Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 145 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dinda Darnen; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Sutanto Priyo Hastono
S-4336
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Jumayani; Pemb: Sudjianto Kamso, Artha Prabawa; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Yudianto
T-2962
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ira Gustina; Pembimbing: Martya Rahmaniati Makful, Sutanto Priyo Hastono, Sulistyo
Abstrak: Indonesia termasuk ke dalam kategori high burden countries untuk bebantertinggi TB dunia, menempati urutan ketiga setelah India dan Cina.Penanggulangan penyakit ini salah satunya dengan pemodelan kejadian TB Parudengan faktor-faktor risikonya dengan analisis regresi linear. Namun, belum tentucocok diterapkan disemua wilayah karena memiliki kondisi geografis yangberbeda, sehingga dapat menyebabkan adanya perbedaan kasus TB Paru antarawilayah satu dengan wilayah yang lainnya. Oleh karena itu, perlu dimasukkanunsur pengaruh geografis dengan pemodelan regresi linear spasial atauGeographically Weighted Regression (GWR), dalam penelitian ini untuk menilaihubungan kejadian TB Paru dengan faktor kondisi lingkungan fisik rumah,kondisi lingkungan rumah tinggal, karakteristik kependudukan, danmemanfaatkan pelayanan kesehatan terhadap kejadian TB Paru. Penelitian inimenggunakan desain studi potong lintang (cross sectional) dengan menggunakandata Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010. Sampel penelitian ini adalahresponden dalam Riskesdas 2010 berusia 15 tahun ke atas di Jawa Barat. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa memanfaatkan pelayanan kesehatan merupakanfaktor dominan yang berhubungan dengan kejadian TB Paru di tiapKabupaten/Kota Provinsi Jawa Barat kecuali Majalengka dan Pekerjaan jugaberhubungan hanya di Kabupaten Bogor.Kata kunci: TB Paru, Regresi Linear, Spasial, GWR
Indonesia is in the category of high-burden countries for the highest burden ofPulmonary Tuberculosis of the world, the third rank after India and China. Theeffort to overcome this disease is to do modeling the prevalence of PulmonaryTuberculosis using linear regression model globally. However, it is notnecessarily suitable to be applied in all areas because every area has differentgeographical condition, so it can lead to differences of TB cases between oneregion with another region. Therefore, the effect of geographic elements need tobe incorporated with linear regression modeling spatial or GeographicallyWeighted Regression (GWR). This study applied GWR model to assess theassociation of Pulmonary Tuberculosis prevalence by the physical condition of thehome environment, residential environment, demographic characteristics, andhealth care utilizing factors on the prevalence of Pulmonary Tuberculosis. Thisstudy used a cross-sectional study design using Riskesdas Data - 2010. Samples inthis study were Riskesdas 2010 respondents aged 15 years and over in West Java.The results showed that utilize of health care is the dominant factor associatedwith the prevalence of Pulmonary Tuberculosis in each district/city of West Javaexcept Majalengka, also related employement status only in Bogor Regency.Keywords: Pulmonary Tuberculosis, Linear Regression, Spatial, GWR
Read More
T-4116
Depok : FKM-UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agung Kurniawan; Pembimbing: Artha Prabawa; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Yudianto
Abstrak: Kemajuan teknologi terutama jaringan internet, telah membuat komunikasi dan informasi semakin berkembang. Seseorang dapat dengan mudah mencari informasi yang diinginkan dengan hanya menggunakan teknologi jaringan internet yang dapat dijangkau melalui berbagai media. Fasilitas-fasilitas seperti situs web, aplikasi smartphone dan media sosial juga telah tersedia untuk mencari informasi di jaringan internet. Salah satu informasi yang paling banyak dicari adalah informasi kesehatan dan situs web kesehatan merupakan media yang paling banyak memuat informasi kesehatan.
 
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran informasi kesehatan dari berbagai situs web kesehatan di Indonesia. Peneltian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif.
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua sampel situs web kesehatan di Indonesia belum memenuhi kritera-kriteria penilaian yang ditentukan. Hasil penelitian menyarankan untuk diadakan pengawasan kepada situs-situs web kesehatan yang memuat berbagai informasi kesehatan.
 

Advances in technology, especially internet network, has made communication and information growing. Someone can easily find the desired information by simply using internet network technology that can be reached through various media. Facilities such as websites, smartphone apps and social media are also available to search for information on the Internet. One of the most popular information is health information and health websites have many contents for health information.
 
This study aims to obtain a description of health information from various health web sites in Indonesia. This research uses a qualitative approach with descriptive design.
 
The results of the study showed that all samples of health websites in Indonesia have not met the for assessment were determined. The results suggest supervision to health websites that containing health information.
Read More
S-9813
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dian Rahayu Pamungkas; Pembimbing: Besral; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Widiawati
S-6925
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wachdiyaningsih; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Chaerudin
S-7482
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hafizah Fauziyana Fadly; Pembimbing: Sudijanto Kamso; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Rahmadewi
Abstrak:
Berat badan lahir rendah (BBLR) menjadi penyebab kematian neonatal terbanyak tiap tahunnya di Indonesia. Data SDKI 2017 melaporkan persentase rata-rata kasus BBLR adalah 6,98%, berada di bawah target RPJMN 2015–2019. Beberapa studi menunjukkan kehamilan tidak diinginkan (KTD) merupakan salah satu faktor yang berpengaruh signifikan terhadap BBLR. KTD di Indonesia mengalami kenaikan dari 14% (2012) menjadi 15% (2017). Sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan pada bayi, KTD harus dapat dicegah, dan mencegahnya merupakan salah satu komponen untuk mencapai SDGs ke-5 PBB, yaitu meningkatkan kesehatan ibu. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kehamilan tidak diinginkan dengan kejadian berat badan lahir rendah di Indonesia.

Low birth weight (LBW) become the most common cause of neonatal death each year in Indonesia. The 2017 IDHS data reports that the average proportion of LBW cases is 6.98%, which is below the target of the 2015–2019 RPJMN. Several studies have shown that unintended pregnancy is one of the factors that have significant effect on LBW. Unintended pregnancy in Indonesia has increased from 14% (2012) to 15% (2017). As one of the factors that can increase the risk of health problems in infants, adverse events must be preventable, and preventing them is one of the components to achieve the UN's 5th SDGs, that is improving maternal health. This study aims to determine the relationship between unintended pregnancy and the incidence of low birth weight in Indonesia. The 2017 IDHS data reports that the average proportion of LBW cases is 6.98%, which is below the target of the 2015–2019 RPJMN. Several studies have shown that unintended pregnancy is one of the factors that have significant effect on LBW. Unintended pregnancy in Indonesia has increased from 14% (2012) to 15% (2017). As one of the factors that can increase the risk of health problems in infants, adverse events must be preventable, and preventing them is one of the components to achieve the UN's 5th SDGs, that is improving maternal health. This study aims to determine the relationship between unintended pregnancy and the incidence of low birth weight in Indonesia.
Read More
S-11320
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Zainal Mutaqin Hamid; Pembimbing: Soekidjo Notoatmodjo; Penguji: Sutanto Priyo Hastono
Abstrak: Menurut data Healthy Asean, 2000 angka kematian ibu di Indonesia 390/100.000 kelahiran hidup dan masih tinggi jika dibandingkan dengan negara-negara Asean lain dan lebih baik jika dibandingkan dengan kamboja sebesar 900/100.000 kelahiran hidup serta Laos sebesar 650/100.000 kelahiran hidup. Wiknyosastro et.al, 1999 mengatakan bahwa kematian ibu maternal dapat disebabkan fakor-faktor reproduksi, komplikasi abstertik, pelayanan kesehatan dan sosioekonomi. Dari penelitianWidiarsa, 2002 di Bali bahwa 60 % kematian ibu disebabkan out come (hamil dan komplikasi) dimana aspek perilaku kesehatan seperti keterlambatan ANC pertama kali dan frekwensi pemeriksaan kehamilan kurang dari 4 kali serta pemilihan tempat bersalin dapat meningkatkan resiko kematian. Menurut Green pemanfaatan pelayanan kesehatan termasuk pemeriksaan kehamilan dipengaruhi oleh faktor predisposing, enabling dan reinforcing dimana pada penelitian ini faktor predisposing saja yang diteliti berupa pengetahuan dan sikap serta karakteristik ibu seperti pendidikan, pekerjaan, umur dan paritas. Dari data profil Kabupaten Serang tahun 2000 dijumpai bahwa pemeriksaan kehamilan pertama kali (K1) sebesar 83,42 % sedangkan pemeriksaan kehamilan lengkap (K4) sebesar 51,59 %. Penelitian ini bersifat penelitian diskriptif dengan desain "crosssectional study" (studi potong lintang). Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah seperangkat kuesioner. Sebagai populasi di dalam penelitian adalah ibu balita yang terdiri dari masing-masing 3 Kecamatan (3 wilayah kerja Puskesmas) yang terletak disebelah utara dan selatan serta 1 kecamatan kota Serang (3 wilayah kerja Puskesmas). Pada penetuan Kelurahan / desa, dusun serta sampel dilakukan secara Purposive. Pengumpulan data sebanyak 110 responden dilakukan peneliti dan dibantu Bidan dengan hasil penelitian adalah sebagai berikut : 52,7 % responden memeriksa kehamilan lengkap, 58,2 % berpengetahuan baik dan 63,6 % rnempunyai sikap positif. Sedangkan hasil analisis bivariat dengan uji Chi Square terhadap variabel independen dan confounding yaitu : pengetahuan, sikap, pendidikan, pekerjaan ibu, umur ibu dan paritas ternyata yang berhubungan bermakna dengan pemeriksaan kehamilan adalah pengetahuan, sikap dan pendidikan. Dari hasil analisis multivariat didapatkan bahwa ada hubungan bermakna antara pengetahuan dengan pemeriksaan kehamilan dan pendidikan. Sedangkan untuk sikap ada hubungan bermakna dengan pemeriksaan kehamilan tanpa pendidikan. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan pemeriksaan kehamilan, pengetahuan dan sikap masih rendah maka perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terutama penelitian kualitatif untuk menggali faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi rendahnya hasil ini.
Read More
T-1738
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sudarmi; Pembimbing: Hadi Pratomo; Penguji: Sutanto Priyo Hastono
Abstrak:
Kepatuhan kunjungan ulang pasien rujukan persalinan merupakan salah satu upaya menurun AKI. AKI di RSUP Fatmawati 100% berasal dari kasus rujukan, dan pada bulan Januari, Februari dan Maret 2004 pasien rujukan persalinan yang patuh melakukan kontrol hanya 25%. Kasus rujukan persalinan 95,7% mempunyai penyulit sehingga perlu kunjungan ulang, mengingat asuhan masa nifas sangat penting dimana perlu memberikan konseling KB sedini mungkin, bahaya kehamilan yang akan datang, serta untuk mengetahui dampak intervensi sebelumnya, maka perlu identifikasi faktor-faktor penyebabnya. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya gambaran kepatuhan kunjungan ulang pasien rujukan persalinan dan faktor-faktor yang mempengaruhinya di RSUP Fatmawati Jakarta tahun 2003-2004. Penelitian menggunakan desain cross sectional. Responden dalam penelitian ini, adalah ibu hamil trimester ke III yang dirujuk untuk bersalin dari tanggal 1 juni 2003 sampai dengan 31 Mei 2004, menggunakan data sekunder, pengambilan sampel secara simpel random sampling sebanyak 212 orang. Hasil penelitian ini menunjukan tingkat kepatuhan sebesar 18,9%. Penelitian ini dari 12 variabel yang diteliti yang ada hubungan bermakna adalah 5 variabel yaitu umur, paritas, jarak kelahiran, pendidikan ibu, pengalaman berobat, dengan kepatuhan kunjungan ulang. Untuk variabel pekerjaan ibu, pekerjaan kepala keluarga, penanggung biaya, jarak tempuh, riwayat persalinan yang lalu, penyulit kehamilan, dan penyakit yang diderita ibu tidak hubungan. Dalam hal ini lima dari dua betas hipotesa yang berhasil dibuktikan kebenarannya. Dan hanya 2 variabel yang secara signifikan berhubungan yaitu jarak kehamilan dan pengalaman berobat. Dimana setiap kenaikan 1 tahun jarak kelahiran berpeluang untuk melakukan kunjungan ulang sebesar 1,21 kali dengan (95% CI: 1.03-1,43) setelah dikontrol pengalaman berobat. Responden yang berpengalaman berobat berpeluang untuk patuh sebesar 6.61 kali dengan ( 95% CI:3,07-14,20) setelah dikontrol variabel jarak kelahiran responden. Dari 12 variabel independen yang dapat diintervensi untuk meningkatkan kepatuhan di rumah sakit hanya I variabel adalah pengalaman berobat dan 11 variabel Iainnya yang berasal dari iuar rumah sakitldiluar kontrol RSUP Fatmawati, intervensinya harus dilakukan dengan koordinasi lintas sektoral baik DepKes, Depag, Depdiknas, Departemen Pemberdayaan Wanita, Depdagri dan LSM.

Factors Related To Compliance Of Revisit Among Referred Delivery Patients In Fatmawati General Hospital, Jakarta 2003-2004Revisit compliance among referred delivery patients is one of important effort to reduce Maternal Mortality Rate. In the Fatmawati General Hospital all maternal death was caused by referred delivery cases. During January, February and March 2004 the revisit compliance of the referred delivery cases was only 25%. Revisit during post partum period is absolutely important since during this time it is timely appropriate to early introduce family planning methods for preventing future problems of maternal and newborn health_ Therefore, it is quite important to identify factors related with the revisit compliance of the referred delivery patients in the hospital. The objective of this study was to assess factors related to revisit compliance among referred delivery patients in the Fatmawati General Hospital 2003-2004. The design of the study was a cross-sectional design. Population of the study was 3'1 quarter pregnant women who were referred to the delivery room and had a referral letter. The referral took place between June 1 2003 to May 31, 2004. A total of 212 sample of the study was selected using a simple random sampling method. Results of the study indicated that the revisit compliance of the referred delivery patients in the Fatmawati General Hospital was 18,9%. In addition, it showed that there was a significant correlation between revisit compliance of the patients with the following independent variables namely age, parity, birth space, education of mothers, and previous experience of using the hospital services. There was no significant relationship between revisit compliance with the following variables: work status of the mother, occupation of the head of household, person respoiisible for cost of care in the hospital, distance of home to hospital, obstetric history, problems of pregnancy and diseases affecting the mothers. In this study, 5 out of 12 hypotheses was accepted. There were significant relationship between birth space and the experience of utilization of hospital services of the pregnant women. After being controlled with the previous experience of the pregnant women in using hospital service, for each year increase of birth space provides a chance of revisit compliance 1.21 times (95% confidence interval 1,03-1,43). After being control with variable of birth space, those pregnant women who had experience in using previous hospital service had a chance 6,61 times (95% confidence interval 3,07-14,20). Out of 12 variables that are amenable to intervention only previous experience of using hospital service which could be intervened by the hospital. Some other variables such as birth space, occupation of the husband, obstetric history etc could only be intervened by inter-sectoral cooperation among different institutions. Therefore, it is strongly recommended that the improvement of women status and their empowerment should become a priority of the government and non-government intervention.
Read More
T-1876
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syahrizal; Pembimbing: Anwar Hasan; Penguji: Sutanto Priyo Hastono
T-2001
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive