Ditemukan 31 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Asiyah Khoirunnisaa; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko, Inggarwati
Abstrak:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran efek samping vaksinasi COVID-19 dosis pertama berdasarkan orang, tempat, dan waktu di DKI Jakarta pada Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Penelitian ini diikuti oleh 117 responden, dengan proporsi perempuan 72,6% dan laki-laki 27,4%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KIPI dialami oleh 66,7% responden, jenis kelamin yang paling adapun kelompok umur 36-45 tahun adalah yang paling banyak mengalami KIPI.
Read More
S-10846
Depok : FKMUI, 2022
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rosita; Pembimbing: Nuning Maria Kiptiyah Masjkuri; Penguji: Penguji: Tri Yunis Miko, Yuliandri
S-5549
Depok : FKM-UI, 2008
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Evaluasi Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di Kelurahan Cibeureum Kota Cimahi periode Januari-Maret 2007
Puji Astuti; Pemb. Nasrin Kodim; Penguji: Tri Yunis Miko, Muchlis Rasjid
S-5126
Depok : FKM UI, 2007
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Joyce Rahayu Widuri; Pembimbing: Tri Krianto; Penguji: Arif Budiarto, Tri Yunis Miko
S-4814
Depok : FKM-UI, 2006
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ahmad Muhaimin; Pembimbing: Helda; Penguji: Tri Yunis Miko Miko, Hapi
S-7018
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Trimawartinah; Pembimbing: Renti Mahkota; Penguji: Tri Yunis Miko, C. Yekti Praptiningsih
S-4855
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Umi Kalsum Supardi; Pembimbing: Mondastri Korip Sudaryo; Penguji: Tri Yunis Miko, Suhardini. Diah Wati Soetojo
Abstrak:
Kolaborasi jangka panjang (Subdit TB dengan Dinas PUPNR) mengenai kebijakan dan pemberian (IMB) diperlukan untuk mengurangi pembangunan tanpa didahului studi kelayakan berwawasan lingkungan rumah sehat seperti penerapan (AMDAL), rancangan Plan Of Action/framework dan Kolaborasi layanan di tingkat kader TB yang selanjutnya ke tingkat FKTP semakin diperkuat, serta perlu dipertimbangkan kembali untuk melaksanakan program penemuan active case finding khususnya pada individu yang memiliki lingkungan rumah tidak sehat.
Read More
T-5576
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Diah Adni Fauziah; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Pandu Riono, Tri Yunis Miko, Ingan Ukur Tarigan
Abstrak:
Prevalensi merokok pada remaja lebih tinggi dibandingkan kelompok dewasakarena remaja merupakan masa transisi yang cenderung tidak stabil psikologisnya.Hasil Global Youth Tobacco Survey tahun 2014 melaporkan konsumsi tembakaupada remaja sebesar 20,3%, yaitu 19,4% perokok saat ini dan 2,1% bukan perokok.Distres emosional pada remaja dilaporkan memiliki hubungan terhadap perilakumerokok. Penelitian ini mempelajari besar efek distres emosional terhadap perilakumerokok remaja di Indonesia. Data survei Riskesdas 2013 dianalisis denganmenggunakan regresi logistik berganda dengan mempertimbangkan desain survei.Variabel confounding yaitu umur, jenis kelamin, tempat tinggal, pendidikan kepalarumah tangga, sosial ekonomi keluarga, dan anggota rumah tangga yang merokok.Hasil penelitian menunjukkan bahwa odds remaja yang merokok mengalami distresemosional sebesar 1,82 kali dibandingkan dengan remaja yang tidak merokoksetelah dikontrol oleh variabel umur, pendidikan kepala rumah tangga, tempattinggal, dan sosial ekonomi (OR=1,82; 95% CI 1,66-1,99). Odds remaja yangmerokok mengalami distres emosional sebesar 1,82 kali dibandingkan denganremaja yang tidak merokok setelah dikontrol oleh variabel umur, pendidikan kepalarumah tangga, tempat tinggal, dan sosial ekonomi.Kata kunci: Perilaku merokok, Distres, Remaja.
Read More
T-4624
Depok : FKM-UI, 2016
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Octaryana; Pembimbing: Ratna Djuwita Hatma; Penguji: Tri Yunis Miko, Trio Toufik Edwin
Abstrak:
Jumlah kasus AIDS di Indonesia semakin meningkat, sampai periode Juni2013 sebesar 43.667 kasus. ABK merupakan mobile migrant population yangmemiliki perilaku seksual berisiko HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuanmengetahui gambaran faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku seksualberisiko terkait HIV/AIDS pada ABK di Poliklinik KKP Kelas I Tanjung Priok.Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain penelitian yaitucross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ABK yangmelakukan kegiatan Medical Check Up (MCU) di poliklinik KKP Tanjung Priok.Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ABK yang melakukan kegiatanMCU dengan kriteria inklusi berjenis kelamin laki-laki, masa kerja minimal 3bulan, WNI, dan menandatangani informed consent. Hasil penelitianmenunjukkan 30,7% ABK memiliki perilaku seksual berisiko terkait HIV/AIDS.Karakteristik ABK terbanyak pada umur >30 tahun (56,7%), menikah (59,3%),pendidikan terakhir SMP keatas (78,7%), pulang ke daerah asal kurang dari 9bulan sekali (78,7%), lama berlabuh ≤ 3 hari (59,3%), usia seks pertama >21tahun (51,3%), tingkat pengetahuan kurang (53,3%), sikap negatif (54,7%), dankurang terpapar informasi HIV/AIDS (56,7%). Faktor-faktor yang secara statistikmemiliki hubungan dengan perilaku seksual berisiko adalah status pernikahan,pendidikan, frekuensi pulang ke daerah asal, lama berlabuh, usia seks pertama,pengetahuan, sikap dan keterpaparan media informasi. Sehingga perlu diberikanKIE mengenai HIV/AIDS dan penggunaaan kondom yang berkesinambungan serta penyediaan ATM kondom.Kata Kunci : Perilaku seksual berisiko, HIV/AIDS, ABK
The number of AIDS cases in Indonesia has increased, until the period ofJune 2013 amounted to 43.667 cases. The crew of ship is a mobile migrantpopulation who have HIV/AIDS-risk sexual behaviors. This research aims to havedescription of the factors correlation with risk sexual behavior related toHIV/AIDS in the crew at the Polyclinic of Port Health Office Class I of TanjungPriok. This research is an observational research using cross-sectional designstudy. Research population was entire the crew that have Medical Check Up(MCU) in the Polyclinic of Port Health Office Class I of Tanjung Priok. Researchsample was partially of the crew that have Medical Check Up (MCU) withinclusion criteria male, work period at least 3 months, Indonesian, and signedinformed consent. The result showed 30,7% of the crew have HIV/AIDS-risksexual behavior. Most of the crew characteristic are above 30 years old (56,7%),get married (59,3%), educational grade over junior high school (78,7%), back totheir hometown less than once in 9 months (78,7%), longer anchore less than 3days (59,3%), age of first sex in over 21 years old (51,3%), level of knowledgelow (53,3%), negative demeanor (54,7%), and less exposure to HIV/AIDSinformation (56,7%). The factors that are statistically have correlation with risksexual behavior was marital status, education, frequency back to their hometown,longer anchored, age of first sex, knowledge, attitudes and media exposureinformation. So that needs to be given information, education and communicationabout HIV/AIDS and sustainable use of condoms and provision of condoms ATM.Keywords : risky sexual behavior, HIV/AIDS, the crew.
Read More
The number of AIDS cases in Indonesia has increased, until the period ofJune 2013 amounted to 43.667 cases. The crew of ship is a mobile migrantpopulation who have HIV/AIDS-risk sexual behaviors. This research aims to havedescription of the factors correlation with risk sexual behavior related toHIV/AIDS in the crew at the Polyclinic of Port Health Office Class I of TanjungPriok. This research is an observational research using cross-sectional designstudy. Research population was entire the crew that have Medical Check Up(MCU) in the Polyclinic of Port Health Office Class I of Tanjung Priok. Researchsample was partially of the crew that have Medical Check Up (MCU) withinclusion criteria male, work period at least 3 months, Indonesian, and signedinformed consent. The result showed 30,7% of the crew have HIV/AIDS-risksexual behavior. Most of the crew characteristic are above 30 years old (56,7%),get married (59,3%), educational grade over junior high school (78,7%), back totheir hometown less than once in 9 months (78,7%), longer anchore less than 3days (59,3%), age of first sex in over 21 years old (51,3%), level of knowledgelow (53,3%), negative demeanor (54,7%), and less exposure to HIV/AIDSinformation (56,7%). The factors that are statistically have correlation with risksexual behavior was marital status, education, frequency back to their hometown,longer anchored, age of first sex, knowledge, attitudes and media exposureinformation. So that needs to be given information, education and communicationabout HIV/AIDS and sustainable use of condoms and provision of condoms ATM.Keywords : risky sexual behavior, HIV/AIDS, the crew.
S-8531
Depok : FKM UI, 2014
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Edip Isna Yuana; Pembimbing: Sudarto Ronoatmodjo; Penguji: Tri Yunis Miko, M. Bal`an K. Rangkuti
S-8930
Depok : FKM UI, 2016
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
