Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
A.H. Alfikri; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Hernawan, Iman Hidayat, Emmy Salman
Abstrak:

Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang telah berkarya melayani masyarakat sejak 30 tahun yang lalu. Secara umum ada dua macam pelayanan perawatan yang diberikan rumah sakit yaitu rawat jalan (out patient) dan rawat inap (in patient). Dalam memberikan pelayanannya rumah sakit berusaha untuk mengacu kepada standar mutu pelayanan yang telah ditetapkan oleh Depkes, sehingga diharapkan dapat memberikan kepuasan kepada konsumen. Salah satu indikator yang dapat dilihat untuk melihat kepuasan pasien di rumah sakit adalah jumlah kunjungan pasien secara umum ke rumah sakit. Berdasarkan data tiga tahun terakhir (1998-2000), diketahui terjadi kecenderungan adanya penurunan pertumbuhan rata-rata jumlah kunjungan rawat jalan secara keseluruhan. Penurunan yang mencolok terjadi di poll mats yang mencapai pertumbuhan sebesar -53%, diikuti jumlah kunjungan di poli umum yaitu sebesar -13%. Apabila data jumlah kunjungan dibandingkan satu tahun sebelumnya, maka proporsi terbesar penurunan terjadi pada poli umum yaitu mencapai 46%. Unit rawat jalan dari rumah sakit merupakan bagian terpenting dari rumah sakit, jadi (1998). Karena unit rawat jalan berfungsi sebgai profit center dan pintu gerbang masuk pasien, maka secara tidak langsung unit rawat jalan akan menampakkan citra dari rumah sakit tersebut. Mengingat pentingnya peran unit rawat jalan, mengharuskan pengelolaannya dilakukan secara serius. Adanya penurunan jumlah kunjungan di unit rawat jalan khususynya poli umum di RSI Ibnu Sina, mengindikasikan adanya permasalahan dalam pengelolaan pelayanan di bagian tersebut. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji faktor-faktor yang kemungkinan terkait dengan terjadinya penurunan jumlah kunjungan pasien di poli umum unit rawat jalan RSI Ibnu Sina. Sebagai variabel penelitian diambil tiga aspek yaitu : Sumber Daya Manusia, Standar Operating Procedure (SOP) dan pendapatan karyawan. Penelitian ini bersifat eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Informan pada penelitian adalah petugas yang bekerja di bagian poli umum terdiri dari dokter (3 orang), perawat (1 orang), dan pembantu perawat sebanyak 4 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi jumlah ternyata Sumber Daya Manusia sudah cukup memadai, namun tidak terlatih dan kurang mempunyai motivasi yang cukup dalam bekerja. SOP dan Protap rawat jalan pada RSI Ibnu Sina Padang tidak ada sehingga menimbulkan kesulitan bagi informan untuk menerjemahkan perintah pimpinan. Jumlah pendapatan yang diterima informan dirasakan relatif tidak mencukupi bahkan kurang sesuai dengan beban kerja tambahan. Untuk peningkatan kinerja dimasa yang akan datang, penulis menyarankan hendaknya SDM yang ada perlu diberikan pelatihan-pelatihan teknis guna peningkatan pengetahuan dan kemampuan karyawan. Dalam melaksanakan pekerjaan perlu tersedia SOP dan Protap yang jelas sehingga target dan aktivitas yang dilakukan dapat sesuai dengan apa yang diharapkan. Pihak Yayasan atau rumah sakit perlu melakukan peninjauan atas sistem pendapatan/penggajian karyawan, serta perlu menyediakan imbalan terhadap prestasi untuk meningkatkan motivasi karyawan. Daftar bacaan : 21 (1984 -- 2000)


 

Analysis Internal Factors of Decreasing Ambulatory Care Performance in Ibnu Sina Islamic Hospital Padang in 2000.Ibnu Sina Islamic Hospital Padang had operated for 30 years. 2000's data described a decline in ambulatory care patient till 46%. This is not a good performance for the hospital. Variables seek from three aspects: Human Resources, Standard Operating Procedure and staff's income. This study is an exploratory study with qualitative approach. Informant consist of three physicians, two nurses and four nurse's assistants. Results of this study shows that the staffs are not enough, not trained well, and have no motivation. There is no SOP that makes difficulty to translate the manager's order. Income is not compatible with duty. For better future need intensive courses and technical trainings to increased staff's skill. They should provide with SOP (Operational Standard Procedure) or protap to do better service for peoples. And the foundation should have much attention about their staff's income (take home pay). Bibliography: 21 (19842000).

Read More
B-502
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hoyi Siantoresmi; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Ede Suryadarma Darmawan, Dina Fitrianingsih, Iman Hidayat
Abstrak:

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi PT Erha Dennato Center dalam menerapkan sistem waralaba sebagai upaya menambah saluran distribusinya. Sistem waralaba dipilih karena dinilai paling sesuai dengan situasi, kondisi dan kebutuhan perusahaan. PT Erha Dermato Center adalah sebuah perusahaan swasta yang bergerak di bidang dermataceurical, mempunyai produk perawatan kulit erha2l medicated skin care dan klinik perawatan kulit erha2l Skin Clinic.Permasalahan yang dihadapi oleh PT Erha Dermato Center disebabkan karena minimnya referensi mengenai aplikasi sistem waralaba di bidang pelayanan kesehatan. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi atau gambaran tentang upaya penerapan sistem waralaba di PT Erha Dermato Center.Penelitian ini merupakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data-data dan informasi diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan, studi dokumen dan observasi secara langsung.Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel-variabel yang berpengaruh dalam penerapan sistem waralaba di PT Erha Dermato Center adalah Merek Dagang; Keuangan; Standar; Marketing; Pelatihan, Bantuan dan Bimbingan; serta Hukum.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diambil kesimpulan bahwa pengembangan jaringan distribusi yang dilakukan oleh PT.EDC belum dapat dikatakan sebagai sistem waralaba, melainkan Peluang Bisnis, yang merupakan embrio waralaba. Kesimpulan berikutnya adalah, tiap variabel mempunyai beberapa sub-variabel yang terpenting. Sub-variabel merupakan satu atau dua hal yang terpenting dalam setiap variabel. Variabel Merek Dagang mempunyai sub-variabel registrasi merek dagang dan hak paten. Variabel Keuangan memiliki sub-variabel investasi dan biaya waralaba. Variabel Standar sub-variabelnya yaitu mutu dan kepuasan pelanggan. Variabel Marketing mempunyai sub-variabel jaringan distribusi. Variabel Pelatihan, Bantuan dan Bimbingan mengandung sub-variabel hubungan jangka panjang antara pemilik waralaba dengan pembeli waralaba. Sedangkan sub-variabel untuk variabel Hukum adalah perjanjian kerjasama. Diantara variabel-variabel tersebut, yang terpenting adalah variabel Merek Dagang dan Standar.Sebagai saran dikemukakan agar merek dagang erha2l dipelihara sebagai aset, aspek keuangan dalam sistem waralaba di PT Erha Dermato Center dikaji secara berkala dan dibakukan, standar perlu dievaluasi supaya lebih lengkap namun mudah dimengerti, proses seleksi pembeli waralaba disempurnakan. Perlu dibentuk tim khusus untuk memberikan pelatihan, bantuan dan bimbingan secara terus menerus, dan perjanjian kerjasama perlu disempurnakan dan dibakukan. Untuk aplikasi sistem waralaba di rumah sakit, disarankan hanya untuk jenis pelayanan tertentu saja yang sifatnya perawatan dengan tetap mempertahankan adanya ketergantungan pembeli waralaba kepada rurnah sakit pemilik waralaba.

Analysis of the Application of Franchising System of PT Erha Dermato Center Year of 2002This study was derived from the problem facing by PT Erha Dennato Center in its effort to apply a franchising system in order to increase its distribution channels. The franchising system was chosen because it was considered to be in line with the situation, condition and the needs of the company. PT Erha Dermato Center is a private company in the field of dermatoceutical. Its products are the erha2l medicated skin care line and the skin care clinic ; erha2l Skin Clinic.The problem facing PT Erha Dermato Center was due to the minimal number of references specific for the application of franchising in the health services industry. Therefore this study is targeted to dig up the relevant variables which will effect the application of the franchising system for PT Erha Dermato Center and the dynamics of said variables.This is a case study utilizing a qualitative approach. The data and information collected through in-depth interview with informants, documents study and direct observations.The result of the study shows that the variables effecting the application of a franchising system for PT Erha Dermato Center are; Trade Mark, Finance, Standard, Marketing, Training, Operational Assistance and Consultation, and Law.Based on the study and analysis, it was concluded that every variable had several important sub-variables. The said variables manifested itself as one or two main importance within each variable. The "Trade Mark" variable has the sub-variables Trade Mark Registration and Patent Right. The "Finance" variable has the sub-variables Investment and Franchising Fee. The "Standard" variable has the sub-variables quality and customer satisfaction. The "Marketing" variable has the sub-variable distribution channels. The "Training, Operational Assistance and Consultation" variable has the sub variable long range relationship between the franchisee and its franchisor. And the "Law" variable has the sub-variable Co operational Contract. Concerning the variables above the most important ones are Trade Mark and Standard.It is recommended that the trade mark erha2l be treated as an asset, the financial aspect of the franchise should be evaluated from time to lime, the standards should be routinely evaluated and revamped to make it even more complete but easier to comprehend, the process of franchisee selection needs to be improved, there is a need for a specific team to handle the training, assistance and consultation on an on-going basis, and the legal cooperation contract needs to be perfected and standardized. For the application of franchising for general hospital, it is recommended to be applied for certain specific service only in the field of health care while still maintaining the dependency of the franchisee to its franchisor.

Read More
B-594
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
E.A. Sani; Pembimbing: Prastuti Soewondo; Penguji: Amal C. Sjaaf, Budi Utomo, Iman Hidayat
Abstrak:
Dunia usaha perumah sakitan nasional dewasa ini tidak terpisahkan dari situasi pasar global dan kondisi krisis ekonomi dimana tingkat persaingan yang ketat dan tingginya biaya pelayanan kesehatan. Hal tersebut berpengaruh terhadap kelangsungan operasionalnya rumah sakit. Pengaruh tersebut perlu diantisipasi dengan pengelolaan sumber daya yang dimiliki secara efsien dan efektif. Salah satu sumber pendapatan yang cukup besar berasal dari pelayanan pasien rawat inap. Namun transaksi pelayanan pasien rawat inap ini tidak seluruhnya dibayar tunai/kas, melainkan sebagian pembayarannya ditagih kemudian yang tercermin dalam saldo kumulatif piutang pelayanan. Data keuangan yang diolah dari Neraca dan Rugi Laba Rumah Sakit Haji Jakarta tahun 1999 dan 2000 menunjukkan bahwa pendapatan rumah sakit meningkat secara bermakna sebesar 149,71 % pada tahun 2000. Sekitar 40 % dari pendapatan rumah sakit berasal dari pendapatan rawat inap. Sedang pendapatan rawat inap meningkat sebesar 156,46 % tetapi piutang pelayanan meningkatnya jauh lebih besar mencapai 245,98 %. Proporsi piutang pasien rawat inap terhadap pendapatan rawat inap ternyata meningkat secara drastis dari hanya 9,64 % pada tahun 1999 menjadi 15,16 % pada tahun 2000. Sehubungan dengan meningkatnya saldo piutang pelayanan pasien rawat inap tersebut, maka perlu mendapat perhatian khusus dan ditangani secara profesional. Hal ini mengingat bahwa piutang pelayanan adalah sumber dana likuid untuk mendukung operasional rumah sakit dan apabila tidak dikelola dengan baik, tentu akan mempengaruhi modal kerja yang dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapat gambaran penyebab dari besarnya jumlah piutang pelayanan pasien rawat inap di Rumah Sakit Haji Jakarta dengan pendekatan sistem yaitu input, proses dan output. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan melakukan pengamatan langsung dan wawancara secara mendalam. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penyebab besarnya saldo piutang pelayanan pasien rawat inap karena lamanya waktu dalam proses penyampaian surat tagihan kepada para debitur. Akibatnya tingkat pembayaran yang diterima rendah yaitu rata-rata 23;30% dan masih cukup tingginya jumlah saldo piutang yang tidak terbayar yang terakumulasi pada total piutang pelayanan bulan berikutnya rata-rata sebesar 76,70%. Disamping itu pula terdapat piutang yang berumur lebih dari 90 hari mencapai sebesar 39,75% dan total piutang pelayanan pasien rawat inap per 31 Maret 2000. Saran yang dapat diberikan adalah perlunya diingatkan para dokter dalam melakukan pemeriksaan wajib untuk mengisi hasil pemeriksaannya pada resume medik, dan dilakukannya evaluasi terhadap tingkat kepatuhannya. Dengan demikian penataan rekening harian dan invoice tagihan pasien rawat inap dapat dikerjakan secara cepat dan akurat. Petugas penagihan dapat lebih cepat menyampaikan surat tagihan kepada para debitur yang jumlahnya mencapai 178 perusahaan. Selanjutnya perlu dipertimbangkan adanya batasan waktu dalam penyampaian surat tagihan, penambahan petugas dan kendaraan operasional roda dua agar dapat menjangkau lebih banyak debitur yang lokasinya tersebar di wilayah Jabotabek.

Analysis on Management of Collection Account Receivables of Third Party Inpatient Care at RS Haji Jakarta for the Year of 2000Nowadays, the business word of national hospitality can not he separated from global market situation and the economic crisis condition, in the full competition and the high prices of health services. It is fluencies to the sustainability hospital operations. We need to anticipate the influence in order to process the resources that we have efficiently and effectively. One of the biggest resources of incoming is from in patient services. Unfortunately, not all of the transactions of patient are paid in cash, but a half of the payment is collected latter, which could be shown up in cumulative service debt balance. The financial data was derived from the balance sheet and income statement of Haji Hospital Jakarta for the period of 1999 and 2000, It showed that hospital revenue has substantially increased for 149,71 % in the year 2000. Approximately 40 % of the revenues generated from inpatient care. Although revenue increased by 156, 46 %, however the balance of account receivable also increase by 245, 98 %. The proportion of account receivable as compared to patient?s revenue. Because of the increase of the debt balance of the patient services, it is necessary to handle it professionally. It reminds that the debt service is a liquid resource to back the operationally of the hospital up, because if it didn't be proceed well, it would influence the work capital that we need. This observation aims to get a description of the causal of the high total debt of the patient at Haji Hospital Jakarta with several approach systems are input, process and output. This observation is analytic descriptive which doing direct observation and making several interviews deeply. From the result of the observation could be concluding that the causal of the high debt balance of patient was because of a very long process time giving the letter for the payment of the debt to the debtor. So, the total received payment from the debtor was still low, and the arrange or it was around 23,30 % and because the unpaid debt balance was still in high number which accumulated in total debt service for the next month would be around 76,70 %. Beside there were debts which had been more than 90 days, about 39,75 % of the total debt service of in patient per march, 31, 2000 The suggestions could be given are the extent necessary to remind the doctors when they do the obligation examine, the have to fill the result of the examination in to a medical status recorded card and to evaluate the level of the obedience. By doing that, the arrangement of daily payment and invoice debt of patient could be done fast and correctly. As well as, the debt collector could send the letter of the debt payment to a debtor faster, which the number of the debtor is 178 companies. For the next step, it is necessary to consider for giving a time limitation in sending the letter of the debt collector and the operational vehicles especially motorcycle, in order to reach more debtors in all of Jabotabek area.
Read More
B-520
Depok : FKM UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Evi Basyaruddin; Pembimbing: Amal Chalik Sjaaf; Penguji: Suprijanto Rijadi, Amal Chalik Sjaaf, Amila Megraini, Iman Hidayat, Supriyantoro
Abstrak:

Biaya pelayanan kesehatan setiap tahun selalu meningkat, dengan porsi pembiayaan obat yang cukup tinggi. Efisiensi dalam bidang pelayanan obat diharapkan dapat mengurangi peningkatan biaya pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Didalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi peserta asuransi kesehatan, obat menyerap dana lebih kurang 49% dan berdasarkan data tiga tahun terakhir biaya obat cenderung meningkat setiap tahun. Khusus untuk obat rawat inap di rumah sakit efisiensi biaya obat. mungkin dapat dilaksanakan dengan penerapan sistem unit dose dispensing Rumah Sakit Umum Prof. Dr. M.A. Hanafiah S.M. Batusangkar sudah melaksanakan sistem distribusi obat rawat inap dengan sistem unit dose dispensing. Untuk mengetahui apakah sistem distribusi obat rawat inap dengan sistem unit dose dispensing dapat menghemat biaya obat, maka dilakukan studi evaluasi terhadap penerapan sistem unit dose dispensing di rumah sakit tersebut. Data penelitian ini diperoleh dart pengamatan biaya obat pasien rawat inap sebelum dan sesudah dilaksanakannya sistem unit dose dispensing. Dan basil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem distribusi unit dose (unit dose dispensing) dapat menghemat biaya obat rawat inap dan disarankan bahwa sistem distribusi obat dosis unit layak untuk diteruskan dan untuk mendapatkan basil yang optimal perlu disertai adanya pengomatan yang rasional. Daftar bacaan : 18 (1989 - 200p )


 

Implementing a Unit Dose Dispensing System to Inpatient with Health Insurance in Prof. Dr. M.A. Hanafiah S .M. Hospital, Batusangkar. Health services cost with a high proportion of drug cost increases every years. An efficiency in drug services may reduce the totality health services cost raising. Drug inpatient cost with health insurance is about 49 % and according to the last three years data, drug cost inclined increasing each years. Efficiency in drug cost can be done by implementing the unit dose dispensing system especially for inpatient drugs in hospital. Prof. Dr.M.A. Hanafiah S.M. Hospital in Batusangkar has implemented the unit dose dispensing system for distribution inpatient drug system. An evaluation study has been conducted to find out whether distribution inpatient drugs system with unit dose dispensing can thrifty the drug cost, in that hospital. The data was collected from observing the inpatient drug cost before and after the unit dose dispensing system was implement. The conclusion of this study is that implementing unit dose dispensing can thrifty inpatient drug cost and it is suggested to continue this system. More ever, rational drug use has to be followed to get the optimum result. Bibliography : 18 (1989 - 2000)

Read More
B-541
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dyah Anna Purnayati; Pembimbing: Amila Megraini; Penguji: Adang Bachtiar, Wachyu Sulistiadi, Yuli Prapanca Satar, Iman Hidayat
Abstrak:
Di tengah ketatnya kompetitsi antar rumah sakit yang disebabkan antara lain oleh sistem dereguiasi dan peraturan dalam industri pelayanan kesehatan, akan berdampak terhadap perkembangan pasar. Karenanya perlu analisis dan perencanaan yang tepat bagi manajemen sebuah organisasi pelayanan kesehatan. Rencana pengembangan Poliklinik JMC menjadi rumah sakit yang didasari oleh meningkatnya jumlah pengunjung, dan sisa hasil usaha selama tiga tahun terakhir, relatif tingginya tingkat kembali pengguna jasa, memerlukan analisis bagi strategi pemasaran untuk mengantisipasi perubahan pasar yang berkembang dengan cepat. Pada penelitian kali ini disusun strategi pemasaran yang tepat untuk Polikiinik JMC dengan mempertimbangkan faktor eksternai dan internal melalui teknik SWOT analisis. Penyusunan strategi dilakukan dalam tiga tahap yaitu input stage, yang menganalisis situasi untuk menentukan peluang dan ancaman serta kekuatan dan kelemahan melalui proses Concensus Decision Making (CDM) dengan menggunakan alat bantu EFE dan IFE matrik, Tahap selanjutnya matching stage, menentukan tujuan dan alternatif strategi dengan menggunakan TOWS, IE, BCG dan Grand Strategy Matrik. Tahap terakhir decision stage, menetapkan prioritas strategi pemasaran menggunakan QSPM matrik. Berdasarkan analisis tersebut, posisi pelayanan Poliklinik JMC pada saat ini berada pada posisi problem children dan posisi hold and maintain. Kemudian dengan penyesuaian (matching) antara keempat analisis tersebut diperoleh alternatif strategi yang dianjurkan yakni market penetration, market development dan product development. Strategi yang terpilih sebagai prioritas dari hasil analisis menggunakan QSPM adalah market penetration. Strategi penetrasi pasar yang perlu dikembangkan dalam strategi operasional dikaitkan dengan bauran pemasaran adalah sebagai berikut : produk, kehandalan produk meliputi perbaikan kualitas pelayanan, dilakukan melalui pengembangan sumber daya manusia dan kelengakapan sarana prasarana, inovasi teknologi dan standarlsasi mutu; harga, strategi penurunan harga yang dapat meningkatkan penjualan; distribusi, meningkat distribusi yang dilihat dari aspek tisik dan peningkatan kemitraan dengan saluran distribusi; promosi, melakukan promosi secara optimal, sesuai dengan target pasar misalnya dengan leaflet atau buletin tentang kesehatan.

Abstract The tight competition between hospital (health care provider) caused among other by the deregulation system and the regulation on health care industries, may effect the market development. Therefore the management of health care provider need to develop nalysis and correct planning. The plan to develop JMC Policlinic into a hospital is based on the increase of user and profits for the past three years, high percentage of faithful customer, this requires analysis for marketing strategy to anticipate rapidly changing market. This research is the sustablemarketing strategy for JMC policlinic by considering external nad internal factors by SWOT technique analysis. The development of the strategy consist of three stages namely input stage, by analyzing the situation to determine opportunity and threat, strength and weakness by concencus decision making (CDM) process using EFE and IFE matrix. The next is the matching stage, by determining goals and alternative strategy using TOWS, IE, BCG and Grand Strategy Matrix. The last is the decision stage by determining marketing strategy priority using QSPM matrix. Based on the analysis, the JMC Policlinic cun/ently is on helping problem children and hold and maintain position. Then the for analysis is matched to obtain recommended alternative strategy, market penetration, market development, and product development. The alternative strategy chosen by QSPM matrix is market penetration. Market penetration attempts to improve revenues or market share by better satisfying current customers with current products. Product enhancement (modifying the product to make it more appealing to the target market) is fundamental component of market penetration strategies, although pricing, promotion and distribution are used as well. The market penetration need tobe developed on operation strategy related to marketing mix, product, product virtue consists of increasing service quality, performed by developing human resources and infra structure, technology inovation and quality standard; price, reducing price strategy which may increase sales; distribution, increasing distribution physically and partnership with distribusi channel; promotion, by promoting optimally, according to market target such as with leatiet or health bulletin.
Read More
B-547
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mukhatar Ikhsan; Pembimbing; Budi Utomo; Penguji: Emmy Salman, Bambang Hestu Djajadi, Hardi Yusa, Iman Hidayat
Abstrak: Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan dan kunjungan di Poliklinik Khusus
 
RSUP Persahabatan maka perlu dilakukan analisis situasi guna pengembangan strategi
 
bisnis.
 
 
 
Dilakukan penelitian melalui tiga tahap yaitu:
 
l. lnput Stage melalui proses identifikasi External Factor Evaluation (EFA) dan
 
Internal Factor Evaluation (IFE)
 
2. Matching Stage dengan m enggunakan tool SWOT matrix Internal-External
 
Matrix.
 
3. Decision Stage dengan Grand Strategy.
 
 
 
Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan data sekunder, mengidentifikasi
 
berbagai faktor eksternal dan internal melalui wawancara mendalam serta CDMG
 
(Concensus Decision Making Group). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Poliklinik
 
Khusus RSUP Persahabatan mempunyai posisi pada sel V dan kuadran lnternal Fix-it.
 
Sedangkan sebagai SBU, pada saat ini belum mencapai break even point.
 
 
 
Guna tercapainya visi dan misi Poliklinik Khusus RSUP Persahabatan perlu
 
melakukan Strategi Penguatan (Enhancement) dan Pengembangan Produk (Product
 
Deveiopment).
 

 
Abstract
 
In order to increase the service quality and visit number in Spesial Polyclinic of
 
Persahabatan Hospital, it is necessary to make situational analysis to develop the bussines
 
planning.
 
 
 
Study has been done through three steps :
 
l. The input stage using of External Factors Evaluation (EFE) and lnternal Factors
 
Evaluation (IFE)
 
2. The matching stage using TOWS Matrix and Internal-External Matrix.
 
3. The Decision Stage using Grand Strategy
 
 
 
Data collecting has been done using observation of secondary data, indepth interview
 
and Concensus Group Decision Making.
 
 
 
The result of this study are : By using Internal-External Matrix is in Internal Fix-it
 
Quadran and by using TOWS matrix is in V cell means Hold and Maintain. As a
 
Strategic Business Unit until now is still not gain the break even point.
 
 
 
To get the vision and mision it is suggested for Special Polyclinic to perform strategy
 
using Enhancement and Product Development.
Read More
B-528
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive