Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 343 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Ghufron Sholihin; Pembimbing: Syahrizal Syarif
S-954
Depok : FKM UI, 1996
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Adila Prabasiwi; Pembimbing: Asih Setiarini; Penguji: Diah M. Utari, Tinecelly M. Simamora
S-6664
Depok : FKM-UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Yani Haerani Nuriyah; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Tris Yunis Miko Wahyono, Gunawan Hendra, Nurholis Majid
T-4490
Depok : FKM UI, 2015
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evie Sopacua, Widjiartini
BPSK Vol.13, No.2
Surabaya : Balitbangkes Kemenkes RI, 2010
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dwi Rizki Purnamasari; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Sartika, Ratu Ayu Dewi, Rahmawati
S-8908
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fitri Wulan Anggraini; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Dadan Erwandi, Maryati Kasiman
S-9249
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurillah Amaliah; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Engkus Kusnidar Achmad, Kusharisupeni, Abas Basuni Jahari, Eman Sumarna
Abstrak:

Menarche adalah menstruasi yang pertama kali dialami oleh seorang remaja putri. Menarche yang semakin dini memungkinkan remaja lebih cepat bersentuhan dengan kehidupan seksual sehingga kemungkinan untuk hamil dan menjadi ibu semakin besar. Menarche dini memberikan dampak terjadinya obesitas pada saat dewasa. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran variabel yang berhubungan dengan status menarche, mengetahui hubungan status gizi dengan status menarche dan juga hubungan status gizi dengan status menarche pada remaja (usia 10-15 tahun) di Indonesia apakah dipengaruhi oleh asupan energi, keadaan sosial ekonomi keluarga, wilayah tempat tinggal dan usia menarche ibu. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross sectional. Sampel penelitian adalah remaja usia 10–15 tahun. Data dalam penelitian ini adalah data sekunder hasil Riskesdas tahun 2010 yang dilakukan oleh Balitbangkes, KemKes RI.  Penelitian dilakukan bulan Mei – Juni 2011 di FKM - UI. Analisis data dilakukan untuk semua variabel, bivariat dan stratifikasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 6802 responden (usia 10-15 tahun) di Indonesia sebesar 20,8% (1418 responden) sudah mengalami menarche dengan rata-rata usia menarche adalah 12,74±1,19 tahun. Ada hubungan yang bermakna antara status gizi dengan status menarche dengan nilai OR 1,940. Berdasarkan hasil analisis stratifikasi, tidak ada variabel confounder dalam hubungan antara status gizi dengan status menarche. Uji efek modifikasi juga menghasilkan tidak ada variabel yang berinteraksi pada hubungan antara status gizi dengan status menarche. Status gizi merupakan faktor utama yang berhubungan dengan status menarche, maka yang berkaitan dengan status gizi adalah konsumsi makanan sebagai asupan gizi remaja putri yang perlu mendapat perhatian utama. Oleh karena itu disarankan untuk memasyarakatkan dan menerapkan PUGS melalui sekolah dan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja diberikan sedini mungkin. Daftar bacaan : 51 (1985-2011) Kata kunci : menarche, status gizi, remaja


 Menarche is the first time menstruation experienced by girl. Early menarche allows a faster teenager in touch with her sex lives so the chances of teens to get pregnant and become a mother getting bigger. Early menarche impact obesity in adult. The study aims to know the description of variables related to menarche status, to know the association between nutritional status and menarche status and also the association between nutritional status and menarche in adolescent (aged 10-15 years) in Indonesia whether influenced by energy intake, family socio-economic situation, area of residence, and maternal age of menarche. This study was conducted with a quantitative approach and cross sectional design. The sample of study was girls aged 10-15 years. The data in this study is secondary data of Riskesdas in 2010 conducted by the National in Health Research and Development, Ministry of Health. The study was conducted in MayJune 2011 in the Faculty of Public Health – University of Indonesia, Depok – West Java. Data analysis are performed univariate, bivariate, and stratification. The study found that from 6802 respondents (aged 10-15 years) in Indonesia, 20,8% (1418 respondents) had experienced menarche with an average of menarche was 12,74±1,19 years. There is a significant association between nutritional status and menarche status with OR value 1,940. Based on stratification analysis, there is no confounder variables in association between nutritional status and menarche status. Modification effect test also shows there is no variable interact in association nutritional status and menarche status. Nutritional status is the major factor associated with menarche status, so that factor associated to nutritional status that is consumption of food as girl nutrient intake should receive primary attention. It is therefore advisible to promote and implement General Guidelines of Balance Nutrition through school and adolescent reproductive health knowledge should be given as early as possible. Reference : 51 (1985-2011) Key words : menarche, nutritional status, adolescents

Read More
T-3326
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dinar Farrasia Hafizhah; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Sandra Fikawati, Siti Arifah Pujonarti, Anies Irawati, Tria Astika Endah Permatasari
Abstrak: Terjadinya masalah gizi di 1000 hari pertama kehidupan dapat memberikan dampak yang buruk bagi anak yaitu dapat menyebabkan gagal tumbuh seiring dengan bertambahnya usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan yang berhubungan dengan status gizi balita usia 6-59 bulan berdasarkan composite index of anthropometric failure (CIAF) di Indonesia (IFLS5 2014/2015). Penelitian ini menggunakan data sekunder Indonesia Family Life Survey (IFLS) tahun 2014. Total sampel sebanyak 4079 anak balita. Analisis data menggunakan uji chi square dan regresi logistik ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara umur balita dengan CIAF, dimana balita yang berusia 6-23 bulan lebih banyak mengalami gagal tumbuh sebanyak 1,1 kali. Hasil penelitian juga menunjukkan ada hubungan antara keragaman makanan dengan kejadian CIAF, dimana anak balita yang keragaman makanan tidak tercapai berisiko 1,2 kali mengalami gagal tumbuh dan pendidikan ibu yang rendah menunjukkan ada hubungan yang signifikan dengan kejadian gagal tumbuh
The occurrence of nutritional problems in the first 1000 days of life can have a bad impact on children, which can cause failure to grow with age. This study aims to determine the determinants associated with the nutritional status of children aged 6-59 months based on the composite index of anthropometric failure (CIAF) in Indonesia (IFLS5 2014/2015). This study uses secondary data from the 2014 Indonesia Family Life Survey (IFLS). The total sample is 4079 children under five. Data analysis used chi square test and multiple logistic regression. The results showed that there was a relationship between the age of children and CIAF, where children aged 6-23 months experienced more anthropometric failure as much as 1.1 times. The results show that there is a relationship between dietary diversity and the incidence of CIAF, where children under five whose dietary diversity is not reached have a 1.2 times risk of anthropometric failure and mother's education shows a significant relationship with the incidence of anthropometric failure, mothers who have low education experience more anthropometric failure
Read More
T-6226
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Debi Puspa Indasasi; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Yovsyah, Pranindya Meta Soraya
Abstrak: HIV/AIDS merupakan salah satu permasalahan utama dalam kesehatan masyarakat yangmemerlukan pencegahan dan penanggulangan secara berkesinambungan dalam upayamenurunkan angka infeksi HIV. Pola penularan HIV berdasarkan faktor risiko tidakmengalami perubahan, bahkan cenderung meningkat pada populasi kunci salah satunyaadalah kelompok LSL. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yangberhubungan dengan status HIV pada LSL di Klinik VCT RS Sentra Medika Kota Depoktahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectionaldan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari data klien LSL di Klinik VCT yang telahteregistrasi di SIHA (Sistem Informasi HIV/AIDS) pada bulan Januari hingga Desember 2018.Untuk mendapatkan hasil penelitian yang lebih luas berkaitan dengan perilaku berisiko,digunakan data primer yang diperoleh melalui pengisian kuesioner. Penelitian ini dilakukan padabulan September-Oktober 2019 dengan jumlah populasi 161 dan jumlah sampel 114. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa proporsi LSL dengan status HIV (+) sebesar 12,3%. Hasil ujistatistik menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara variabel riwayat gejala IMS danpenggunaan kondom terhadap status HIV pada LSL.
Kata kunci:Status HIV/AIDS, LSL.
Read More
S-10231
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sandjaja, Sihadi
JEI Vol.7, Ed.3
Jakarta : Balitbangkes Depkes RI, 2005
Indeks Artikel Jurnal-Majalah   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive