Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Analisis Kinerja Pengelolaan Sampah Non-Medis di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) Tahun 2024
Dwina Fitriani Dharmawan; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Zakianis, Noni Chrissuda Anggraini
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Kinerja pengelolaan sampah yang efektif di rumah sakit menjadi isu krusial mengingat rumah sakit menghasilkan limbah dalam jumlah besar dari aktivitas medis maupun non-medis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah timbulan sampah secara kuantitatif, mengidentifikasi sumber dan komposisinya, serta mengevaluasi pengumpulan, pengurangan, daur ulang, dan pembuangan akhir sampah di RSUI. Selain itu, penelitian juga menganalisis kondisi kebijakan, SDM, pendanaan, sarana prasarana, serta peran stakeholder dalam pengelolaan sampah di RSUI. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data sekunder dari pencatatan volume sampah serta observasi lapangan dan wawancara. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa total timbulan sampah RSUI pada tahun 2024 mencapai 262,47 ton, dengan timbulan tertinggi berasal dari unit pelayanan pasien. Komposisi sampah terdiri dari sampah sisa makanan, residu, plastik, kardus, dan minyak jelantah. Sebanyak 71,45% sampah dikelola melalui penimbunan di TPA, 15,80% melalui pengomposan di lokasi, dan 12,74% melalui daur ulang oleh pihak ketiga. Pengelolaan sampah di RSUI sudah dilengkapi dengan kebijakan internal dan keberadaan bank sampah, namun masih menghadapi tantangan dalam konsistensi pemilahan di sumber, keterbatasan fasilitas, serta keterlibatan lintas unit. Kesimpulan: Kinerja pengelolaan sampah di RSUI sudah mengarah pada sistem yang terstruktur dan berkelanjutan, namun masih diperlukan penguatan aspek operasional dan partisipatif untuk memaksimalkan upaya pengurangan sampah dan optimalisasi pemanfaatan kembali.
Background: Effective waste management performance in hospitals is a critical issue, considering the substantial volume of waste generated from both medical and non-medical activities. Objective: This study aims to quantify the amount of waste generated, identify its sources and composition, and evaluate the processes of waste collection, reduction, recycling, and final disposal at RSUI. Additionally, the research analyzes the existing policies, human resources, funding, infrastructure, and the role of stakeholders in waste management at RSUI.. Methods: A descriptive quantitative approach was employed, using secondary data from recorded waste volumes, as well as field observations and interviews. Results: The findings show that the total waste generated by RSUI in 2024 reached 262.47 tons, with the highest contribution from patient care units. The waste composition includes food waste, residuals, plastic, paperboard, and used cooking oil. Approximately 71.45% of the waste was managed through landfill disposal, 15.80% was composted on-site, and 12.74% was recycled through third parties. Waste management at RSUI is supported by internal policies and a waste bank, but challenges remain in maintaining consistent source segregation, facility limitations, and inter-unit collaboration. Conclusion: The waste management performance at RSUI has moved toward a structured and sustainable system. However, strengthening operational and participatory aspects is still needed to maximize waste reduction efforts and optimize reuse initiatives.
S-12012
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sarah Rosa Jacquiline; Pembimbing: Zakianis; Penguji: Budi Hartono, Lusi Nurbaiti Badri
Abstrak:
Read More
Latar Belakang: Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur merupakan tiga wilayah dengan jumlah penduduk tertinggi di Indonesia, sekaligus penyumbang terbesar timbulan sampah nasional. Meskipun berbagai kebijakan telah diterapkan, upaya pengurangan sampah di ketiga provinsi ini belum optimal. Tujuan: Mengetahui gambaran upaya pengurangan sampah melalui bank sampah dan TPS3R di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur tahun 2024. Metode: Penelitian data deskriptif kuantitatif ini menggunakan data sekunder dari SIPSN tahun 2024. Analisis dilakukan melalui analisis univariat menggunakan tabel dan pemetaan spasial dengan pendekatan pemetaan persebaran fasilitas pengelolaan sampah. Hasil: Jawa Timur memiliki jumlah bank sampah terbanyak, sementara TPS3R lebih banyak ditemukan di Jawa Tengah. Meskipun begitu, efektivitas pengurangan sampah melalui kedua fasilitas tersebut di ketiga provinsi masih berada di bawa target nasional (<30%). Kesimpulan: Pengurangan sampah melalui bank sampah dan TPS3R belum efektif dalam menekan timbulan sampah. Permasalahan utama meliputi distribusi fasilitas yang tidak merata, rendahnya partisipasi masyarakat, dan keterbatasan dukungan infrastruktur. Saran: Pemerintah daerah perlu memperluas cakupan TPS3R dan bank sampah, memperkuat regulasi berbasis 3R, serta meningkatkan alokasi anggaran dan edukasi publik guna mengoptimalkan pengelolaan sampah dari sumbernya.
Background: West Java, Central Java, and East Java are the three most populous provinces in Indonesia and major contributors to the country’s total waste generation. Despite various policies, waste reduction efforts in these provinces remain suboptimal. Objective: To examine the waste reduction efforts through waste banks and TPS3R (3R-based Waste Processing Sites) in West Java, Central Java, and East Java in 2024. Methods: This descriptive quantitative study utilizes secondary data from the 2024 SIPSN. The analysis was conducted through univariate analysis using tables and spatial mapping, employing a distribution mapping approach of waste management facilities. Results: East Java had the highest number of waste banks, while Centra Java led in the number of TPS3R facilities. However, the overall effectiveness of waste reduction in all three provinces remained below the national target (<30%). Conclusion: Waste reduction through TPS3R and waste banks has not yet been effective in significantly decreasing waste generation. Key challenges include unequal facilty distribution, low public participation, and limited infrastructure support. Recommendation: Local governments should expand TPS3R and waste bank coverage, strengthen ER-based regulations, and enhance budget allocation and public education to optimize waste management at the source.
S-11892
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ananda Haman Sunarko; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Budi Hartono, Ariyanto
Abstrak:
Read More
Permasalahan sampah di Indonesia masih menjadi suatu permasalahan yang krusial termasuk daerah Ibukota yang akan meningkatkan risiko terjangkit penyakit pada pekerja Bank Sampah. Salah satunya masalah diare sebagai penyakit berbasis lingkungan masih menjadi permasalahan utama kesehatan masyarakat hingga saat ini dan merupakan penyakit 10 besar di hampir seluruh puskesmas di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Data Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan tahun 2022 menunjukkan bahwasannya terdapat kasus diare pada semua umur berjumlah 7.417 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan personal hygiene dan sanitasi terhadap penyakit diare pada pekerja Bank Sampah Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan tahun 2022. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional yang dilakukan dari bulan Januari sampai Maret 2023. Metode dalam pengambilan data melalui wawancara dan observasi langsung dengan menggunakan kuesioner dengan sampel penelitian yang digunakan sebanyak 74 responden. Data yang diperoleh kemudian dilakukan uji statistik dengan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,4% pekerja Bank Sampah mengalami penyakit diare dan 48,6% tidak mengalami penyakit diare. Faktor-faktor yang berhubungan dengan penyakit diare pada penelitian ini adalah kebiasaan cuci tangan tangan dengan p-value sebesar 0,000 dan OR = 15.300 [95% CI 3.209 - 72.941], penggunaan APD dengan p-value sebesar 0,001 dan OR = 9.333 [95% CI 2.420 - 36.001], ketersediaan air bersih dengan p-value sebesar 0,001 dan OR = 8.000 [95% CI 2.365 - 27.057] dan keberadaan vektor penular penyakit dengan p-value sebesar 0,000 dan OR = 18.857 [95% CI 4.873 - 72.978]. Disarankan kepada pekerja Bank Sampah Kecamatan Pesanggrahan untuk menerapkan kebiasaan cuci tangan, menggunakan sarung tangan saat bekerja, dan memperhatikan kondisi sanitasi lingkungan serta keberadaan vektor penular penyakit di Bank Sampah.
The waste problem in Indonesia is still a crucial problem, including in the capital city, which will increase the risk of contracting disease among Waste Bank workers. One of them is the problem of diarrhea as an environment-based disease which is still a significant public health problem to date and is a top 10 disease in almost all health centers in Pesanggrahan District, South Jakarta. Data from the Public Health Centre of Pesanggrahan District in 2022 showed that there were cases of diarrhea at all ages totaling 7,417 people. This study aims to determine the relationship between personal hygiene and sanitation on diarrhea disease in Waste Bank workers in Pesanggrahan District, South Jakarta, 2022. This research is a type of quantitative research using a cross-sectional study design which was conducted from January to March 2023. The data was collected through interviews and direct observation using a questionnaire with 74 respondents. The data obtained were then tested statistically with the chi-square test. The results showed that 51.4% of Waste Bank workers had diarrhea, and 48.6% did not. Factors associated with diarrhea disease in this study were hand washing habits p-value 0,000 and OR = 15.300 [95% CI 3.209 - 72.941], use of PPE p-value 0,001 and OR = 9.333 [95% CI 2.420 - 36.001], availability of clean water p-value 0,001 and OR = 8.000 [95% CI 2.365 - 27.057], and disease-transmitting vectors p-value 0,000 and OR = 18.857 [95% CI 4.873 - 72.978]. It is suggested that Waste Bank workers in Pesanggrahan District apply hand washing habits, wear gloves when working, and pay attention to environmental sanitation conditions and disease-transmitting vectors in the Waste Bank.
S-11236
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Almira Nurul Qisti; Pembimbing: Ema Hermawati; Penguji: Haryoto Kusno Putranto, Ariyanto
Abstrak:
Read More
Dalam rangka pengurangan sampah yang diangkut ke TPA, pentingnya melakukan pengelolaan sampah yang dimulai dari masyarakat yang dapat dilakukan secara sinergis melalui program nasional yaitu bank sampah. Namun hingga saat ini, bank sampah masih belum berfungsi secara maksimal. Pengurangan sampah yang berhasil dilakukan baru mencapai 27,73% dari target sebesar 30% total sampah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sistem pengelolaan sampah pada bank sampah dan mengetahui strategi yang tepat untuk bank sampah di Kecamatan Pasar Minggu agar dapat berkelanjutan dan dapat mengurangi sampah yang diangkut ke TPA. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis SWOT melalui perhitungan bobot dan rating pada indikator kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman berdasarkan aspek-aspek pengelolaan sampah yang ada pada teori Integrated Sustainable Waste Management (ISWM). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam kepada 13 petugas bank sampah, observasi secara langsung ke 4 bank sampah, dan telaah dokumen bank sampah di Kecamatan Pasar Minggu. Hasil analisis SWOT diperoleh bahwa nilai internal atau Internal Factors Analysis Summary (IFAS) sebesar 0,732 dan nilai eksternal atau External Factors Analysis Summary (EFAS) sebesar -1,406 menunjukan bahwa bank sampah di Kecamatan Pasar Minggu sudah berada di posisi yang cukup baik, yaitu berada pada kuadran 2 pada posisi antara sumbu kekuatan (strength) dan ancaman (threat). Posisi ini dapat diartikan bahwa bank sampah di Kecamatan Pasar Minggu disarankan untuk melakukan strategi diversifikasi, yaitu dengan menggunakan kekuatan dari segi internal untuk mengatasi ancaman. Kesimpulannya, bank sampah di Kecamatan Pasar Minggu telah berjalan dengan baik. Namun, untuk terus mempertahankan dan meningkatkan kualitas bank sampah, penting dukungan dari semua pihak dimulai dari masyarakat setempat, RT dan RW, pemerintah setempat, hingga lembaga swasta.
To reduce waste transported to the trash yard, it is important to carry out waste management starting from the community which can be carried out synergistically through a national program, waste bank. However, the waste bank is still not functioning optimally. The successful reduction of waste banks has only reached 27.73% of the target of 30% of total waste. This study aims to analyze the waste management system at the waste bank and find out the right strategy for the waste bank in Pasar Minggu District so that it can be sustainable and can reduce the waste transported to the trash yard. Data analysis was carried out using the SWOT analysis approach by calculating weights and ratings on indicators of strengths, weaknesses, opportunities, and threats based on aspects of waste management in the Integrated Sustainable Waste Management (ISWM) theory. Data collection was carried out through in-depth interviews with 13 waste bank officers, direct observation of 4 waste banks, and review of waste bank documents in Pasar Minggu District. The results of the SWOT analysis showed that the internal value (IFAS) was 0.732 and the external value (EFAS) was -1.406 indicating that the waste bank in Pasar Minggu District is in a fairly good position, which is in quadrant 2 in the position between the strength and threats. This position can be interpreted that the waste bank in Pasar Minggu District is advised to carry out a diversification strategy, namely by using strength from an internal perspective to overcome threats. In conclusion, the waste bank in Pasar Minggu District is running well. However, to continue to maintain and improve the quality of bank waste, support from all parties is important, starting from the local community, RT and RW, local government, to private institutions.
S-11269
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
