABK merupakan mobile migrant population yangmemiliki perilaku seksual berisiko HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuanmengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksualberisiko terkait HIV/AIDS pada ABK di Poliklinik KKP Kelas I Tanjung Priok.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian yaitucross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ABK yangmelakukan kegiatan Medical Check Up (MCU) di poliklinik KKP Tanjung Priok.Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ABK yang melakukan kegiatanMCU dengan kriteria inklusi berjenis kelamin laki-laki, masa kerja minimal 3bulan, WNI, dan menandatangani informed consent. Hasil penelitianmenunjukkan 30,7% ABK memiliki perilaku seksual berisiko terkait HIV/AIDS.Karakteristik ABK terbanyak pada umur >30 tahun (56,7%), menikah (59,3%),pendidikan terakhir SMP keatas (78,7%), pulang ke daerah asal kurang dari 9bulan sekali (78,7%), lama berlabuh ≤ 3 hari (59,3%), usia seks pertama >21tahun (51,3%), tingkat pengetahuan kurang (53,3%), sikap negatif (54,7%), dankurang terpapar informasi HIV/AIDS (56,7%). Faktor-faktor yang secara statistikmemiliki hubungan dengan perilaku seksual berisiko adalah status pernikahan,pendidikan, frekuensi pulang ke daerah asal, lama berlabuh, usia seks pertama,pengetahuan, sikap dan keterpaparan media informasi. Sehingga perlu diberikanKIE mengenai HIV/AIDS dan penggunaaan kondom yang berkesinambungan serta penyediaan ATM kondom.Kata Kunci : Perilaku seksual berisiko, HIV/AIDS, ABK
The number of AIDS cases in Indonesia has increased, until the period ofJune 2013 amounted to 43.667 cases. The crew of ship is a mobile migrantpopulation who have HIV/AIDS-risk sexual behaviors. This research aims to havedescription of the factors correlation with risk sexual behavior related toHIV/AIDS in the crew at the Polyclinic of Port Health Office Class I of TanjungPriok. This research is an observational research using cross-sectional designstudy. Research population was entire the crew that have Medical Check Up(MCU) in the Polyclinic of Port Health Office Class I of Tanjung Priok. Researchsample was partially of the crew that have Medical Check Up (MCU) withinclusion criteria male, work period at least 3 months, Indonesian, and signedinformed consent. The result showed 30,7% of the crew have HIV/AIDS-risksexual behavior. Most of the crew characteristic are above 30 years old (56,7%),get married (59,3%), educational grade over junior high school (78,7%), back totheir hometown less than once in 9 months (78,7%), longer anchore less than 3days (59,3%), age of first sex in over 21 years old (51,3%), level of knowledgelow (53,3%), negative demeanor (54,7%), and less exposure to HIV/AIDSinformation (56,7%). The factors that are statistically have correlation with risksexual behavior was marital status, education, frequency back to their hometown,longer anchored, age of first sex, knowledge, attitudes and media exposureinformation. So that needs to be given information, education and communicationabout HIV/AIDS and sustainable use of condoms and provision of condoms ATM.Keywords : risky sexual behavior, HIV/AIDS, the crew.
Read More
S-8531
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novi Ariyanto; Pembimbing: Rina A. Anggorodi; Penguji: Pandu Riono, Anwar Hassan, Penta Sukmawati, Rahmawati
Abstrak:

Abstrak

Hasil penelusuran dokumen Jumlah anak jalanan di Depok mengalami peningkatan pada tahun 2010 sebesar 80 %, jumlah tersebut dikarenakan perpindahan secara besar-besaran (eksodus) dari daerah lain yang berada di sekitar kota Depok. (Dinaskersos Kota Depok, 2009). Penelitian yang berjumlah 112 halaman ini bertujuan untuk Untuk mengetahui hubungan antara karakteristik anak jalanan dengan perilaku seksual berisiko pada anak jalanan di Kota Depok dan latar belakang yang mendasarinya.

Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis penelitian cross sectional dan kualitatif dengan jenis penelitian Rapid Assesment Procedures (RAP) yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2013 di Kota Depok dengan 240 orang anak jalanan (kuantitatif) dan 24 orang informan anak jalanan (kualitatif), yang menjadi sample penelitian.

Hasil penelitian didapatkan risiko anak untuk melakukan seks dengan satu atau lebih dari satu pasangan yang tinggal di jalanan 17,4 kali lebih tinggi dibandingkan risiko anak yang tinggal di rumah singgah setelah dikontrol usia, jenis kelamin, pendidikan ayah, pendidikan ibu, peran orang tua, peran teman.


The number of search results document in Depok street children has increased in 2010 by 80%, the amount of displacement due to the massive (exodus) from other areas around the city of Depok. (Dinaskersos Depok City, 2009). Which amounts to 112 pages of research aims to To determine the relationship between the characteristics of street children with risky sexual behavior of street children in the city of Depok and the underlying background.

This study uses quantitative methods to the type of cross-sectional research and qualitative research types Rapid Assessment Procedures (RAP) which was conducted in May-June 2013 in the city of Depok with 240 street children (quantitative) and 24 informants street children (qualitative), that a research sample.

Results, the risk of a child to engage in sex with one or more than one spouse living on the street 17.4 times higher than the risk of children living in a halfway house after controlling age, sex, father's education, mother's education, the role of parents, the role of friend.

Read More
T-3986
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive