Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Fathurrahman; Pembimbing: Rita Damayanti, Besral; Penguji: Widyastuti Soerojo
S-4540
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yessy Meilani; Pembimbing: Adi Sasongko
S-4031
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Wahyuni; Pembimbing: Anwar Hasan
S-3604
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yuslihur Rahmi, Prijono Satyabakti
JBE Vol.1, No.1
Surabaya : FKM Unair, 2013
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Leni Nurahmi; Pembimbing: Rita Damayanti; Penguji: Dian Ayubi, Nana Mulyana
Abstrak: Merokok masih menjadi faktor risiko penyakit kronis dan mematikan di dunia. Tahun 2014 terdapat 5,8 milyar perokok di dunia, 80 persennya mulai merokok saat remaja. Di Indonesia pun rata-rata usia pertama kali merokok sekitar 17,6 tahun. Untuk melindungi remaja dari bahaya merokok, peringatan kesehatan bergambar (PKB) dengan kesan menakutkan telah dicantumkan pada bungkus rokok. Per 24 Juni 2014, PKB telah berlaku di Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran respon perokok remaja di Kota Depok terhadap pesan dengan kesan menakutkan pada PKB di Indonesia.
 
Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan kuesioner dari Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (PPK UI) sebagai instumen penelitian. Penelitian menemukan perbedaan gambaran rasa takut, keparahan, respon efikasi serta perbedaan frekuensi niat. Namun, tidak ditemukan perbedaan gambaran kerentanan, efikasi diri, penerimaan serta penolakan pesan terhadap pesan dalam PKB.
 

Smoking still become a risk factor for chronic and deadly diseases. In 2014, there were 5.8 billion smokers in the world, 80 percent started smoking as a teenager. In Indonesia, the average of age to initial smoking is 17,6 years. To protect adolescents from the dangers of smoking, Pictorial Health Warning (PHW) with fear appeal was imprinted on cigarette pack. As 24 June 2014, PHW has been applied in Indonesia. The research aims to describe the response of adolescent smoker in Depok City toward message with fear appeal on PHW in Indonesia.
 
The study used cross sectional design with a questionnaire from Center of Health Research Universitas Indonesia as research instrument. The study found differences fear, severity, response efficacy, and the frequency of quit smoking intention. However, there was no significant difference in susceptibility, self efficacy, acceptance and rejection toward message in PHW.
Read More
S-8621
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Raysa Arma Mutiarani; Pembimbing: Indang Trihandini; Penguji: Popy Yuniar, Rio Jayusman
Abstrak:

Latar Belakang: Penggunaan rokok elektrik meningkat signifikan dalam satu dekade terakhir dan sering diklaim sebagai alternatif lebih aman dari rokok konvensional, bahkan sebagai alat bantu berhenti merokok. Namun, klaim ini belum terbukti secara konsisten, terutama pada kelompok perokok konvensional harian usia produktif di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara penggunaan rokok elektrik dengan keberhasilan berhenti merokok pada perokok konvensional harian usia 20–44 tahun di Indonesia.
Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan data sekunder dari Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia 2021. Analisis dilakukan pada responden berusia 20–44 tahun yang merupakan perokok konvensional harian dan pernah mencoba berhenti merokok. Variabel dependen adalah keberhasilan berhenti merokok, sedangkan variabel independen adalah penggunaan rokok elektrik. Analisis multivariabel dilakukan dengan regresi logistik berganda.
Hasil: Setelah dikontrol oleh variabel confounder (jenis kelamin, status ekonomi, status merokok keluarga dan teman, serta larangan merokok di rumah), penggunaan rokok elektrik harian berhubungan positif dan signifikan dengan keberhasilan berhenti merokok (AOR = 10,37; 95% CI = 2,14-50,33; p < 0,004), sedangkan penggunaan kadang-kadang tidak signifikan, meskipun arah hubungannya positif (AOR = 1,71; 95% CI = 0,45–6,46; p = 0,427).
Kesimpulan: Penggunaan rokok elektrik secara harian dapat menjadi alat bantu yang mendukung keberhasilan berhenti merokok jika digunakan secara konsisten. Namun, peran lingkungan dan sosial juga tetap menjadi faktor penting yang mendorong keberhasilan berhenti merokok. Penemuan ini dapat menjadi dasar dalam merancang kebijakan pengendalian tembakau dan strategi berhenti merokok berbasis bukti di Indonesia.


Background: The use of electronic cigarettes has increased significantly over the past decade and is often perceived as a safer alternative to conventional cigarettes, even as a smoking cessation aid. However, its effectiveness in Indonesia remains inconsistent, particularly among daily conventional smokers in the productive age group. This study aims to identify the association between e-cigarette use and successful smoking cessation among daily conventional smokers aged 20–44 years in Indonesia. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design using secondary data from the 2021 Global Adult Tobacco Survey (GATS) Indonesia. The analysis focused on respondents aged 20–44 years who were daily conventional smokers and had attempted to quit smoking. The dependent variable was successful smoking cessation, while the independent variable was e-cigarette use. Multivariable analysis was conducted using multiple logistic regression. Results: After controlling for confounding variables (gender, economic status, household and peer smoking status, and household smoking restrictions), daily e-cigarette use was positively and significantly associated with successful smoking cessation (AOR = 10.37; 95% CI = 2.14–50.33; p < 0.004), whereas occasional use was not statistically significant, although the direction of the association was positive (AOR = 1.71; 95% CI = 0.45–6.46; p = 0.427). Conclusion: Daily e-cigarette use may serve as a supportive tool for successful smoking cessation if used consistently. However, environmental and social factors also remain critical contributors to cessation success. These findings can serve as a foundation for developing evidence-based tobacco control policies and smoking cessation strategies in Indonesia.

Read More
S-11973
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive