Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nina Mardiana; Pembimbing: Toha Muhaimin; Penguji: Luknis Sabri, Sujana Jatiputra, Harni, Kirana Pritasari
Abstrak:
Sebagian besar (99%) wanita di Indonesia telah menyusui bayinya akan tetapi hal tersebut belum dilaksanakan dengan baik dan benar, masalah utama adalah bahwa ibu-ibu membutnhlkan bantuan dan informasi yang mendukung sehingga menambah keyakinan bahwa mereka akan dapat menyu§ui bayinya dengan baik dan benar. Pemberian ASI di kota Balikpapan cukup tinggi yaitu 95,7% tetepi hanya sebesar 28,77% dari angka tersebut yang rnenyusui sampai umur 24 bulan dan sisanya ada yang menyusukan hanya sampai umur kurang dari nol (0) bulan sebesar I,44%, umur I-S bulan sebesar l0,l2% dan yang sampai umur 6-11 bulan sebesar 2I,3l%. Sehubungan dengan hal tersebut, peneliti tertarik untuk memperoleh informasi tentang gambaran pemberian ASI di kota Balikpapan yang dilihat dari faktor-faktor Prediposisi dan faktor pendorong Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif dengan pendekatan Cross Sectional, pengumpulan data dilakukan di kota Balikpapan dengan jumlah sampel 312 responden dafi 26 Rukun Warga yang dilaksanakan mulai bulan Juli tahun 2001 dengan cara pengambilan sampel Multi Stage Random Sampling. Untuk mengetahui distribusi frekuensi dilakukan analisis univariat, proporsi pemberian ASI yang bailc 57,l% dan perkiraan dipopulasi dengan CI 95% adalah antara 42,1%~72,l%. Untuk mengetahui hubungan antara variabcl dilakukan analisis bivariet dengan menggunakan uji Chi-square dengan P = 0,05. Hasil menunjukkan ada hubungan bermakna antara lain pengetahuan, sikap, bentuk puting susu, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga terhadap pemberian ASI dengan masing-masing nilai P = 0,000, P = 0,001 , P = 0,001, P = 0,050, P = 0,005. Kemudian dilaukan analisis multivariat dengan uji Regresi Logistik, yang masuk dalam kandidat model yailu nilai P = < 0,25 yaitu pengetahuan, sikap, bentuk puting susu, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga_ Hasil akhir uji Regresi Logistik didapat tiga variabel sebagai determinant yaitu pengetahuan, sikap, dan bentuk puting susu, pengetahuan merupakan vaxiabel yang dominan dalam pemberian ASI dengan OR = 3,37. Memperhatikan hasil penelitian yang diperoleh, penulis menyarankan agar membuat rencana untuk perbaikan dan peningkatan pemberian ASI sampai umur 24 bulan melalui upaya-upaya khusus terhadap ibu menyusui.

Breastfeeding is a common activity in general tradition and babies life are depend on breastmilk. Breastfeeding is able to increase the quality of nutrition and decreased the mother prevalence I0 - 20 times and the mortality 7 times (Health Department of Republic of Indonesia, 1994). The most Indonesian Women (99%) have done breastfeed, but this activity haven't done in the right way and successfiilly The main problem is mothers need help and infomation that will support them to breastfeed in the right way and successfully. Breastfeeding at Balikpapan city is slightly high (95,7 %) but it?s only 59,46 % of this numbers who gives their breastmilk to their babies until 24 months and the others do the breastfeed only one month less ( l,44 % ), l - 5 months (lO,l2 %) and until 6 - 11 months (2l,3l %). ln related with this, we desire to find information about the description of breastfeed at Balikpapan City that studied the predisposition factors and the supporting factors. This research is description study with study design is cross sectional. The location of this study is Balikpapan City, the numbers of respondent are 312 and they come fiom 26 community and they taken by multi stage random sampling. This study was run on Juli 2000. Statistical to know the distribution of some factors , we use univariate analysis and we End the proportion of good breastfeed is 57, l % and estimation in population is CI 95 % is 42,l% until 72,l%. Bivariate analysis is to find the correlation among factors we use chy square test witl1 p= 0,05. There is correlation among knowledge (p=0,000), attitude (p=0,00l), figure of nipples (p=0,00l), health workers (p=0,050) and family support (p=0,005) with breastfeed. Multivariate analysis with logistic regression can find the candidate in model has p < 0,25 there are knowledge, attitude, figure of nipples. support from health workers and family. The tina! result of this analysis found 2 variables as determinant, there are knowledge and figure of nipples, The knowledge is dominant variable in breastfeed (OR=3,3 7). The research also recommends that hopeliully to create the initiative to develop breasfeed action until babies age?s 24 months. This action is able to run through special activity to mothers who nursery their babies.
Read More
T-1134
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nur Rochman; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Rachma F Boedjang, Rachmad Soegih, Lukas C. Hermawan, Sujana Jatiputra
Abstrak:
Anglz Bayi Bent Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia maslh cukup tinggi. Keadaan BBLR meningkatkan risiko kematian dan kesakitan perinatal & bayi. 'Iujuan penelitian lmtuk mengetahui lmbnngan antara perawatan antenatal (pemerisaan kohamilan pertama Kali, frekuensi pemeriksaan, komumsi tablet besi) dan bayi berat _lahtr rendah dengan mengontrol faktor jenis kelamin bayi, usia ibu melahirkan, pendidikan ibn, paritas, jarak kelahix-an dan riwayat abortus. Dinin penelitian adalah kann kontrol tidal; berpadanan menggunakan data has Survei Demograli dan Kesehatan Indonesia 1997 (SDKI 1997) dengan jnmlah kann 748 dan kontrol 1496 bayi kelahiran tunggal. Hasil penelitian menemukan bahwa pemeriksaan kehamilan pertama kali pada trimester II atau III mempunyai risiko BBLR 1.29 kali sesudah mengontrol usia ibn melahirkan, pendidikan ibu dan jarak kelahiran. Frelmemi pemeriluaan kehamilan < 4 kali mempunyai ritiko BBLR 1.81 kali sesudah mengontrol mia ibn melahlrlun dan jarak kelahiran. Konsumsi < 90 tablet besi mempnnyai rixlko BBLR 189 semdah mengontrol frekuensi pemeriksaan kehamilan, usia ibn melahirkan, pendidikan ibn dan jarak kelahiran. Risiko atrlbut pemeriksaan kehamllan pertama kali 225 %, frelmensl pemeriksaankehami1an44.8 % dan konxnmsitablet besi 47.1 %. Bordasarkan hasil penelitian disarankan: 1). memantau pengadaan dan diztribusi tablet best secara teratur 2). menzmbahkan pertanyaan tentang tekanan darah, TB, BB dan status anemia ibu pada knesioner SDH 3). melaknkan penyuluhan tentang reproduksi sehat bagi remaja putri dan ibn muda dengan pesan utama usia menikah/melahirkan & pengatmnan jan-ak kelahiran 4). menganalisis data basil SDIC[terbarn.

Abstract Low birth weight rate is still high. Low birth weight increased the risk of perinatal and infant mortality and morbidity. This study aims to know the relation between antenatal care (first visit, frequency, iron pill consumption) and low birth weight controlling for infant?s gender, maternal age, maternal education, parity, birth space and history of abortion. 5 The study design is unmatched case-control nsed Indonesia Demographic and Health Survey 1997 (IDHS 1997) data wherein 748 cases and 1496 controls were selected among singleton infants were carried out in IDHS 1997- This study found: the mother of cases have 1.29 times having first visit at the second or third trimester of pregnancy compared to the controls controlling for maternal age, maternal education and birth space. The mother of cases have 1.81 tlmes having visit frequency less than 4 times compared to controls controlling for maternal age and birth space. The mother of cases have 1.89 times having iron pill consumption less than 90 pill compared to the controls controlling for visit frequency, maternal age, maternal education and birth space. The attributable risk of first visit was 22.5 %, visit freqneudy was 44.8 % and iron pill consumption was 47.1 %. This study recommend: 1). to control for the availability and distribution of iron pill 2). to add other questions into IDRS questionnaire, eg. maternal blood tension, height, weight and anemia?s status 3). to give informations for girls and young mothers about the reproduction health with the main messages are marriage age/birth age and birth space 4). to analyze the last IDHS data.
Read More
T-1119
Depok : FKM-UI, 2001
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Dianita Ekawati; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan; Penguji: Sujana Jatiputra, Sudibyo Supardi, Tri Yunis Miko Wahyono, Sabar Paulus, Tri Krianto
Abstrak:

Penyakit malaria dapat menyerang semua orang, dan dapat diidentifikasi dengan adanya gejala demam, menggigil yang menyerang secara berkala (Trias Malaria), dengan tahap stadium dingin, stadium demam, dan stadium berkeringat. Kabupaten Bangka merupakan daerah endemis tinggi malaria (AMI 54,83%). Hasil studi observasional yang dilakukan di Kabupaten Bangka didapat sebagian besar penderita malaria klinis yang melakukan pengobatan sendiri sebesar 62,5%. Berdasarkan hal tersebut maka telah dilakukan penelitian dengan tujuan menentukan perilaku pencarian pengobatan pertama penyakit malaria klinis dan faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku tersebut.Rancangan penelitian menggunakan desain cross sectional. Populasi adalah penduduk yang pernah merasa atau sedang menderita penyakit malaria klinis dengan gejala demam, menggigil dalam satu bulan terakhir di Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka Tabun 2002. Jumlah sampel sebanyak 270. Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan cara univariat, bivariat dan multivariat dengan menggunakan bantuan komputer.Hasil penelitian menunjukkan 62,2% penderita malaria klinis berobat ke luar sarana pelayanan kesehatan. Ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan, pendidikan dan penyuluhan dengan perilaku pencarian pengobatan pertama penyakit malaria klinis, dimana dengan OR = 2,13, 2,60, 2,30 (95% CI 1,25-3,66; 1,50-4,51; 1,34-3,96). Pendidikan yang mempunyai hubungan yang paling kuat dengan perilaku pencarian pengobatan pertama penyakit malaria klinis (OR = 2,63; 95% CI 1,25-3,66). Intervensi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan penyuluhan dengan sasaran pemilik warung, masyarakat melalui LKMD, arisan-arisan dengan berbagai brosur, petunjuk minum obat malaria, leaflet, poster.


 

The First Health Seeking Behaviors of Clinical Malaria Sufferer In Sungailiat District In Bangka Regency Year of 2002Malaria can attacks everybody and it can be identified through several symptom i.e. fever, regularly trembling (Trias Malaria), and followed by cold, fever, and sweaty phase. Bangka regency is known as one of high category of malaria endemic area (AMI 54,83%/). The results of observational study in Bangka Regency shows that more than 62,5% of clinical malaria sufferer have therapy by self medicine. Base on that fact, some have done researches to determine the behaviors of clinical malaria sufferer and the other factors that related to the behaviors.The research using Cross Sectional design. The population is inhabitant ever to feel or suffering of clinical malaria that followed by fever, tremble in a month period in Sungailiat District, Bangka Regency in the year 2002. The samples are 270 sufferers. The analyses of data are done by univariat, bivariat and multivariat and processed by computer.The results gives evidence that 62,2% of clininical malaria sufferer have taken a medicine out of health center. There are relationships between educations, knowledge, information and the way to treat their diseases with OR the first health seeking behaviors of clinical malaria OR =2,13, 260, 2,30 (95%Cl 1,25-3,66; 1,50-4,51; 1,34-3,96). The education has a tight relations with they way of treatment of malaria diseases (OR = 2,63; 95% CI 1,25-3,66). The interventions that can be done, is to give information to the owner of stall, public via LKMD, brocure, medicine direction, leaflet, poster and the other public organizations.

Read More
T-1350
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive