Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Nancy Cahya Hadmawati; Pembimbing: L. Meily Kurniawidjaja; Penguji: Suharnyoto Martomulyono, Suhara Manullang
Abstrak:

Rumah Sakit sebagai tempat berkumpulnya orang sehat dan sakit mempunyai potensi bahaya, salah satunya adalah bahaya biologi. Adanya banyak pasien TBC dengan pcmeriksaan DTA posit if di RS A mcmungkinkan terjadinya penularn terhadap pekerja di RS khususnya perawat yang bertugas merawat pasien pasien TBC. Di RS ini belum ada SMK3 dan PK 3RS dan tidak pernah dilakukan pemeriksaan kesehatan pra kerja dan berkala. Desain awal penelitian ini adalah cross sectional yang bersifat deskriptif, dilakukan terhadap 65 sampel yang didapal dari perhilungan rumus estimasi, dan karena hasil yang terdeteksi tbc hanya 5 orang, maka dilanjutkan dengan studi kasus dengan wawancara mendalam terhadap kelima orang tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi penyakit tbc pada perawat di RS ini adalah 7,7 % dengan umur bervariasi, pendidikan D3 (>50 %) dan lama kerja bervariasi, minimal 1 tahun, maksimal 16 tahun. Gambaran factor risiko pada perawat ini adalah tingkat pengetahuan perawat tentang tbc yang kurang (20 %), belum mendapat vaksinasi BCG (80%), status gizi kurang (20%), dan hanya kadang-kadang memakai masker waktu kerja (100%) dan pemakaian ruang isolasi yang belum tepat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah prevalensi perawat tersangka tbc adalah 7,7% dan ini dipengaruhi oleh banyak factor antara lain status gizi, vaksinasi BCG, pemakain masker pada saat kerja. Selain itu adanya ruang isolasi juga memegang peranan penting. Pendidikan dan pengetahuan yang tinggi tidak menjamin seseorang terhindar dari penyakit tuberculosis, harus diimbangi dengan fasilitas dan upaya pencegahan melalui perilaku dehat dan aman.


 

The hospital as the place where healthy and sick people meet has the potential hazards and one of them is biological hazard. The presence of many TBC patients witb medical,examination of positive smear BTA in the Dr. Adjidarmo's Hospital enable the happening of contagion to all workers in ihe hospital, particularly to the nurses who take care of tbc palienls in direct contact In this hospital, thew is neither "System of Management of Occupational Health and Safety" nor "Committee of Hospital's Occupational Health and Safety" and examinations of heaith have never been held yet pre work and periodically. The initial design of this research is descriptive cross section of 65 samples obtained from lhe formulation estimate, and since there are only 5 samples that have been infected with tbc, the following step therefore should be continued in case study by interviewing them intensively and thoroughly. The results of the research indicate that tbc disease is prevalent among the nurses of this hospital and the prevalence is 7,7% those who are examined vary in age (from 25 up to 49 years), education attaintment (more than 50% hold D3 diplomas), years of service (at least 1 year and at most 16 years). The accounts of the risk factor are as follows : insufficient knowledge of tbc disease (20%), getting no BCG-vaccination (80%), bad nutrition status (20%), using masks rarelyin working (100%), and improper usage of isolation wards. In conclusion of this research, the prevalence of tbc disease for the suspected nurses reaches 7,7%, and it’s caused by influence of many factors, for axamples nutrition status, BCG vaccination, and the use of msks when working. Besides the matters mentioned above, the isolation wards for the hospitas will play the important role. Further more, either appropriate knowledge or education in medical field is no guarantee of being protected from tbc disease without keeping a balance between those mentioned above and preventive measures as well asa facilities.

Read More
T-2322
Depok : FKM-UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agustina Parapat; Pembimbing: Ratu Ayu Dewi Sartika; Penguji: Yvonnne Magdalena Indrawani, Suhara Manullang
S-4379
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Meutia Elda; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji:Pujiyanto, Ronnie Rivany, Suhara Manullang
Abstrak:

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kenyataan bahwa telah terjadi pergeseran terhadap pola pembayaran pengguna jasa Rumah Sakit, dari membiayai sendiri menjadi menggunakan pihak ketiga yaitu Asuransi Kesehatan dan banyaknya kendala yang dihadapi dalam menjalin kerjasama dengan PT Askes terutama pada keterlambatan dokumen klaim. Keterlambatan ini berdampak pada berkurangnya target pendapatan rumah sakit untuk disetorkan pada kas daerah pada akhir tahun anggaran. RSUD Dr. Adjidarmo adalah Rumah Sakit type C dengan kapasitas 120 tempat tidur, terletak dipusat kota Rangkasbitung, Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Pada penelitian ini, peneliti melakukan analisis faktor-faktor input yaitu SDM, dana. material, dan metode dengan keterlambatan dokumen klaim Askes melalui proses tahapan manajemen piutang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analitik yaitu melalukan pengamatan langsung pads PPATRS (Program Pelayanan Administrasi Terpadu Rumah Sakit), wawancara mendalam dan telaah dokumen pada sistem manajemen Rumah Sakit. Penelitian ini dilakukan dilingkungan RSUD Dr. Adjidarmo dan Asissten Area Manager (AAM) PT. Askes cabang Lebak dari bulan Februari sampai dengan bulan April 2006 dengan menggunakan data rekapitulasi keterlambatan dokumen klaim tahun 2005. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu input, proses dan output sesuai dengan kerangka konsep pada metodologi penelitian. Pada pembahasan diungkapkan basil penelitian yang didapat, dibandingkan dengan teori, dengan paneliti terdahulu serta judgement dari peneliti. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu adanya keterlambatan yang sangat bermakna pada penyelesaian dokumen klaim obat rawat jalan dan rawat imp, dimana kendalanya terdapat pads tahap pembebanan dan penataan dari unsur SDM, material dan metode. Kendala tersebut berupa kurangnya tenaga pelaksana untuk penyelesaian klaim obat rawat imp dan rawat jalan, kurangnya sarana penunjang dan belum adanya kerjasama yang baik diantara unit terkait. Tidak adanya kepastian tugas, tanggungjawab dan wewenang pada petugas penatalaksana klaim obat merupakan kendala yang cukup berarti. Dengan dibentuknya Tim Pengendali Askes, diharapkan kendala-kendala tersebut dapat diatasi.


 

The background of this study was based on fact that have frictioned to pattern payment of Hospital service client, from out pocket became to Health Insurance as the third party and many problem faced in braiding cooperation with PT Askes especially at claim document delayed. This delay affect in decreasing hospital targets budget at end of the year. RSUD Dr. Adjidarmo was a type C hospital with 120 beds where located in Rangkasbitung downtown, Sub-Province Lebak Province Banter'. In this research, researcher made analysis of input factors that were man, money, material, and method with delay in claim document Askes through receivable management step process. This research was qualitative research with analytic descriptive method by doing direct observation at PPATRS (Intire Program Administrative Services of Hospital), in-depth interviews and document study at Hospital management system. This Research was done in RSUD Dr Adjidarmo environment and Asissten Area Manager (AAM) PT. Askes branch Lebak from Februari up to April 2006 and used back up data of 2005. The result and discussion from this research were divided in three parts, that were input, process and output according to framework concept at research methodology. The result compared with theory, previous researcher and also judgment from researcher. Conclusion of this research was delay in drug claim document of out-patient and in-patient where the problem came from in house phase and billing phase, and from variable of human resources, material and method. The problems were lack of employees, especially in drug claim, lack of supporter medium and there was no good cooperation among related units. Inexistence certainty of duty, authority and responsibility was a meaningfull enough problem. By forming of Askes Controller Team, expected the problem could be resolved.

Read More
B-932
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Aprilia Krisliana; Pembimbing: Farida Mutiarawati Tri Agustina, Agustin Kusumayati; Penguji: Toha Muhaimin, Noor Sardono, Suhara Manullang
T-2738
Depok : FKM UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Agung Winasis; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji:Tri Yunis Miko Wahyono, Suhara Manullang, Nikson Sitorus
Abstrak:
Latar belakang: Penyakit corona virus disease-19 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan pasien yang mempunyai komorbid berisiko mengalami keparahan berat. Tujuan: Mengetahui hubungan hipertensi dengan tingkat keparahan pada pasien COVID-19 yang dirawat di RSU Kota Tangerang Selatan. Metode: Data diperoleh dari data sekunder berupa rekam medis pasien COVID-19 yang dirawat di RSU Kota Tangerang Selatan tahun 2021. Desain studi menggunakan cross sectional. Sampel sebanyak 146 pasien diperoleh secara random dan dianalisis menggunakan logistic regression. Hasil: Hipertensi pada pasien COVID-19 sebesar 47,3% (69 pasien). Diperoleh OR 1,6 (95% CI: 0,57 – 4,88) yang menunjukkan pasien dengan hipertensi mempunyai risiko terjadinya keparahan 1,6 kali dibandingkan dengan yang tidak hipertensi setelah dikontrol oleh variabel diabetes melitus dan penyakit ginjal. Kesimpulan: Pasien COVID-19 yang menderita hipertensi berisiko 1,6 kali lebih tinggi untuk mengalami keparahan dibandingkan pasien COVID-19 yang tidak hipertensi. Studi ini membuktikan risiko hipertensi pada keparahan pada pasien COVID-19.

Background: Corona virus disease-19 (COVID-19) is caused by the severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) virus and patients who have comorbidities are at risk of experiencing severe severity. Objective: To determine the relationship between hypertension and severity in COVID-19 patients treated at RSU Kota Tangerang Selatan . Methods: Data were obtained from secondary data in the form of medical records of COVID-19 patients who were treated at RSU Kota Tangerang Selatan in 2021. The study design used a cross sectional. A sample of 146 patients was obtained randomly and analyzed using logistic regression. Results: Hypertension in COVID-19 patients was 47.3% (69 patients). Obtained OR 1.6 (95% CI: 0.57 - 4.88) which shows patients with hypertension have a 1.6 times the risk of developing severity compared to those without hypertension after controlling for diabetes mellitus and kidney disease. Conclusion: COVID-19 patients who suffer from hypertension are at risk of 1.6 times higher for experiencing severity than COVID-19 patients who are not hypertensive. This study proves the risk of hypertension on severity in COVID-19 patients.
Read More
T-6829
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive