Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Irvan Ramadhie; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Ede Surya Darmawan, Fatimah, Mardalena
Abstrak:
Latar Belakang : Rumah sakit tidak hanya berfungsi sebagai institusi pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai institusi sosial yang citranya berhubungan dengan persepsi masyarakat, termasuk penerimaan dan keterlibatan masyarakat. RSU Pengayoman Cipinang memiliki karakteristik institusi khusus karena historisnya berkaitan dengan pelayanan kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan. Karakteristik tersebut menjadi konteks penting dalam memahami pembentukan citra rumah sakit di masyarakat. Di sisi lain, pemanfaatan layanan rawat jalan dokter spesialis di RSU Pengayoman Cipinang belum menunjukkan pola yang stabil dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara persepsi masyarakat dan citra RSU Pengayoman Cipinang serta peran akseptabilitas pelayanan kesehatan dan partisipasi masyarakat sebagai variabel mediasi dalam konteks karakteristik historis rumah sakit. Metode : Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kepada masyarakat di sekitar yang mengetahui keberadaan rumah sakit. Variabel penelitian meliputi persepsi masyarakat dan citra rumah sakit. serta akseptabilitas pelayanan kesehatan dan partisipasi masyarakat sebagai variabel mediasi. Analisis data dilakukan menggunakan SEM-PLS. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat dan citra rumah sakit berada pada kategori tinggi. Akseptabilitas pelayanan kesehatan dan partisipasi masyarakat juga menunjukkan kategori tinggi sebagai variabel mediasi dalam model penelitian. Persepsi masyarakat berhubungan positif dan signifikan terhadap akseptabilitas pelayanan kesehatan (β=0,859; p<0,001) serta citra rumah sakit (β=0,669; p<0,001). Akseptabilitas pelayanan kesehatan berhubungan positif dan signifikan terhadap partisipasi masyarakat (β=0,761; p<0,001), sedangkan partisipasi masyarakat berhubungan positif dan signifikan terhadap citra rumah sakit (β=0,280; p=0,001). Hasil analisis mediasi menunjukkan bahwa akseptabilitas pelayanan kesehatan memediasi hubungan antara persepsi masyarakat dan partisipasi masyarakat (β=0,654; p<0,001), sedangkan partisipasi masyarakat memediasi hubungan antara akseptabilitas pelayanan kesehatan dan citra rumah sakit (β=0,213; p=0,006). Selain itu, terdapat hubungan tidak langsung antara persepsi masyarakat dan citra rumah sakit melalui mediasi berantai akseptabilitas pelayanan kesehatan dan partisipasi masyarakat (β=0,183; p=0,008). Kesimpulan : Penelitian ini mengindikasikan bahwa persepsi masyarakat merupakan faktor yang paling dominan dalam pembentukan citra RSU Pengayoman Cipinang. Akseptabilitas pelayanan kesehatan dan partisipasi masyarakat berperan sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara persepsi masyarakat dan citra rumah sakit. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan citra rumah sakit tidak hanya berkaitan dengan persepsi masyarakat, tetapi juga dengan penerimaan terhadap pelayanan kesehatan dan keterlibatan masyarakat terhadap rumah sakit pada institusi yang memiliki karakteristik historis khusus. Secara praktis, hasil penelitian ini mendukung pentingnya penguatan institutional branding, komunikasi publik, dan community engagement dalam memperkuat citra rumah sakit. Kata Kunci : persepsi masyarakat, citra rumah sakit, akseptabilitas pelayanan kesehatan, partisipasi masyarakat

Background : Hospitals function not only as healthcare institutions but also as social institutions whose image is associated with community perceptions, including public acceptance and engagement. Pengayoman Cipinang General Hospital has a unique historical background due to its previous role in providing healthcare services for correctional inmates. This historical characteristic provides an important context for understanding how the hospital's image is formed within the community. In addition, the utilization of outpatient specialist services at Pengayoman Cipinang General Hospital has not yet demonstrated a stable and sustainable pattern. This study aimed to analyze the relationship between community perceptions and the image of Pengayoman Cipinang General Hospital, as well as to examine the mediating roles of healthcare service acceptability and community participation within the context of the hospital's unique historical background. Methods : This study employed a quantitative approach with a cross-sectional design. Data were collected using questionnaires distributed to community members living around Pengayoman Cipinang General Hospital who were aware of the hospital’s existence. The study variables included community perception, healthcare service acceptability, community participation, and hospital image. Data analysis was conducted using SEM-PLS. Results : The findings indicated that both community perceptions and hospital image were categorized as high. Healthcare service acceptability and community participation also demonstrated high levels as mediating variables in the proposed model. Community perception had a positive and significant relationship with healthcare service acceptability (β=0.859; p<0.001) and hospital image (β=0.669; p<0.001). Healthcare service acceptability had a positive and significant relationship with community participation (β=0.761; p<0.001), while community participation had a positive and significant relationship with hospital image (β=0.280; p=0.001). Mediation analysis demonstrated that healthcare service acceptability mediated the relationship between community perception and community participation (β=0.654; p<0.001), whereas community participation mediated the relationship between healthcare service acceptability and hospital image (β=0.213; p=0.006). In addition, there was a significant indirect relationship between community perception and hospital image through the serial mediation of healthcare service acceptability and community participation (β=0.183; p=0.008). Conclusion : This study indicates that community perceptions are the most influential factor in shaping the image of Pengayoman Cipinang General Hospital. Healthcare service acceptability and community participation serve as mediating variables that strengthen the relationship between community perceptions and hospital image. These findings suggest that the formation of hospital image is associated not only with community perceptions but also with public acceptance of healthcare services and community engagement, particularly in healthcare institutions with distinctive historical characteristics. Practically, the findings highlight the importance of strengthening institutional branding, public communication, and community engagement to enhance the hospital's image. Keywords : community perception, hospital image, healthcare service acceptability, community participation
Read More
B-2611
Depok : FKM-UI, 2026
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Deastri Pratiwi; Pembimbing: Kurniasari; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Atik Nurwahyuni, Amilla Megraini, Mardalena
Abstrak: Abstrak
Penelitian ini menganalisis faktor-faktor apa saja yang dipertimbangkan bagian kepegawaian perusahaan langganan dalam membeli Layanan Medical Check Up Rumah Sakit Pusat Pertamina Tahun 2012. Penelitian ini juga menentukan faktorfaktor apa saja yang berperan paling besar sebagai pertimbangan bagian kepegawaian perusahaan langganan dalam membeli layanan Medical Check Up RSPP Tahun 2012. Dalam penelitian ini digunakan 31 (tiga puluh satu) variabel dengan populasi penelitian perusahaan pelanggan MCU RSPP yang telah menjalin kerjasama dengan MCU RSPP selama 2 (dua) tahun berturut- turut yaitu tahun 2011- 2012 sebanyak 88 (delapan puluh delapan) perusahaan. Sebanyak 45 (empat puluh lima) perusahaan sebagai responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Metode Principal Component Analysis (PCA), menghasilkan 6 (enam) faktor yang dipertimbangkan bagian kepegawaian perusahaan langganan dalam membeli Layanan Medical Check Up Rumah Sakit Pusat Pertamina Tahun 2012 dan mampu menjelaskan 25 variabel dalam data, yaitu sebesar 79,3 persen. Keenam faktor tersebut adalah Faktor 1 (Alat Promosi yang Menarik dan Informatif), memiliki eigen value sebesar 10,077 dan variansi sebesar 40,3 persen. Faktor 2 (Kecukupan Tersedianya Tempat Parkir) memiliki eigen value sebesar 2,719 dan variansi sebesar 10,8 persen. Faktor 3 (Mutu Produk) memiliki eigen value sebesar 2,062 dan variansi sebesar 8,2. Faktor 4 (Kesesuaian Harga) memiliki eigen value sebesar 1.487 dan variansi sebesar 5,9 persen. Faktor 5 (Ketepatan penerimaan hasil Pemeriksaan) memiliki eigen value sebesar 1,305 variansi sebesar 5,2 persen. Faktor 6 (Transportasi menuju Rumah Sakit) memiliki eigen value sebesar 1,026 dan variansi sebesar 4,1 persen. Ketepatan model yang dihasilkan berdasarkan hasil estimasi matriks faktor adalah sebesar 38 persen atau sebanyak 115 residual dengan nilai absolut di atas 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa model memiliki ketepatan sebesar 62 persen pada tingkat penyimpangan 5 persen.
 

The problems derived from the study - be that as it may, were the factors considered by the clientele of Human Resources Departments In Subscribing to Medical Check-Up Service of Pertamina Central Hospital in 2012. The purpose of this study was to analyze and determine the most affecting factors as far as clients are concerned due to their commitment and preferences in proceeding with the Medical Check-Up of Pertamina Central Hospital in 2012. In order to decide the most dominant variables representing each factor established and in conjunction to assess the other remaining variables included in the fully-formed dominant factors, this study picked out 31 (thirty-one) variables and the population, namely the existing customers of RSPP’s MCU service who have worked closely over the past 2 (two) consecutive years, 2011-2012. The mass of the addressed population comprised of 88 (eighty-eight) companies and the quantity of the respondents taken as study sample were narrowed down to 45 (forty-five) companies altogether and conducted by purposive sampling techniques. The Principal Component Analysis (PCA) method, resulting 6 (six) factors that were taken into consideration by the Human Resources Departments of existing customers in trying out the Medical Check-Up services provided by Pertamina Central Hospital in 2012 and were able to explain 25 (twenty-five) variables in data, which amounted to 79,3 percent. The 6 (six) underlying factors as previously mentioned were Factor 1 (Informative and Attractive Promotional Tools) with 10.077 eigen value and 40,3 percent variance. Factor 2 (The Parking Space Availability) with 2,719 eigen value and 10,8 percent variance. Factor 3 (Product Quality), with 2,062 eigen value and 8,2 percent variance. Factor 4 (Price Reasonability/Affordability), with 1,487 eigen value and 5,9 percent variance. Factor 5 (Punctuality of Examination Results), with 1,026 eigen value and 4.1 percent variance. Last but not least, Factor 6 (Transportation Means to the Hospital), with 1,026 percent of eigen value and a 4,1 percent variance. All the model precision generated were based on the size of residuals, which is the difference from the produced correlations; in accordance to the matrix estimation outcome, the factor was as large as 38 percent or as many as 115 residuals, with absolute significance value above 0,05. These numbers statistically showed that the model had performed accuracy of 62 percent by 0,05 deviation, or 5 percent so to speak/per se.
Read More
B-1464
Depok : FKM-UI, 2013
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Mita Juliawati; Pembimbing: Suprijanto Rijadi; Penguji: Yuli Prapancha Satar, Amila Megraini, Mardalena
Abstrak:

Rumah Sakit Pertamina Jaya (RSPJ) merupakan rumah sakit setara tipe C+ yang pada awalnya hanya memberi pelayanan kepada karyawan, keluarga Pertamina serta perusahaan yang berhubungan dengan Pertamina. Dengan perubahan status RSPJ menjadi salah [p;'-09satu unit usaha Peramedika, maka pihak manajemen RSPJ mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan pengelolaan rumah sakit dengan mandiri yaitu dengan menerima pasien Non Pertamina. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbandingan yang ekstrem antara kunjungan pasien Pertamina dan Non Pertamina pada poli Rawat Jalan RS Pertamina Jaya Tahun 2006 yang mencapai kurang lebih 85 :15. Faktor tersebut mendorong penulis untuk melakukan penelitian di bidang pemasaran rurnah sakit dalam hal ini RS Pertarnina Jaya khususnya tentang segmentasi,target dan posisi RS Pertamina Jaya sehingga diharapkan terjadinya peningkatan kunjungan pasien Non Pertamina. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapat informasi mengenai segmen pasar Rumah Sakit Pertamina Jaya sebagai dasar analisa penetapan segrnentasi, target, posisi pasar sehingga selanjutnya dapat direncanakan strategi pemasaran untuk meningkatkan kunjungan pasien Non Pertamina. Penelitian dilakukan dengan melakukan survei kepada 150 pasien poli rawat jalan RS Pertamina Jaya, bersifat deskriptif dengan pendekatan gabungan kuantitatif yaitu pengumpulan data melalui kuesioner untuk mengetahui segmentasi pasar dan kualitatif dengan analisa hasil wawancara mendalam kepada pihak manajemen RSPJ untuk mengetahui segrnentasi, target dan posisi rumah sakit. Hasil penelitian segmentasi demografi, geografi dan psikografi diperoleh bahwa profil pasien Non Pertamina yang berobat ke poli Rawat Jalan RSPJ adalah dari segmen menengah ke atas, dengan rincian jenis kelamin perempuan, usia produktif yaitu. 15 -


Pertamina Jaya Hospital (Rumah Sakit Pertamina Jaya RSPJ), as the member Pertamedica's Strategic Business Unit, was established to provide medical services particularly for their traditional customer, i.e the employees of Pertamina with their family and any company who has business relationship with Pertamina. Considering current development, however, as C+ Class Hospital, RSPJ may extend their services by receiving non traditional customer, that is, Non Pertamina patients. Background of the research was the extreme composition of 85% : 15% of "Pertamina" and "Non Pertamina" at Outpatient Clinic RSPJ in the year of 2006. As the objective of this research is to get clear market segmentation of RSPJ, and at the end, to define sound marketing plan (segmentation, targetting, and positioning) in order to increase the incoming of Non Pertamina Patient. The data for the research was collected through questionaire, descriptive with the approach of combining either quantitative and qualitative, towards 150 patients who visited Outpatient Policlinic R,SPJ 2006. To provide a comprehensive result, indepth interview was done also with Pertamina Jaya Hospital management. As summary of the result, the profile of Non Pertamina patient that comes to outpatient policlinic Pertamina Jaya Hospital 2006 are from middle to high segment as follows, gender is female, age from 15 -

Read More
B-1029
Depok : FKM-UI, 2007
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive