Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Tri Adi Wahyono; Pembimbing: Chandra Satrya; Penguji: Mila Tejamaya, Wahyudin Lihawa
Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui niali risiko yang ada pada setiap tahapan pekerjaan pada proses mesin bubut, frais, dan bor yang dilakukan di workshop teknik pemesinan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Bekasi. Penelitian ini dilakukan dengan manganalisis nilai konsekuensi, kemungkinan, dan pajanan dengan menggunakan standar level risiko semi kuantitatif William. T. Fine. Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode semi kuantitatif AS/NZS 4360:2004. Hasil penelitian berupa level risiko yang ada pada setiap tahapan proses mesin bubut, frais, dan bor di workshop teknik pemesinan yaitu level very high, priority 1, substantial, priority 3, dan acceptable.
Kata kunci: Penilaian risiko, AS/NZS 4360:2004, konsekuensi, kemungkinan, pajanan, level risiko
This study was conducted to determine niali existing risks at each stage of work on the lathe , milling , and drilling conducted in the workshop machining techniques Vocational High School 1 Bekasi . This research was conducted with the value that analyze the consequences , probability , and exposure using a semi-quantitative risk level standards William . T. Fine . This study was a descriptive study using semiquantitative methods AS / NZS 4360 : 2004 . Results of the research is a level of risk that exist at every stage of the process lathe , milling , and drilling in workshop machining techniques is very high level , priority 1 , substantial , priority 3 , and acceptable .
Keyword : The risk assessment , AS / NZS 4360 : 2004 , consequences , probability , exposure , risk level
Read More
S-8962
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Liza Maulidya; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Wahyudin Lihawa
Abstrak: Skripsi ini membahas mengenai analisis at risk behaviour perilaku tidak aman pada pekerja di area furnacePT. X. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatifdengan menggunakan desain studi potong lintang cross sectional study dan total sampel sebanyak 78 responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari kuesioner yang diisi oleh responden sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumen perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan model Cooper's Reciprocal Safety Culture dimensiBehavioural Approach.
 
Hasil: sebanyak 60 responden pekerja di area furnacemelakukan safe behaviourdan 40 lainnya melakukan at risk behaviour. Faktor individu yang berhubungan dengan at risk behaviouryang dilakukan oleh pekerja adalah pengetahuan terhadap keselamatan, motivasi terhadap keselamatan dan kepercayaan diri ketika bekerja. Faktor organisasi yang berhubungan dengan at risk behaviouryang dilakukan pekerja adalah komitmen manajemen, partisipasi terhadap keselamatan, dukungan rekan kerja dan komunikasi organisasi.
 

This thesis discusses about the analysis at risk behavior unsafe behavior on workers in the furnace area PT. X. This research is a quantitative research using cross sectional study design and total of 78 respondents. The data used in this research is primary data and secondary data. Primary data obtained from questionnaires filled by respondents while secondary data obtained through corporate documents. This research uses Coopers Reciprocal Safety Culture model of Behavioral Approach dimension.
 
Results: 60 respodents in the furnace area doing safe behavior and 40 other doing at risk behavior. Individual factors associated woth at risk behavior by workers are safety knowledge, safety motivation and self efficacy in safety. Organizational factors related to at risk behavior by workers are management commitment, safety participant, co worker support and organizational communication.
Read More
S-9868
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Firyal Resa Azhari; Pembimbing: Dadan Erwandi; Penguji: Baiduri Widanarko, Wahyudin Lihawa
Abstrak: ABSTRAK Industri baja memiliki resiko yang tinggi terhadap kesehatan dan keselamatan karyawannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui iklim keselamatan di area rolling mill PT X dengan besar sampel 166 orang. Hasilnya dimensi iklim keselamatan yang paling kuat adalah dimensi individu (3,21), dengan faktor iklim keselamatan tertinggi adalah komitmen pekerja (3,28). Semakin tinggi tingkat pendidikan, jabatan dan semakin lama orang bekerja maka semakin tinggi nilai iklim keselamatannya. Kata kunci: Safety Climate ABSTRACT The steel industry has a high risk to the health and safety of its employees. The purpose of this research is to know the safety climate in rolling mill area of PT X with a large sample of 166 people. The result of the most robust dimension of the safety climate is the individual dimension (3.21), with the highest safety climate factor being workers' commitment (3.28). The higher the level of education, position and the longer the people work the higher the safety climate. Key words: Safety Climate
Read More
S-9684
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abstrak: Industri petrokimia beroperasi sepanjang jam, durasi kerja tanpa henti selama operasi normal, terlebih pada kegiatan turn around, program pemeliharaan yang harus sesuai target dan tepat waktu. Pada pelaksanaan turn around jumlah jam kerja diperpanjang tidak seperti hari biasanya, hal ini dapat mengakibatkan personil terganggu dengan kuantitas tidur, kualitas tidur dan sleep hygiene individu, kondisi seperti ini mengakibatkan potensi kelelahan akut, mengurangi performance dan berpotensi meningkatnya jumlah kejadian kecelakaan kerja. Penelitian analitik dengan desain cross-sectional ini bertujuan mengetahui pola dan gambaran kuantitas tidur, kualitas tidur, durasi kerja pada tenaga kerja turn around terhadap potensi kelelahan kerja akut. Penelitian ini menggunakan beberapa alat pengumpulan data yaitu: kuesioner, tensimeter, thermogun dan alat actigraph fitbit. Analisis data menggunakan uji beda mean dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara variable kuantitas tidur (p value = 0,001; OR = 0,115), kualitas tidur (p value = 0,030; OR = 8,143), dan durasi kerja (p value = 0,013; OR = 5,769) dengan variable potensi kelelahan kerja akut, penelitian ini terbukti dengan hasil pengukuran actigraph fitbit dengan rata-rata tidur 235 menit atau setara dengan 3 jam 55 menit serta durasi kerja yang lebih dari 12 jam setiap harinya selama kegiatan turn around
Read More
T-5588
Depok : FKM UI, Depok: FKMUI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hendrick Warman; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Wahyudin Lihawa, Nasruli
Abstrak:
Pelatihan yang disediakan oleh perusahaan kepada pekerja merupakan salah satu program keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang paling banyak digunakan oleh perusahaan untuk intervensi. Pelatihan berguna untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku pekerja dalam menghadapi bahaya-bahaya yang ada di tempat kerja. Penelitian ini mengunakan metode analisis deskriptif yang berfokus pada evaluasi efektivitas pelatihan HSE Mandatory yang telah dilaksanakan. Pengukuran dilakukan menggunakan model evaluasi empat langkah dari Kirkpatrick (1970) melalui penilaian reaksi, pembelajaran, perilaku, dan hasil. Hasil ponelitian menunjukkan bahwa program pembelajaran yang telah dilaksanakan efektif. Namun, masih terdapat beberapa hal yang dapat ditingkatkan sehingga kualitas pembelajaran lebih baik lagi dan mampu memberikan kontribusi sebagai leading indicator kinerja K3.

The training program prepared by the company for workers is one of the occupational safety and health (OSH) programs most widely used by companies for intervention. Training is useful for increasing the knowledge, skills and behavior of workers in dealing with hazards that exist in the workplace. This research uses descriptive analysis method that focuses on evaluating the effectiveness of the HSE Mandatory training that has been carried out. Measurements were made using a four-step evaluation model from Kirkpatrick (1970) through the assessment of reactions, learning, behavior, and results. The results of the study indicate that the learning program that has been implemented is effective. However, there are still some things that can be improved so that the quality of learning is better and able to contribute as a leading indicator of (OSH) performance.

Read More
T-5851
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sri Novianti; Pembimbing: Doni Hikmat Ramadhan; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra; Ade Kurdiman, Wahyudin Lihawa
Abstrak: Sesuai dengan target pembangunan nasional Indonesia yaitu pembangunan infrastruktur, khususnya infrastruktur yang mendukung konektivitas antardaerah dalam bentuk jalan tol sangat intensif dilakukan. Namun demikian, seiring dengan perkembangan tersebut, aspek K3 juga muncul sebagai topik utama yang memicu perhatian untuk diteliti oleh penulis. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pada tahun 2018 ada deretan insiden kecelakaan kerja yang terjadi di industri konstruksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja subyektif dalam proyek pembangunan jalan tol PT X, Jakarta. Desainnya adalah cross sectional dan sampel terdiri dari 120 pekerja yang menanggapi kuesioner dasar yang dikelola sendiri untuk nutrisi pekerja, karakteristik individu dan karakteristik pekerjaan. Kelelahan diukur dengan Kuesioner IFRC dengan 30 item. Karakteristik psikologis kerja terdiri dari tuntutan di tempat kerja, dukungan sosial, peran dalam organisasi, dan kepuasan kerja yang diukur dengan Kuisioner COPSOQ III. Sleep hygiene diukur dengan Sleep Hygiene Index dan kualitas tidur diukur dengan kuesioner PSQI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kelelahan kerja subyektif dengan riwayat penyakit, kegiatan olahraga, masa kerja, shift kerja, tuntutan tempat kerja, peran organisasi, sleep hygiene, kualitas tidur. Namun, tidak ada korelasi yang menunjukkan antara kelelahan kerja subyektif dengan usia, status perkawinan, perilaku merokok, posisi kerja, durasi kerja harian, BMI, kegiatan minum kopi, kegiatan konsumsi minuman energi, konsumsi gorengan, dukungan sosial, kepuasan kerja.
Read More
T-5743
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Samuel Peratenta Tarigan; Pembimbing: Doni Hikmat Ramadhan; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Ade Kudirman, wahyudin Lihawa
Abstrak: Kualitas udara adalah salah satu penentu kesehatan yang penting. Polusi udara dikaitkan dengan spektrum luas penyakit akut dan kronis, seperti kanker paru-paru, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan penyakit kardiovaskular. Particulate Matter 2.5 μm (PM 2.5) dianggap sebagai salah satu polutan udara paling berbahaya bagi kesehatan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran konsentrasi PM2,5, PM1, PM0,5, dan PM0,25 dengan fungsi paru-paru di warga Kabupaten Karet Tengsin, Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan 57 peserta dari warga Kabupaten Karet Tengsin, Jakarta. Pengukuran fungsi paru dilakukan dengan spirometri. Pengambilan sampel PM dilakukan pada 28 titik menggunakan pompa dengan laju aliran 9L / menit, bertahan 2 jam. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi PM rata-rata antara 45,77 - 121,888 μg / m3. Responden dengan restriksi paru 24,6%, dan obstruksi paru 17,5%.
Read More
T-5753
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
First Mayro Annibaja Hutauruk; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Wahyudin Lihawa, Julia Rantetampang
Abstrak:
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) sangat penting dalam industri pengolahan susu karena dapat membantu dalam meminimalkan risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, sehingga dapat memastikan kesehatan dan keselamatan para pekerja. PT. ABC adalah perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan susu dan produk turunannya. Perusahaan ini berlokasi di Bogor. PT. ABC dalam kegiatan produksinya melibatkan banyak mesin dan peralatan yang memerlukan perawatan dan pengoperasian yang baik agar tidak menimbulkan risiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu, perusahaan ini memutuskan untuk mengembangkan aplikasi Era-K3 yang merupakan aplikasi untuk meningkatkan efektivitas keselamatan kerja di tempat kerja. Oleh sebab itu perlu diadakan penelitian mengenai efektivitas analisis implementasi aplikasi Era-K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) pada PT. ABC untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan guna mengevaluasi apakah aplikasi secara efektif menyelesaikan berbagai masalah. Berdasarkan hasil dari analisis kinerja SMK3 sebelum implementasi aplikasi Era-K3 yang dilakukan dapat dilihat pemenuhan elemen dari analisis efektivitas sebelum implementasi PT. ABC berhasil memenuhi persyaratan sebanyak 142 elemen, dimana persentase pemenuhan secara keseluruhan sebesar 79.3 %. Setelah implementasi aplikasi Era-K3 PT. ABC berhasil memenuhi persyaratan sebanyak 174 elemen, dimana persentase pemenuhan secara keseluruhan sebesar 96.9 %. Dengan pemenuhan 96.9 % artinya PT. ABC telah memiliki peningkatan kinerja sistem manajemen K3 dari sebelumnya 142 kriteria menjadi 174 dengan presentasi kenaikan sebesar 17.9%.. Angka tersebut dapat menggambarkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pada element Perencanaan, Review, Pengembangan Kebijakan dan Prosedur dan Pelatihan.

The Occupational Safety and Health Management System (SMK3) is very important in the dairy processing industry because it helps minimize the risk of work accidents and occupational diseases, thus ensuring the health and safety of workers. PT. ABC is a company engaged in the processing of milk and its derivative products. This company is located in Bogor. PT. ABC production activities involve many machines and equipment that require proper maintenance and operation to prevent work accidents. Therefore, the company decided to develop the Era-K3 application, which is an application to improve work safety effectiveness in the workplace. Therefore, research is needed on the effectiveness of the analysis of the implementation of the Era-K3 application (occupational safety and health) at PT. ABC to collect the necessary data and information to evaluate whether the application effectively addresses various problems. Based on the results of the performance analysis of SMK3 before the implementation of the Era-K3 application, it can be seen that the fulfillment of elements from the effectiveness analysis before the implementation, PT. ABC managed to meet the requirements of 142 elements, with an overall fulfillment percentage of 79.3%. After the implementation of the Era-K3 application, PT. ABC managed to meet the requirements of 174 elements, with an overall fulfillment percentage of 96.9%. With a fulfillment of 96.9%, it means PT. ABC has had an increase in K3 management system performance from the previous 142 criteria to 174, with an increase of 17.9%. These figures can illustrate that there has been a significant increase in elements such as Planning, Review, Policy and Procedure Development, and Training
Read More
T-7148
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Imam Habibi Elhaq; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Laksita Ri Hastiti, Wahyudin Lihawa, Ade Kurdiman
Abstrak:
Mooring Operation merupakan salah satu operasi rutin dan kritikal serta paling rumit dan berbahaya di kapal dimana jika terjadi kegagalan proses, maka dapat mengakibatkan kecelakaan serius. Perilaku berisiko awak kapal diduga merupakan faktor kontribusi utama dalam kecelakaan mooring. Penetapan program keselamatan perusahaan merupakan salah satu cara efektif untuk menekan perilaku berisiko. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan program keselamatan perusahaan dengan perilaku berisiko saat mooring operation. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan metode potong lintang. Responden berjumlah 110 orang menggunakan teknik pengambilan purposive sampling. Data diperoleh melalui hasil pengisian kuesioner oleh awak kapal. Teknik analisis data yang digunakan yaitu: (1) distribusi frekuensi; (2) korelasi menggunakan tabulasi silang, kai kuadrat, dan odd ratio dengan tingkat kepercayaan 95%; dan (3) analisis faktor menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki perilaku berisiko tinggi saat mooring operation (62,7%). Terdapat hubungan bermakna antara Partisipasi Pekerja, Pencegahan dan Pengendalian Bahaya, dan Evaluasi Program dan Peningkatan dengan Perilaku Berisiko saat mooring operation. Tidak ada faktor yang signifikan dan paling dominan memiliki hubungan dengan perilaku berisiko. Terdapat saran kepada berbagai pihak untuk meningkatkan keselamatan di industri maritim.

Mooring Operation is one of the routine, critical operations, the most complicated and dangerous on a ship, if there is failure in the process, then it can result in serious accident. Crew at-risk behavior is expected to be major contributing factor in mooring-related accidents. Establishing company safety program is one of the most effective ways to reduce at-risk behavior. This research aims to analyze correlation of company safety program with at-risk behavior during mooring operations. The design of this research is quantitative with a cross-sectional method. Total of respondent is 110 people with purposive sampling. Data were obtained through the results of questionnaire filled by crew. The data analysis technique: (1) frequency distribution; (2) correlation using cross tabulation, chi square, and odd ratio with confidence level of 95%; and (3) factor analysis using logistic regression. The research results showed that majority of respondents had high at-risk behavior during mooring operations (62.7%). There is significant relationship between Worker Participation, Hazard Prevention and Control, and Program Evaluation and Improvement with At-risk Behavior during mooring operations. There are no significant and most dominant factors that have relationship with at-risk behavior. There are suggestions to various parties to improve safety in the maritime industry.
Read More
T-7037
Depok : FKM UI, 2024
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Auliah Rahmi; Pembimbing: Doni Hikmat Ramdhan; Penguji: Dadan Erwandi, Hendra, Wahyudin Lihawa, Emanuel Eko Haryanto
Abstrak:
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengelola Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Tujuan penerapan SMK3 adalah untuk menciptakan lingkungan kerja yang bebas dari celaka ataupun penyakit akibat kerja. Namun seiring dengan perkembangan SMK3 tidak diiringi dengan peningkatan performa K3 ini terlihat dari beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan performa K3 antara perusahaan tersertifikasi dan tidak tersertifikasi SMK3. Banyak faktor-faktor yang mempengrauhi keefektifan pelaksanaan SMK3. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi keefektifan pelaksanaan SMK3 melalui systematical Literatur Review. Penelitian dilakukan dengan 4 portal pencarian yaitu Scopus, Proquest, Science Direct dan Sage. artikel adalah artikel yang dipublikasikan antara tahun 2010-2020. Dari hasil pencarian literatur terdapat 40 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil penelitian menunjukkan terdapat faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi keefektifan pelaksanaan SMK3. Faktor internal yang mempengaruhi keefektifan pelaksanaan SMK3 adalah komitmen manajemen, kepemimpinan dan kebijakan K3, partisipasi pekerja, budaya K3, moral pekerja, sumber daya cukup, performa finansial, alokasi biaya K3, company size, insentif internal,, perilaku aman pekerja, komunikasi dan konsultasi K3, aturan dan prosedur K3, promosi K3, integrasi, perbaikan berkelanjutan, proses identifikasi bahaya dan pengurangan risiko, pengembangan dan pengimplementasian strategi pengendalian risiko K3 Dan Faktor eksternal adalah penegakan peraturan perundangan-undangan K3, dukungan dan otoritas K3, sertifikasi audit eksternal, insentif eksternal, tekanan dari pelanggan, kompetisi pasar, citra perusahaan, tren internasional

Occupational Safety and Health Management System is a system used to manage Occupational Safety and Health. The purpose of implementing OHSMS is to create a work environment that is free from harm or illness due to work. However, along with the development of OHS, it is not accompanied by an increase in OHS performance. It can be seen from several studies that show that there is no difference in OHS performance between certified and non-OHS certified companies. Many factors affect the effectiveness of OHSMS implementation. The purpose of this study is to investigate factors influence the effectiveness of the implementation of OHSMS through a systematical Literature Review. The study was conducted with 4 search portals namely Scopus, Proquest, Science Direct and Sage. Articles published between 2010-2020. From the literature search results there are 40 articles that meet the criteria. Research results indicate that there are internal and external factors that affect the effectiveness of the implementation of OHSMS. . Internal factors that influence the effectiveness of OHSMS implementation are management commitment, OHS leadership and policies, employee participation, OHS culture, employee morale, sufficient resources, financial performance, OHS cost allocation, company size, internal incentives, worker safety behavior, communication and consultation OHS, OHS rules and procedures, OHS promotion, integration, continuous improvement, the process of identifying hazards and risk reduction, developing and implementing OHS risk control strategiesAnd external factors are enforcement of OSH regulations, OSH support and authority, external audit certification, external incentives, pressure from customers, market competition, company image, international trends

Read More
T-5888
Depok : FKM-UI, 2020
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive