Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Mukhlasin; Pembimbing: Rachmadi Purwana, Ratna Djuwita; Penguji: Ririn Arminsih, Christina Widaningrum, Dedi Kusnadi
T-3438
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fathurrohman; Pembimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Pujiyanto, Wachyu Sulistiadi, Ahmad Darajat, Dedi Kusnadi
Abstrak:

Perkembangan ilmu dan teknologi membawa program imunisasi ke dalam penyelenggaraan pelayanan yang bermutu dan efisien. Upaya terscbut didukung dengan kemajuan yang pesat dalam penemuan vaksin baru. Kemajuan lainnya adalah menggabungkan beberapa jenis vaksin dalam satu kemasan/vial. Salah satu vaksin tersebut adalah Vaksin DPT - Hepatitis B Combo, yang mcrupakan kombinasi antara vaksin DPT dan Hepatitis B. Kabupaten Tangerang masih menggunakan 3 jenis vaksin dalarn imunisasi DPT dan Hepatitis B, yaitu vaksin DPT, Hepatitis B Vial dan DPT - Hepatitis B Combo. Sejauh ini belum diketahui vaksin mana yang lebih cost Mctive antara DPT dan Hepatitis B Vial dengan DPT - Hepatitis B Combo. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui vaksin manakah yang lebih cost effective dalam pelaksanaan imunisasi DPT dan Hepatitis B di Kabupaten Tangerang. Peneilitian dilakukan di Puskesmas Cisoka yang menggunakan vaksin DPT dari Hepatitis B Vial, dan Puskesmas Jayanti yang menggunakan vaksin DPT - Hepatitis B Combo. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Operasional Research, dasar penilaian Cost effectiveness menggunakan sistem atau metode Acifivily Based Costing (ABC). Hasil penclitian menunjukkan bahwa niiai Cost Ejjieclive Rario (CER) penggunaan vaksin DPT - Hepatitis B Vial lebih besar dibandingkan dengan vaksin DPT - Hepatitis B Combo, yaitu CER berdasarkan cakupan vaksin DPT - Hepatitis B Vial scbcsar Rp. 151.981 dan vaksin DPT - Hepatitis B Combo sebesar Rp. 85.l27. CBR Indeks pemakaian Vaksin DPT » Hepatitis B Vial scbcsar Rp. 21.788470 dan vaksin DPT - Hepatitis B Combo scbcsar Rp. 2l.2l7.8l9. CER berdasarkan dosis vaksin terbuang vaksin DPT -» Hepatitis B vial sebesar Rp. 16,510,787 dan vaksin DPT - Hepatitis B Combo sebesar Rp. 7.0~'l4.23l. Hasil ini menunjukkan bahwa vaksin DPT -» Hepatitis B Combo lebih murah dibandingkan vaksin DPT - Hepatitis B Combo. Berdasarkan hasil peneiitian disarankan khususnya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang agar menggunakan vaksin DPT - Hepatitis B Combo dalam pelaksanaan imunisasi DPT dan Hepatitis B.


Development of science and technology brought immunization program into qualitative and efficiently services management. lt supported by vast progress in finding new vaccine. Other development is gathering various vaccines in one vial. One of the vaccines is DPT Vaccine - Hepatitis B Combo, that representing combination between DPT vaccine and Hepatitis B. Tangerang Regency still utilized three types of vaccine in immunization DPT and Hepatitis B, there are DPT vaccine, Hepatitis B Vial and DPT - Hepatitis B Combo. Meanwhile, didn?t know yet whether vaccine is most effective costly between DPT and Hepatitis B Vial with DPT - Hepatitis B Combo. This research conducted to recognize which vaccine is more cost effective in conducting DPT immunization and Hepatitis B at Tangerang Regency. This research conducted in Cisoka Puskesrnas that use DPT vaccine and Hepatitis B Vial, and Jayanti Puskesmas that use DPT vaccine - Hepatitis B Combo. Research designed utilized operational research. Bases on Cost Effectiveness asses? system or method activity based costing (ABC). Research result shows that Cost EiTective Ratio (CER) using DPT vaccine - Hepatitis B Vial value is higher that DPT vaccine - Hepatitis B Combo, which is CER based on coverage of DPT vaccine - Hepatitis B Vial as much as Rp. 151.981 and DPT vaccine - Hepatitis B Combo as much as Rp. 85.l27. CER Index of using DPT vaccine - Hepatitis B Vial as much as Rp. 2l.788.4'70 and DPT vaccine - Hepatitis B Combo as much as Rp. 21.2l7.819. CER based on wasted vaccine dose of DPT vaccine - Hepatitis B Vial as much as Rp. 16.5lO.787 and DPT vaccine - Hepatitis B Combo as much as Rp. 7.044.23l. This result shows that DPT vaccine - Hepatitis B Combo is more lower at cost. Based on research result, suggested to, especially, Health Agency Tangerang Regency use DPT vaccine - Hepatitis B Combo as altemative vaccine in conducting DPT immunization and Hepatitis B.

Read More
T-2543
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Syamsir; Pembimbing: Purnawan Junadi; Penguji: Adang Bachtiar, Hafizurrachman, Sudono, Dedi Kusnadi
T-2757
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sudarto; Pembimbing: Sri Tjahyani Budi Utami; Penguji: I Made Djaja, Tri Yunis Miko, Achmad Darajat, Dedi Kusnadi
Abstrak:

ABSTRAK Kondlsl lingklungan pemukiman jika tidak dnkelola dengan baik akan berdampak buruk terhadap derajat kesehatan masyaxakat, Salah satu jenis penyakit yang erat kaitanya dengan kondlsi lingkungan adalan infeksi cacingan. Penyakit cacingan yang proses penularanya melalui perantara tanah masih mempakan masalah kesehatan masyarakat khususnya pada anak-anal: ban-L di daerah pedesaan maupun pcrkotaan. Anak sebagal calon generasi penerus bangsa merupakan aset yang perlu mendapatkan perhatian, karcna mereka akan menentukan nasib suatu bangsa/negara. Dilain pihak_ anak dengan segala keterbatasanya masih rentan terhadap suatu penyakit yang dapat menggangu pcrtumbuhan dan perlcembanganya. Penyakit infcksi casing dalam tubuh manusia dapat menghisap darah dan unsur gizi yang diperlukan tubuh. Sehingga dapat memuunkan daya tahan tubuh dan produktivitas. Walaupun tidak berakibat fatal nam\m penyakit ini berdarnpak cukup Iuas pada anak-anak seperu; Anemia, malnuuisi, gangguan tungsl kognitip dan menurunkan prcstasi bciajar Sena produktifitas. Penelltian mi bertujuan untuk mengetahui hublmgan antara kontammasx telur cacing di lingkungan pemukiman dengan kejadian infeksi cacingan pada anak usia 5-12 tahun di Kecamatan Baros Kabupatcn Serang, selain itu diteliti juga taktor nslko lamnya yang dapat rnempengaxuhi tcxjadinya infeksi cacing pada anak seperti sanitasi lingkungan yang terdiri dan jamban keiuarga, sarana air bcrsih, SEAL, pembuangan sampah dan jenis Iantai rumah. Faktor lainya dari kardkteristik keluarga yaitu pcrilaku sehat anak, tingkat pengetahuan 1bu dan anak, kondisi ekonomi kcluarga dan jenis kelamin anak. Penelitian ini merupakan studi epidemiologi kesehatan lingkungan yang bersifat ODSCFVQSI dengan menggunalcan desam crossectional (potong lintang). Sampcl azialah anak usia 5-12 tahun yang ada di Kecamatzm Baros Kabupaten Serang, dengan jumlah sampel masing-masmg untuk anak 125 dan sampel linglnmgan (lanan) sebanyak 125. Pengumpulan data dilakukan dcngan pemcriksaan sampel tanah dan tinja anak serta dengan wawancara. Untuk uji hipotesis menggunakan chi-square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa prevalensi kasus infeksi cacingan pada anak usia 5-12 tahun dl kecamatan Baros Rabupatcn Serang sebcsar 40,8%. 1-lasil anaiisis menunjukan adanya hubungan yang bermakna antam tanah tcrkontarninasi telur cacing, Jamban Keluarga., sarana an bersih, sarana pembuangan an' limbah, tempat pembuangan sampah, jcnis Iautai, tingkat pengtahuan anak dan perilaku sehat anak dengan kejadian mieksi cacmgan pacia anak usla 5-12 tahun dengan tangkat kemaknaan P < U,U5. Hasnl analisis multivaxiat dengan negresi logistik ganda diperoleh model bahwa kejadian infeksi cacingan pada anak usia 5-12 tahun terbuktj bcrhubungan cral dengan kondisi jamban kcluarga, tanah yang terkontaminasi telur cacing, faktor perilaku anak, tingkat pengetahuan anak, tcmpat pcmbuangan sampah dan _|en1s lantal rumah. Adanya pengamh variabel jamban terhadap tanah yang tcrccmar telur cacing dan pengetahuan anak serta taktor perllaku, menunjukan bahwa tezjadinya pencemaran tanah oleh telur cacing karena faktor kebemdaan jamban yang masih rninirn dan tidak saniter, dengan tingkat pengelahuan anak yang rendah sehingga penlakunya turut mendukung terjadinya kontaminasi telur cacing di tanah dengan cara defekasi/buang kotoranya tidak cn jamban, maka tanah terkontaminasi oleh telur cacing yang ada dalam unja sclungga menimbulkan kejadian infcksi cacingan. 1-1 ini terbutku dengan kondisi jamban yang tidal( samter bensxko 13,2 kah xmtuk tezjadinya infeksi cacingan, perilaku yang buruk berisiko 9,8 kali untuk anak mcndcrita cacmgan, tanah yang terkontaminasi telur cacing berisiko 9,9 kali, tingkat pengetahuan anak rendah berisiko 7,5 kali, tempat pembuangan sampah berisiko 6,5 kali untuk Ieqadinya inicksl cacingan dan _|en1s lantai rumah yang tidak saniter bensnko 5,9 Kali untuk terjadinya infeksi cacing. Peneliti menyaranlcan adanya upaya-upaya yang lebih kongkmt untuk mencegah dan menycbamya kasus infeksi caoingan melalui pcnyediaan sarana sanitasi Iingkungan yang baik khususnya. dalarn penyediaan jamban Kcluarga atau MCR, dengan mehbatkan semua unsnr yang terkait untuk menciptakan kondisi lingkungan yang sehat. Sena dilakukan penyuluhan kepada anak-anak dan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dalam bidang kesehainn, sehingga mereka dapal rnenjaga dan meningkatkzm kondisi demjat kesehatanya dengan cara hidup di lmgkungan perumahan yang sehat dan menerapkan perilalcu hidup bcrsih dan sehat. Disamping itu harus dilakukan perneriksaan kebexsihan pribadi anak baik di sekolah maupun dirumah secara rutin oleh guru dan orang tua anak.


ABSTRACT Settlement environment condition if not managed carefully will giving had impact toward public health level, one of diseases that related closely with environment condition is worrny infection. Wormy disease infecting nom soil was still become public health problems especially in children whether villages or urban. Children as next generation of the nation are assets that need a focus, because they will define destiny of a nation. On the other hand children with all of their limitation is still susceptible toward a disease that disturbing development and growth. Wormy infection disease in human body can absorb blood and nutrition substances that needed by body, thus decreasing body endurance and productivity. Although not fatal but this disease impact is quite wide on children such as anemia, malnutrition, cognitive iimction disturbance and decreasing studying performance and productivity. This research purpose is to identify relation of worm egg in settlement environment with worrny infection cases on children years of 5 - 12 old ages at Baros Sub-district Serang Regency, besides also researched other risk factors that affecting womry infection on children as environment sanitation that consist of family toilet, sanitation, hygiene water, SPAL, trash can and house tile. Other factors from family characteristic are children healthy behavior, mother and her children education level, family economy condition and children gender. This research is epidemiology study of environment health that has the character of observation with cross sectional design. Samples are children ages of 5 - 12 years old at Baros Sub-district Serang Regency, with total samples each for children 125 and environment samples (soil) 125. Data gathering performed by soil samples and children feces also interview. For hypothesis test is using chi-square. This research shows that prevalence of wormy infection cases on children ages of 5 - 12 years old at Baros Sub-district Serang Regency is 40.8%. Analysis result shows significant relation between soil contaminated with worm egg, family toilet, tile style, children knowledge level and -children healthy behavior with wormy infection cases on children ages 5 - 12 years old with P value < 0.05. Multivariate analysis result with double logistic regression obtained model that wormy infection cases on children ages of 5 - 12 years old proved closely related with family toilet condition, contaminated soil with worm egg, children behavioral factor, children knowledge level, trash can and house tile style. Toilet variable effect toward contaminated soil with worm egg and children knowledge as well as behavioral factors, shows that contaminated soil caused by minimal toilet and unsanitary, and low children knowledge level. So that their behavior supporting contamination of worm egg in soil by defaces not in toilet, then soil contaminated with worm egg that available in feces and causing wormy infection. In proved with toilet condition that unsanitary has risk 13.2 times of worrny infection, bad behavior has risk 9.8 times of children infected wormy, contaminated soil with worm egg risk 9.9 times, children low knowledge level risk 7.5 times, trash can risk 6.5 times of wonny disease and house tile style that unsan'ry risk 5.9 times of wormy infection. Researcher suggested performing more solid efforts to prevent and spreading of wormy infection cases through supplying good environment sanitation medium especially in supplying family toilet or MCK, by entangling all related element to create healthy environment condition. Moreover, perfonned counseling toward children and public to increase health degree condition by living in healthy settlement and implementing hygienic and healthy behavior. Besides, performed children individual checkup, whether in schools or houses routinely, with teachers and parents.

Read More
T-2560
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive