Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sabrina Handayani Suciyono Astuti; Pembimbing: Laila Fitria; Penguji: Vetty Yulianty Permanasari, Apri Yulda
Abstrak:
Pasar adalah kontributor sampah terbesar kedua di Indonesia setelah rumah tangga. Sebagian besar sampah pasar masih dilakukan pengelolaan secara tradisional yang tidak memadai, yaitu sampah yang terkumpul diangkut ke Tempat Penampungan Sementara kemudian sampah dibawa truk pengangkut untuk dibuang, dan belum menerapkan pengolahan. Tujuan penelitian ini adalah menilai kelayakan ekonomi dari pengelolaan sampah di Pasar X dan Pasar Y dengan pertimbangan nilai biaya dan manfaat. Pendekatan kuantitatif deskriptif berdasarkan studi kasus evaluasi ekonomi Cost Benefit Analysis pada pengelolaan sampah Pasar X dibandingkan dengan Pasar Y. Hasil total biaya pengelolaan sampah Pasar X adalah Rp593.412.023 dan total manfaat yang diperoleh sebesar Rp31.707.992. Dari total biaya dan total manfaat tersebut dihasilkan net value senilai -561.704.031 dan BCR 0,053. Total biaya yang dikeluarkan untuk Pasar Y sebesar Rp662.910.538 dan total manfaat yang didapatkan sejumlah Rp11.406.250. Dari total biaya dan total manfaat tersebut, dihasilkan net value senilai -651.504.288 dan BCR 0,017. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pengelolaan sampah Pasar X lebih memungkinkan untuk dilakukan dibanding Pasar Y meskipun sama-sama tidak menguntungkan dan tidak layak secara ekonomi untuk dilakukan.


Markets are the second largest contributor to waste in Indonesia after households. Most market waste is still managed using traditional methods that are inadequate, namely waste is collected and transported to temporary shelter, then transported by trucks for disposal, without processing. This study aims to assess the economic feasibility of waste management at X Market and Y market by considering the costs and benefits involved. A descriptive quantitative approach based on a case study of economic evaluation using Cost-Benefit Analysis (CBA) was applied to compare waste management at X Market with waste management at Y Market. The total cost of waste management at X Market amounted to Rp593,412,023, with total benefits is Rp31,707,992. From the total costs and total benefits, a net value of -561,704,031 and a BCR of 0.053 were obtained. The total costs for Y Market amounted to Rp662,910,538, and the total benefits obtained is Rp11,406,250, resulting in a net value of -651,504,288 and a BCR of 0.017 were obtained. This study concludes that waste management at X Market is relatively more feasible than at Y Market, although both are unprofitable and economically unfeasible to implement.
Read More
S-12030
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Malikah Bilqis; Pembimbing: Vetty Yulianty Permanasari; Penguji: Adang Bachtiar, Novita Dwi Istanti
Abstrak: Pengelolaan limbah padat Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di fasilitas kesehatan sangatlah penting karena berdampak signifikan terhadap kualitas pelayanan dan kesehatan lingkungan. Berdasarkan data statistik lingkungan hidup Indonesia pada tahun 2022 fasilitas pelayanan kesehatan menyumbang 726.817 ton limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) dan hanya 48.464 ton limbah yang dikelola. Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) memiliki indikator mutu untuk menilai kesesuaian pengelolaan limbah padat B3 dengan peraturan yang berlaku, namun target pencapaian indikator tersebut belum terpenuhi selama tahun 2024. Penelitian ini dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Kemudian, informasi yang diperoleh dianalisis menggunakan Root Cause Analysis (RCA) untuk diketahui akar permasalahannya. Indikator mutu pengelolaan limbah padat B3 di RSUI terdiri dari beberapa kriteria berdasarkan proses pengelolaannya, yaitu minimasi, pemilahan dan pewadahan, pengumpulan, penyimpanan, serta pengangkutan limbah padat B3. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan lima akar masalah penyebab tidak tercapainya indikator mutu pengelolaan limbah padat B3 RSUI. Pertama, sosialisasi tidak dilakukan secara rutin, melainkan didasari karena penurunan kesadaran pegawai untuk melakukan pemilahan limbah medis. Kedua, pengadaan tempat sampah ukuran besar bukan merupakan prioritas. Ketiga, anggaran terbatas dalam pemenuhan kebutuhan tenaga CSO. Keempat, proses perbaikan timbangan oleh unit sarana dan prasarana memakan waktu yang lama. Kelima, manajemen gudang farmasi dalam mengelola pemasukan obat kurang optimal. 
Management of Hazardous and Toxic Solid Waste in healthcare facilities is crucial as it significantly impacts service quality and environmental health. According to Indonesia’s 2022 environmental statistics, healthcare facilities contributed 726,817 tons of hazardous and toxic waste, but only 48,464 tons were managed. Universitas Indonesia Hospital (RSUI) has established quality indicators to assess the compliance of hazardous solid waste management with applicable regulations. However, the target for achieving these indicators was not met throughout 2024. This study employed in-depth interviews, observations, and document reviews. The information obtained was then analyzed using Root Cause Analysis (RCA) to identify the root causes of the issues. The quality indicators for hazardous and toxic solid waste management at RSUI comprise several criteria based on the management process: minimization, segregation and containment, collection, storage, and transportation of hazardous and toxic solid waste. The study revealed five root causes for the failure to meet the quality indicators for hazardous and toxic solid waste management at RSUI. First, socialization efforts are not conducted regularly but are only triggered by a decline in employee awareness regarding medical waste segregation. Second, the procurement of large trash bins is not prioritized. Third, the budget is limited for meeting the demand for cleaning service officers (CSOs). Fourth, the repair process for weighing scales by the facility unit takes a long time. Lastly, pharmacy warehouse management for incoming medication is not optimized.
Read More
S-11816
Depok : FKM UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Novita Dwi Istanti; Pembimbing: Sandi Iljanto; Penguji: Anhari Achadi, Maria Ulfah,
S-7951
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive