Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Indah Purnama Sari; Pembimbing: Kemal Nazaruddin; Penguji: Besral, Agustin Kusumayati, Rahmadewi, Siti Aminah Waluyo
Abstrak:

Tingginya persentase penggunaan kontrasepsi hormonal (pil dan suntikan) tidak diikuti dengan tingginya angka kelangsungan. Angka putus pakai untuk metode pil mengalami kenaikan dari 32% (SDKI 2002-2003) menjadi 39% (SDKI 2007). Sementara itu, angka putus pakai metode suntikan juga mengalami kenaikan dari 18% (SDKI 2002-2003) menjadi 23% (SDKI 2007). Kualitas pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu elemen yang penting dalam mencapai pemakaian alat kontrasepsi yang berlangsung lama (lestari). Salah satu elemen kualitas pelayanan keluarga berencana adalah informasi yang diberikan kepada klien dan mekanisme follow-up dan kontak kembali. Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional (studi potong lintang) yang dianalisis menggunakan analisis survival.Berdasarkan hasil penelitian terdapat hubungan antara kualitas pelayanan keluarga berencana dengan kelangsungan pemakaian kontrasepsi hormonal (pil dan suntikan) (p-value = 0,000) dan terdapat interaksi antara variabel kualitas pelayanan keluarga berencana dengan keputusan menggunakan alat/cara KB serta interaksi antara kualitas pelayanan KB dengan keinginan mempunyai anak. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah akseptor yang mendapatkan pelayanan keluarga berencana yang berkualitas dengan keputusan suami saja dan orang lain dalam menggunakan alat/cara KB memiliki risiko untuk gagal mempertahankan kelangsungan pemakaian kontrasepsi hormonal (pil dan suntikan) lebih tinggi 1,7 kali dibandingkan dengan akseptor yang mendapatkan pelayanan keluarga berencana yang berkualitas dengan keputusan bersama dalam menggunakan alat/cara KB (p-value = 0,008) setelah dikontrol oleh kesamaan keinginan anak antara suami dan isteri, jumlah anak dan efek samping. Oleh karena itu, diperlukan pemberi pelayanan (provider) yang mampu melayani kebutuhan KB dan kesehatan reproduksi laki-laki dan perempuan yang meliputi pelayanan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) serta pelayanan KB dan kesehatan reproduksi yang dapat memenuhi kebutuhan perempuan dan laki-laki, yaitu pelayanan Komunikasi Interpersonal (KIP)/konseling dan pelayanan medis berkaitan dengan KB dan kesehatan reproduksi. Kata Kunci: Kualitas Pelayanan, Keluarga Berencana, Kelangsungan Pemakaian, Kontrasepsi Hormonal (pil dan suntikan)


The high percentage using of hormonal contraceptives (pills and injections) are not followed by a high rate of survival. The drop out rate for the method of pill use rose from 32% (IDHS 2002-2003) to 39% (IDHS 2007). Meanwhile, the dropout rate used method of injection also increased from 18% (IDHS 2002-2003) to 23% (IDHS 2007). Quality of family planning services is one of the important element in achieving contraceptive use long-lasting (sustainable). The element is information given to clients and recontact and follow-up mechanisms. This study uses a descriptive analytic with cross sectional approach were analyzed using survival analysis. Based on the results of the study there is a relationship between the quality of family planning services with continuity of use of hormonal contraceptives (pills and injections) (p-value = 0.000) and there is interaction between the quality of family planning services with  decisions using of tools/methods of family planning and the interaction between the quality of family planning services with the desire for more children. The conclusions in this study is acceptors are getting a qualified family planning services by husband decision maker and others to using tools/methods of family planning has failed to maintain the continuity of risk for using hormonal contraceptives (pills and injections) 1,7 times higher than the acceptors who received family planning services qualified by a joint decision to using tools/methods of family planning (p-value = 0.008) after controlled by a common wishes of children between husband and wife, number of children and side effects. Therefore required provider which capable of serving the needs of family planning and reproductive health of men and women includes IEC (Information, Education and Communication) service as well as family planning and reproductive health services that can meet the needs of women and men, Interpersonal Communication (IPC)/counseling and medical services related to family planning and reproductive health. Keywords: Quality of Services, Family Planning, Continuity of Use, Hormonal Contraceptive (Pills & Injections)

Read More
T-3571
Depok : FKM-UI, 2012
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
RR. Nur Fauziyah; Pembimbing: Luknis Sabri, Besral; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Djoko Kartono, Mimin Aminah
T-2349
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dhea Agnia Ilmani; Pembimbing: Sandra Fikawati; Penguji: Diah Mulyawati Utami, Triyanti; Aminah Toaha, Saraheni
Abstrak:
Stunting merupakan salah satu bentuk sindrom yang menyebabkan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan, disabilitas kognitif dan gangguan metabolisme yang akan meningkatkan morbiditas dan mortalitas pada anak. Prevalensi stunting di Indonesia adalah 21.6%, sedangkan prevalensi stunting di Provinsi Kalimantan Timur adalah 23.9% (SSGI 2022). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan stunting anak usia 12 - 23 bulan di Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Jenis data yang dikumpulkan adalah data sekunder. Pada penelitian ini persentase stunting pada anak usia 12 sampai 23 bulan didapatkan sebesar 31.5%. Faktor dominan yang berhubungan dengan stunting adalah berat badan lahir (OR=3.43) dan tinggi ibu (OR=1.53) setelah dikontrol oleh panjang badan lahir anak dan keragaman makanan. Stunting lebih tinggi terjadi pada anak dengan berat badan lahir kurang dari 2500gr.

Stunting is a form of syndrome that causes growth and development delays, cognitive disabilities and metabolic disorders which will increase morbidity and mortality in children. The prevalence of stunting in Indonesia is 21.6%, while the prevalence of stunting in East Kalimantan Province is 23.9% (SSGI 2022). This study aims to determine the determinants of stunting in children aged 12 - 23 months in East Kalimantan Province in 2022. This research is a quantitative study with a cross-sectional study design. The type of data collected is secondary data. In this study, the percentage of stunting in children aged 12 to 23 months was found to be 31.5%. The dominant factors associated with stunting were birth weight (OR=3.43) and maternal height (OR=1.53) after controlling for the child's birth length and dietary diversity. Stunting is higher in children with a birth weight of less than 2500g.
Read More
T-6858
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Avinia Ismiyati; Pembimbing: Fatma Lestari; Penguji: Robiana Modjo, Dadan Erwandi, Berton Suar Panjaitan, Aminah
Abstrak: Kota Palu dan Gorontalo adalah ibu kota provinsi yang terletak di Pulau Sulawesi, Indonesia. Di tahun 2018, Kota Palu mengalami bencana, gempa, tsunami danfenomena likuifaksi yang menyebabkan ribuan orang meninggal dunia dan ratusan ribu orang harus mengungsi. Potensi bencana dan keadaan darurat ini juga berpotensi terhadap Kota Gorontalo yang secara geografis tidak berbeda dengan Kota Palu. Kejadian bencana alam tersebut memberikan dampak terhadap tenaga kerja dan perusahaan, termasuk industri perhotelan Tidak hanya bencana alam, keadaan darurat di industri perhotelan juga dapat terjadi akibat bencana nonalam maupun bencana sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat kesiapsiagaan keadaan darurat dan bencana khususnya di bidang perhotelan yang berada di Kota Palu dan Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang diadopsi dari APEC tourism risk management dan tourism resilience index. Focus Group Discussions dan Wawancara juga dilakukan untuk mengeksplorasi implementasi manajemen keadaan darurat dan bencana di tempat kerja. Hasil analisis korespondensi berganda faktor kesiapsiagaan manajemen keadaan darurat dan bencana pada hotel di Kota Palu relatif lebih dekat dengan kategori variabel sedang dibandingkan dengan Kota Gorontalo yang relatif cenderung berada pada kategori rendah untuk di seluruh variabel penelitian. Berdasarkan hasil tersebut, peran serta sektor private dan pemerintah sangat diperlukan untuk membangun sinergisitas program disaster risk reduction baik skala lokal maupun nasional.
Palu and Gorontalo cities are provincial capitals located on Sulawesi Island, Indonesia. In 2018, the city of Palu was hit by the earthquake, tsunami disaster and liquefaction which a phenomenon that caused thousands of people to lose the world and thousands of people had to be displaced. Potential disasters and emergencies also discussed Gorontalo City which is different from Palu City. Natural disasters have an impact on workers and companies, including the hospitality industry. Not only natural disasters, emergency situations in the hotel industry can also occur due to non-natural disasters or social disasters. This study aims to increase the level of emergency and disaster preparedness in the hotel sector in Palu and Gorontalo. The method used in this study is a questionnaire adopted from APEC tourism risk management and tourism resilience index. Focus Group Discussions and Interviews were also conducted to discuss the implementation of emergency and disaster management in the workplace. The results of the multiple correspondence analysis of emergency preparedness and disaster management factors in hotels in Palu are relatively closer to the medium rating, while the emergency and disaasters preparedness factors in Gorontalo were relatively on the low categories for research variables. Based on these results, the participation of the private sector (hospitality industry) and the government is needed to build synergy in disaster risk reduction programs both locally and nationally
Read More
T-5978
Depok : FKM UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive