Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Putri Farastya Rahmawati; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Besral, Dyah Erti Mustikawati
S-8905
Depok : FKM UI, 2015
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Erma Yusniarti; PEmbimbing: Ede Surya Darmawan; Penguji: Wachyu Sulistiadi, Dewi Mustikawati
S-6118
Depok : FKM-UI, 2010
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Resita Dyah Purnama Suci; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Indang Trihandini, Dyah Erti Mustikawati
Abstrak: Penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab utama kematian yaitu sebesar 30% kematian di dunia. Tahun 2013 prevalensi penyakit jantung koroner di Indonesia berdasarkan wawancara terdiagnosis dokter adalah sebesar 0,5%, dan berdasarkan terdiagnosis dokter atau gejala sebesar 1,5%. Sebanyak 68% orang yang menderita penyakit diabetes melitus meninggal karena komplikasi penyakit jantung koroner. Prevalensi orang dengan DM di Indonesia pada tahun 2013 sebanyak 6,9% dan pada tahun 2015. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penyakit diabetes melitus (DM) dengan prevalensi penyakit jantung koroner (PJK) di Indonesia. Penelitian ini merupakan analisis lanjut Riskesdas 2013 dengan desain studi Cross Sectional. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh penduduk di Indonesia usia ≥15 tahun yang memiliki data variabel penelitian lengkap. Berdasarkan penelitian ini diperoleh bahwa responden yang menderita diabetes melitus memiliki risiko 3,07 kali lebih besar untuk menderita penyakit jantung koroner dibandingkan dengan responden yang tidak menderita diabetes melitus setelah dikontrol variabel usia, hipertensi, obesitas sentral, obesitas, stress, variabel interaksi diabetes melitus dengan usia, dan variabel interaksi diabetes melitus dengan obesitas sentral. . Kata Kunci : Penyakit Jantung Koroner, Diabetes Melitus, Riskesdas 2013 Cardiovascular disease is the leading cause of death which contributes to about 30% of deaths in the world. In 2013, the prevalence of coronary heart disease in Indonesia, based on medical diagnosis was 0.5% and based on medical diagnosis or symptoms was 1,5%. There were 68% of people who suffered from diabetes mellitus died from complications of coronary heart disease. The prevalence of people with diabetes in Indonesia in 2013 was about 6.9% and in 2015. The aim of this study to determine the relationship between diabetes mellitus (DM) and the prevalence of coronary heart disease (CHD) in Indonesia. This study is a further analysis of Riskesdas (Indonesia Basic Health Research) 2013 designed with a cross-sectional study. The respondents of this research were all residents in Indonesia at age ≥ 15 years, those who had completed research variable data. Based on the survey results revealed that respondents with diabetes mellitus are at 3.07 times higher risk of suffering coronary heart disease compared to respondents without diabetes mellitus after controlled by age, hypertension, central obesity, obesity, stress, interaction variable between diabetes mellitus and age, and interaction variable between diabetes mellitus and central obesity. Key words : Coronary Heart Disease, Diabetes Mellitus, Riskesdas 2013
Read More
S-9294
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Nisa Sri Wahyuni; Pembimbing: Putri Bungsu; Penguji: Dwi Gayatri, Dyah Erti Mustikawati
Abstrak: Prevalensi obesitas sentral meningkat setiap tahunnya di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi obesitas sentral dan faktor-faktor yang berhubungan dengan obesitas sentral pada kelompok pekerja perempuan usia produktif di 10 provinsi terpilih tahun 2016. Data yang digunakan adalah data sekunder, jumlah sampel 1464. Desain penelitian studi kuantitatif observational cross sectional. Prevalensi obesitas sentral pada penelitian ini 70.1% yang merupakan prevalensi kasar. Variabel memiliki hubungan bermakna dengan obesitas sentral adalah usia dengan peningkatan risiko pada usia dewasa akhir, sudah menikah, kurang aktivitas fisik, merokok. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi acuan penekanan program pada sasaran khusus yang memiliki peningkatan risiko obesitas sentral. Kata Kunci : kelompok pekerja perempuan, obesitas sentral, sepuluh provinsi terpilih The prevalence of central obesity increases every year in Indonesia. This research aims to determine the prevalence of central obesity and the related factors with central obesity in productive age group of woman workers in 10 provincies elected in 2016. The data used is secondary data with sample of 1464. The design study is an observational cross sectional quantitative study. The crude prevalence of central obesity was 70.1%. Variables that have a statistically significant relationship with central obesity are age, married and insufficient physical activity smoking. This study expected to be a reference program emphasis on particular targets that have an increased risk of central obesity. Keywords : central obesity, woman workers, 10 provincies elected
Read More
S-9290
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Bangga Agung Satrya; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Sudijanto Kamso, Dyah Erti Mustikawati
Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang diperkirakan sebesar 25,8 di Indonesia pada tahun 2013 Riskesdas, 2013 . Sebanyak 87 kasus TB baru terjadi di 30 negara dengan beban TB yang tinggi. Enam negara menyumbang 60 dari kasus TB yaitu India, Indonesia, Cina, Nigeria, Pakistan, dan Afrika Selatan WHO, 2016 . Salah satu faktor yang mempengaruhi hipertensi pada seseorang adalah penyakit ginjal atau infeksi pada ginjal dengan waktu yang lama, dan TB tidak hanya menyerang paru, tetapi bisa pada organ-organ lainnya dan salah satunya adalah ginjal NHS, 2016; WHO, 2016 . Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan status Tuberkulosis TB dengan perbedaan tekanan darah pada orang dewasa di Indonesia pada tahun 2013. Penelitian ini menggunakan data Riskesdas 2013. Analisis regresi linear dan regresi logistik dilakukan pada sampel 38.002 subjek dengan tidak mempedulikan status TB yang dimiliki subjek yang diperiksa tekanan darah dan glukosa darahnya. Hasil penelitian ini menunjukkan tekanan darah pada subjek yang di diagnosis TB setelah di adjust dengan variabel glukosa darah, umur, jenis kelamin, dan status ekonomi lebih rendah 1,9 mmHg 95 EI -6,0 ndash; 2,2 dibandingkan dengan subjek yang tidak di diagnosis TB dan Rasio odds hipertensi pada subjek yang di diagnosis TB setelah di adjust dengan variabel glukosa darah, umur, jenis kelamin, dan status ekonomi 0,94 lebih rendah 95 EI 0,58 ndash; 1,52 dibandingkan dengan subjek yang tidak di diagnosis TB.
 

Hypertension is one of risk factors that was expected as 25,8 in Indonesia on 2013 Riskesdas, 2013 . New cases of TB happened in 30 countries with high TB burden. Six countries which contributed 60 of TB cases are India, Indonesia, China, Nigeria, and South Africa WHO, 2016 . A factor which encourages hypertension on someone is kidney disease or infection which happens in a long time, and TB doesn 39 t only attack the lungs, but also other organs such as kidney NHS, 2016 WHO, 2016 . This research 39 s purpose is to understand association between TB status with blood pressure rsquo s differences in indonesia on 2013. This research used data riskesdas. Linear regression analysis and logistic regression were used on 38002 sample subject regardless of the TB status whose blood pressure and glucose rate were examined. The results of this study showed that the blood pressure in subjects who were diagnosed with tuberculosis after adjusting for blood glucose, age, sex, and economic status is lower 1.9 mmHg 95 EI 6.0 2.2 than the subjects who were not diagnosed with TB and hypertension odds ratios in subjects who were diagnosed with tuberculosis after adjusting for blood glucose, age, sex, and economic status were 0.94 lower 95 EI 0.58 to 1.52 than the subjects who were not diagnosed with TB.
Read More
S-9490
Depok : FKM-UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Athi Rahmawati; Pembimbing: Besral; Penguji: Sutanto Priyo Hastono, Dyah Erti Mustikawati
Abstrak: sindrom metabolik merupakan pengelompokan faktor risiko terhadap penyakit kardiovaskular yang prevalensinya meningkat dalam proporsi epidemi di seluruh dunia, dimana di indonesia sendiri terdapat sekitar 13,13%. perubahan tren aktivitas fisik menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya sindrom metabolik. diperkirakan terdapat 26,1% penduduk indonesia yang tergolong kurang dalam beraktivitas fisik. penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan aktivitas fisik dengan sindrom metabolik pada orang dewasa di indonesia. penelitian ini menggunakan data sekunder riskesdas 2013. analisis regresi dilakukan pada 34.321 sampel dan dihasilkan bahwa aktivitas fisik sedang memiliki risiko 1,9 kali lebih tinggi sementara aktivitas fisik rendah 2,2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan aktivitas fisik berat untuk mengalami sindrom metabolik setelah dikontrol faktor usia, jenis kelamin, dan kebiasaan merokok.
kata kunci: aktivitas fisik; sindrom metabolik

metabolic syndrome is a clustering of risk factors for cardiovascular disease whose prevalence is increasing in epidemic proportions worldwide, where the prevalence in indonesia is about 13.13%. changes in physical activity trends are among the factors that can affect the metabolic syndrome. it is estimated that there are 26.1% of indonesian population who are classified as low in physical activity. this study aims to study the correlation between physical activity with metabolic syndrome in indonesian adults. this study uses secondary data riskesdas 2013. regression analysis was performed on 34.321 samples and the resulting moderate physical activity may increase the risk up to 1.9 times higher and low physical activity may increase the risk up to 2.2 times higher than heavy physical activity for metabolic syndrome after adjusted for age, sex, and smoking.
keyword : metabolic syndrome, phisical activity
Read More
S-9503
Depok : FKM UI, 2017
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rizka Nur Fadila; Pembimbing: Pandu Riono; Penguji: Tri Yunis Miko Wahyono, Dyah Erti Mustikawati
Abstrak: Pendahuluan. Beban TB di Indonesia masih masuk lima tertinggi di dunia.Temuan kasus dan pengobatan adalah pilar utama program penanggulangan TB.Survei nasional menunjukkan peningkatan penggunaan obat non-program TB dari16,8% (2010) menjadi 55,6% (2013). Peningkatan penggunaan obat non-programTB diduga berpengaruh terhadap ketidakpatuhan berobat.Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari ketidakpatuhan berobat padaorang dengan TB yang menerima obat non-program TB dan obat program TB.Metode. Penelitian menggunakan data sekunder Riskesdas 2010. Analisis logistik multivariabel dilakukan pada sampel 971 orang dengan TB yang selesaimendapatkan pengobatan.Hasil. Ada kecenderungan orang dengan TB yang menerima obat non-programTB ketidak patuhan berobat lebih tinggi. Hasil penelitian juga menunjukkan oddsuntuk tidak menyelesaikan pengobatan lebih tinggi pada orang yang menerimaobat non-program TB dibandingkan orang yang menerima obat program TB, yaiturasio odds terkontrol 2,4 (95% CI RO: 1,7-3,5).Simpulan. Dalam upaya menjamin kepatuhan berobat TB perlu didukung dengan mutu program pengobatan, diantaranya adalah ketersediaan obat program TB,penyetaraan standar pengobatan antara fasyankes swasta dan publik, dan sistem pemantauan minum obat.Kata kunci: kepatuhan; OAT; pengobatan TB.
Read More
S-8200
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Siti Sulami; Pembimbing: Ratna Djuwita Hatma; Penguji: Lukman Hakim Tarigan, Dyah E. Mustikawati, Dwiana Ocviyanti
T-3078
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Naning Nugrahini; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Tri Yunis Miko, Yovsyah, Dyah Erti Mustikawati
T-3125
Depok : FKM UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Lily Banonah Rivai; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan; Penguji: Ratna Djuwita, Indang Trihandini, Janto G. Lingga, Dyah Erty Mustikawati
T-3032
Depok : FKM UI, 2008
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive