Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Badan Pusat Statistik
R 310 BAD p
Jakarta : BPS, 2015
Referensi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hana Martha; Pembimbing: Budi Utomo; Penguji: Indang Trihandini, Anindita Dyah Sekarputri
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai gangguan pertumbuhan yakni pendek (stunting),kurus (wasting), dan berat badan kurang (underweight) pada anak umur 0-59bulan di Indonesia.Gizi mempunyai peranan penting dalam periode pertumbuhan dan perkembangan anak yang bersifat irreversible. Penilaian gizi dilakukan dengan pengukuran antropometri menggunakan, indeks tinggi badan terhadap umur(stunting), serta indeks tinggi badan terhadap berat badan (wasting), indeks berat badan terhadap umur (underweight). Tujuan penelitian ini mengetahui keterkaitan faktor sosial ekonomi dan beberapa faktor lain seperti kecukupan energi danprotein, infeksi malaria dan pelayanan kesehatan sanitasi dasar serta status BBLR pada gangguan pertumbuhan anak 0-59 bulan. Penelitian bersifat kuantitatif,dengan desain studi cross-sectional dengan menggunakan data sekunderRiskesdas Tahun 2010. Sampel penelitian ini adalah semua anak umur 0-59 bulanyang menjadi responden dalam Riskesdas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status ekonomi, pendidikan ibu dan ayah mempunyai pengaruh terhadap gangguan pertumbuhan.Semakin rendah status ekonomi keluarga semakin tinggi juga risiko balita dalam keluarga tersebut untuk mengalami kejadian pendek,kurus dan berat badan kurang. Balita dari keluarga status ekonomi terbawah mempunyai risiko 1,8 kali lebih besar untuk mengalami kejadian pendek (stunting) 1,4 kali lebih besar mengalami kekurusan (wasting), dan 1,7 kali lebihbesar untuk mengalami berat badan kurang (underweight) dibandingkan dengan balita dari keluarga status ekonomi tertinggi. Balita yang mempunyai ayah dan ibudengan tingkat pendidikan rendah mempunyai risiko lebih besar dalam mengalami gangguan pertumbuhan. Sosial ekonomi keluarga merupakan faktor yang mendasari gangguan pertumbuhan balita, sosial ekonomi keluarga baik akan berdampak baik juga dalam kesediaan asupan, lingkungan yang sehat, danperilaku sehat.Kata kunci: stunting, wasting, underweight, irreversible, antropometri, indeks,sosial,ekonomi
This thesis mainly discusses about the growth disorders, stunting, wasting andunderweight in children aged 0-59 months in Indonesia. Nutrition be an importantrole during the growth and development period of the children, which isirreversible. Nutritional assessment by anthropometric measurements performedusing height of age index (stunting), height of weight index, weight of age index.The purpose of this study is to determine the relationship of socio-economicfactors and other factors, such as the adequacy of energy and protein, malariainfection, basic sanitation, and health care of LBW status in children 0-59 monthsof growth disorders. This research is quantitative, with a cross-sectional studydesign usingData Analysis of Primary Health Research 2010. Samples of thisstudy are all children aged 0-59 months who were respondents in Data Analysis ofPrimary Health Research 2010.Result of this study indicates that economic statusand level of intelligence of the parents have influence on children's growthdisorders. The lower the economic status of the family the riskier a toddler in thefamily would experience growth disorder.Toddlers from the family with lowesteconomic status have 1.8 times greater risk for experiencing stunting, 1.4 timesgreater risk for experiencing wasting, and 1.7 times greater risk for experiencingunderweight compared with toddlers from family with highest economic status.Toddlers with less educated parents also have greater risk for experiencing growthdisorder. Socio-economic factors in family underly the growth disorder of thetoddlers and would also affect the fulfillment of the nutritional intake, healthservices, and healthy behaviors in toddlers.Key words:stunting, wasting, underweight, irreversible, anthropometry, indexes,social, economic
Read More
S-8244
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofiyulloh; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful; Penguji: Artha Prabawa, Sutanto Priyo Hastono, Dian Sidik Arsyad, Dion Zein Nuridzin
Abstrak:

Kematian ibu merupakan salah satu permasalahan kesehatan yang masih terjadi. AKI Indonesia pada tahun 2020 mencapai 189 per 100.000 kelahiran hidup yang masih di atas target SDGs 2030. Dan Jawa Timur merupakan provinsi yang memiliki kasus kematian ibu cukup tinggi di Indonesia. Berbagai faktor dapat berpengaruh terhadap kejadian kematian ibu, baik dari faktor kesehatan maupun non kesehatan. Pendekatan spasial pada penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh faktor secara lokal di antarwilayah dan antarwaktu. Dalam penelitian ini, digunakan data sekunder berupa agregat dari publikasi profil kesehatan Jawa Timur dan BPS Jawa Timur, dengan variabel dependen kematian ibu, serta independen Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), usia kawin, penduduk miskin, rasio tenaga kesehatan, rasio puskesmas, persalinan di fasyankes, dan ANC dari tahun 2021 – 2023. Juga terdapat atribut spasial berupa ketinggian wilayah dan kerapatan jalan serta peta digital. Metode yang digunakan adalah pemetaan faktor risiko dengan overlay serta statistik spasial dengan Geographically Weighted Regression. Didapatkan faktor risiko determinan kematian ibu cenderung sedang dan tinggi di tahun 2021, 2022, dan 2023. Juga didapatkan kejadian kematian ibu terjadi autokorelasi global dengan pola berkelompok. Dan secara autokorelasi lokal, terdapat beberapa wilayah signifikan di setiap tahun. Sedangkan untuk hasil GWR, didapatkan variabel signifikan lokal di tahun 2021 adalah ANC di seluruh wilayah, dan 2022 tidak ada variabel signifikan, sedangkan 2023 beberapa wilayah signifikan dengan rasio tenaga kesehatan dan persalinan di fasyankes, dan beberapa tidak signifikan. Dan untuk model dari nilai R2 bervariasi, meskipun cenderung meningkat dari tahun 2021 ke 2023. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan perencanaan bagi program kesehatan ibu dan anak di Jawa Timur, agar dapat fokus ke wilayah prioritas intervensi. Kata kunci: kematian ibu, spasial, sosial-ekonomi, layanan kesehatan


Maternal mortality remains a significant health issue. Indonesia’s maternal mortality rate (MMR) in 2020 reached 189 per 100,00 0 live births, still above the 2030 SDGs target. East Java is one of the provinces with the highest maternal mortality rates in Indonesia. Various factors can influence maternal mortality rates, both health-related and non- health-related. The spatial approach in study aims to examine the local influences of these factors across regions and over time. In this study, secondary data in the form of aggregates from East Java health profile publications and the East Java Central Statistics Agency (BPS) were used, with the dependent variable being maternal mortality and the independent variables being Average Years of Schooling (RLS), age at marriage, poor population, health worker ration, health center ratio, deliveries in health facilities, and ANC from 2021 – 2023. Spatial attributes include elevation, road density, and digital maps. The methods used include risk factors mapping with overlay and spatial statistics using Geographically Weighted Regression (GWR). The results indicate that risk factors for maternal mortality tend to be moderate to high ini 2021, 2022, and 2023. Additionally, maternal mortality events exhibit global autocorrelation with a clustered pattern. In terms of local autocorrelation, there were several significant regions in each year. For the GWR results, the significant local variable in 2021 was ANC across all regions, while in 2022 there were no significant variables, and in 2023, some regions were significant with the ratio of healthcare workers and births in healthcare facilities, while others were not significant. The R2 values of the models varied, though they tended to increase from 2021 to 2023. The findings of this study are expected to serve as a basis for planning maternal and child health programs in East Java, enabling a focus on priority intervention areas. Key words: maternal mortality, spatial, social-economic, health services

Read More
T-7252
Depok : FKM-UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Alfitra Firizkia Luthfiana Dewi; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Dian Ayubi, Arie Fernando
Abstrak:
Perilaku kesehatan merupakan aspek penting dalam upaya pemeliharaan kesehatan rumah. Dalam teori Health Belief Model, faktor pendorong perilaku kesehatan seseorang yang berasal dari faktor pengubah yakni status sosial ekonomi dan pengetahuan menjadi penting untuk diteliti khususnya pada kondisi penghuni rumah susun. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara status sosial ekonomi dan pengetahuan kesehatan lingkungan dengan perilaku ibu rumah tangga dalam pemeliharaan rumah sehat di Rusunawa Jatinegara Barat. Penelitian ini menggunakan studi cross-sectional dengan pengambilan data primer melalui wawancara kepada ibu rumah tangga pada bulan Mei hingga Juni tahun 2023. Sebanyak 137 ibu rumah tangga terpilih secara simple random sampling. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan pada variabel tingkat pendidikan ibu rumah tangga (OR= 2,883; 95% CI= 1,339−6,209), tingkat pendidikan kepala keluarga (OR= 3,856; 95% CI= 1,711−8,690), dan pengetahuan kesehatan lingkungan ibu rumah tangga (OR= 2,687; 95% CI= 1,304−5,294) dengan perilaku ibu rumah tangga. Sedangkan pada analisis multivariat, variabel tingkat pendidikan kepala keluarga (OR= 3,390; 95% CI= 1,478−7,776) dan pengetahuan kesehatan lingkungan ibu rumah tangga (OR= 2,253; 95% CI= 1,088−4,666) merupakan faktor-faktor dominan memengaruhi perilaku ibu rumah tangga dalam pemeliharaan rumah sehat di Rusunawa Jatinegara Barat. Maka dari itu, Unit Pengelola Rumah Susun Jatinegara Barat diharapkan dapat mengadakan penyuluhan terkait pengetahuan kesehatan di rumah susun guna meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga dalam pemeliharaan rumah sehat di Rusunawa Jatinegara Barat.

Health behavior is an important aspect in efforts to maintain home health. In the theory of the Health Belief Model, the driving factors for a person's health behavior come from modifying factors, namely socioeconomic status and knowledge, which are important to study, especially in the conditions of apartment dwellers. The purpose of this study was to analyze the relationship between socioeconomic status and knowledge of environmental health with the behavior of housewives in maintaining healthy homes in Rusunawa Jatinegara Barat. This study used a cross-sectional study with primary data collection through interviews with housewives from May to June 2023. A total of 137 housewives were selected by simple random sampling. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between the education level of housewives (OR= 2.883; 95% CI=1.339−6.209), the education level of the head of the family (OR= 3.856; 95% CI=1.711−8.690), and environmental health knowledge housewives (OR= 2.687; 95% CI=1.304−5.294) with housewife behavior. Meanwhile, in the multivariate analysis, the variable level of education of the head of the family (OR= 3,390; 95% CI= 1,478−7,776) and knowledge of environmental health of housewives (OR= 2,253; 95% CI= 1,088−4,666) were the dominant factors influencing the behavior of housewives in maintaining healthy homes in Rusunawa Jatinegara Barat. Therefore, the Rusunawa Jatinegara Barat Management Unit is expected to be able to conduct counseling related to health knowledge in flats to increase the knowledge of housewives in maintaining healthy homes in Rusunawa Jatinegara Barat.
Read More
S-11407
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive