Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Intan Hajar Fauzanin; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Triyanti, Tris Eryando, Yekti Widodo, Lina Marlia
Abstrak:
Anemia kehamilan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang banyak terjadi baik di negara maju maupun negara berkembang. Anemia kehamilan umumnya dikaitkan dengan kondisi kehamilan yang buruk dan dapat mengakibatkan komplikasi yang mengancam kehidupan ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan umur dengan anemia kehamilan di Indonesia berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan data sekunder dari Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) dengan metode penelitian potong lintang
Anemia in pregnancy is a public health problem that often occurs both in developed and developing countries. Anemia during pregnancy is generally associated with poor pregnancy conditions and can lead to complications that threaten the lives of the mother and fetus. This study aims to analyze the relationship between age and pregnancy anemia in Indonesia based on Riset kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. This quantitative research is using cross sectional research method. This study covers all provinces and districts / cities in Indonesia, which were carried out starting from preparation until further analysis in 2018 and secondary data were processed in September - December 2019
Read More
Anemia in pregnancy is a public health problem that often occurs both in developed and developing countries. Anemia during pregnancy is generally associated with poor pregnancy conditions and can lead to complications that threaten the lives of the mother and fetus. This study aims to analyze the relationship between age and pregnancy anemia in Indonesia based on Riset kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. This quantitative research is using cross sectional research method. This study covers all provinces and districts / cities in Indonesia, which were carried out starting from preparation until further analysis in 2018 and secondary data were processed in September - December 2019
T-6003
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Kharisma Utari; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Setyani
Abstrak:
Berat lahir dan panjang lahir bayi merupakan ukuran yang dapat digunakan sebagai indikator status kesehatan bayi. Ketidaksesuaian berat lahir dan panjang lahir dengan standar yang telah ditetapkan menunjukkan rendahnya status kesehatan bayi. Bayi kecil atau besar untuk usia kehamilan dapat diidentifikasi dengan menggunakan grafik persentil. Namun Indonesia belum memiliki grafik persentil berat lahir dan panjang lahir bayi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui distribusi berat lahir dan panjang lahir bayi hidup tunggal intrauterine sesuai usia kehamilan di Puskesmas Kramatwatu Kabupaten Serang, tahun 2011- 2015 dan membandingkan grafik persentil berat lahir bayi tunggal sesuai usia kehamilan dengan populasi dari negara lain. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan data sekunder sebanyak 1.021 data dilakukan pada bulan Mei hingga Juni tahun 2015 dengan kriteria inklusi ibu hamil yang melahirkan bayi hidup, bayi tunggal, dan bayi yang tidak mengalami kecacatan, serta melakukan pemeriksaan kandungan dan persalinan dengan dibantu oleh tenaga kesehatan profesional (bidan) di Puskesmas Kramatwatu. Penelitian mendapati hasil distribusi berat lahir dan panjang lahir bayi terhadap usia kehamilan ibu secara umum mengalami peningkatan di setiap persentilnya. Pada rentang persentil 5th hingga 95th, ibu dengan usia kehamilan 30 minggu memiliki berat lahir 900 hingga 2030 gram, dan panjang lahir 34 hingga 47 cm; ibu dengan usia kehamilan 37 minggu memiliki berat lahir 2085 hingga 3475 gram, dan panjang lahir 39 sampai 50 cm; ibu dengan usia kehamilan 42 minggu melahirkan bayi dengan berat 2535 hingga 4000 gram dan panjang lahir 44,6 hingga 53 cm. Persentil berat lahir sesuai usia kehamilan di negara Malaysia bila dibandingkan hampir sama dengan di Kramatwatu, Indonesia pada persentil 50th dan 90th. Namun pada persentil 10 th Indonesia berada dibawah Malaysia dengan berat lahir sesuai usia kehamilan 30 hingga 43 minggu sebesar 1100 hingga 2700 gram.
Kata kunci: Berat lahir, grafik persentil, panjang lahir, usia kehamilan
Read More
Kata kunci: Berat lahir, grafik persentil, panjang lahir, usia kehamilan
S-8719
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Defi Selvianita; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Sandra Fikawati, Siti Arifah Pujonarti, Anies Irawati, Abas Basuni Jahari
Abstrak:
Read More
BBLR terus menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan secara global. Laporan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, penyebab kematian neonatal terbanyak adalah kondisi BBLR yaitu sebesar 35,3%. BBLR tidak hanya menjadi prediktor utama mortalitas dan morbiditas prenatal, tetapi BBLR juga meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular di kemudian hari. Faktor kondisi ibu sebelum dan selama kehamilan amat menentukan kondisi bayi yang dilahirkannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan kejadian BBLR di Indonesia. Desain penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif menggunakan data sekunder Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5 Tahun 2014. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda untuk menentukan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kejadian BBLR. Responden penelitian sebanyak 5064 WUS yang mempunyai anak terakhir lahir hidup. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pendidikan responden (OR= 1,56; 95% CI= 1,25-1,74); status ekonomi keluarga (OR= 1,43; 95% CI= 1,21-1,69); usia saat hamil (OR= 1,28; 95% CI= 1,081,51), paritas (OR= 1,41; 95% CI= 1,15-1,73), usia kehamilan (OR= 4,59; 95% CI= 3,725,65), antenatal care (OR= 1,28; 95% CI= 1,03-1,59), dan konsumsi TTD (OR= 1,23; 95% CI= 1,06-1,45) dengan kejadian BBLR. Faktor yang paling dominan terhadap kejadian BBLR adalah usia kehamilan (p-value= < 0,001; OR= 4,61), usia kehamilan preterm memiliki peluang 4,61 kali terhadap kejadian BBLR setelah dikontrol oleh variabel pendidikan, status ekonomi keluarga, dan paritas. Kolaborasi multisektoral sangat diperlukan dalam meningkatkan akses terhadap pemanfaatan pelayanan antenatal dan meningkatkan status gizi ibu selama kehamilan.
Low Birth Weight (LBW) continues to be a significant public health problem globally. Indonesia Health Profile Report in 2019, the most common cause of neonatal death is LBW conditions, as much as 35.3%. LBW is not only a major predictor of prenatal mortality and morbidity, but LBW also increases the risk of non-communicable diseases such as diabetes and cardiovascular disease in later life. The condition of the mother before and during pregnancy greatly determines the condition of the baby is born. This study aims to determine the determinants of the incidence of LBW in Indonesia. The design of this study is cross sectional. This research is a quantitative study using secondary data from the Indonesian Family Life Survey (IFLS) 5 in 2014. Bivariate analysis using chi-square test. Multivariate analysis using multiple logistic regression to determine the factors that contribute to the incidence of LBW. Research subjects are 5064 eligible women who have the last child born alive. The results showed that there was a significant relationship between the respondent's education (OR= 1,56; 95% CI= 1,321,85); family economic status (OR= 1,43; 95% CI= 1,21-1,69); maternal age (OR= 1,28; 95% CI= 1,08-1,51), parity (OR= 1,41; 95% CI= 1,15-1,73), gestational age (OR= 4,59; 95% CI= 3,72-5,65), antenatal care (OR= 1,28; 95% CI= 1,03-1,59), iron during pregnancy (OR= 1,23; 95% CI= 1,06-1,45) with the incidence of LBW. The most dominant factor for the incidence of LBW is gestational age (p-value < 0,001; OR= 4,61), preterm gestational age has a 4.61 times chance of the incidence of LBW after being controlled by the variables of education, family economic status, and parity. Multisectoral collaboration is needed in increasing access to the use of antenatal care and improving the nutritional status of mothers during pregnancy
T-6167
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bunga Oktora; Pembimbing: Dewi Susanna; Penguji: Tris Eryando, Laila Fitria, Didik Supriyono, Edwan
Abstrak:
Abstrak
Telah dilakukan analisis temporal-spasial untuk mengetahui asosiasi konsentrasi polutan di udara ambien dengan kelahiran. Analisis mencakup ANOVA, korelasi, regresi, dan regresi linier ganda dengan prevalensi kasus BBLR sebagai variabel dependen dan konsentrasi NO2 sebagai variabel independen. Hasil analisis menunjukkan konsentrasi NO2di udara ambien pada bulan pertama (R = 0.464, Sig = 0,000) dan kedua (R = 0,243, Sig = 0,013) kehamilan secara signifikan berkorelasi dengan BBLR. Analisis regresi linier ganda menunjukkan konsentrasi NO2 pada bulan pertama dan kedua kehamilan serta tempat tinggal memprediksi 25% kasus BBLR (R = 0,5, R square = 0,25; Sig. Model fix (uji Anova) = 0,000). Faktor yang paling berkaitan dengan BBLR adalah pajanan NO2 bulan pertama kehamilan (B = 259).
Read More
Telah dilakukan analisis temporal-spasial untuk mengetahui asosiasi konsentrasi polutan di udara ambien dengan kelahiran. Analisis mencakup ANOVA, korelasi, regresi, dan regresi linier ganda dengan prevalensi kasus BBLR sebagai variabel dependen dan konsentrasi NO2 sebagai variabel independen. Hasil analisis menunjukkan konsentrasi NO2di udara ambien pada bulan pertama (R = 0.464, Sig = 0,000) dan kedua (R = 0,243, Sig = 0,013) kehamilan secara signifikan berkorelasi dengan BBLR. Analisis regresi linier ganda menunjukkan konsentrasi NO2 pada bulan pertama dan kedua kehamilan serta tempat tinggal memprediksi 25% kasus BBLR (R = 0,5, R square = 0,25; Sig. Model fix (uji Anova) = 0,000). Faktor yang paling berkaitan dengan BBLR adalah pajanan NO2 bulan pertama kehamilan (B = 259).
A spatial-temporal analysis has been done to find out the linkage between the concentration of NO2 in the ambient air during pregnancyand the incidence of LBW in Jakarta. It included ANOVA analysis, correlation, regression, and multiple linear regression with the prevalence of LBW as the dependent variable and the concentration of NO2 as an independent variable. The results shows NO2 concentrations in the ambient air in the first (R = 0464, Sig = 0.000) and second (R = 0.243, Sig = 0.013) month of gestation were significantly correlated with the LBW. Multiple linear regression analysis showed the concentration of NO2 in the first and second month of pregnancy and where the mother lived predict 25% of cases of LBW (R = 0.5, R square = 0.25; Sig. Models fix (Anova test) = 0.000). The most influence on LBW is exposure to NO2 in the first month of gestation (B = 259).
T-3710
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dian Rahmawati; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Diah Mulyawati Utari, Siti Arifah Pujonarti, Tiska Yumeida, Yuni Pradilla Fitri
Abstrak:
Read More
Anemia merupakan masalah yang dialami oleh 38,2% ibu hamil di dunia pada tahun 2011. Sekitar setengah dari kejadian anemia tersebut disebabkan karena defisiensi besi. Hasil RISKESDAS Tahun 2018 menunjukkan bahwa proporsi anemia ibu hamil adalah sebesar 48,9%, meningkat 11% dibandingkan data RISKESDAS 2013 sebesar 37,1%. Dampak anemia pada ibu hamil yaitu kelelahan, kapasitas kerja yang kurang baik, gangguan fungsi kekebalan tubuh, peningkatan risiko penyakit jantung bahkan kematian. Selain itu anemia berdampak terhadap persalinan prematur yaitu proses kelahiran bayi sebelum aterm. Keadaan ini akan menimbulkan masalah baru bagi bayi, seperti BBLR, penurunan status imun, kemungkinan adanya gangguan fisiologis, dan tumbuh kembang bayi. Pulau Jawa dan Bali termasuk wilayah dengan proporsi kejadian anemia yang cukup tinggi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui determinan anemia ibu hamil di Pulau Jawa dan Bali dengan data Riskesdas Tahun 2018. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan 414 sampel yang diperoleh dari total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data didapatkan dengan menggunakan kuesioner Riskesdas Tahun 2018. Analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan Anemia ibu hamil adalah usia kehamilan (p value=0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa usia kehamilan menjadi faktor dominan pada kejadian anemia ibu hamil di Pulau Jawa dan Bali Tahun 2018 setelah dikontrol variabel usia ibu, konsumsi TTD, paritas, gangguan selama kehamilan, status gizi dan konsumsi sayur. (p value=0,001; OR=3,83; 95%, CI=1,85-7,93). Kata kunci: Anemia, Determinan Anemia, Usia Kehamilan, Pulau Jawa dan Bali
Anemia is a problem experienced by 38.2% of pregnant women in the world in 2011. About half of anemia cases are caused by iron deficiency. The results of the 2018 RISKESDAS show that the proportion of anemia in pregnant women was 48.9%, an increase of 11% compared to the 2013 RISKESDAS data of 37.1%. The impact of anemia on pregnant women is fatigue, poor work capacity, impaired immune function, increased risk of heart disease and even death. Apart from that, anemia has an impact on premature birth, namely the process of giving birth to a baby before term. This situation will cause new problems for the baby, such as LBW, decreased immune status, the possibility of physiological disorders, and the baby's growth and development. The islands of Java and Bali are areas with a fairly high proportion of anemia. The research aims to determine the determinants of anemia in pregnant women on the islands of Java and Bali using 2018 Riskesdas data. The research design used was cross sectional with 414 samples obtained from total sampling based on inclusion and exclusion criteria. Data was obtained using the 2018 Riskesdas questionnaire. Bivariate analysis showed that the variable associated with anemia in pregnant women was gestational age (p value=0,001). Multivariate analysis shows that gestational age is the dominant factor in the incidence of anemia in pregnant women in Java and Bali in 2018 after controlling for the variables of maternal age, TTD consumption, parity, disorders during pregnancy, nutritional status and vegetable consumption. (p value=0,001; OR=3.83; 95%, CI=1.85-7.93). Advice for pregnant women to be aware of the importance of consuming foods rich in iron, regularly carrying out ANC according to their gestational age and being obedient to taking TTD. Keywords: Anemia, Determinants of Anemia, Gestational Age, Java and Bali Islands
T-6998
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
