Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 43 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Azka Hafia; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Abdul Kadir, Hanny Harjulianti
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran faktor psikososial dan distress pada guru SLB di Kota Depok saat pandemi COVID-19 tahun 2022. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan pendekatan semi kuantitatif melalui pengisian kuesioner dan wawancara. Sejumlah 67 guru SLB di Kota Depok berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 34,3% guru mengalami distress sedang dan 16,4% guru mengalami distress signifikan. Kemudian, ditemukan bahwa distress lebih banyak dialami oleh guru perempuan (52,7%), berumur > 30 tahun (52,4%), berasal dari program studi non-PLB (52,5%), tidak memiliki tipe kepribadian A (66,6%), memiliki masa kerja > 10 tahun (60%), sudah menikah (59,5%), memiliki anak (64,9%), memiliki dukungan sosial buruk dari keluarga (89,3%), memiliki beban kerja tinggi (61,8%), memiliki peralatan kerja buruk (63,9%), memiliki jam kerja buruk (64,3%), memiliki konflik peran tinggi (73,7%), memiliki ambiguitas peran tinggi (76,2%), memiliki kontrol pekerjaan buruk (81,4%), memiliki dukungan sosial yang buruk dari atasan dan rekan kerja (81,4%), memiliki konflik antara pekerjaan dan rumah yang tinggi (86,2%), jarang melakukan hobi (66,7%), dan memiliki ketakutan berat terhadap infeksi COVID-19 (71,4%).
This study aims to obtain an overview of psychosocial factors and distress among special education teachers in Depok during the COVID-19 pandemic in 2022. This study used a cross-sectional study design with a semi-quantitative approach through filling out questionnaires and interviews. A total of 67 special education teachers in Depok participated in this study. The results showed that 34.3% of teachers experienced moderate distress and 16.4% of teachers experienced significant distress. Then, it was found that distress is more experienced by female teachers (52.7%), aged > 30 years (52.4%), came from non-PLB study programs (52.5%), did not have personality type A (66 ,6%), have a working period of > 10 years (60%), are married (59.5%), have children (64.9%), have poor social support from family (89.3%), have a workload high (61.8%), have bad work equipment (63.9%), have bad working hours (64.3%), have high role conflict (73.7%), have high role ambiguity (76.2% ), have poor work control (81.4%), have poor social support from superiors and coworkers (81.4%), have high work-home conflict (86.2%), rarely do hobbies (66 ,7%), and had a severe fear of COVID-19 infection (71.4%).
Read More
S-11063
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Farenia Ramadhani; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Evi Martha, Hanny Harjulianti
Abstrak: Latar Belakang: Pelaksanaan program vaksinasi sebagai salah satu strategi preventif pengendalian virus COVID-19 memunculkan berbagai macam respon di masyarakat. Penerimaan vaksinasi COVID-19 dan faktor-faktor yang memengaruhinya sangat berdampak pada keberhasilan program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan vaksinasi COVID-19 pada mahasiswa Universitas Indonesia tahun 2022 berdasarkan teori health belief model. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah desain potong lintang dengan cara pengambilan data primer melalui survei online dengan sampel penelitian yaitu mahasiswa aktif program sarjana. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil: Dari 295 responden, terdapat 48,1% mahasiswa yang akan melakukan vaksinasi COVID-19. Penerimaan vaksinasi COVID-19 memiliki hubungan yang signifikan dengan pengetahuan, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi hambatan, persepsi manfaat, persepsi kemampuan diri dan isyarat bertindak (p < 0,05). Kesimpulan: Penerimaan vaksinasi COVID-19 pada mahasiswa Universitas Indonesia masih rendah. Berbagai strategi yang efektif harus dilakukan untuk memicu niat mahasiswa melakukan vaksinasi COVID-19. Diperlukan kerjasama antara pemerintah dengan civitas academica melalui sosialisasi/kampanye aktif di kampus dan memaksimalkan chatbot whatsapp Kementerian Kesehatan untuk menguragi keragu-raguan melakukan vaksinasi COVID-19.
Background: COVID-19 vaccination program which known as prevention strategy to control the pandemic shows various response in society. The acceptance of COVID-19 vaccination and its influencing factors give a big impact for the success of the program. The study aims to analyze the acceptance of the COVID-19 vaccination among Universitas Indonesia students in 2022 based on health belief model theory. Methods: This study use a cross-sectional design with primary data through an online survey and the target population constituted undergraduate students. The data analyzed by univariate and bivariate to know the relation between variables. Results: From 295 respondents, about 48,1% intended to accept the vaccination. The acceptance of COVID-19 vaccination has a significant relation with knowledge, perceived susceptibility, perceived severity, perceived barriers, perceived benefits, perceived self efficacy and cues to action (p < 0,05). Conclusions: The acceptance of the COVID-19 vaccination was low among Universitas Indonesia students. Various effective strategies must be done to trigger the intention of COVID-19 vaccination. The cooperation between government and civitas academica through campaign is needed and maximize the use of chatbot whatsapp ministry of health to reduce COVID-19 vaccination hesitation. Keywords: COVID-19, Vaccine Acceptance, Health Belief Model Theory
Read More
S-11146
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lintang Emiliana; Pembimbing: Zulkifli Djunaidi; Penguji: Chandra Satrya, Hanny Harjulianti
Abstrak: Rumah Sakit merupakan salah satu tempat kerja dengan kasus cedera dan penyakit akibat kerja yang menghasilkan kehilangan hari kerja. Berbagai potensi bahaya yang berisiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja dapat terjadi dalam aktivitas pelayanan kesehatan. Khususnya untuk unit Instalasi Gawat Darurat yang memiliki kedinamisan dan kekompleksitas tertinggi dibandingkan unit lainnya di Rumah Sakit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada aktivitas pekerjaan yang dilakukan pekerja Instalasi Gawat Darurat di RS X. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan observasional. Penilaian risiko dilakukan berdasarkan tahapan penilaian risiko pada proses manajemen risiko ISO 31000:2018 dengan metode Job Hazard Analysis untuk proses identifikasi dan analisis risiko menggunakan kriteria risiko semi kuantitatif Fine (probability, exposure, dan consequences). Hasil penelitian menunjukkan aktivitas dengan risiko keselamatan dan kesehatan kerja tertinggi yaitu pada aktivitas penerimaan pasien masuk, penatalaksanaan pasien, dan pemeriksaan penunjang. Penelitian ini menyarankan Rumah Sakit X untuk memperkuat komitmen K3 baik dari top management dan pekerja agar unit-unit selain K3 dapat mendukung dan memenuhi aspek K3 dalam hal pendanaan, pengadaan, dan perlengkapan fasilitas khususnya IGD serta program keselamatan dan kesehatan kerja dapat berjalan optimal.
Read More
S-9968
Depok : FKM UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nadhila Adani; Pembimbing: Sjahrul Meizar Nasri; Penguji: Mufti Wirawan, Hanny Harjulianti
S-10467
Depok : FKM UI, 2020
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nurizka Deviani; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Evi Martha, Hanny Harjulianti
Abstrak: Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan metode Rapid Assessment Procedure dengan informan 10 orang lansia dan informan kunci 4 orang pendamping lansia dan 4 orang penanggung jawab program vaksinasi Covid-19 di Puskesmas yang bertujuan untuk mengetahui analisis determinan pemanfaatan layanan vaksinasi Covid- 19 pada Lansia di Kecamatan Astanaanyar Tahun 2021. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa faktor yang paling berperan dalam pemanfaatan layanan vaksinasi Covid-19 pada lansia di Kecamatan Astanaanyar adalah faktor predisposisi (kepercayaan terhadap layanan) dan kebutuhan (persepsi mengenai penyakit dan kerentanan), daripada faktor pendukung (ketersediaan sumber daya keluarga, ketersediaan sumber daya pendukung layanan dan aksesibilitas).
Read More
S-10709
Depok : FKM UI, 2021
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Putri Wulandari Aningtyas; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Hanny Harjulianti
S-6629
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nugraha Puteraniasa; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Robiana Modjo, Hanny Harjulianti
S-6651
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ardian Adinata; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Hanny Harjulianti
Abstrak: Pekerjaan (manual handling) yang dilakukan oleh pekerja unit mixing dan supplyingdi line PPIC PT X berisiko untuk menimbulkan keluhan subjektif nyeri punggungbawah. Faktor risiko yang menjadi fokus penelitian adalah faktor risiko manualhandling dengan menambahkan faktor risiko individu sebagai faktor pendukung.Pengukuran faktor risiko manual handling dilakukan menggunakan metode REBAsedangkan faktor risiko individu diperoleh dengan wawancara. Hasil penelitianmenjelaskan terdapat dua aktivitas yang memiliki risiko ergonomi tinggi antara lainadalah aktivitas mengambil kantung sak dari palet dan mengangkat kantung sak kedalam mesin mixing. Hasil penelitian juga mendapatkan faktor kebiasaan merokokdan kebiasaan olahraga menjadi faktor risiko individu yang dapat memperberattingkat keluhan nyeri punggung bawah. Pengadaan alat vacuum dan pneumaticscissor lift akan mengurangi faktor risiko manual handling sehingga tingkat risikodan keluhan low back pain akan menurun.
Kata kunci: faktor risiko manual handling, low back pain, unit mixing dan supplying
Job (manual handling) which has been doing by unit mixing and supplying workersin line PPIC PT X has risk to cause subjective complaints of low back pain. Thefocus of this research is manual handling risk factor with adding the individual riskfactors as contributing factor. Measurement of manual handling risk factor werecalculated using REBA method and individual risk factors was obtained byinterview. The result of this research explain, there are two activities that have highergonomic risk level. That activities is taking sac from pallet and lifting sac intomixing machine. The result also acquire that the habit of smoking and exercise fromindividual factors can aggravate the level complaints of low back pain. Procurementof vacuum and pneumatic scissor lift will reduce manual handling risk factors andthe level of risk and complaints of low back pain will decrease.
Keywords: low back pain, manual handling risk factor, unit mixing and supplying
Read More
S-8304
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdul Kadir; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Chandra Satrya, Hanny Harjulianti
Abstrak: Pekerja Batik Tulis Madura berisiko terkena keluhan Musculoscelatal Disorders, Khususnya Low Back Pain (LBP). Penelitian ini dilakukan untuk deteksi awal tingkat risiko ergonomi pada Pekerja Sentra Industri Batik Tulis Madura di Dusun Banyumas Desa Klampar Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur Tahun 2014. Dari 12 pekerja, 11 pekerja mengalami keluhan nyeri di bagian leher atas dan bawah, punggung, pergelangan tangan kanan, 10 pekerja mengalami keluhan nyeri di bagian bahu kanan. Penelitian ini bersifat deskriptif observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian kualitatif dengan mengamati aktivitas pekerja penggambaran motif dan peletakan lilin, pewarnaan kain, pelukisan kain (labas), pelorotan, pencucian dan penjemuran, terindentifikasi pekerja memiliki hazard ergonomi, yaitu saat postur janggal, gerakan memutar, repetitive, dan postur kerja statis. Menggunakan metode REBA dan QEC, hasilnya mendapatkan aktivitas tingkat risiko sangat tinggi pada setiap proses pembuatan batik tulis Madura yaitu penggambaran motif dan peletakan lilin, pewarnaan, pelukisan (labas), pelorotan, pencucian, dan penjemuran. Tingkat risiko dapat diturunkan dengan upaya perbaikan pada peralatan kerja yaitu penyediaan alat kursi, penyangga kain, pengaturan tinggi tungku, drum, bak pewarnaan, dan bak pencucian. Kata kunci: Tingkat risiko ergonomi, Aktivitas Pekerja, Peralatan, REBA, QEC.
Read More
S-8589
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Widya Kiswiranti; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Hanny Harjulianti
Abstrak: Penelitian ini membahas tentang penilaian risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada setiap tahap aktivitas kerja yang dilakukan oleh Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPPSU). Penelitian ini menggunakan Job Hazard Analysis (JHA) untuk mengidentifikasi bahaya dan risiko yang ada dan menggunakan metode semi kuantitatif W.T Fine untuk menganalisis risiko, dimana tingkat risiko didapatkan dari hasil perkalian probability, exposure, dan consequence. Pada penelitian ini terdapat 3 aktivitas kerja yaitu penanganan kebersihan jalan, penanganan kebersihan taman, dan penanganan kebersihan saluran. Penanganan kebersihan jalan dan penanganan kebersihan saluran masing-masing terdiri atas 7 tahap aktivitas kerja dan penanganan kebersihan taman terdiri atas 9 tahap aktivitas kerja. Hasil analisis risiko menunjukkan bahwa keseluruhan terdapat 149 bahaya dan risiko yang terdiri dari 5 jenis bahaya yaitu bahaya fisik, kimia, biologi, ergonomi, dan psikososial. Kata kunci: Identifikasi bahaya, Penilaian Risiko, Petugas kebersihan.
Read More
S-10004
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive