Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Muhamad Arif Musoddaq; Pembimbing: Budi Haryanto; Penguji: Ririn Arminsih Wulandari, Sri Tjahjani Budi Utami, Fitri Andayani, Catur Puspawati
Abstrak: Merokok berbahaya bagi perokok aktif maupun perokok pasif (Aditama, 2001).Asap rokok mengandung nikotin yang dapat memicu aktivitas kelenjar tiroid padamanusia (Utiger, 1998). Wanita lebih rentan mengalami hipertiroid (Greenspanand Baxter, 1994). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antarastatus merokok dengan kejadian hipertiroid pada pasien wanita usia subur diKlinik Balai Litbang GAKI Magelang tahun 2013-2014. Penelitian dilakukandengan disain kasus-kontrol. Penelitian melibatkan 51 responden pasien wanitausia subur penderita hipertiroid dan 102 responden pasien wanita usia suburdengan fungsi tiroid normal (eutiroid). Pengumpulan data dilakukan pada statusmerokok, umur, penggunaan kontrasepsi hormonal, melahirkan 1 tahun terakhir,tingkat stres, dan kebiasaan penggunaan garam beriodium rumah tanggaresponden. Data dianalisa menggunakan uji regresi logistik. Pasien wanita usiasubur terpajan asap rokok baik perokok aktif atau pasif berisiko mengalamihipertiroid 2,05 kali dari risiko pasien wanita usia subur di Klinik Balai LitbangGAKI Magelang setelah dikontrol variabel kontrasepsi hormonal dan tingkatstres. Menggunakan kontrasepsi hormonal menurunkan risiko hipertiroid,sedangkan stres berat meningkatkan risiko hipertiroid. Wanita usia suburhendaknya menghindari pajanan asap rokok dan melakukan manajemen stresuntuk mengurangi faktor risiko hipertiroid.
Kata kunci : kasus-kontrol, status merokok, hipertiroid, wanita usia subur,
Smoking is harmful to the active smokers and passive smokers (Aditama, 2001).Tobacco smoke contains nicotine, chemical that are known can leadhyperthyroidism in human (Utiger, 1998). This study aimed to determine therelationship between smoking status on hyperthyroidism in patients ofchildbearing age women in the Clinic of IDD (Iodine Deficiency Disorders)Research Center, Magelang in 2013-2014. The study was conducted with a case-control design. The study involved 51 childbearing-age women patients withhyperthyroidism patients and 102 childbearing-age women patients with normalthyroid function (euthyroid). Data collection was conducted on smoking status,age, hormonal contraceptive use, giving birth in the past one year, the level ofstress, and the habits of the use of iodized salt in the household. Data wereanalyzed using logistic regression. Chiilbearing-age women patients who wereactive/passive smokers at risk of hyperthyroidism 2.05 times the risk ofchildbearing-age women patients in the Clinic of Iodine Deficiency Disorders(IDD) Research Center, Magelang after controlled by hormonal contraceptivesand stress levels variables. Use of hormonal contraceptives reduce the risk ofhyperthyroidism, whereas severe stress increases the risk of hyperthyroidism.Childbearing-age women should avoid exposure to cigarette smoke and do stressmanagement to reduce risk factors for hyperthyroidism.
Keywords : case-control, smoking status, hyperthyroidism, childbearing agewomen
Read More
T-4282
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deiana Triseptiarani Ilma; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Yovsyah, Anis Ervina, Novi Indriastuti
Abstrak:
Menopause merupakan kondisi di mana siklus menstruasi berhenti selama 12 bulan berturut-turut, umumnya terjadi pada usia 48 hingga 60 tahun. Saat terjadi menopause pada usia 40-45 tahun disebut dengan menopause dini. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder SDKI 2017 dengan desain penelitian cross sectional. Populasi penelitian adalah perempuan umur 40-49 tahun dengan total sampling sesuai kriteria inklusi 12.362 responden. Analisis yang digunakan yaitu regresi logistik sederhana dengan desain faktor risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara status merokok dengan kejadian menopause dini di Indonesia setelah dikontrol dengan faktor tempat tinggal dan status merokok by tempat tinggal dengan risiko 1,893 kali lebih besar terjadi pada perempuan perokok dibanding perempuan bukan perokok (OR= 1,893 95% CI: 1,429-2,506). Perempuan bertempat tinggal di pedesaan lebih berisiko 1,479 kali lebih besar dibanding perempuan yang bertempat tinggal di perkotaan. Hasil interaksi status merokok by tempat tinggal didapatkan perempuan merokok yang tinggal di perkotaan berisiko 6,63 kali lebih besar untuk mengalami kejadian menopause dini dibandingkan perempuan tidak merokok yang tinggal di perkotaan, sedangkan perempuan merokok yang tinggal di pedesaan berisiko 12,36 kali lebih tinggi untuk mengalami kejadian menopause dibandingkan perempuan di pedesaan yang tidak merokok. Penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian terhadap frekuensi merokok dan tingkat keterpaparan rokok untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.

Menopause is a condition where menstrual cycles cease for 12 consecutive months, typically occurring between the ages of 48 to 60. When menopause occurs between the ages of 40-45, it is referred to as early menopause. This study is a quantitative research utilizing secondary data from IDHS 2017 with a cross-sectional study design. The study population consists of women aged 40-49 years, with a total sample of 12,362 respondents based on inclusion criteria. The analysis used was simple logistic regression with a risk factor design. The research findings indicate a significant relationship between smoking status and the occurrence of early menopause in Indonesia, after controlling for place of residence and smoking status by place of residence, with a 1.893 times greater risk for early menopause among smoking women compared to non-smoking women (OR=1.893, 95% CI: 1.429-2.506). Women residing in rural areas have a 1.479 times higher risk compared to women residing in urban areas. The interaction effect of smoking status by place of residence reveals that smoking women living in urban areas have a 6.63 times greater risk of experiencing early menopause compared to non-smoking women in urban areas, while smoking women in rural areas have a 12.36 times higher risk of experiencing menopause compared to non-smoking women in rural areas. Further research can explore the frequency of smoking and the level of exposure to obtain more accurate results.information literate.
Read More
T-6648
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Maria Pinarsinta Namora; Pembimbing: Triyanti; Penguji: Wahyu Kurnia Yusrin Putra, Tria Astika Endah Permatasari
Abstrak:
Obesitas sentral merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang prevalesinya selalu mengalami peningkatan, termasuk pada dewasa muda. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara asupan gizi dan faktor-faktor lainnya yang berhubungan dengan obesitas sentral pada mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan 108 responden. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner melalui platform Google Form, serta pengukuran antropometri dan SQ-FFQ secara tatap muka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara status merokok dengan obesitas sentral yang bersifat sebagai faktor protektif (p-value 0,003). Sementara itu, tidak terdapat hubungan signifikan antara asupan energi (p-value 0,652), karbohidrat (p-value 0,957), protein (p-value 0,786), lemak (p-value 0,87), aktivitas fisik (p-value 0,423), tingkat stres (p-value 0,081), serta pengetahuan gizi (p-value 0,859). Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap obesitas sentral dan pemeliharaan kesehatan secara umum dengan menganut pola hidup yang lebih sehat, seperti membatasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak; meningkatkan aktivitas fisik, strategi manajemen stres, serta mengurangi konsumsi rokok.

Central obesity is a major public health concern with a steadily increasing prevalence, including among young adults. This study aims to examine the relationship between nutrient intake and other contributing factors associated with central obesity among students of the Faculty of Engineering at Universitas Indonesia. This research employed a cross-sectional study design involving 108 respondents. Data collection was conducted through questionnaires distributed via Google Forms, along with face-to-face anthropometric measurements and a semi-quantitative food frequency questionnaire (SQ-FFQ). The results showed a significant association between smoking status and central obesity, indicating smoking as a protective factor (p-value 0.003). In contrast, no significant associations were found between central obesity and energy intake (p-value 0.652), carbohydrate intake (p-value 0.957), protein intake (p-value 0.786), fat intake (p-value 0.87), physical activity (p-value 0.423), stress levels (p-value 0.081), or nutrition knowledge (p-value 0.859). These findings are expected to raise student awareness about central obesity and encourage better health maintenance through healthier lifestyle practices, such as limiting high sugar, salt, and fat intake; increasing physical activity; applying stress management strategies; and reducing tobacco use.
Read More
S-11908
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
I Gusti Agung Bayu Prabhawa Mukti; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Indrawani, Yvonne Magdalena, Iip Syaiful
S-8232
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Faizal Firdaus; Pembimbing: Engkus Kusdinar Achmad; Penguji: Sandra Fikawati, Agus Triwinarto
S-8228
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive