Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Yaneu Nuraineu; Pembimbing: Milla Herdayati, Besral; Penguji: Artha Prabawa, Nurlaelasari, Fajrinayati
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Yaneu Nuraineu Program Studi : Ilmu Kesehatan Masyarakat Judul :  Hubungan Sikap dan Motivasi Bidan Desa dengan Kualitas Pelayanan Antenatal Care (ANC) di Kabupaten Lebak Tahun 2017. Pelayanan Antenatal Care (ANC) yang berkualitas adalah pelayanan yang sesuai dengan standar, dalam penerapannya terdiri dari 10T. Tenaga kesehatan yang paling berperan memberikan pelayanan kesehatan pada ibu hamil adalah bidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan motivasi bidan desa terhadap kualitas  pelayanan  ANC  di Kabupaten Lebak, penelitian ini menggunakan penelitian observasi analitik dengan rancangan “cross sectional ” dengan jumlah sampel 164 bidan di desa. Terdapat 123 (75,0%)  responden memiliki sikap baik terhadap kualitas pelayanan ANC K4 dengan nilai p=0,002 (p< 0,05) dan OR=11,02 berarti ada hubungan yang kuat, sikap dengan kualitas pelayanan ANC K4, lebih dari separoh responden memiliki motivasi yang kurang terhadap kualitas pelayanan ANC yaitu 108 (65,9%) responden, diperoleh nilai ρ=0,012 dan OR=2,55 berarti ada hubungan motivasi dengan kualitas pelayanan ANC K4. Diharapkan Dinas Kesehatan bersama puskesmas mengoptimalkan program/kegiatan yang ada, melakukan pembinaan teknis dan monev yang terjadwal dan berkelanjutan, kemudian hasilnya dilakukan feedback. Kata kunci : Kualitas pelayanan ANC, bidan, sikap dan motivasi.


ABSTRACT Name : Yaneu Nuraineu Study Program: Public Health Sciences Title : Relationship Attitude and Motivation Village Midwife To Quality Antenatal Care Service (ANC) in Lebak District Year 2017. A qualified Antenatal Care Service (ANC) is a service that complies with the standards, in its application consisting of 10T. The most important health worker providing health services to pregnant women is midwife. This study aims to find out the correlation between attitude and motivation of village midwife to ANC service quality in Lebak Regency. This research use analytic observation research with cross sectional design with 164 sample of midwives in the village. There are 123 (75,0%) respondents have good attitude toward service quality of ANC K4 with value p = 0,002 (p <0,05) and OR = 11,02 mean there is strong relation, attitude with service quality ANC K4, Half of respondents have less motivation to ANC service quality that is 108 (65,9%) responder, obtained value ρ = 0,012 and OR = 2,55 mean there is motivation correlation with service quality of ANC K4. It is expected that the Health Office together with the puskesmas optimize the existing programs / activities, conduct technical and monev training which is scheduled and sustainable, then the result is feedback. Keywords : Quality of ANC service, midwife, attitude and motivation.

Read More
T-5074
Depok : FKM-UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ice Marini; Pembimbing: Milla Herdayati; Penguji: Martya Rahmaniati Makful, Nurlaelasari, Fajrinayati
Abstrak: Laporan Epidemi AIDS Global UNAIDS 2012 menunjukkan bahwa terdapat 34 juta orang dengan HIV di seluruh dunia. Sebanyak 50% diantaranya adalah perempuan dan 2,1 juta anak berusia kurang dari 15 tahun. Estimasi dan Proyeksi HIV AIDS tahun 2012 menyatakan ODHA dari populasi kunci tertinggi yaitu perempuan risiko rendah, yang bisa saja mengakses layanan kesehatan dan berinteraksi dengan bidan di layanan kesehatan. Bidan beresiko tinggi tertular HIV saat menolong persalinan, kewaspadaan universal diterapkan dengan menganggap bahwa setiap darah dan cairan tubuh yang berasal dari pasien berpotensial menularkan infeksi terlepas dari mereka HIV atau tidak, hal ini dilakukan untuk melindungi pasien, bidan, keluarga dan orang lain dari risiko paparan darah dan cairan tubuh yang mungkin terinfeksi HIV.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap dengan perilaku pencegahan infeksi dan PPIA di Kabupaten Lebak Tahun 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan cross secsional. Jumlah sampel penelitian adalah 159 responden. Pengambilan sampel dengan stratified proposional random sampling yang dilakukan pada 30 Puskesmas.

Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p=0,016), Ketersediaan alat pelindung diri (p=0,007), pengawasan (p=0,006) dan dukungan rekan kerjaa (p=0,021) dengan perilaku pencegahan infeksi dan PPIA. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disarankan memberikan pelatihan kepada seluruh tenaga kesehatan bidan serta dilakukan secara berkesinambungan untuk meningkatkan pengetahuan. Mengadakan pelatihan tentang program PPIA agar pelaksanaan pelayanan sesuai dengan pedoman PPIA nasional.

Kata Kunci: Bidan, pencegahan infeksi, HIV, PPIA

The UNAIDS Global AIDS Epidemic Report 2012 shows that there are 34 million people with HIV in worldwide. As many as 50% of them are women and 2.1 million children aged less than 15 years. HIV/AIDS Estimates and Projection in 2012 declare people with HIV/AIDS from the highest key population of low risk women, who may access health services and interact with midwives in health services. Midwives are at high risk of contracting HIV while assisting in childbirth, universal precautions are applied by assuming that any blood and body fluids originating from patients potentially transmit infections regardless of whether they are HIV or not, this is done to protect patients, midwives, families and others from exposure risk Blood and body fluids that may be infected with HIV.

This study aims to determine knowledge and attitude of midwives with infections preventions behavior and PPIA in Kabupaten Lebak. The research method used is cross sectional design. The number of research samples is 159 respondents. Sampling with stratified proportional random sampling conducted at 30 health care.

The results showed a significant correlation between knowledge (p = 0.016), availability of personal protective equipment (p = 0.007), supervision (p = 0.006) and peer support (p = 0.021) with infection prevention behavior and PPIA. Based on the result of this research, it is suggested to give training to all midwife health worker and to be done continuously to increase knowledge. Conducting training on PPIA programs so that service delivery is in line with national PPIA guidelines. Evaluation on the procurement of facilities and equipment in village midwives to support good infection prevention behavior.

Keywords: midwife, prevention of infection, HIV, PPIA
Read More
T-5086
Depok : FKM UI, 2017
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nia Pratiwi; Pembimbing: Ella Nurlaella Hadi; Penguji: Triyanti, Trini Sudiarti, Dyah Santi Puspitasari, Fajrinayati
Abstrak: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dan memiliki efek jangka panjang pada individu dan masyarakat, termasuk berkurangnya perkembangan kognitif dan fisik, berkurangnya kapasitas produktif dan kesehatan yang buruk dan meningkatnya penyakit degenerative. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktorfaktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sukadana Kabupaten Lampung Timur tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan jumlah sampel 165 anak yang diambil secara simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2019 pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi stunting pada anak usia 24-59 bulan sebesar 26,1%. Variabel yang berhubungan dengan kejadian stunting yaitu riwayat pemberian ASI Eksklusif dan riwayat pemberian MP ASI setelah dikontrol variabel berat lahir, panjang badan lahir, riwayat pemberian kapsul vitamin A dan penyapihan. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian stunting adalah riwayat pemberian MP ASI. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencegahan stunting dengan memperhatikan praktik PMBA yang sesuai dan dilakukan penanggulangan stunting dengan melakukan perbaikan gizi tidak hanya pada anak usia 0-23 bulan tetapi juga usia 24-59 bulan. Kata kunci: Stunting, Makanan Pendamping ASI, Anak Usia 24-59 bulan
Read More
T-5528
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive