Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 1 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rosni Lubis; Promotor: Ratu Ayu Dewi Sartika; Kopromotor: Endang Laksminingsih Achadi, Atmarita; Yekti Widodo, Aryono Hendarto, Ahmad Syafiq, Sutanto Priyo Hastono
Abstrak:

Prevalensi stunting pada balita di Indonesia, khususnya Kabupaten Bogor masih tergolong tinggi. Minimum Acceptable Diet (MAD), salah satu penilaian pada praktik pemberian makanan pendamping ASI, merupakan salah satu determinan utama dalam kejadian stunting. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan MAD dan faktor lainnya dengan kejadian stunting pada anak umur 6-23 bulan. Metode penelitian ini menggunakan desain studi kohor prospektif data penelitian Kohor Tumbuh Kembang Anak (TKA) yang dilaksanakan sejak tahun 2012 di Kota Bogor. Sampel penelitian ini adalah anak umur 6-23 bulan pada studi kohor TKA yang dilakukan pengukuran berulang secara lengkap. Anak yang lahir pada pada tahun 2012-2017 dan diikuti hingga umur 23 bulan (pada tahun 2014-2019).

Variabel dependen pada penelitian ini ialah anak stunting yang diamati pada saaat usia 12, 18 dan 24 bulan. Variabel independen utama pada penelitian ini ialah MAD yang diamati pada rentang umur 6-11, 12-17 dan 18-23 bulan.

Hasil: Prevalensi stunting dalam penelitian ini masih cukup tinggi yaitu anak umur 12 bulan (23,8%), 18 bulan (33,2%) dan 24 bulan (24,6%). Capaian MAD tidak adekuat paling banyak terjadi pada anak umur 6-11 bulan (77,9%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa MAD umur 6-11, 12-17 dan 18-23 tidak berhubungan terhadap kejadian stunting pada anak umur 12,18 dan 24 bulan.. Analisis Multivariat Regresi Cox menunjukkan stunted usia sebelumnya dan asupan protein mempengaruhi terjadinya stunting.

Kesimpulan: Upaya lebih lanjut perlu dilakukan untuk capaian MAD yang direkomendasikan pada anak usia 6-23 bulan untuk mencegah stunting. Studi skala besar untuk mengeksplorasi peran MAD dalam mengurangi stunting dan studi kualitatif untuk mengidentifikasi kendala dan faktor yang mempengaruhi praktik pemberian makan bayi dan anak yang lebih baik sangat penting untuk perbaikan program.


 

The prevalence of stunting among children under-fives in Indonesia, particularly in Bogor, West Java, is still relatively high. Minimum Acceptable Diet (MAD), one of the  assesments on the practice of complementary feeding is one of the main determinants of stunting. This study aims to examine the relationship between MAD and other factors with the incidennce of stunting in children aged 6-23 months. Methods: This research method uses a prospective cohort study design from the Cohort of Growth and Development  of children (TKA) research data which has been carried out since 2012 in Bogor City.

The sample of this study was children aged 6-23 months in the TKA cohort study whio underwent complete repeated measurements. Children born in 2012-2017 and followed up to 23 months of age (in 2014-2019).

The dependent variables were stunted children at ages 6-11, 12-17. 18-23 and 24 months. The main independent variable was Minimum Acceptable Diet at the age interval of 6-11, 12-17, and 18-23 months. The data collection on the MDD, the MMF, and the MAD used twenty-four-hour dietary recall. Result: Prevalence of stunting was higher for child aged 12 months (41,7%) than for those in 18 months (8,1%) and 24 months (4,0%) category. Inadequate MAD achievement was most common in children aged 6-11 months (41.7%). Bivariate analysis showed that fulfilment MAD aged 6-11, 12-17 and 18-23 were not associated with stunting. Multivariate analysis Cox Regression indicated that stunted early age and protein intake were significantly associated with stunting.

Conclusion: More efforts need to be done to achieve the recommended MAD for all children aged between 6-23 months and to prevent stunting. Large scale studies to explore the role of MAD in reducing stunting and qualitative studies to identify the constraints and promoting factors to better infant and young child feeding practices are imperative for programme improvement.

 

 

 

 

 

 

 

 

Read More
D-563
Depok : FKM UI, 2025
S3 - Disertasi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive