Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Desri Magdalena Purba; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Syahrizal Syarif, Ari Kusuma
S-7756
Depok : FKM UI, 2013
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fitri Damayanti; Pembimbing: Asri C. Adisasmita; Penguji: Ratna Djuwita, Dewi Oktavia TLH, Ari Kusuma
T-5429
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Dwi Oktavia T L Handayani; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Asri C. Adisasmita, Ari Kusuma, Sholah Imari
T-3306
Depok : FKM-UI, 2011
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Cahya Edi Prastyo; Pembimbing: Dwi Gayatri; Penguji: Krisnawati Bantas, Asri C. Adisasmita, Budiyono, Kusuma Ari
Abstrak:
ABSTRAK
Kanker serviks uteri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kejadian kanker serviks uteri sebesar 12,6/100000 wanita dan angka kematiannya sebesar 7,0/100000 wanita (IARC, 2008). Hal ini dimungkinkan karena faktor resiko yang masih belum tertangani di masyarakat. Multi paritas (khususnya paritas > 4 kali) atau jumlah melahirkan pada wanita sebagai salah satu faktor resiko kanker serviks uteri ternyata masih tinggi di masyarakat. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh paritas > 4 kali terhadap kejadian kanker serviks uteri di 6 rumah sakit Indonesia. Penelitian dilakukan dengan desain kasus kontrol berbasis rumah sakit, dengan sampel sebanyak 364 wanita yang telah dipasangkan berdasarkan asal rumah sakit dan umur interval 10 tahun. Analisis multivariat menggunakan conditional logistic regression. Hasil menunjukkan bahwa paritas > 4 meningkatkan resiko kanker serviks uteri OR: 1,85 ; CI 95% (1,14 -3,02). Oleh karenanya usaha untuk pengembangan program yang dapat membatasi kelahiran seperti program Keluarga berencana akan membantu menurunkan terjadinya kasus serviks uteri.
Read More
Kanker serviks uteri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Kejadian kanker serviks uteri sebesar 12,6/100000 wanita dan angka kematiannya sebesar 7,0/100000 wanita (IARC, 2008). Hal ini dimungkinkan karena faktor resiko yang masih belum tertangani di masyarakat. Multi paritas (khususnya paritas > 4 kali) atau jumlah melahirkan pada wanita sebagai salah satu faktor resiko kanker serviks uteri ternyata masih tinggi di masyarakat. Penelitian ini ingin mengetahui pengaruh paritas > 4 kali terhadap kejadian kanker serviks uteri di 6 rumah sakit Indonesia. Penelitian dilakukan dengan desain kasus kontrol berbasis rumah sakit, dengan sampel sebanyak 364 wanita yang telah dipasangkan berdasarkan asal rumah sakit dan umur interval 10 tahun. Analisis multivariat menggunakan conditional logistic regression. Hasil menunjukkan bahwa paritas > 4 meningkatkan resiko kanker serviks uteri OR: 1,85 ; CI 95% (1,14 -3,02). Oleh karenanya usaha untuk pengembangan program yang dapat membatasi kelahiran seperti program Keluarga berencana akan membantu menurunkan terjadinya kasus serviks uteri.
ABSTRACT
Uterine cervical cancer is still a public health problem in Indonesia with incidence rate of 12.6 / 100,000 women and mortality rate 7.0 / 100,000 women. (IARC, 2008). Indonesian mortality rate is still high due to the risk factors that have not been handled in community. Multi parity (especially parity > 4) or total of women giving birth as a risk factor for uterine cervical cancer was still high. This study aims to determine the effect of parity > 4 to uterine cervical cancer. The study design is a hospital-based case-control, which samples were taken from 6 hospitals and then matched by hospital and age interval of 10 years. Multivariate analysis using conditional logistic regression shows the parity > 4 increases the risk of uterine cervical cancer OR: 1.85, CI 95% (1.14 -3.02). Therefore, efforts to develop programs that can limit births as family planning program will help reduce the occurrence of cases of cervix uteri.
T-3696
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Fitriyani; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Sudarto Ronoatmodjo, Asri C. Adisasmita, Ari Kusuma, Rahmawati
Abstrak:
Abstrak
Menopause merupakan menstruasi yang berhenti secara permanen yang among 45 _ 60 years old. Sample was 407 menopausal women taken
Read More
Menopause merupakan menstruasi yang berhenti secara permanen yang
disebabkan kehilangan fungsi folikel sel-sel telur. Wanita yang memasuki
menopause mengalami penurunan hormon estrogen yang mengganggu
aktivitas sehari-hari, bahkan menurunkan kualitas hidup. Penggunaan kon-
trasepsi pil berhubungan dengan penundaan usia dan keluhan menopause.
Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara penggunaan kon-
trasepsi pil terhadap usia menopause. Penelitian ini menggunakan desain
potong lintang. Populasi adalah wanita menopause di Pos Pembinaan
Terpadu (Posbindu) Kota Depok. Sampel pada penelitian adalah wanita
menopause yang berusia 45 _ 60 tahun. Teknik pengambilan sampel se-
cara purposive sampling subjek dengan besar sampel 407 orang. Analisis
multivariat pada penelitian ini menggunakan cox proportional hazard model.
Hasil analisis multivariat menunjukkan tidak ada hubungan antara lama
penggunaan kontrasepsi pil terhadap usia menopause baik sebelum mau-
pun sesudah dikontrol variabel kovariat, yaitu tingkat pendidikan. Namun
demikian, masih diperlukan penelitian lain dengan menggunakan desain
penelitian kohort prospektif untuk dapat melihat hubungan temporal antara
lama penggunaan kontrasepsi pil terhadap usia menopause.
Menopause is marked with the permanent cessation of menstruation due to
the loss of follicles. Earlier menopause will be likely to increase the risk
factors relating to declined estrogen level, such as osteoporosis that can
lead to early death. A woman entering menopause period often experiences
declined estrogen hormone that causes her to have complaints or distur-
ances that hinder her daily activities and even reduce her quality of life.
However, the use of oral contraceptive poses a correlation with the post-
poning of menopause age and complaints. The primary aim of this study
was to examine the relation of oral contraceptive use and age at
menopause. This was an observational study with cross-sectional study
design. Population in this study was all menopausal women in integrated
training post (Posbindu), Depok. The sample was menopausal women
purposive sampling. The data was analysed by cox?s proportional hazard
analysed. The longer use of oral contraceptive was not associated with age
at menopause before and after adjusted for confounding variable (educa-
tion). However, another similar studies was still needed with prospective
kohort study design to know temporality causal of longer use of oral
contraceptive and age at menopause.
T-3720
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
