Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Wiwik Widyawati; Pembimbing: Kemal Nazaruddin Siregar; Penguji: Tris Eryando, Asral Hasan, Noer Qoryati Hanun
Abstrak: ABSTRAK
 
Tingginya angka kematian ibu, bayi di Indonesia menunjukkan rendahnya kualitas pelayanan kesehatan, dipengaruhi pelayanan rujukan. Salah satu masalah rujukan di Kabupaten Serang adalah keterlambatan pasien sampai ke fasilitas kesehatan. Disebabkan sistem rujukan belum terintegrasi, tidak ada komunikasi data dan koordinasi antar fasilitas rujukan. Tujuan studi membangun model sistem informasi rujukan komplikasi ibu dan bayi terintegrasi secara online. Studi kualitatif dengan metode pengembangan SDLC. Penelitian di Kabupaten Serang, melibatkan Puskesmas PONED, rumah sakit PONEK dan Dinkes Kabupaten Serang.
 
 
Hasil penelitian yaitu pelayanan rujukan belum dilakukan sesuai prosedur. Kurangnya SDM, sarana, alat dan kebijakan menjadi penyebab terhambatnya pelayanan rujukan. Aplikasi rujukan dirancang untuk kecepatan akses informasi, alat bantu monitoring evaluasi dan pengawasan pengendalian mutu pelayanan rujukan. Kesimpulan penelitian terbangunnya model sistem informasi rujukan obstetri dan neonatal online dan terintegrasi.
 

 
ABSTRACT
 
The high rates of maternal and infant mortality in Indonesia showed low quality of health services that influenced referral. One of the problems at Serang referral is delaying until the patient to the health facility. This is due not integrated, there is no data communication and coordination between the referral facility. The purpose of this study to establish a model of referral information system integrated maternal and neonatal by online. A qualitative study, approach to the SDLC methods. The study at Serang, involving PONED health centers, PONEK hospitals and Serang District Health Office as an application model.
 
 
The results are referral services not performed with procedures. Inadequate human resources, facilities, equipment and policy has contributed to the delays in referral. Reference application is designed to speed access information, monitoring, evaluation tools and quality control monitoring referral service. The Conclusion are the establishment of research referral systems online models and integrated facilities.
Read More
T-3742
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erna Juliana Simatupang; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Sabarinah B. Prasetyo, Agustin Kusumayanti, Noer Qoryati Hanun, Elina Lukman
Abstrak:

Pertolongan persalinan di rumah masih sering dilakukan di Indonesia, dan persalinan perlu dipantau kemajuannya dengan partograf. Penelitian dilakukan di dua wilayah kerja Puskesmas di Banten, guna melihat penerapan partograf oleh bidan dan faktor yag berhubungan dengan penerapannya. Dengan rancangan crossectional dan analisis model logistik pada 31 bidan yang bekerja di wilayah kerja Puskesmas Kramat Watu dan Puskesmas Waringin Kurung yang menolong persalinan di rumah pasien. Sampel dalam penelitian ini adalah total populasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pelatihan APN dengan penggunaan partograf (p 0,004). Terdapat kecenderungan untuk lebih menggunakan partograf pada responden yang umurnya ≥ 34 tahun, pengetahuan baik, bersikap bahwa partograf penting, mendapatkan pelatihan APN, didukung ketersediaan alat dan bahan, keterampilan baik serta ada dukungan atasan. Terdapat juga kecenderungan untuk tidak menggunakan partograf pada responden dengan kondisi pasien yang ditemui bidan di rumah. Dari hasil penelitian di sarankan untuk memberikan pelatihan APN kepada para bidan dan pendidikan kesehatan kepada masayrakat untuk merencanakan persalinan. Agar penggunaan partograf dapat dilaksanakan perlu membuat lembar partograf sesuai tafsiran persalinan ibu dengan ukuran besar di rumah pasien ditempel ditempat strategis agar pencatatan dapat segera dilakukan saat proses pertolongan persalinan. Memberikan dukungan pada bidan untuk menggunakan partograf pada setiap persalinan di semua tempat. Kata Kunci: Partograf, Pelatihan Asuhan Persalinan Normal, Persalinan


 Delivery at home  is still often in Indonesia and need to be monitored by partografh. Studies are conducted in two working areas of helath centers in order to see partografh applications by midwives and factors related to the application. This research  is a cross-sectional design in the form of logistic analysis of 31 midwives working in the area of  Kramat Watu health centers and Waringin Kurung health centers that facilitate delivery midwives at patient's home. The sample in this study is the total population. The results showed an association between APN training and the use of partograph (p  0.004). There is a tendency to use partograph more on respondents aged ≥ 34 years, good knowledge, good attitude, received APN training, complete availability of tools and materials, good skills and good support from superiors. The condition of patients at home, as seen by midwives, tends to not make midwives use partograph. From the results of the study, it is advised to provide APN training for midwives and health education for community to plan the delivery. In order to implement the use of partograph, it is necessary to make a large size sheet partograph in patients' homes according to the interpretation of labor so that recording can be done immediately during the process of delivery aid. Provide support for midwives to use partograph for every birth at all places. Keyword: Partograph, Normal Childbirth Care Training, Childbirth

Read More
T-3392
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Herlyssa; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Asri C. Adisasmita, Agustin Kusumayati, Noer Qoryati Hanun, Rus Martini
Abstrak:

Tesis ini membahas pengetahuan ibu tentang  tanda bahaya pada bayi baru lahir menurut kunjungan neonatal 1 dan karakteristik ibu lainnya di Kecamatan Kramat Watu Kabupaten Serang Provinsi Banten. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cros-sectional berupa rapid survey pada 210 ibu yang memiliki bayi berumur 7 hr s/d ≤ 12 bulan. Pengambilan sampel dengan rancangan klaster dua tahap secara probability proportionate to size (pps).  Hasil penelitian, 55,7% responden memiliki pengetahuan yang kurang dan 44,3% memiliki pengetahuan baik. Responden yang mampu menyebutkan minimal dua tanda bahaya pada BBL hanya sebesar 41,4%, dan yang mampu menyebutkan tiga tanda bahaya pada BBL hanya sebesar 14,8%. Penelitian  menunjukkan adanya perbedaan distribusi antara Kunjungan neonatal 1, umur, pendidikan, pekerjaan, tempat persalinan, penolong persalinan, keterpaparan informasi melalui tenaga kesehatan, kegiatan sosial dan media komunikasi dengan pengetahuan tentang tanda bahaya BBL.  Hasil penelitian menyarankan bahwa bidan di  Kecamatan Kramat yang melakukan kunjungan neonatal 1 pada semua ibu yang melahirkan di rumah,  baik yang bersalin oleh bidan atau dukun, memberikan nasehat tanda bahaya pada BBL terutama pada ibu yang berpendidikan rendah, menggunakan posyandu dan buku KIA sebagai media informasi dan pihak kecamatan Kramat Watu dan Dinas Kabupaten Serang perlu bekerja sama dengan media televisi dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang tanda bahaya pada bayi baru  lahir khususnya melalui acara sinetron, film dan kesehatan. Kata kunci: Pengetahuan, kunjungan neonatal 1, karakteristik ibu, riwayat kesehatan neonatal  dan keterpaparan informasi.


 This thesis discusses the knowledge mother about danger signs in newborn according to neonatal visit 1 and the characteristics of maternal in the District Kramat Watu Serang Banten Province. This study is a cross sectional descriptive study of rapid survey of 210 mothers with babies aged 7 hr to ≤12 months. The samples with two-stage cluster design by probability proportionate to size (pps). The results, 55.7% of respondents had low knowledge and 44.3% had high knowledge. Respondent  who know  at least two newborn danger sign only 41,4% and who know  at least three  newborn danger sign only 14,8%. Research shows the differences in distribution between neonatal visit 1, age, education,  job, place of delivery, birth attendants, previous neonatal health record and exposure information through health workers, social actvity and media communication with knowledge mother about danger signs in newborn. The study suggest that midwives in the District Kramat neonatal visit 1 in all mothers who birth at home, whether by birth or tradisional birth attendants (TBA), give counseling about newborn danger sign to risk mother, age mother of

Read More
T-3400
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Marfu`ah; Endah Wuryaningsih; Penguji: Luknis Sabri, Rina Anggorodi, Noer Qoryati Hanun, Kunandar
Abstrak:

Menstruasi adalah terjadinya perdarahan melalui vagina yang bersifat fisiologis karena terkelupasnya lapisan endometrium dari dinding rahim. Pada siklus menstruasi endometrium dipersiapkan secara teratur untuk menerima ovum yang telah dibuahi setelah terjadi ovulasi, dibawah pengaruh secara ritmik hormon-hormon ovarium yaitu estrogen dan progesteron. Menstruasi bagi sebagian anak merupakan pengalaman psikis yang traumatis. Perasaan yang negatif dapat menyebabkan perasaan sangat lemah karena merasa kehilangan banyak darah sehingga timbul perasaan rendah diri atau merasa sakitsakitan, malu karena masih kecil sudah mendapat menstruasi dan adanya kecemasan dan takut darah menstruasi tembus ke pakaiannya sehingga anak tidak berani keluar rumah. Penelitian ini dilakukan untuk mendapat gambaran pengetahuan dan perilaku mengenai menstruasi pada siswi kelas 1 di SMPN 1 dan MTs Al-Furqon Kecamatan Kragilan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode diskusi kelompok terarah dan wawancara mendalam. Sumber informasi adalah siswi kelas 1 yang sudah menstruasi, ibu, guru IPA/biologi, guru agama serta guru bimbingan dan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan siswi tentang menstruasi dan menjaga kebersihan diri cukup baik, namun demikian pengetahuan mengenai organ reproduksi dan fungsinya belum diketahui oleh siswi secara lengkap. Perilaku siswi dalam pencarian informasi yang berkaitan dengan menstruasi cukup bagus namun hanya seputar informasi keagamaan saja. Perilaku pencarian informasi mengenai menstruasi dari segi kesehatan masih sangat kurang. Peranan orang tua dan guru di kedua sekolah sudah menunjukkan fungsinya sebagai pendidik, pembimbing dan pengawas bagi anak. Meski demikian peranan sebagai pemberi informasi seputar kesehatan menstruasi dirasa masih sangat kurang, baik informasi dari ibu maupun dari guru di sekolah. Peranan teman sebaya masih sangat kurang dalam hal pemberian informasi tentang menstruasi. Sumber informasi khususnya media cetak yaitu majalah atau bukubuku dan media elektronik yaitu televisi belum dapat sepenuhnya menyampaikan informasi yang bermanfaat untuk anak yang berkaitan dengan menstruasi. Khusus majalah dan buku-buku tentang kesehatan dan menstruasi khususnya bagi masyarakat awam belum dapat terjangkau sehingga anak tidak mendapatkan informasi yang cukup dari sumber ini. Pada akhirnya peranan ibu, guru dan sekolah perlu ditingkatkan dalam memberikan pengetahuan tentang menstruasi bukan hanya pengetahuan seputar agama tetapi juga pengetahuan seputar kesehatan organ reproduksi khususnya menstruasi. Komunikasi perlu dijalin lebih intensif agar adanya keterbukaan pada anak sehingga anak dapat mempersiapkan fisik dan mentalnya dalam menghadapi masalah yang timbul berkaitan dengan menstruasi.


Menstruating the happening of blood passing vagina having the character of physiological because abrading of coat endometrium from gracious wall. cycle menstruate the endometrium drawn up regularly to accept the ovum which fruit have after happened the ovulasi, below influence by ritmik ovary hormone that is estrogen and progesteron. Menstruate for some of child represent the traumatic psychical experience. Negative feeling can cause the feeling very weak because feeling loss a lot of blood so that arise the low feeling themself or feel sickly, lose face because minimize have got to menstruate and existence of dread and fear the blood menstruate to penetrate its clothes so that child not dare to go out house. This research is conducted to get the knowledge picture and behavioral hit to menstruate at class 1 schoolgirl in SMPN 1 and MTS Al-Furqon of Subdistrict Kragilan. Data collecting conducted with the directional group discussion method and circumstantial interview. Information source is class schoolgirl 1 menstruate the, mother, learn the IPA / biological, religion teacher and learn the tuition and konseling. The Result of research indicate that the schoolgirl knowledge of about menstruating and keep cleaning good enough x'self, but that way knowledge of concerning organ reproduce and its function for themself not yet been known by schoolgirl completely. Schoolgirl behavior in information seeking of related to menstruating enough nicely but only in around just religious information. behavior of information Seeking hit to menstruate from health facet still very less. Learn in second school have shown its function as educator, counsellor and supervisor for child. Still role as information giver around health menstruate felt still very less, information goodness from mother and also from teacher at school. Friend role coeval still very less in the case of information gift about menstruating. Information source specially media print that is magazine or book and electronic media that is television not yet earned full submit the worthwhile information for the child of related to menstruating. magazine and book about health and menstruate specially for civil society not yet earned reached so that child not get the information which enough from this source. In the end mother role, teacher and school require to be improved in giving knowledge of about menstruating not merely knowledge in around religion but also knowledge in around organ health reproduce specially menstruate the. Communications require to be braided more intensive to be existence of openness child so that child can draw up the physical and bounce it in face of problem arising out go together to menstruate.

Read More
T-2905
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive