Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Ershad Nashir; Pembimbing: Wahyu Sulistiadi; Penguji: Anhari Achadi, Jaslis Ilyas, RM Bob Erissa, Avicena M. Iqbal
Abstrak:
Tenaga keperawatan dituntut untuk dapat menjalankan kinerjanya dengan baik sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh rumah sakit. Rumah sakit yang memiliki sistem penilaian kinerja tenaga keperawatan tentunya membutuhkan instrumen yang dapat mengukur kinerja. Rumah sakit ibu dan anak Assalam telah memiliki instrumen penilaian kinerja yang didalamnya terdapat indikator dan ukuran kinerja tenaga keperawatan, penelitian ini bertujuan menilai instrumen tersebut.
Metode penelitian menggunakan desain potong lintang, dengan pendekatan kuantitatif, data primer didapatkan dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh tenaga keperawatan di RSIA Assalam. Total sampel 56 sama dengan populasi, dengan analisis multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil analisis bivariat variabel terukur, relevan, hasil kerja berhubungan secara signifikan (p<0,05) dengan penilaian kinerja. Perilaku paling dominan terhadap penilaian kinerja dengan hasil analisis multivariat ukuran kinerja perilaku (p=0.0001) dan indikator jelas (p=0.039).
Kesimpulan dari penelitian ini indikator kinerja yang digunakan sudah jelas tapi kurang terukur, kurang relevan dan kurang terikat waktu. Instrumen yang digunakan dapat mengukur perilaku dengan baik, tapi belum dapat mengukur hasil kerja dan kompetensi dengan baik. Perbaikan indikator kinerja dan ukuran kinerja pada instrumen penilaian kinerja perlu dilakukan demi meningkatkan kinerja tenaga keparawatan
Read More
Metode penelitian menggunakan desain potong lintang, dengan pendekatan kuantitatif, data primer didapatkan dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh tenaga keperawatan di RSIA Assalam. Total sampel 56 sama dengan populasi, dengan analisis multivariat menggunakan regresi logistik.
Hasil analisis bivariat variabel terukur, relevan, hasil kerja berhubungan secara signifikan (p<0,05) dengan penilaian kinerja. Perilaku paling dominan terhadap penilaian kinerja dengan hasil analisis multivariat ukuran kinerja perilaku (p=0.0001) dan indikator jelas (p=0.039).
Kesimpulan dari penelitian ini indikator kinerja yang digunakan sudah jelas tapi kurang terukur, kurang relevan dan kurang terikat waktu. Instrumen yang digunakan dapat mengukur perilaku dengan baik, tapi belum dapat mengukur hasil kerja dan kompetensi dengan baik. Perbaikan indikator kinerja dan ukuran kinerja pada instrumen penilaian kinerja perlu dilakukan demi meningkatkan kinerja tenaga keparawatan
B-2077
Depok : FKM UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Sri Mardiati; Pembimbing:Anhari Achadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Purnawan Junadi, Avicena M Iqbal, Supriyantoro
Abstrak:
Read More
Menurut Kementerian Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina Usaha menyatakan bahwa tahun 2020 semua rumah sakit di Indonesia harus sudah menerapkan green hospital, namun di lapangan belum semua rumah sakit yang mengimplementasikan green hospital atau terimplementasi dengan persentasi yang masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapan RSIA Assalam dalam penerapan green hospital berdasarkan pedoman green hospital dari Kementerian Kesehatan tahun 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Peneliti melakukan analisis kesiapan rumah sakit menuju green hospital dengan menggunakan pedoman green hospital Kementerian Kesehatan. Penilaian kesiapan green hospital dilakukan dengan skoring self assessment green hospital Kementerian Kesehatan. Dilakukan juga wawancara dan kuisioner ke informan eksternal (pasien) untuk menilai green hospital bagi pengguna. Lokasi penelitian di RSIA Assalam, Cibinong, Kabupaten Bogor yang merupakan rumah sakit khusus ibu anak tipe C. Setelah dilakukan penelitian didapatkan hasil bahwa implementasi green hospital di RSIA Assalam secara keseluruhan mencapai total 50%, dengan perincian kepemimpinan 50%, lokasi dan landscape 50%, bangunan RS 71%, pengelolaan bahan kimia dan B3 54%, pengelolaan limbah 71%, efisiensi energi 7%, efisiensi air 33%, kebersihan lingkungan dan sektor penyakit 80%, pengelolaan makanan 80%, kualitas udara 40%, inovasi lain terkait green hospital 0%, penghargaan bidang kesehatan lingkungan lainnya 0%. Elemen yang memiliki persentase paling tinggi adalah elemen kebersihan lingkungan dan sektor penyakit dan elemen pengelolaan makanan, sedangkan elemen yang memiliki persentase terendah adalah elemen inovasi lain terkait green hospital dan elemen penghargaan bidang kesehatan lingkungan lainnya. Berdasarkan status keberlanjutan pengelolaan lingkungan menuju green hospital maka RSIA Assalam berada di posisi brown hospital (kurang berkelanjutan) yakni usaha atau kegiatan pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan atau peraturan perundang-undangan.
According to the Indonesian Ministry of Health, the Directorate General of Business Development stated that all hospitals in Indonesia must implement green hospitals by 2020, but in the field not all hospitals have implemented green hospitals or implemented with a low percentage. The purpose of this study was to analyze the readiness of RSIA Assalam in implementing a green hospital based on the green hospital guidelines from the Ministry of Health in 2018. This study uses a qualitative research approach with a case study method. Researchers analyzed the readiness of hospitals towards green hospitals using the Ministry of Health's green hospital guidelines. Assessment of green hospital readiness was carried out by scoring the Ministry of Health's green hospital self-assessment. Interviews were also conducted to external informants (patients) to assess green hospital for users. The research location is RSIA Assalam, Cibinong, Bogor Regency which is a special type C mother and child hospital. After the research was conducted, it was found that the implementation of green hospital in RSIA Assalam as a whole reached a total of 50%, with details of leadership 50%, location and landscape 50%, hospital buildings 71%, chemical and hazardous waste management 54%, waste management 71%, energy efficiency 7%, water efficiency 33%, environmental hygiene and disease sector 80%, food management 80%, air quality 40%, other innovations related to green hospital 0%, other environmental health awards 0%. The elements that have the highest percentage are the elements of environmental hygiene and the disease sector and food management elements, while the elements that have the lowest percentage are other elements of innovation related to green hospitals and other elements of environmental health awards. Based on the sustainability status of environmental management towards a green hospital, RSIA Assalam is in the brown hospital position (less sustainable), namely environmental management efforts or activities required in accordance with statutory provisions or regulations.
B-2350
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
