Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Lia Nurdini; Pembimbing: Sabarinah Prasetyo, Agustin Kusumayati; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Wendy Hartanto, Yuli Amran
Abstrak: Pembangunan kependudukan dan keluarga berencana berupaya meningkatkankualitas dan mengendalikan kuantitas penduduk Indonesia. Data (Susenas, 2015)memperlihatkan jumlah pemakaian kontrasepsi menurun dari tahun 2014 sebesar61,75% menjadi 59,98% pada tahun 2015, selaras dengan peningkatan unmet needkontrasepsi dari tahun 2014 sebesar 10,98% menjadi 15,8% pada tahun 2016 (SRPJMN,2016). Unmet need kontrasepsi merupakan ketidakterpenuhan kebutuhan kontrasepsiatau yang dikenal dalam penelitian ini sebagai unmet need tipe 1. Selain unmet needtipe 1 terdapat unmet need tipe 2 yaitu ketidaksesuaian penggunaan kontrasepsi.Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan unmetneed tipe 1 dan unmet need tipe 2 kontrasepsi keluarga berencana di Provinsi SumatraBarat. Studi kuantitatif data sekunder ini memakai hasil Survei RancanganPembangunan Jangka Menengah Nasional (SRPJMN) Sumatra Barat tahun 2017,dengan total sampel sebanyak 1180 pasangan usia subur. Analisis statistik yangditerapkan adalah regresi logistik multinomial. Variabel dependen berkategori unmetneed tipe 1, unmet need tipe 2 dan met need. Sedangkan variabel independen terdiri atasfaktor predisposisi dan faktor pendukung. Hasil menunjukkan mayoritas (58,5%)subyek berusia >35 tahun, dengan jumlah anak ≤2 (57,7%) dan tinggal di perdesaan(60,9%). Tingkat unmet need tipe 2 (29,7%), jauh lebih tinggi dibandingkan unmet needtipe 1 (22,2%). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yangberhubungan dengan unmet need tipe 1 adalah tempat tinggal (OR=1,4), konseling(OR=4,2), pendidikan (OR=1,7), dan kunjungan petugas KB (OR=0,6). Pada unmetneed tipe 2 variabel yang berhubungan adalah tempat tinggal (OR=1,4) dan konseling(OR=3,2). Variabel yang paling dominan berhubungan dengan unmet need tipe 1 danunmet need tipe 2 adalah konseling. Rekomendasi ditujukan kepada petugas KB untukdapat meningkatkan mutu dalam melaksanakan tugasnya, bekerja sama bersama tokohagama dan tokoh masyarakat dalam upaya melakukan konseling yang efektif sehinggadapat meningkatkan keterpenuhan kebutuhan kontrasepsi dan penggunaan KB yangrasional.Kata kunci: unmet need tipe 1, unmet need tipe 2, keluarga berencana, RPJMN, Sumatra Barat
Population and family planning development makes serious effort to improvethe quality and control the quantity of Indonesians. Data (Susenas, 2015) show thenumber of contraceptive use decreased from 61.75% by 2014 to 59.98% by 2015, inline with the improvement of unmet need for contraception from 10.98% by 2014 to15.8% by 2016 (SRPJMN, 2016). Unmet need for contraception is an inconsistency ofcontraceptive requirement or known in this research as type 1 unmet need. Besides thetype 1 unmet need there is type 2 unmet need that is mismatch of contraception usage.This study aims to know factors related to type 1 unmet need and type 2 unmet need forcontraception of family planning in West Sumatra Province. This was a study using datafrom National Mid-Term Development Plan Survey (SRPJMN) of West Sumatra for theyear 2017. We used the multinomial logistic regression to analyze the data for 1,180couples of reproductive age. The categories of dependent variable were type 1 unmetneed, type 2 unmet need, and met need. Independent variables consists of predisposingfactors and supporting factors. The results show the majority (58.5%) of subjects aged >35 years, number of children ≤ 2 (57.7%), and living in rural area (60.9%). Theproportion of type 2 unmet need (29.7%) is higher than type 1 unmet need (22.2%). Themultivariate analysis shows that variables related to type 1 unmet need were residence(OR = 1.4), counseling (OR = 4.2), education (1.7), and family planning health workervisit (OR = 0.6). While variables related to type 2 unmet need were residence (OR =1.4) and counseling (OR = 3.2). The most dominant variable associated with type 1unmet need and type 2 unmet need was counseling. Recommendations are addressed tofamily planning health workers in order to improve quality in family planning services,collaborate with religious leaders and community leaders to commit effectivecounseling so it can improve the needs of contraception and rational use of familyplanning.Keywords: type 1 unmet need, type 2 unmet need, family planning, RPJMN, WestSumatra.
Read More
T-5393
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Rahmah Hidayatullah Lubis; Promotor: Indri Hapsari Susilowati; Kopromotor: Besral, Endang Laksminingsih; Penguji: L. Meily Kurniawidjaja, Robiana Modjo, Yuli Amran, Hera Nurlita
Abstrak:
Ibu bekerja memiliki risiko lebih tinggi untuk melakukan terminasi menyusui lebih awal. Berbagai bentuk kebijakan sudah ditetapkan oleh Pemerintah. Tetapi kesadaran di industri masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model dukungan laktasi di tempat kerja pada industri tekstil. Pendekatan penelitian menggunakan metode campuran dengan jenis desain eksploratori. Penelitian dilakukan pada April 2023-2024 pada 4 perusahaan tekstil di Kabupaten Sumedang Jawa Barat. Pengambilan data kualitatif dilakukan pada delapan orang informan. Sampel penelitian kuantitatif adalah pekerja wanita usia 15-49 tahun, memiliki anak usia ≥ 6 bulan-5 Tahun, dengan sampel berjumlah 558 orang yang didapatkan menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ASI eksklusif memiliki hubungan signifikan dengan variabel tidak terpapar iklan susu formula (p=<0.001, OR=30.8 (95% CI: 9.08 – 104.6)), tidak mengalami stress kerja (p=<0.001, OR= 8,65 (95% CI: 2.89 – 25.8)), bekerja non shift (p=<0,001 OR=3.84 (95% CI: 1.93 -7.62)), tidak terpapar sosial budaya (p=0,016, OR=2.38 (95% CI: 1.17–4.83)) dan pengetahuan baik (p=0,025, OR=2.299 (95% CI: 1.042 – 5.072)) setelah dikendalikan oleh faktor implementasi program GP2SP, kebijakan laktasi, cuti melahirkan, ruang laktasi, sikap dan niat. Model Galaksi-Rose menunjukkan bahwa strategi peningkatan pemberian ASI eksklusif berfokus pada aspek intrapersonal pada pekerja dengan memaksimalkan peran dari tempat kerja dan peran dari lingkungan sosial. Peran lintas sektor secara luas diharapkan terutama dalam hal pemberian edukasi manajemen dan fisiologi laktasi untuk meningkatkan kesadaran bahwa ASI eksklusif memiliki manfaat bagi pekerja wanita dan bayinya, memiliki keuntungan bagi perusahaan, melakukan pengawasan dan pengaturan kondisi lingkungan kerja untuk menguatkan pekerja wanita sebagai pejuang ASI.

Working mothers have a higher risk of early breastfeeding termination. The government has established various policies. However, awareness in the industry is still low. This study aims to develop a model of workplace lactation support in the textile industry. The research approach used mixed methods with exploratory design. The research was conducted in April 2023-2024 in 4 textile companies in Sumedang Regency, West Java. Qualitative data collection was conducted on eight informants. The quantitative research sample was female workers aged 15-49 years, with children aged ≥ 6 months-5 years, with a sample of 558 people obtained using accidental sampling. The results showed that exclusive breastfeeding had a significant relationship with the variables of not being exposed to formula milk advertising (p=<0.001, OR=30.8 (95% CI: 9.08 - 104.6)), not experiencing work stress (p=<0.001, OR=8.65 (95% CI: 2.89 - 25.8)), working non-shift (p=
Read More
D-523
Depok : FKM-UI, 2024
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive