Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Bauran Pemasaran Jasa Layanan Medical Check Up di Rumah Sakit Metropolitan Medical Centre Tahun 2014
Mayfree Syari; Pembimbing: Kurnia Sari; Penguji: Vetty Yulianti Permansari, Cornelia Jaqualina,
Abstrak:
Jumlah kunjungan layanan medical check up di RS MMC mengalami perubahan yang fluktuatif dan cenderung rendah. Padahal layanan ini merupakan revenue centre dan produk unggulan di RS MMC. Bauran pemasaran yang tepat diharapkan dapat meningkatkan utilisasi. Hasil penelitian dengan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi pasif ditinjau dari bauran pemasaran jasa 7P (product, price, place, promotion, people, physical evidence, dan process) menggambarkan bahwa produk layanan medical check up RS MMC berada di tahap kematangan dengan mempertimbangkan aspek prestige dalam proses penentuan harga. Layanan ini berada di lokasi yang strategis dan memiliki beberapa saluran pemasaran melalui pihak ketiga maupun secara langsung. Terdapat media promosi berupa leaftlet, company profile, website, dan buku layanan untuk mendukung promosi layanan ini. Latar belakang tenaga pelaksana sudah sesuai dengan proses pekerjaan yang dilakukan serta dilengkapi dengan SOP dan job description. Informan penelitian menilai terdapat kekurangan terkait desain fisik yang ada. Manajerial sebaiknya meningkatkan keterlibatan pasien sebagai target pasar yang memanfaatkan jasa layanan diperlukan dalam proses evaluasi guna mewujudkan pelayanan yang berorientasi pada pasien. Kata Kunci: Pemasaran, Bauran Pemasaran Jasa, Medical Check Up, Rumah Sakit
Read More
S-8547
Depok : FKM-UI, 2015
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Acintya Wika Sitakusuma; Pembimbing: Helen Andriani; Penguji: Pujiyanto, Wachyu Sulistiadi, Cornelia Jaqualina, Sonny Sutanto
Abstrak:
Read More
Penerapan healing architecture yang berkembang sejak era tahun 1980-an di rumah sakit di dunia mulai masuk ke Indonesia pada kelas rumah sakit premium dan semakin berkembang hingga 20 tahun kemudian. Penerapan desain healing architecture juga termasuk dalam peningkatan konsep pelayanan rumah sakit sehingga bertujuan untuk menjaga pasar dan konsumen rumah sakit. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui penerapan desain healing architecture terhadap tingkat kunjungan ulang pasien rawat jalan di RS MMC Jakarta, sebagai tanggapan akan penjagaan pasar dan konsumen rumah sakit terhadap konsep pelayaan rumah sakit yang terus diperbaharui. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain non eksperimental. Analisis univariat menunjukkan bahwa responden cukup puas dengan pengalaman yang dirasakan di RS MMC Jakarta, sementara analisis bivariat menunjukkan adanya masing-masing hubungan antara faktor healing architecture dan kualitas pelayanan pasien rawat jalan, faktor healing architecture dan kepuasan pasien rawat jalan, dan faktor healing architecture dan kepercayaan pasien rawat jalan di RS MMC Jakarta yang kuat, signifikan, dan searah, ditandai dengan adanya tingkat hubungan di angka 0,707; 0,727; dan 0,715. Lalu secara multivariat pun, ketiga faktor kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, maupun kepercayaan pelanggan secara simultan berpengaruh terhadap adanya tingkat kunjungan ulang pasien rawat jalan di RS MMC Jakarta. Oleh karena itu, adanya desain healing architecture di rumah sakit memberikan dampak terhadap tingkat kunjungan ulang pasien rawat jalan di RS MMC Jakarta, yang ditunjukkan oleh adanya setiap faktor kenaikan tingkat kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, dan kepercayaan pelanggan yang telah dipengaruhi adanya desain healing architecture akan meningkatkan minat kunjungan ulang pasien sebesar 0,036; 0,056; 0,023 untuk setiap satu faktor kenaikan.
The implementation of healing architecture that has been developed since the 1980s in hospitals around the world began to enter Indonesia in the premium hospital class and continued to grow until 20 years later. The implementation of the healing architecture design is also incorporated in improving the concept of hospital services so that it aims to preserve the hospital market and consumers. This research intends to find out the analysis of implementation of the healing architecture design to the rate of outpatient return visits at the MMC Hospital Jakarta, as a response to market and hospital consumers' care for the concept of hospital services that are continuously being updated. This study uses a quantitative method with a non-experimental design. Univariate analysis showed that respondents were quite satisfied with their experiences at MMC Jakarta Hospital, while bivariate analysis showed that there was a relationship between the healing architecture factor and outpatient service quality, the healing architecture factor and outpatient satisfaction, and the healing architecture factor and the trust of outpatients at the Jakarta MMC Hospital which are strong, significant, and unidirectional, indicated by the relationship rate at 0,707; 0,727; dan 0,715. Then even in a multivariate manner, the three factors of service quality, customer satisfaction, and customer trust simultaneously influence the level of returning visits of outpatients at MMC Hospital Jakarta. Therefore, the existence of a healing architecture design in the hospital has an impact on the rate of outpatient returning visits at the MMC Jakarta Hospital, which is indicated by the presence of each increasing the level factor of service quality, customer satisfaction, and customer trust which has been influenced by the presence of a healing architecture design that increase the patient's interest in repeat visits by 0.036; 0.056; 0.023 for every one factor increase.
B-2417
Depok : FKM-UI, 2024
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Selly Gloria Lengkong; Pembimbing: Wiku Bakti B. Adisasmito; Penguji: Ede Surya Darmawan, Wachyu Sulistiadi, Hendro Bakti Wibowo, Cornelia Jaqualina
Abstrak:
Read More
Pendahuluan: Pandemi COVID-19 menyebabkan tantangan tersendiri bagi Rumah Sakit (RS) Meilia yaitu tingginya angka pasien pulang Atas Permintaan Sendiri (APS) karena mencari second opinion ke RS lain sebesar 22%, rendahnya kepatuhan visit dokter spesialis < pukul 14.00 (50,56% dari target >80%), rendahnya kepatuhan asesmen medis rawat inap80%), dan tingginya turnover dokter spesialis yaitu 22%, serta belum adanya standar penilaian kinerja dokter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepuasan kerja terhadap kinerja dokter di instalasi rawat inap RS Meilia selama pandemic COVID-19 tahun 2021. Metode: desain penelitian cross sectional dengan metode kuantitatif. Penelitian berlokasi di RS Meilia pada bulan Juni-Juli 2022. Untuk variabel kepuasan kerja menggunakan instrumen kuesioner kepuasan kerja yang cara penilaiannya mengadaptasi kuesioner Job Satisfaction Survey, namun dengan indikator yang disesuaikan dengan pandemi COVID-19. Penilaian kinerja dokter dilakukan dengan menggunakan data sekunder rekam medis secara retrospektif menilai kinerja dokter di instalasi rawat inap pada tahun 2021, berdasarkan indikator waktu, efek, dan reaksi pada dokter umum yang bekerja di instalasi rawat inap RS Meilia dan dokter spesialis yang pernah menjadi Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP). Hasil penelitian: terdapat hubungan antara pendidikan terakhir (p-value = 0,02) dan status kepegawaian (p-value = 0,03) terhadap kepuasan kerja dokter di Instalasi Rawat Inap RS Meilia, terdapat hubungan antara kepuasan kerja, keadaan lingkungan kerja, tuntutan pekerjaan, dan gaji terhadap kinerja dokter di Instalasi Rawat Inap RS Meilia selama Pandemi COVID-19 (p=0,04; p=0,03; p=0,03; p=0,04; secara berurutan), sedangkan indikator kepuasan kerja yang lain dan variabel individu tidak berhubungan terhadap kinerja dokter di Instalasi Rawat Inap RS Meilia. Kesimpulan: terdapat hubungan antara kepuasan kerja terhadap kinerja dokter di Instalasi Rawat Inap RS Meilia Selama Pandemi COVID-19. Baik komite medis maupun manajemen rumah sakit diharapkan dapat membuat indikator kinerja yang baku sehingga ada evaluasi kinerja bagi dokter di RS Meilia. Dengan adanya evaluasi kinerja, pemberian gaji maupun jasa medis dapat sesuai dengan penilaian kinerjanya.
Introduction: The COVID-19 pandemic has caused its own challenges for the Meilia Hospital, namely the high number of patients going home on their own request (APS) to seek second opinion from another hospital of 22%, the low compliance of specialist doctor visits < 14.00 (50.56% of the target > 80%), low compliance with inpatient medical assessments 80%), and high turnover of specialists at 22%, and the absence of standards for assessing physician performance. This study aims to determine the relationship between job satisfaction and the performance of doctors in the inpatient installation of Meilia Hospital during the COVID-19 pandemic in 2021. Methods: cross sectional research design with quantitative methods. The research is located at Meilia Hospital in June-July 2022. For the job satisfaction variable, the job satisfaction questionnaire instrument is used, the assessment method is based on the Job Satisfaction Survey questionnaire, with indicators adapting COVID-19 situation. The doctor's performance assessment is carried out using secondary medical record data retrospectively assessing the performance of doctors in inpatient unit in 2021, based on performance indicators of time, effects, and reactions of general practitioners who work in inpatient installations at Meilia Hospital and specialist doctors who have been the Incharge Doctor. Results: there is a relationship between the latest education (p-value = 0.02) and employment status (p-value = 0.03) on the job satisfaction of doctors at the Inpatient Unit of Meilia Hospital, there is a relationship between job satisfaction, job resources, job demands, and salaries on the performance of doctors at the Meilia Hospital Inpatient Unit during the COVID-19 Pandemic (p=0.04; p=0.03; p=0.03; p=0.04; respectively), while the other indicators of job satisfaction and individual variables are not related to the performance of doctors in the Inpatient Unit of Meilia Hospital. Conclusion: there is a relationship between job satisfaction and the performance of doctors at the Meilia Hospital Inpatient Installation during the COVID-19 Pandemic. Both the medical committee and hospital management are expected to be able to make standard performance indicators so that there is a performance evaluation for doctors at Meilia Hospital. With the performance evaluation, the provision of salaries and medical services can be in accordance with the performance appraisal.
B-2332
Depok : FKM UI, 2022
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
