Ditemukan 155 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Lenny Lia Ekawati; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Tris Eryando
Abstrak:
Read More
Proses pengarsipan sediaan apus darah tepi (SADT) dan sertifikasi diagnosis mikroskopis di U.S.NAMRU-2 telah berjalan. Masalah utamanya adalah basis data yang memuat posisi penyimpanan SADT belum tersedia dan pemanfaatan kembali SADT yang telah dikumpulkan belum optimal. Penyimpanan dan pengolahan data pada proses sertifikasi belum terintegrasi dan masih dilakukan secara manual, sehingga informasi yang dihasilkan memerlukan waktu lama. Tujuan pengembangan sistem MC4 adalah membangun manajemen basis data pengarsipan SADT dan standarisasi proses sertifikasi kompetensi diagnosis mikroskopis malaria. Untuk mendukung tujuan dan sebagai salah satu alternatif pemecahan masalah, dikernbangkan juga komputerisasi basis data berupa rancang bangun (prototype) MC4. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam dan studi observasi. Pengembangan sistem menghasilkan rancang bangun (prototype) MC4 dengan basis data relasional. Uji cobs rancang bangun menunjukkan berhasilnya operasional sistem berdasarkan indikator input, proses dan output yang telah ditetapkan.
System Development of The Microscopy Competency Certification and Collection Center (MC4) In U.S.NAMRU-2, Jakarta Archiving process of blood smear and certification process of microscopic diagnosis of malaria in US NAMRU-2 has been running. The main problems are unavailability of database that contains blood smear archiving position and re-use of the collected blood smears. Data saving and processing in certification process is not yet integrated and has been done manually, so it takes long time to acquire the information needed. MC4 system development is purposed to build data base management system for archiving process of malaria blood smear and standardization procedure for competency certification in microscopic diagnosis of malaria. To support these goals, the MC4 prototype as a computerized database is also developed. This system development used in depth interview and observation study as data collection methods. Final result of this activity is MC4 prototype with relational database. Prototype trial study shows the success of system operational, based on determined indicator of input, process and output.
T-1659
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
H Urip Suprihadi; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Tris Eryando
Abstrak:
Read More
Salah satu kegiatan pokok promosi kesehatan yaitu bina suasana. menggunakan media dan sarana pendukung sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan kesehatan agar lebih meresap dalam tata nilai masyarakat untuk mewujudkan salah satu visi promosi kesehatan yaitu mensosialisasikan pesan-pesan kesehatan menuju tercapainya visi promosi kesehatan yaitu tumbuhnya gerakan-gerakan hidup sehat di masyarakat yang didasari oleh kesadaran untuk berperilaku hidup bersih dan sehat serta kepedulian untuk berperan dalam upaya kesehatan (Dachroni, 2001) Dalam menjamin akuntabilitas dan ketersediaan media yang terkendali, media promosi kesehatan sebagai unsur logistik perlu diatur pengelolaannya. Pengembangan sistem informasi logistik media promosi kesehatan tingkat kabupaten merupakan sarana untuk mengetahui informasi logistik secara akurat, relevan dan tepat waktu. Pengembangan dilakukan di Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Social Kabupaten Hulu Sungai Tengah dengan waktu pengesnbangan pasca hujan Nopemher - Desember 2002. Pengembangan sistem informasi logistik media promosi kesehatan ini menggunakan pendekatan kualitatif dalam pengumpulan data, melalui metode wawancara mendalam, analisis dokumen dan observasi. Data yang didapat dianalisis untuk menentukan deskripsi sistem, permasalahan sistem, dan penetapan kehutuhan informasi. Penetapan strategis pengembangan dianalisis melalui metode analisis SWOT. Fakta-fakta dibedakan menjadi kekuatan (srrenghts), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) sistem. Prototipe perangkat lunak aplikasi yang dihasilkan dirancang berdasar kebutuhan infonmasi yang diletapkan dengan memperhatikan indikator informasi logistik yang ada. Keberadaan sistem informasi logistik media promosi kesehatan masih belum ada, hal ini menyebahkan informasi LogisLik media tidak dapat diketahui dengar akurat. Untuk itu pengembangan sistem informasi logistik media promosi kesehatan adalah jawaban alternatif tepat. Perancangan prototipe setelah diuji kelayakan operasionalnya dalam skala uji laboratorium diusulkan untuk diuji pada tingkat uji lapangan di masa mendatang. Pengujian keluaran indikator informasi dan indikator logistik yang dihasilkan diharapkan lebih berkembang dalam tingkat uji berikutnya (uji lapangan) Pengembangan sistem informasi logistik media promosi kesehatan dengan sistem konversi, otomasi, berbasis komputer dengan penggunaan manajemen basis data diharapkan dapat menghasilkan informasi logistik media promosi kesehatan yang akurat, relevan dan tepat waktu- Keluaran dari laporan, laporan analisa, laporan saring dan katalog media promosi dapat dimanfaatkan untuk identifikasi, pengambilan keputusan, perencanaan, monitoring, dan evaluasi. Keterbatasan kelayakan operasional dalam tingkat uji laboratorium dan indikator informasi logistik yang dihasilkan, diharapkan dapat lebih dikembangkan dalam uji lapangan yang diharapkan. Rekomendasi perangkat keras, perangkat lunak, sumber daya manusia, dan organisasi/manajemen sistem yang diusulkan dalam implemenlasi sistem diharapkan dapat terpenuhi untuk kesempurnaan pemanfaatan perangkat lunak aplikasi yang dibuat dan untuk kepentingan pengujian berikutnya (uji lapangan).
The one of main activity health promotion is milieu building . has applying media and media support as tool to extending some health messages so that more absorbed in the social order of society to concrete the one of health promotion mission that is socialization health messages to reach health promotion vision that is growing of the clean and healthy live activity and attention to participate in health effort (Dachroni, 2001 ). In guarantee of media accountability and availability that restrained, health promotion media as a part of the logistic element is needed to manage .Development of Health Promotion Media Logistic Information System in district level is a tool to know logistic information accurately, relevant, and timely. This is done in Health and Social Prosperity Department, on Central Ruin Sungai District, at November to December 2002. Development of Health Promotion Media Logistic Information System is viewed the qualitative approachment to collect data, through in depth interview method, documents analysis and observation. The result is analyzed to determine system description. The act of determining development strategy is analyzed through SWOT analysis method. The facts is separated to the strengths, weaknesses, opportunities, and system threats. The application software prototype result is designed based to the needs of the information that selected with the pay attention to the logistic information indicators. The existence of the Health Promotion Media Logistic Inti3rmation System isn't did yet, that is resulted media logistic information is not known accurately I n order, the development of Health Education Promotion Logistic information System is the right alternate answer. Design of prototype after tested in the laboratory level is proposed to tested in the field test level in the next time. The test of information indicators and logistic indicators output was resulted is hoped can growing up in the next level (field level test). The development of Health Promotion Media Logistic Information System with the convection system, automation, computer based, using database management is hoped can increase the quality of Health Promotion Media Logistic Information become accurately, relevant. and timely. The output of the report. analyzed report, filtered form, and catalogues can used for identification, decision making, planning, monitoring and evaluation. The limitation of the suitable operation in the laboratory test level and logistic information indicators that resulted, is hoped can more developed in the field level that proposed_ The recommendation of the hardware, software, brain ware and system management or system organization that proposed in the system implementation is hoped filled to the completeness using application software prototype that resulted and for the importance of next test (field test level).
T-1597
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dianing Pujiarti; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Tris Eryando
T-1948
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Bambang Purwanto; Pembimbing: Alex Papilaya; Penguji: Tris Eryando
Abstrak:
Tujuan pembangunan kesehatan sesuai yang diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 23 tahun 1992 adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Sebagai salah satu program yang diunggulkan oleh pemerintah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat adalah program imunisasi. Indonesia pada tahun 1977 mulai melaksanakan Pengembangan Program Imunisasi (PPI) di 55 Puskesmas dengan pemberian vaksin BCG dan DPT 1.2.3 pada tahun 1980 ditambah vaksin polio, dan tahun 1982 ditambah vaksin campak sehingga mencakup 6 macam antigen. Pada tahun 1990 Indonesia mendeklarasikan pencapaian Universal Child Immunization (UCI) secara nasional, yang dalam operasional dijabarkan sebagai tercapainya cakupan imunisasi dasar lengkap lebih sama dengan 80%, yaitu 1 dosis BCG, 3 dosis Polio, 3 dosis DPT, 1 dosis campak, dan 3 dosis hepatitis B, sebelum bayi berusia 1 tahun. Selanjutnya secara bertahap diharapkan tahun 1992 tercapai UCI propinsi, 1994 UCI kabupaten, 1996 UCI kecamatan, dan tahun 2002 UCI desa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pencapaian UCI di Kabupaten Lampung Tengah, dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pencapaian UCI tersebut, dengan menitik beratkan pada pencapaian UCI di masing-masing kecamatan dan Puskesmas. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi cross sectional dengan pendekatan kuantitalif, pengumpulan data primer menggunakan instrumen berupa kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 30 orang yaitu seluruh petugas imunisasi Puskesmas. Setelah melalui pcngolahan data, kemudian dilakukan analisa data dengan menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat (Chi-Square test). Dari hasil uji ternyata didapatkan 5 variabel independen yang mempunyai hubungan bermakna dengan pencapaian UCI, yaitu: motivasi, pengawasan, mitra kerja, imbalan, dan dana. Selain variabel yang rnempunyai hubungan bermakna secara statistik, terdapat beberapa variabel yang secara substansi cukup signifikan berhubungan dengan pencapaian UCI, yaitu kepemimpinan, sarana, supervisi, dan vaksin. Disarankan perlunya kerjasama dari seluruh pihak yang terkait baik lintas program maupun lintas sektoral untuk meningkatkan pencapaian UCI, terutama pada upaya peningkatan motivasi bagi petugas imunisasi, pola kepemimpinan yang baik dari pimpinan Puskesmas, perencanaan yang baik dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah dalam usulan kegiatan dan anggaran pembangunan kesehatan, Serta perlunya perhatian yang lebih serius dari Pemerintah Daerah dan DPRD setempat pada era otonomi daerah dalam rangka pembangunan bidang kesehatan.
Read More
T-1992
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ade Sutrisno; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Tris Eryando
T-2008
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Martawan Madari; Pembimbing: Kemal N. Siregar; Tris Eryando
T-2062
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Edi Sutardi; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Tris Eryando
Abstrak:
Read More
Program Eliminasi Tetanus Neonatorum (ETN) merupakan komitmen global hasil Konferensi Tingkat Tinggi Anak tahun 1990 di New York. Tujuan ETN yaitu menekan serendah mungkin angka kesakitan tetanus neonatorum sampai tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat lagi. Di perkirakan di seluruh dunia tak kurang dari 350.000 neonatus setiap tahunnya meninggal akibat tetanus neonatorurn. Di Indonesia tetanus neonatorum merupakan penyebab utama ke empat kematian neonatal yaitu sebesar 7,9 %. Angka kejadian tetanus neonatorum tahun 1997- 2000 berkisar 1,6 - 1,8 per 10.000 kelahiran hidup (fenomena gunung es). Jawa Barat merupakan provinsi dengan laporan kasus tetanus neonatorum terbesar di Indonesia, angka kejadian tetanus neonatorum periode 1997-2000 berkisar 1,2 - 1,6 per 10.000 kelahiran hidup dengan CFR berkisar 34,2 % - 47,1 %, Upaya pencapaian eliminasi tetanus neonatorum di lakukan melalui pendekatan risiko secara terpadu, sedikitnya melibatkan tiga program yaitu program imunisasi, KIA dan surveilans. Program imunisasi berperan meningkatkan eakupan imunisasi TT hamil, imunisasi wanita usia subur (WUS). Program KIA berupaya meningkatkan cakupan pelayanan antenatal, cakupan kunjungan neonatus, pembinaan dukun bayi dan meningkatkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan. Program surveilans berperan dalam penyelidikan epidemiologi untuk mengidentifikasi faktor risiko dan daerah risiko serta ikut memantau dan menilai keberhasilan dampak program. Meskipun ETN teiah dilaksanakan sejak tahun 1995 namun program surveilans belum mampu memberikan informasi yang harus di tindak lanjuti secara rutin, baik oleh pimpinan maupun oleh program KIA dan imunisasi. Pengolahan data hasil penyelidikan epidemiologi belum didukung oleh suatu sistem informasi yang memadai dan belum mengakomodir keterpaduan program ETN. Dalam melakukan pengembangan sistem informasi surveilans tetanus neonatorum di Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat, dilakukan observasi dan wawancara dengan petugas. Tujuannya adalah mempelajari permasalahan sistem yang ada saat ini, serta melakukan rancangan sistem informasi yang sesuai dengan kebutuhan program. Permasalahan dalam sistem informasi yang ada saat ini adalah rendahnya kuantitas dan kualitas informasi yang di hasilkan surveilans, belum terstrukturnya pengolahan data surveilans, sebagian proses pengolahan data manual, pengolahan data sangat tergantung kepada petugas tertentu serta belum terpadunya sistem informasi ETN. Pengembangan sistem informasi surveilans tetanus neonatorum terdiri dari rancangan output, rancangan input, rancangan basis data dan rancangan teknologi yang menghasilkan suatu prototipe program aplikasi. Kelebihan dari sistem informasi surveilans tetanus neonatorum adalah proses pengolahan menjadi terstruktur, proses lebih cepat, proses lebih teliti, proses konsisten, mudah di akses dengan tampilan menarik, hasil up to date serta mengakomodir kebutuhan program ETN. Mengingat prototipe aplikasi sistem informasi surveilans tetanus neonatorum secara teknis telah berhasil di ujicoba di laboratorium, dan sumber daya di unit surveilans Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Barat memadai, maka perlu kiranya dilakukan implementasi sistem pada kegiatan surveilans yang sebenarnya. Proses implementasi secara manajerial harus di dukung komitmen kuat pimpinan dan pengelola program. Daftar Bacaan : 28 (1981- 2003)
The Development of Surveillance Information System on Tetanus Neonatorum in The Health Authority of West Java Province ? 2003The Tetanus Neonatorum Elimination (TNE) Program is a result from global commitment at the Summit Conference for Children in New York in 1999. The aims of the TNE Program is to decreased as low as possible the morbidity of the tetanus neonatorum, until it's not any longer to be the public health problem. It is estimated that there were 350,000 newborns die every year in the world due to tetanus neonatorum. in Indonesia tetanus neonatorum is the fourth major cause of death on newborn, at 7.9%. Its prevalence in 1997 - 2000 is around 1.6 - 1.8 per 10,000 life birth, but this figure is beliefs to be a tip of the iceberg phenomenon. West Java is a province which reported to be having the highest cases of tetanus neonatorum in Indonesia in 1997 - 2000, as high as 1.2 - 1.6 per I0,000 life birth, with its case fatality rate (CFR) at 34.2 to 47.1%. An integrated risk approach is accomplished in order to try to eliminate the tetanus neonatorum, which at least involving three programs at the ministry of health (MOH), i.e. the immunization program, the maternal and child health (MCH), and surveillance. The immunization program has a role on increasing the coverage on TT immunization on pregnant mothers, and immunization on women at reproductive age (15 - 39 years old). The MCH program is try to increasing the coverage of antenatal care (ANC) services, coverage on newborn visit by health personnel, train and aide the traditional birth attendant, and increasing the delivery attendant by health personnel. And the surveillance program is responsible on carried out an epidemiology investigation in order to identify any risk factors and risk areas, as well as to monitor and evaluate the impact of a succeed achievement of a program. Although the TNE program has been conducted since 1995, but so far, its surveillance program is unable to provide information that should be routinely followed up, whether by the decision makers or by MCH or immunization program. Moreover, there is no adequate information system to support the data management of the result of the epidemiology investigation, as well as to accommodate the integrity of TNE program. in order to develop the surveillance information system of tetanus neonatorum in West Java, an observation and interview toward the officer of the Health Authority of West Java Province is being conducted. The study has an aim on finding out any recent problem that exist on the system, and try to design a proper information system regarded to the need of the program. Some findings on the recent problems on the existing system are: poor information quantity and quality, unstructured data management on the result of surveillance, some data management process is prepared manually, the process is solely depend on particular officer, and the information system of the TNE program has not been integrated yet. The development of the information system of tetanus neonatorum surveillance is comprises of several stages, which are: an output design, an input design, a data-base design, and a technology design resulting on a prototype of an application program. The advantages of the information system of tetanus neonatorum surveillance are: the management data processing is more organize, faster, more precise, more consistent, easy to access with a good appearance, an up to date result, and put together the main three TNE program organizer. As laboratory try-out of the prototype of the information system of tetanus neonatorum surveillance is technically succeeded, and its human resources at the surveillance unit of Health Authority of West Java Province is sufficient, it is suggested that the system can be implemented for the factual surveillance activities. And its implementation process should be supported by strong commitment from the decision makers and its program organizer. Reference: 28 (1981 - 2003)
T-1726
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Nana Supriatna; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Tris Eryando
Abstrak:
Read More
Penyakit menular merupakan salah satu masalah kesehatan penting di Indonesia, karena morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi, meskipun saat ini ada pergeseran poly penyakit dari penyakit menular ke penyakit degeneratif. Penyakit menular yang sering menimbulkan kejadian luar biasa di Indonesia saat ini antara lain penyakit diare, campak, dan demam bedarah. Untuk mengantisipasi terjadinya KLB perlu dilaksanakan SKD (Sistem Kewaspadaan Dini). Namun dalam pelaksanaannya, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya, Propinsi Jawa Barat, menghadapi beberapa masalah. Masalah tersebut antara lain tidak semua puskesmas mengirimkan laporan tersebut secara rutin dan tepat waktu. Selain itu, data yang masuk tidak diolah dan dianalisis secara rutin, serta analisis yang dilaksanakan pun belum optimal, sehingga belum bisa memprediksi akan terjadinya KLB. Perangkat lunak pengolah data yang digunakan saat ini adalah lotus 123. Dalam operasionalnya ada beberapa kelemahan yang ditemui, baik dalam entri data, proses, maupun output. Selain aplikasi ini juga mempunyai kelemahan dalam penyusunan dan pengorganisasian data dalam file. Tujuan penelitian ini adalah dikembangkannya sistem informasi laporan mingguan penyakit menular (Laporan Mingguan) dalam rangka sistem kewaspadaan dini kejadian luar biasa di Kabupaten Tasikmalaya tahun 2003. Metode penelitian menggunakan pendekatan pengembngan sistem, dengan tahapan penelitian antara lain : penentuan entitas, analisis sistem, rancangan sistem, dan penentuan kriterja ujicoba prototype. Dalam penelitian ini telah berhasil disusun; form input data sistem laporan mingguan penyakit menular potensial wabah dalam rangka sistem kewaspadaan dini kejadian luar biasa yang dirancang disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga dapat meningkatkan efisiensi, efektivitas, serta validitas dalam pemasukan data; Basis data (database) dalam sistem informasi laporan mingguan telah dinormalisasi, dan dibuat relasi antar tabel. Proses ini menjadikan .file-file menjadi terstruktur dan terorganisir dengan baik, sehingga menjadi efisien, serta akan mempermudah dalam memanggil dan meng-update data; Prototype aplikasi sistem informasi laporan mingguan telah diuji coba dan mengghasilkan keluaran yang dapat digunakan untuk kewaspadaan dini berupa absensi kinerja pengiriman laporan, distribusi penyakit menular potensial wabah, grafik trend penyakit menular potensial wabah, area neap trend penyakit menular potensial wabah. Dengan tersusunnya prototype sistem informasi laporan mingguan penyakit menular yang telah berhasil diuji coba di laboratorium komputer, sebaiknya Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya segera mengimplementasikan sistem tersebut, karena sumber daya petugas maupun komputer di Seksi Pengamatan Penyakit, memungkinkan untuk pelaksanaannya. Meskipun secara struktur organisasi sistem informasi laporan mingguan telah terakomodir, agar sistem yang berjalan dapat terpelihara, sebaiknya kegialan ini dikuatkan dengan kebijakan dari Kepala Dinas secara tersendiri, misalnya berupa pembentukan kelompok kerja fungsional, sehingga kegiatan ini dapat berjalan optimal. Pustaka : 21 (1984-2002)
Communicable disease is one of important challenges in health issues in Indonesia, although there is a shifted pattern from communicable diseases to degenerative diseases, but still remain high rate in morbidity and mortality. The most often diseases that caused outbreak are diarrhea, measles, and blood fever dengue. To anticipate the outbreak it needs Early Warning System (EWS), but there are some problems that make this system not working properly, especially in District of Tasikmalaya, Province of West Java. There are some health centers do not deliver report regularly and timely. Also the data processing and analyzing for outbreak prediction did not working well, because this data processed by Lotus 123 which have some weaknesses, such as in data entry. processing and output, also in file organizing. This study objective is to develop an Information System of Weekly Report of communicable Incidence in order to support EWS in Tasikmalaya Sub-district, Province of West Java year of 2003. The method using system development approach, determining entities, system analysis, system design, and determining the criteria of test drive prototype. The prototype for information system development on weekly report has been build, computer based. This prototype presenting information of communicable diseases distribution, which potentially causing outbreak, based on type of disease, week of incidence, and the health center which is reporting, also with trend graphic and area map trend of diseases. This prototype has been passed the test in computer lab and we recommend using this prototype in Health Office District of Tasikmalaya immediately. Although In organization structure this report have been accommodated, this activity should be supported by head of Health Office by establish functional work group , so this system could be working at it best. Bibliography: 2I (1984-2002)
T-1725
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dwi Priharti; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Tris Eryando
Abstrak:
Read More
Informasi yang dihasilkan dari sistem pencatatan dan pelaporan obat/bahan dan alat yang ada di Jurusan Kesehatan Gigi sekarang ini, masih dirasakan kurang dalam hal kecepatan waktu dan jenis informasinya yaitu, mengenai waktu kadaluarsa obat. Untuk itu perlu dikembangkan satu sistem informasi obat/bahan dan alat yang berbasis komputer yang dapat memantau waktu kadaluarsa obat/bahan serta menyediakan informasi yang akurat, cepat dan tepat waktu. Sebagai metodenya, pengembangan sistem ini dilakukan melalui pendekatan sistem dengan tahapan : pra-analisis, analisis sistem, perancangan sistem dan evaluasi sistem. Data dan informasi dikumpulkan melalui wawancara dan observasi terhadap komponen sistem informasi yaitu, dokumen, tenaga, prosedur, perangkat keras dan perangkat lunak. Dari hasil pra-analisis menunjukan adanya masalah pada setiap komponen sistem informasi yang lama yaitu input, proses dan output, dimana setiap tahap tersebut pengerjaannya masih dilakukan secara manual. Disamping itu data yang di-input juga kurang lengkap sehingga output yang dihasilkan belum sesuai dengan yang diinginkan. Informasi lain yang didapat adalah diketahuinya peluang pengembangan sistem, baik dari segi dukungan dari ketua jurusan, sumber daya manusia maupun pembiayaannya. Dari analisis kebutuhan dan kelayakan pengembangan sistem menunjukan adanya kebutuhan pemakai, kebutuhan sistem itu sediri, kelayakan teknik dan kelayakan operasi. Perancangan sistem menggunakan alat pengembangan berupa Data Flow Diagram , bagan alir sistem, Entity Relationalship Diagram, kamus data, rancangan input dan rancangan output. Sistem infonnasi yang bare mempunyai beberapa keunggulan dibandingkan dengan sistem informasi yang lama dalam hal input, proses maupun output yang dihasilkan. Kesimpulan pada tesis menyangkut beberapa hal. Pertama, permasalahan sistem informasi ditemukan pada setiap komponen sistem. Kedua, sistem informasi yang dikembangkan bertujuan untuk perencanaan kebutuhan obat/bahan dan alat tiap triwulan, pernantauan serta penyiapan laporan. Ketiga, sistem informasi mempunyai peluang pengembangan berupa dukungan dari ketua jurusan, ketersediaan dana, tenaga pelaksana dan sarana komputer. Keempat, prototype yang dibuat dapat menghasilkan atau mencari data dengan kecepatan yang lebih balk serta menghasilkan informasi yang lebih lengkap. Prototype ini akan diterapkan di Poltekkes Jakarta I Jurusan Kesehatan gigi, khususnya di gudang obat.
Information System of Medicine and Instrument in Dental Health Department of Health Polytechnic Jakarta-I Information from recording and reporting system of medicine and instrument in Dental Health Department of Health Polytechnic Jakarta-I, still have weakness regarding time and kind of information, such as drugs expiring time. it is necessary to develop a computer based information system of medicine and instrument which could monitor expire time of drugs and provide information immediately and accurately. This system develops by system approach through some stages such as pre-analysis, system analysis, system design and system evaluation. Data and information collected by interview and observe the system information components such as documents, human resources, procedures, hardware, and software. In the pre analysis there are problems in every components of the system which are input, process, and output, where in such stage through manually. Also input data incomplete that cause the output data not meet the requirement. There is system information change by dean support, human resources and costing. From need analysis system development feasibility showed that there are user needs, system needs, technique feasibility and operational feasibility. System design used development tools such as data flow diagram, flowchart, entity relationship diagram, data dictionary, input design and output design. The new information system has some advantages in results compared previous system regarding input, process, or output. This study concludes that there are problems, first, in every system components. Second, information system developed in order to plan medicines and instruments every tri semester, monitoring and preparing reports. Third, this information system has a development chance by dean support, available cost, human resources, and computers. Fourth, prototype that have built could seek and resulting data better and immediately and contribute completely information. This prototype will be implemented in Dental Health Department of Poltekes Jakarta-I, especially in drug storing.
T-1699
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ita Yulita; Pembimbing: Iwan Ariawan; Penguji: Tris Eryando
Abstrak:
Read More
Sistem monitoring dan evaluasi program pembelajaran di Politeknik Kesehatan Jakarta I Jurusan Kesehatan Gigi belum berjalan optimal dan komponen pendidikan yang dinilai hanya mahasiswa. Indikator yang digunakan belum mewakili sebagai ukuran kemajuan dan keberhasilan Proses Belajar Mengajar. Penyimpanan dan pengelolaan data pembelajaran pun masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lama untuk menghasilkan informasi. Identifikasi indikator program pembelajaran dan pengembangan indikator baru yang bermanfaat, mewakili, dan robust dilakukan untuk mengukur kualitas program pembelajaran. Dan untuk keterpaduan pengelolaan data dibangunlah model aplikasi basis data sesuai rujukan indikator yang telah dikembangkan sehingga menghasilkan keluaran sesuai kebutuhan program. Proses pengembangan sistem informasi menerapkan langkah-langkah dalam System Development Life Cycle (SDLC) dengan menggunakan teknik wawancara mendalarn, observasi, dan telaah dokumen sebagai metode pengumpulan datanya. Hasil yang diperoleh adalah suatu prototype penunjang sistem informasi untuk monitoring dan evaluasi program pembelajaran dengan perangkat lunak aplikasi siap pakai. Uji coba menunjukkan bahwa sistem berjalan sesuai rujukan indikator yang telah ditetapkan. Keberhasilan uji coba menyimpulkan bahwa pengembangan indikator telah dilakukan, perangkat lunak aplikasi telah dirancang, dan dengan dukungan sistem manajemen basis data, dapat dihasilkan keluaran yang disajikan secara menarik sesuai rujukan indikator. Untuk efektifitas implementasi sistem dibutuhkan kornitmen tinggi untuk menjalankan proses monitoring dan evaluasi program pembelajaran dengan memanfaatkan sistem yang telah dikembangkan, dan ditunjang dengan kelayakan spesifikasi perangkat keras serta sumber daya manusia pengelola basis data.
Monitoring and evaluating system on teaching program in Jakarta I Health Polytechnic, Department of Dental Health has not progress optimal yet and educational component which counted only student. This indicator is not representative for assessment the progress and successfulness of teaching process. Data storing and management still manually and need too much time to presenting information. Indicators identification of teaching program and developing the new indicators that useful, representative, and robust conducted to measure teaching program quality. Database application mode established for integrated data management as reference by developed indicators to produce output as program needs. Development process of information system implemented the steps in System Development Life Cycle (SDLC) using in-depth interview, observation, and documents appraisal as data collecting method. The result is a prototype to support information system of monitoring and evaluating the teaching program, with application software that ready to use. Test drive of this prototype showed that system works as reference indicators that have determined. Success of test drive conclude that indicators development has been done, application software has been designed, and with support by database management system, could produce output as reference indicators. For effectiveness of system, implementation need high commitment to do monitoring and evaluating process of teaching program by using system that have developed, and supported by reliability of hardware and human resources for database management.
T-1701
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
