Abstrak:
Karantina X merupakan unit pelaksana teknis Badan Karantina Indonesia yang berperan penting dalam mendukung pelaksanaan pengujian karantina melalui penggunaan metode pengujian terstandar dan peralatan laboratorium yang relatif modern. Seiring dengan meningkatnya kapasitas pengujian, laboratorium Karantina X dihadapkan pada tingginya volume dan kompleksitas pekerjaan yang harus ditangani oleh pegawai. Kondisi tersebut menuntut pengelolaan sumber daya manusia yang proporsional agar kinerja dan kualitas pelayanan tetap terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja pegawai laboratorium Karantina X serta menentukan kebutuhan pegawai optimal berdasarkan kondisi kerja aktual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Populasi sampel adalah seluruh pegawai laboratorium Divisi KMPP Karantina X sebanyak 10 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung non-intervensi menggunakan metode stopwatch time study serta penelusuran dokumen pendukung. Analisis beban kerja dilakukan dengan metode Full Time Equivalent (FTE) untuk mengukur beban kerja pegawai, serta metode Workload Analysis (WLA) untuk menghitung kebutuhan jumlah pegawai optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja pegawai laboratorium Karantina X berada pada kategori overload, yang ditandai oleh nilai indeks FTE 1,51 – 1,84. Hasil perhitungan kebutuhan pegawai menggunakan metode WLA menunjukkan bahwa jumlah pegawai optimal yang dibutuhkan berada pada kisaran 11 hingga 19 pegawai, lebih besar dibandingkan jumlah pegawai aktual sebanyak 10 orang. Berbagai skenario perhitungan melalui uji sensitivitas terhadap nilai rating factor, allowance, dan jam kerja menunjukkan variasi kebutuhan pegawai, namun seluruh hasil secara konsisten mengindikasikan bahwa jumlah pegawai yang tersedia belum mencukupi, sehingga beban kerja pegawai berada pada kategori berlebih. Kata Kunci : Beban kerja, Full Time Equivalent (FTE), Workload Analysis (WLA), Keamanan Mutu Pangan Pakan.
Quarantine X is a technical implementing unit of the Indonesian Quarantine Agency that plays a vital role in supporting quarantine testing through the use of standardised testing methods and relatively modern laboratory equipment. Along with the increasing testing capacity, the Quarantine X laboratory faces a high volume and complexity of work that must be handled by its staff. This condition requires proportional human resource management to ensure that performance and service quality are maintained. This study aims to analyse the workload of laboratory staff at Quarantine X and to determine the optimal staffing requirements based on actual working conditions. This study employs a quantitative approach with a descriptive design. The population and sample consist of all laboratory staff in the KMPP Division of Quarantine X, totalling 10 employees. Data were collected through direct non-intervention observations using the stopwatch time study method and a review of supporting documents. Workload analysis was conducted using the Full Time Equivalent (FTE) method to measure staff workload and the Workload Analysis (WLA) method to calculate optimal staffing requirements. The results indicate that the workload of laboratory staff at Quarantine X falls into the overload category, as reflected by FTEindex values ranging from 1.51 to 1.84. The WLA results show that the optimal number of staff required ranges from 15 to 17 employees, which is higher than the current staffing level of 10 employees. Various calculation scenarios based on sensitivity testing of rating factors, allowance values, and working hours demonstrate variations in staffing needs. However, all scenarios consistently indicate that the current number of staff is insufficient, resulting in an excessive workload condition.