Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 39 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Kusmiyati; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra; Puti Aspita Yulianti
Abstrak: Indonesia merupakan salah satu dari sepuluh negara penghasil batubara terbesar di dunia. Karakteristik pertambangan yang padat teknologi membuat industri tambang tidak luput dari risiko kecelakaan kerja yang disebabkan oleh banyak faktor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran penyebab langsung dan penyebab dasar kecelakaan kerja pada kegiatan penambangan batubara terbuka di divisi Mining Operation PT X Tahun 2015. Penelitian ini mengacu pada teori Domino dan Loss Causation Model. Desain penelitian yang digunakan adalah mixed methods research. Data kuantitatif menggunakan data sekunder berupa laporan investigasi kecelakaan untuk melihat distribusi gambaran penyebab kecelakaan kerja yang kemudian dilanjutkan dengan studi kualitatif analisis penyebab kecelakaan kerja pada insiden property damage dan lost time injury. Adapun teknik penelitian yang digunakan adalah SCAT dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan penyebab langsung yang berkontribusi paling banyak adalah pengambilan keputusan yang tidak tepat dari operator, pelanggaran, dan kondisi lingkungan yang berbahaya. Sementara penyebab dasar mencakup: sikap agresif yang tidak tepat, kelelahan dan perilaku selamat yang penting tidak cukup diidentifikasi. Tindakan perbaikan saat ini telah dilakukan oleh operator dengan mengetahui dan mematuhi prosedur kerja. Supervisor akan meningkatkan pengawasan dan manajemen melakukan refreshment terhadap prosedur kerja untuk mencegah kecelakaan serupa tidak terulang kembali.
Kata kunci: kecelakaan kerja, tambang, penyebab langsung, penyebab dasar
Indonesia is one of the ten largest coal producing country in the world. Mining characteristics which complicated and surrounded with high technology make the risk of workplace accidents in mining industry unavoidable which occur due to many factors. The purpose of this study is to describe the immediate causes and basic causes of occupational accidents on surface coal mining activities in Mining Operation Division PT X in 2015. This study refers to Domino and Loss Causation Model theory. The design uses a mixed methods research. The quantitative data using secondary data from the accident investigation reports to get the accident causes distribution, then followed by a qualitative study which analyzing occupational accident causes of property damage and lost time injury incidents. The research tools use SCAT and in-depth interview. The results show that the most contributing factor as a direct cause are improper decision making, violation, and hazardous environmental conditions. While the basic causes include: inappropriate aggression, fatigue and inadequate identification of critical safe behaviors. Improvement behavior is now performed by operators by obey the work procedures. Supervisors will upgrade supervision intensively and management will do the refreshment of working procedures to prevent similar accidents happen again in the next day.
Keywords: Occupational Accidents, mining, direct cause, basic cause
Read More
S-9098
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Jesslyn; Pembimbing: Robiana Modjo; Penguji: Hendra, Puti Aspita Yulianti
Abstrak: Cedera jari dan tangan sangatlah umum terjadi pada Divisi Maintenance. Hal inidikarenakan tipe pekerjaan pada Divisi Maintenance adalah pemasangan danpelepasan komponen yang bervariasi tahapannya, pekerjaan dilakukan saatberjalannya proses, menggunakan mesin yang rumit dan bekerja dengan tekananwaktu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan gambaran kecelakaankerja dan analisis penyebab kecelakaan kerja pada insiden cedera jari dan tangandi Divisi Maintenance PT X. Penelitian ini menggunakan desain penelitiancampuran (mixed methods research) yang diawali dengan pengumpulan 102 datakecelakaan kemudian wawancara mendalam pada 6 orang yang mengalamicedera jari dan tangan, pengawas dan manajemen. Penyebab langsung palingbanyak adalah tidak mengetahui adanya potensi bahaya, mengambil keputusanyang tidak tepat dan penggunaan perkakas secara tidak tepat. Penyebab dasarpaling banyak adalah pengembangan PSP yang tidak memadai, perilaku amanyang penting tidak cukup diidentifikasi. Pekerja masih kurang memiliki kesadaranterkait kesehatan dan keselamatan kerja. Peran supervisor dalam mencegahkecelakaan adalah dengan mengingatkan pekerja terkait aspek keselamatan.Manajemen berperan dalam membuat dan mengembangkan prosedur kerja dalammencegah kecelakaan.
Kata kunci :Kecelakaan kerja, cedera jari dan tangan, divisi maintenance,penyebab langsung, penyebab dasar.
Hand and finger injuries commonly happen in maintenance division. This happenbecause type of work in maintenance division have various stage, workingalongside a running process, using complicated machinery, and time contraints.The objective of this study was to describe occupational accident and analyzeaccident causes hand and finger injury in Maintenance Division PT X. Thisresearch use mixed method research, that start with collecting accident data and indepth interview to 6 person hand and finger injuried, supervisor and management.The most direct causes were lack of knowledge of hazards present, improperdecision making or lack of judgement, and improper use of tools. The underlyingcauses were inadequate development of policies / standards / procedures andinadequate identification of critical safe behaviors. Workers have inadequateawareness to health and safety. The roles of supervisor are reminder workersabout safety issues. Management have made and developed work procedure toprevent accident.
Key words : accident, finger and hand injury, maintenance division, direct causes, underlying causes, supervisor, management.
Read More
S-9161
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ni Ketut Widyaningsih; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Yulianti
Abstrak:

ABSTRAK
Program Jaminan Kesehatan Nasional akan diselenggarakan tahun 2014. Kementerian keuangan menyatakan untuk PBI mendapatkan bantuan iuran sebesar Rp. 15.200,- hal ini menimbulkan pro dan kontra. Beberapa Penyelenggara Pelayanan Kesehatan merasa bahwa besaran iuran tidak dalam angka keekonomian agar besaran pembiayaan program ini tidak salah sasaran perlu upaya pengendalian biaya melalui konsep manage care yaitu sistem kapitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besaran biaya per kapita per bulan dalam penentuan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Kota Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif retrospektif dengan menggunakan data sekunder dari tahun sebelumnya. Lokasi penelitian di Rumah Sakit PMI Bogor pada unit Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) dan Rawat Inap Tingkat lanjutan (RITL). Hasil penelitian ditemukan besaran kapitasi rata-rata penduduk yaitu sebesar Rp. 5,931 perjiwa/bulan yang didapatkan dari perkalian antara rate utilisasi dengan unit cost dari unit pelayanan RJTL dan RITL. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan besaran iuran atau premi yang diberikan pemerintah masiih mencukupi bagi PBI Kota Bogor. ABSTRACT National Health Insurance Program will be held in 2014. The ministry of finance declared to Beneficiary Contribution (BC) received contribution assistance for Rp. 15,200,-and this raises the pros and cons. Some Health Care Provider find that the amount of contributions is not in the economic numbers. To keep the amount of the contribution of these programs is on target, there is a need to control the cost through the concept of managed care capitation system. The purpose of this research is to determine the cost per capita per month in determining the BC city of Bogor. This research is a retrospective quantitative research using secondary data from previous years. Research location is at Red Cross Hospital in Bogor in Advanced Level Outpatient unit (RJTL) and Advance Level Inpatient (RITL). The research found an average capitation of residents is Rp. 5,931 per person per month were obtained from the multiplication between the utilization rate of unit cost and service units RJTL RITL. From the research it is concluded that the amount of contributions or premiums given by the government is sufficient for BC city of Bogor.

Read More
T-3879
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sarah Kurnia Oktaviani; Pembimbing: Wiku Bakti Bawono Adisasmito; Penguji: Dumilah Ayuningtyas, Tamsiah Yulianti
Abstrak: Instalasi Farmasi adalah salah satu unit di rumah sakit yang memberikan layanan produk dan jasa dalam bentuk pelayanan resep. Mutu pelayanan resep farmasi yang baik dikaitkan dengan kecepatan dalam memberikan pelayanan. Pada pengamatan pelayanan resep pasien rawat jalan JKN yang dilakukan selama 12 belas hari di Instalasi Farmasi di RSUD Pasar Rebo pada 211 sampel resep, ditemukan bahwa waktu tunggu pasien untuk memperoleh obat racikan 4 jam 14 menit dan non racikan 3 jam 29 menit. Dan hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata proses waktu pengerjaan obat non racik per resepnya yaitu 5 menit 13 detik dan obat racikan 15 menit 21 detik. Penelitian ini menganalisis faktor yang mempengaruhi waktu tunggu pelayanan resep obat pasien rawat jalan JKN di Instalasi Farmasi RSUD Pasar Rebo Berdasarkan hasil penelitian ini, keterlambatan pelayanan disebabkan kurangnya jumlah petugas, beban kerja yang tidak sesuai dengan jumlah sumber daya manusia yang ada dan belum memiliki standar waktu pelayanan, serta tata letak ruangan. Diharapkan meningkatkan komitmen dalam bekerja dengan tidak menunda atau menumpuk pekerjaan dengan memiliki standar waktu pelayanan bagi petugas farmasi dalam bekerja. Kata Kunci : Waktu Tunggu, Pelayanan Resep, Farmasi Rumah Sakit
Pharmacy is one of the units in hospitals that provide services of products and services in the form of prescription services. Quality of service good pharmacy prescriptions associated with speed in providing services. In observation of outpatient prescription services JKN conducted over 12 twelve days in Pharmacy at Pasar Rebo Hospital on 211 samples of prescription, it was found that the waiting time of patients to obtain the drug concoction of 4 hours 14 minutes and non concoction 3 hours 29 minutes. And the result showed that the average processing time process non concotion per prescription medicine that is 5 minutes 13 seconds and drug concoction of 15 minutes 21 seconds. This study analyzes the factors that influence the waiting time of service prescription outpatient JKN in Pharmacy Pasar Rebo Hospital Based on these results, delays in service due to insufficient numbers of personnel, work load that does not correspond to the amount of human resources there and not have a standard time services, as well as the layout of the room. The expected increase in the commitment to work with no delay or accumulate work with service time standards for pharmaceutical officers at work. Keyword : waiting times, prescription services, hospital pharmacy
Read More
S-8971
Depok : FKM-UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sofie Sachaya; Pembimbing: Ahmad Syafiq; Penguji: Triyanti, Yulianti Wibowo
Abstrak:
Sugar-Sweetened Beverages (SSB) merupakan minuman berpemanis yang mengandung gula berkalori tambahan dan dapat menyebabkan resistensi insulin, penumpukan lemak, hingga obesitas yang meningkatkan risiko penyakit metabolik. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan konsumsi SSB berdasarkan karakteristik individu, faktor lingkungan, dan gaya hidup pada mahasiswa Rumpun Ilmu Kesehatan (RIK) dan non-RIK di Universitas Indonesia tahun 2025. Desain penelitian ini adalah kuantitatif cross-sectional dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring pada 191 mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa 50,2% mahasiswa mengonsumsi SSB tinggi (≥6 kali/minggu), dengan proporsi lebih tinggi pada mahasiswa non-RIK (53,1%) dibanding RIK (46,8%). Konsumsi SSB secara signifikan berbeda berdasarkan sikap terhadap konsumsi SSB (p=0,007), tingkat stres (p=0,017), pengaruh iklan (p=0,022), dan kebiasaan merokok (p=0,037). Mahasiswa disarankan untuk membatasi atau tidak sama sekali mengonsumsi SSB untuk mencegah dampak negatif terhadap kesehatan metabolik.

Sugar-Sweetened Beverages (SSBs) are sweetened drinks containing added caloric sugar, which can lead to insulin resistance, fat accumulation, and obesity, increasing the risk of metabolic diseases. This study aimed to examine differences in SSB consumption based on individual characteristics, environmental factors, and lifestyle among health science (RIK) and non-health science (non-RIK) students at Universitas Indonesia in 2025. A cross-sectional quantitative design was used, with data collected through an online questionnaire completed by 191 students. The results showed that 50.2% of students had high SSB consumption (≥6 times per week), with a higher proportion among non-RIK students (53.1%) compared to RIK students (46.8%). Significant differences in SSB consumption were found based on attitudes toward SSB (p=0,007), stress levels (p=0,017), advertising influence (p=0,022), and smoking habits (p=0,037). It is recommended to limit or completely avoid the consumption of sugar-sweetened beverages (SSBs) to reduce the risk of metabolic health issues.
Read More
S-11985
Depok : FKM-UI, 2025
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rita Novianti; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Permanasari, Vetty Yulianti, Sinom Priyanti
S-8963
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Silviatri; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianti Permanasari, Samsul Bahri
Abstrak: Skripsi ini membahas tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat pengetahuan calon peserta JKN mandiri tentang sistem pendaftaran peserta di BPJS Kesehatan Kantor Cabang Depok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, paparan media massa dan pengalaman mengikuti asuransi komersial calon peserta JKN mandiri serta hubungannya dengan tingkat pengetahuan calon peserta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Berdasarkan hasil penelitian, responden yang memiliki tingkat pengetahuan kurang yaitu sebesar 54,2%. Terdapat perbedaan yang signifikan antara pendidikan, pendapatan keluarga, dan paparan media massa dan pengalaman ikut askeskom dengan tingkat pengetahuan Kata kunci Tingkat pengetahuan calon peserta, JKN mandiri, sistem pendaftaran peserta

The focus of this study is the factors associated with knowledge level of prospective participants JKN independent about the participant registration system in Depok Branch Office of BPJS Kesehatan. The purpose of this study is to describe the age, sex, education, occupation, income, exposure to mass media, experience following commercial insurance conducted prospective participants JKN independent by and determine its relationship with the knowledge level. This is a quantitative research with cross-sectional study design. The result showed that 54,2% of respondents have less knowledge level. There were significant differences between education, income, experience following commercial insurance, exposure to mass media with the knowledge level. Key words: Knowledge level of prospective participants, JKN independent, participant registration system
Read More
S-9581
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dila Efiyanti; Pembimbing: Atik Nurwahyuni; Penguji: Vetty Yulianti Permanasari, Habib Priyono
S-7013
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ridho Mardatilah; Pembimbing: Jaslis Ilyas; Penguji: Vetty Yulianti Permanasari, Akhda Rasyidi
S-7231
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hurun In; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Vetty Yulianti Permanasari, Andi Saputro
S-7962
Depok : FKM-UI, 2013
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive