Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Sitti Farihatun; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Ratna Djuwita, Luciana, Murni
Abstrak: Prevalensi DO pada pasien TB MDR terus meningkat setiap tahunnya di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kejadian DO pada pasien TB MDR di Provinsi DKI Jakarta tahun 2011-2015 berdasarkan faktor risiko umur, jenis kelamin, status HIV, masa pengobatan, kepatuhan (berdasarkan tipe pasien), riwayat pengobatan TB sebelumnya, dan jumlah resistansi OAT. Data yang digunakan adalah data sekunder (data register kohort e-TB Manager) dengan jumlah sampel sebanyak 516 pasien. Desain penelitian studi kuantitatif observational cross sectional. Prevalensi DO pasien TB MDR pada penelitian ini 44.6% yang merupakan prevalensi kasar. Tren prevalensi DO pada penelitian ini cenderung mengalami peningkatan dari tahun 2011 hingga 2015 dan selalu melebihi angka 10% setiap tahunnya. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk dapat mengurangi jumlah kasus DO pada pasien TB MDR. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan bagi Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dalam menjalankan program P2TB yang lebih baik dan tepat sasaran. Kata Kunci : Drop Out, Pasien TB MDR The prevalence of DO among MDR TB patients increases every year in DKI Jakarta Province. This research aims to analyse DO among MDR TB patients in DKI Jakarta Province in 2011-2015 based on risk factors of age, sex, HIV status, treatment periode, adherence (based on type of patients), history of TB treatment, and number of OAT resistance. The data used is secondary data (cohort registration e-TB Manager) with sample of 516 patients. The design study is an observational cross sectional quantitative study. The crude prevalence of DO among MDR TB patients was 44.6%. Prevalence tren of DO among MDR TB increases since 2011 untill 2015 and always more than 10% in every year. Therefore, it is necessary efforts that can decrease DO cases among MDR TB patients. This study expected to be a reference for DKI Jakarta Province Health Office in implement P2TB Program and reach target precisely. Keywords : Drop Out, MDR TB Patients.
Read More
S-9603
Depok : FKM-UI, 2018
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Wahyu Manggala Putra; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Helda; Meilina Farikha, Murni Luciana Naibaho
Abstrak:
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular dari percikan droplet melalui transmisi udara. TB menjadi salah satu penyakit infeksius agent penyebab kematian utama di dunia. Pengobatan menjadi salah satu kunci utama dalam pengendalian TB. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran masalah serta determinan yang memengaruhi keberhasilan pengobatan pada pasien TB SO di Provinsi DKI Jakarta tahun 2021. Desain studi penelitian menggunakan cross-sectional deskriptif dengan total sampling yaitu seluruh kasus terkonfirmasi positif TB SO (24.001 kasus) di provinsi DKI Jakarta tahun 2021. Data merupakan data sekunder laporan TB 03 SO dari SITB. Analisis data yang digunakan ialah deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif statistik. Hasil menunjukkan bahwa angka keberhasilan pengobatan pasien TB SO adalah 82%. Diketahui bahwa sebagian besar pasien berjenis kelamin laki-laki (55,3%), termasuk dalam kelompok lansia (34%), dengan klasifikasi anatomi TB paru (90%), tidak bekerja (42,4%), menjalani pengobatan di rumah sakit (55,9%) di wilayah Jakarta Timur (28,6%), dan menggunakan paduan OAT kategori 1 (85,8%). Usia dan jenis fasilitas kesehatan berobat merupakan faktor yang paling memengaruhi keberhasilan pengobatan pasien TB SO. Pasien dengan usia44 tahun (aOR = 2,281; 95% CI 2,074-2,509). Serta pada pasien yang menjalani pengobatan di puskesmas memiliki peluang 2 kali lebih besar untuk keberhasilan pengobatan TB SO dibandingkan pasien yang menjalani pengobatan di rumah sakit (aOR= 2,272; 95% CI 2,101-2,457). Diharapkan fasilitas kesehatan dapat memaksimalkan pengobatan TB sesuai standar, serta memaksimalkan peran pengawas menelan obat (PMO), selain itu perlu meningkatkan peran Puskesmas sebagai tempat yang aman dan terpercaya dalam pengobatan TB SO. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta diharapkan terus meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan dan pengobatan TB SO melalui penyuluhan dan promosi kesehatan yang berfokus pada usia dengan tingkat keberhasilan pengobatan TB yang rendah.

Tuberculosis (TB) is an infectious disease transmitted from droplet splashes through airborne transmission. TB is one of the infectious agents causing death in the world. Treatment is one of the main keys in TB control. The objective of this research was to describe the issues and determinants that influenced treatment success for drug sensitive (DS) TB patients in DKI Jakarta province in 2021. The descriptive cross-sectional study design with total sampling was used, which included all confirmed cases of DS TB (24,001 cases) in DKI Jakarta province in 2021. The data is secondary data from SITB's TB 03 SO report. The data was analyzed using descriptive analytic techniques with a statistical quantitative approach. According to the findings, 82% of DS TB patients are successfully treated. The majority of patients were male (55.3%), elderly (34%), had pulmonary tuberculosis (90%), were unemployed (42.4%), were receiving treatment at a hospital (55.9%), lived in the East Jakarta area (28.6%), and used category 1anti-tuberculosis drugs (85.8%). The factors that most influence the success of treating DS TB patients are age and type of health care facility. Patients 44 years old (aOR = 2.281; 95% CI 2.074-2.509). Furthermore, patients treated at the public health center (puskesmas) have a twofold higher chance of completing DS TB treatment than patients treated at the hospital (aOR = 2.272; 95% CI 2.101-2.457). It is hoped that health facilities will be able to maximize DS TB treatment in accordance with standards, as well as the role of Drug Swallowing Control (PMO). Furthermore, the Puskesmas' role as a safe and trusted facilities for DS TB treatment must be expanded. It is hoped that the DKI Jakarta Provincial Health Office will continue to raise public awareness of tuberculosis prevention and treatment through counselling and health promotion aimed at the age group with the lowest DS TB treatment success rate.
Read More
T-6544
Depok : FKM-UI, 2023
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive