Ditemukan 21 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Felicia Thea; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Triyani Kresnawan
Abstrak:
Dampak dari konstipasi fungsional yaitu kualitas hidup menurun, dapat meningkatkan biaya kesehatan tambahan yang harus dikeluarkan dan menurunkan produktivitas. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara jenis kelamin, asupan serat, cairan, konsumsi minuman probiotik, aktivitas fisik, status gizi, stres, dan pengetahuan gizi terhadap kejadian konstipasi fungsional, serta untuk mengetahui faktor dominan terhadap kejadian konstipasi fungsional pada siswa SMA Swasta Bunda Mulia Jakarta Pusat. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain penelitian cross-sectional. Jumlah responden yang diteliti sebanyak 150 orang siswa dari kelas X dan XI. Data diambil dengan menggunakan kuesioner, wawancara recall 24 jam serta juga dilakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan pada siswa. Data yang terkumpul diolah secara univariat, bivariat dan multivariat dengan uji Chi- Square. Dari hasil penelitian ini diketahui sebanyak 74,7% siswa mengalami konstipasi fungsional. Faktor dominan yang paling berpengaruh terhadap kejadian konstipasi fungsional adalah aktivitas fisik dengan nilai p-value 0,004 dan memiliki OR 6,66.
Read More
S-10124
Depok : FKM-UI, 2019
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ayu Prieska Precilia; Pembimbing : Kusharisupeni; Penguji: Kusdinar Acmad, Triyani Kresnawan
Abstrak:
ABSTRAK Pasien gagal ginjal terminal dengan terapi pengganti ginjal berupa hemodialisis dapat meningkatkan harapan hidupnya, namun kualitas hidup yang rendah pada pasien tersebut masih banyak ditemui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor risiko pada kualitas hidup terkait kesehatan pasien hemodialisis di RSUPN Cipto Mangunkusumo tahun 2014. Sebanyak 94 responden yang diteliti menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF dan ditemukan sebesar 51,1% responden memiliki kualitas hidup terkait kesehatan yang buruk. Responden dengan kategori usia muda (75,5%), laki-laki (57,4%), berpendidikan tinggi (80,9%), berstatus tidak bekerja (66,0%), berpenghasilan rendah (61,7%), berstatus gizi baik menurut lingkar otot lengan atas (67,0%),memiliki komorbiditas (75,5%), dan dengan tingkat aktivitas fisik rendah (11,7%). Pendidikan memiliki hubungan yang bermakna dengan kualitas hidup terkait kesehatan (p= 0,024, OR=4,324). Pendapatan memiliki hubungan yang bermakna dengan kualitas hidup terkait kesehatan (p= 0,005, OR= 3,972). Ahli gizi dan staff dapat membantu meningkatkan pengetahuan pasien tentang terapi gizi terkait penyakitnya yang disesuaikan dengan pendapatannya, sehingga pasien dapat mempertahankan status gizinya dan meningkatkan kualitas hidupnya.Pasien gagal ginjal terminal dengan terapi pengganti ginjal berupa hemodialisis dapat meningkatkan harapan hidupnya, namun kualitas hidup yang rendah pada pasien tersebut masih banyak ditemui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor risiko pada kualitas hidup terkait kesehatan pasien hemodialisis di RSUPN Cipto Mangunkusumo tahun 2014. Sebanyak 94 responden yang diteliti menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF dan ditemukan sebesar 51,1% responden memiliki kualitas hidup terkait kesehatan yang buruk. Responden dengan kategori usia muda (75,5%), laki-laki (57,4%), berpendidikan tinggi (80,9%), berstatus tidak bekerja (66,0%), berpenghasilan rendah (61,7%), berstatus gizi baik menurut lingkar otot lengan atas (67,0%),memiliki komorbiditas (75,5%), dan dengan tingkat aktivitas fisik rendah (11,7%). Pendidikan memiliki hubungan yang bermakna dengan kualitas hidup terkait kesehatan (p= 0,024, OR=4,324). Pendapatan memiliki hubungan yang bermakna dengan kualitas hidup terkait kesehatan (p= 0,005, OR= 3,972). Ahli gizi dan staff dapat membantu meningkatkan pengetahuan pasien tentang terapi gizi terkait penyakitnya yang disesuaikan dengan pendapatannya, sehingga pasien dapat mempertahankan status gizinya dan meningkatkan kualitas hidupnya.
ABSTRACT ESRD patient with maintenance hemodialysis therapy can increase its life expectancy, but its quality of life is found relatively low in many patients. This research is objected to know the difference proportion of some factors of health related quality of life (HRQOL)in hemodialysis patients. Among 94 samples of hemodialysis patients at RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo were participated in this crossectional study.Using WHOQOL-BREF questionnaire there wasfound 51,1% respondent havelow HRQOL. Respondent within the young age category is 75,5%, proportion of male respondent is 57,4%,higher education category is80,9%, unemployeed respondent is 66%, low income category is 61,7%, low nutrition status based on mid arm muscle circumference 67,0%, having comorbidity is 75,5%, and low activity level is 11,7%. Education has a significant relation with health related quality of life (p= 0,024, OR=4,324). Income has a significant relation with health related quality of life (p= 0,005, OR= 3,972). Dietitian and staff can help the patients toincrease their knowledge on nutrition therapy that fit with their disease condition and income, so that patients be able to maintain their nutritional status and increase their quality of life.
Read More
S-8256
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Afifah Ika Kurniawati; Pembimbing: Siti Arifah Pujonarti; Penguji: Asih Setiarini, Triyani Kresnawan
Abstrak:
Read More
Penyakit Ginjal Kronik memberikan berbagai dampak buruk pada tingkat individu maupun nasional dan prevalensinya mengalami kenaikan. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan faktor dominan Penyakit Ginjal Kronik pada usia produktif (19-60 tahun) di Indonesia tahun 2018 dari analisis data Riskesdas 2018. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan dilakukan pada bulan Maret-Juli 2023. Populasi penelitian adalah penduduk usia produktif (19-60 tahun) di Indonesia dengan jumlah sampel sesuai kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 9400 orang. Variabel penelitian terdiri dari karakteristik demografi (usia dan jenis kelamin), penyakit tidak menular (diabetes melitus, hipertensi, dan obesitas), serta gaya hidup (merokok, konsumsi minuman berkarbonasi, konsumsi minuman berenergi, dan aktivitas fisik). Data penelitian dianalisis secara bivariat dan multivariat menggunakan uji chi square dan binary logistic regression. Prevalensi Penyakit Ginjal Kronik pada usia produktif (19-60 tahun) di Indonesia tahun 2018 adalah 1,7%. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan antara usia (p=0,000), diabetes melitus (p=0,001), hipertensi (p=0,000), obesitas (p=0,004), serta konsumsi minuman berkarbonasi (p=0,047) dengan kejadian penyakit ginjal kronik pada usia produktif (19-60 tahun). Hasil uji statistik multivariat menunjukkan bahwa usia OR 3,709 (95% CI: 2,325-5,919) merupakan faktor paling dominan berhubungan dengan kejadian Penyakit Ginjal Kronik pada usia produktif (19- 60 tahun) di Indonesia tahun 2018. Saran utama yang dapat diberikan untuk mengurangi kejadian Penyakit Ginjal Kronik pada usia produktif, yaitu mengoptimalkan program pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM), termasuk Penyakit Ginjal Kronik dan faktor-faktornya.
Chronic Kidney Disease has various impacts at the individual and national levels. The prevalence of this disease is also rising. This thesis aims to determine the prevalence and dominant factors of Chronic Kidney Disease in productive age (19-60 years old) in Indonesia in 2018 from the 2018 Riskesdas data analysis. This study was conducted in March-July 2023 using a cross-sectional design. The study population was Indonesian at productive age (19-60 years old) with a total sample of 9400 people. The study variables include demographic characteristics (age and gender), non-communicable diseases (diabetes mellitus, hypertension, and obesity), and lifestyle (smoking, consumption of carbonated drinks, consumption of energy drinks, and physical activity). The data were analyzed using chi-square and binary logistic regression. The prevalence of Chronic Kidney Disease in productive age (19-60 years) in Indonesia in 2018 was 1.7%. Bivariate analysis showed that there was a relationship between age (p=0.000), diabetes mellitus (p=0.001), hypertension (p=0.000), obesity (p=0.004), and carbonated drinks consumption (p=0.047) with the incidence of chronic kidney disease at productive age (19-60 years old). Multivariate analysis shows that age OR 3.709 (95% CI: 2.325-5.919) is the most dominant factor associated with the incidence of Chronic Kidney Disease in productive age (19-60 years) in Indonesia in 2018. Based on the evidence, the suggestion to prevent Chronic Kidney Disease is to optimize Non-Communicable Disease (NCD) prevention programs, including Chronic Kidney Disease and its factors.
S-11441
Depok : FKM-UI, 2023
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mariani Subrata; Pembimbing: Rita Damayanti, Besral; Penguji: Sandra Fikawati, Utami Roesli, Kresnawan
T-2192
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dinda Dara Purwanto; Pembimbing: Trini Sudiarti; Penguji: Triyani Kresnawan, Siti Arifah Pujonarti
Abstrak:
Mahasiswa sedang dihadapkan dengan tuntutan kehidupan akademik dan kehidupan profesional yang mulai mendekat. Hal ini memberikan beban emosional pada mahasiswa yang mengakibatkan stres, depresi, kecemasan dan kesulitan tidur yang dapat mendukung pengembangan Sindrom Makan Malam (SMM). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan sindrom makan malam pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia tahun 2022. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah sindrom makan malam. Terdapat tujuh variabel independen yang diteliti yaitu jenis kelamin, aktivitas fisik, kebiasaan sarapan, kualitas tidur, gejala depresi, kepercayaan diri dan beban kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 222 responden mahasiswa S1 Reguler FKM UI. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan google form. Metode yang digunakan untuk pengambilan sampel penelitian ini adalah quota sampling. Analisis yang dilakukan dengan uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara 7 variabel independen dengan SMM dan uji regresi logistik berganda untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan SMM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi mahasiswa yang mengalami SMM sebesar 34,7%. Hasil analisis menemukan hubungan bermakna antara SMM dengan variabel jenis kelamin, kebiasaan sarapan, gejala depresi, dan beban kerja. Berdasarkan model akhir analisis multivariat ditemukan gejala depresi sebagai faktor dominan terhadap SMM (Odd ratio = 4,522). Diharapkan pihak fakultas menyebarluaskan mengenai pola makan yang seimbang, melalui edukasi program kesehatan mahasiswa ataupun leaflet mengenai hasil penelitian ini untuk menambah pengetahuan dan kewaspadaan mahasiswa tentang sindrom makan malam khususnya mengenai dampak, cara mencegah serta penanggulangannya
ional life. This burdens students emotionally, resulting in stress, depression, anxiety, and sleep difficulties, which can promote the development of Night Eating Syndrome (NES). This study aims to determine the dominant factor associated with Night Eating Syndrome in students of the Faculty of Public Health, University of Indonesia in 2022. The dependent variable in this study was night eating syndromehe seven independent variables studied were gender, physical activity, breakfast habits, sleep quality, depression symptoms, self-confidence, and workload. This research is a quantitative study with a cross-sectional design on 222 respondents of students at FKM UI. Data for this research were obtained online using google form. The method used for sampling was quota sampling. The data were analyzed using a Chi-Square test to see the relationship between 7 independent variables with NES and multiple logistic regression to determine the dominant factor related to NES. Results showed that the proportion of students who experienced NES was 34.7%. The analysis results revealed a significant relationship between NES and gender, breakfast habits, depression symptoms, and workload variables. Based on the final model, the multivariate analysis showed that depression symptoms was the dominant factor associated with NES (Odd ratio = 4.522). Researchers suggest the faculty promote a balanced diet through education by creating student health programs or handing out leaflets about the results of this study, in the hope of increasing students' knowledge and awareness about Night Eating Syndrome, especially regarding its impact and also how to prevent and overcome it.
Read More
ional life. This burdens students emotionally, resulting in stress, depression, anxiety, and sleep difficulties, which can promote the development of Night Eating Syndrome (NES). This study aims to determine the dominant factor associated with Night Eating Syndrome in students of the Faculty of Public Health, University of Indonesia in 2022. The dependent variable in this study was night eating syndromehe seven independent variables studied were gender, physical activity, breakfast habits, sleep quality, depression symptoms, self-confidence, and workload. This research is a quantitative study with a cross-sectional design on 222 respondents of students at FKM UI. Data for this research were obtained online using google form. The method used for sampling was quota sampling. The data were analyzed using a Chi-Square test to see the relationship between 7 independent variables with NES and multiple logistic regression to determine the dominant factor related to NES. Results showed that the proportion of students who experienced NES was 34.7%. The analysis results revealed a significant relationship between NES and gender, breakfast habits, depression symptoms, and workload variables. Based on the final model, the multivariate analysis showed that depression symptoms was the dominant factor associated with NES (Odd ratio = 4.522). Researchers suggest the faculty promote a balanced diet through education by creating student health programs or handing out leaflets about the results of this study, in the hope of increasing students' knowledge and awareness about Night Eating Syndrome, especially regarding its impact and also how to prevent and overcome it.
S-11085
Depok : FKM-UI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ati Diani; Pembimbing: H. E. Kusdinar Achmad; Penguji: Kusharisupeni, Triyani Kresnawan, Iip Syaiful
T-3425
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fathimah; Pembimbing: Fatmah; Penguji: Yvonne Magdalena Indrawani, Kresnawan, Dewi Friska
T-3430
Depok : FKM UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Arafah; Pembimbing: Yvonne Magdalena Indrawani; Penguji: Fatmah, Ratu Ayu Dewi Sartika, Kresnawan, Fajrinayanti
Abstrak:
Obesitas pada anak sekolah merupakan penyakit yang sudah menjadimasalah kesehatan kesehatan masyarakat. Prevalensi obesitas anak di indonesiamengalami peningkatan pada tahun 2007 sebsar 9,5% pada laki-laki dan 6,4%pada perempuan menjadi sebesar 10% pada anak laki-laki dan 7,7% pada anakperempuan pada tahun 2010 dan menjadi 8,8% padan tahun 2013. Penelitian inimembahas mengenai kejadian obesitas pada anak di dua sekolah dasar. Tujuanpenelitian ini untuk membandingkan kejadian obesitas anak serta faktor-faktoryang mempengaruhinya di dua sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan pada bulanMei sampai dengan Juni 2014 di SDN Anyelir1 dengan status ekonomi menengahke atas dan SDN Depok Jaya 7 dengan subjek penelitiannya adalah anak sekolahdasar kelas 4 dan 5. Variabel penelitian ini pola makan, kebiasaan makan,karakteristik anak, karakteristik orangtua, aktivitas fisik anak dan keterpaparanmedia. Penelitian ini merupakan penelitian crossectional dengan analisis perbandingan. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompokmengenai lama waktu menonton TV dan bermain games, karakteristik orangtua,keterpaparan media, asupan energi total, asupan karbohidrat dan asupan lemak.Perbedaan status sosial ekonomi akan terjadi perbedaan pada lama menonton TVdan bermain games, asupan zat gizi energi total, karbohidrat dan lemak. Peneliti menyarankan untuk melakukan penimbangan berat badan dan tinggi badan diataskelas 1, membudayakan kembali senam disekolah untuk memberikan waktu lebih banyak berolahraga, pembinaan kantin sekolah untuk membantu orangtua mengontrol asupan zat gizi anak.
Kata kunci: Obesitas anak, asupan zat gizi, analisis perbandingan
Obesity in school children is a disease that has become a health problem of publichealth. The prevalence of child obesity in Indonesia in 2007 increased by 9.5% inmen and 6.4% in women increased in 2010 to 10% in boys and 7.7% in 2013 to8,8%. This study discusses the incidence of obesity in children at two elementaryschools. The purpose of this study was to compare the incidence of childhoodobesity and the factors that influence it in two elementary schools. This study wasconducted in the SDN Anyelir 1 with middle high socioeconomic status andDepok Jaya SDN 7 with middle low socioeconomic status. The research subjectare children of primary school grade 4 and 5 with the variables of this study diet,eating habits, child characteristics, parent characteristics , child physical activityand media exposure. This design study is a cross sectional with comparisonanalysis. There are significant differences between the two groups regarding thelength of time watching TV and playing games, parental characteristics, mediaexposure, total energy intake, carbohydrate intake and fat intake. Differences insocioeconomic status will be a difference in the long watching TV and playinggames, the total energy intake of nutrients, carbohydrates and fats. Researcherhave suggested annually conduct anthropometric survey in school, once a weekschool aerobic exercising, and parents involve in school cafeteria to control thenutrient intake of children.
Keywords:Child obesity, nutrient intake, comparative analysis
Read More
Kata kunci: Obesitas anak, asupan zat gizi, analisis perbandingan
Obesity in school children is a disease that has become a health problem of publichealth. The prevalence of child obesity in Indonesia in 2007 increased by 9.5% inmen and 6.4% in women increased in 2010 to 10% in boys and 7.7% in 2013 to8,8%. This study discusses the incidence of obesity in children at two elementaryschools. The purpose of this study was to compare the incidence of childhoodobesity and the factors that influence it in two elementary schools. This study wasconducted in the SDN Anyelir 1 with middle high socioeconomic status andDepok Jaya SDN 7 with middle low socioeconomic status. The research subjectare children of primary school grade 4 and 5 with the variables of this study diet,eating habits, child characteristics, parent characteristics , child physical activityand media exposure. This design study is a cross sectional with comparisonanalysis. There are significant differences between the two groups regarding thelength of time watching TV and playing games, parental characteristics, mediaexposure, total energy intake, carbohydrate intake and fat intake. Differences insocioeconomic status will be a difference in the long watching TV and playinggames, the total energy intake of nutrients, carbohydrates and fats. Researcherhave suggested annually conduct anthropometric survey in school, once a weekschool aerobic exercising, and parents involve in school cafeteria to control thenutrient intake of children.
Keywords:Child obesity, nutrient intake, comparative analysis
T-4175
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Yudhi Adrianto; Pembimbing: Diah Mulyawati Utari; Penguji: Ratu Ayu, Triyanti, Triyani Kresnawan, Fitri Hudayani
Abstrak:
Malnutrisi merupakan permasalahan gizi pada hemodialisis dengan prevalensi berkisar antara 50 - 70 % dan penelitian tahun 2018 di RSCM menyebutkan prevalensi malnutrisi sebesar 39%. Tesis ini bertujuan mengetahui determinan penilaian Malnutrition Inflammation Score (MIS) penyakit ginjal kronis hemodialisis di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Penelitian ini merupakan penelitian payung Departemen Ilmu Penyakit Dalam Unit Ginjal Hipertensi RSCM menggunakan desain Cross Sectional, data primer dikumpulkan pada bulan Februari dan Mei 2018. Besar sampel menggunakan uji hipotesis populasi dengan total sampel 120 pasien. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, data diperoleh melalui wawancara dan data laboratorium diperoleh melalui rekam medis, kemudian Editing, Coding, Processing dan Cleaning, dilakukan analisis univariat, bivariat dan multivariat untuk melihat faktor determinan yang berpengaruh dengan MIS Simpulan penelitian prevalensi malnutrisi inflamasi pasien hemodialisis sebesar 55,8%, Jenis kelamin laki-laki memiliki risiko 4,1 malnutrisi, usia ≥40 tahun memiliki risiko 3,1, asupan protein kurang berisiko 2,8 kali dan kekuatan genggam kurang sebagai variabel protektif memiliki risiko lebih rendah 0,23 kali. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat untuk proses pelayanan asuhan gizi dan program intervensi gizi pasien hemodialisis
Read More
T-6201
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ina Refina; Pembimbing: Yvonne M. Indrawani; Penguji: Kusharisupeni Djokosujono, Triyanti, Anies Irawati, Kresnawan
T-3082
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
