Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 41 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Desi Arisandi; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo; Penguji: Nuning Maria Kiptiyah, Sulistio
S-4335
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ajeng Tias Endarti; Pembimbing: Ratna Djuwita; Penguji: Nuning Maria Kiptiyah
S-4551
Depok : FKM UI, 2006
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Riezky Febiola; Pembimbing: Tri yunis Miko Wahyono; Penguji: Nuning M. Kiptiyah, Syafiyal
Abstrak: Imunisasi merupakan salah satu upaya kesehatan masyarakat yang paling efektif namun dapat menimbulkan efek simpang dari reaksi vaksin. Tujuan dari penelitian ini adalah melihat gambaran KIPI dan korelasinya terhadap cakupan imunisasi di enam wilayah di propinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain studi ekologi dari data surveilans KIPI tahun 2012. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian ini menunjukan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara KIPI dengan cakupan imunisasi BCG (p= 0,397), cakupan DPT/HB (p=0,704), cakupan polio (p=0,787), dan cakupan campak (p=957). Surveilans KIPI yang sudah ditingkatkan dan dikembangkan untuk memonitor kualitas vaksin dimasyarakat sangat dibutuhkan.
 

 
Immunization is one of public health efforts which is most effective but can cause adverse events from vaccine reactions. This purpose of this study is to description adverse events following immunization and its correlation to immunization coverage in six districts in West Java in 2012. The design of this study is ecology using AEFI Surveillance data in 2012. Data were analyzed with the spearman correlation test. The result of this study indicate that there is no significant relationship between AEFI with BCG immunization covarage (p=0,397), DPT/HB covarage (p=0,704), polio covarage (p=0,787), and measles coverage (p=0,957). Improved and well-developed AEFI seuveillance to monitor the quality of vaccines in the community is highly needed.
Read More
S-8127
Depok : FKM-UI, 2014
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Laode Muhamad Sety; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Nuning M. Kiptiyah
T-1904
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Abdur Rachim; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan, Nuning M. Kiptiyah
T-1827
Depok : FKM UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Fifi Nur Afifah; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan Penguji: Nuning Maria Kiptiyah, Ratih Pahlesia
S-4401
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M.E. Budiastuti; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan; Penguji: Kiptiyah, Nuning Maria, Dien Emawati
S-4328
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
M.E. Budiastuti; Pembimbing: Lukman Hakim Tarigan / Penguji: Nuning Maria Kiptiyah; Dien Emawati
S-4092
Depok : FKM UI, 2004
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Hariri; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo, Yovsyah; Penguji: Nuning Maria Kiptiyah, Agus Mahmudin
T-2160
Depok : FKM UI, 2005
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhti Okayani; Pembimbing: Mondastri Korib Sudaryo, Inge Sutanto; Penguji: Nuning Maria Kiptiyah, Endang Woro
Abstrak:

Di Indonesia, malaria masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian.Obat malaria yang digunakan dalam program Nasional di Indonesia yaitu kombinasi Artesunat dengan Amodialuin, di laboratorium amodiakuin sudah terbukti bereaksi silang dengan klorokuin sehingga dikhawatirkan kombinasi artesunat-amodiakuin penggunaannya tidak akan bertahan lama di Indonesia. Hal ini didukung dengan data di lapangan yang memperlihatkan variasi efektifitas artesunat-amodiakuin di berbagai daerah malaria. Laporan uji efikasi artesunat-amodiakuin di Lampung memperlihatkan efektifitasnya 80% terhadap P.falciparum. karena itu diperlukan kombinasi artemisinin lain yang aman, efektif, murah, dapat digunakan balk Untuk P.falciparum dan P.vivax serta tidak mengandung komponen yang bereaksi silang dengan klorokuin_ Untuk itu digunakan alternatif kombinasi Dihidroartemisinin --- Piperakuin sebagai pilihan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan risiko kejadian yang tidak diitiginkan pada terapi dengan pengobatan kombinasi dihidroartemisinin-piperakuin dibandingkan terapi Artestinat-Amodiakuin untuk penderita malaria P.falciparum tanpa komplikasi. Penelitian dilakukan di Puskesmas Hanura, Kabupaten Lampung Selatan, propinsi Lampung. Desain penelitian yang digunakan merupakan penelitian Uji Klink Acak terkontrol atau Randomized Controlled Trial (RCT), Uji klinis terbuka (open trial) . Penelitian dilakukan mulai September 2005 sampai November 2006. Dengan pertimbangan waktu, tenaga dan biaya, pada penelitian ini menggunakan jumlah sampel sebanyak 106 orang (55 orang untuk dihidroartemisinin-piperakuin dan 51 orang untuk artesunat-amodiakuin). Analisis statistik yang dilakukan adalah analisis univariat, bivariat dengan Chi Square dan multivariat dengan logistic regression dengan backward elimination. Proporsi kejadian yang tidak diinginkan yang timbul dengan pemakaian obat malaria DHA-Piperakuin , yaitu Sakit kepala, lesu dan lemah, gangguan pada sistim gastro intestinal, dan Gangguan lain pada hari 1-3 adalah 69%, 67%, 60%, 67% berurutan, dan untuk Artesunat-Amodiakuin 67%, 67%, 76,5%, 67% berturutan. Pada hari 7-28 kejadian yang tidak diinginkan yang timbul dengan pemakaian obat malaria DHA-Piperakuin seperti disebutkan diatas, yaitu 24%, 7%, 9%, 24% berurutan, dan untuk Artesunat-Amodiakuin 24%, 18%, 14%, 23,5% berturutan. Perbandingan proporsi terjadinya kejadian yang tidak diinginkan dengan penggunaan obat DHA-Piperakuin mempunyai risiko relatif lebih sedikit atau hampir sama dibandingkan penggunaan obat Artesunat-Amodiakuin.


 

Malaria needs to be taken into consideration in Indonesia, in particular in Eastern part, as its incidence rate is still high thereby causing high mortality rate amongst the children under five years of age and bearing women. To date, a drug combination of Artesunate-Amodiaquine is widely used by the Indonesia National Program. However, this combination seems unlikely to be chosen in the future as Amodiaqume was experimentally proven to cause a cross-reaction to Chloroquine. Moreover, several data from the field showed a wide diversity of the effectivity of this drug combination, In example, an efficacy trial performed in Lampung has shown the 80% effectivity of this combination drug administration. Consequently, another drug combination,.e.g. Dihydroartemisinine (DHA) - Piperaquine to be considered as an alternate drug of choise. This study aims to investigation the risk discrepancies of Adverse Event (AEs) between DHA-Piperaquine and Artesunate-Amodiaquine administration during therapy in P.falciparum malaria patients without complication. This study uses a randomized Controlled Trial (RCT), open trial was conducted at health district Hanura, South Lampung from September 2005 to November 2006. 106 subjects (55 with DHA-Piperaquine and 51 with Artesunate Amodiaquine administration) were included due to time, financial and energy constraints in this study. Findings were analyzed using linivariate, Bivariate with the Chi Square test and the logistics regression with backward elimination (Multivariate analysis). This study result shows that on day 1 to 3, the AEs due to DHA - Piperaquine administration were headache, weakness, gastrointestinal disturbance, an others of 69%, 67%, 60%, 67% respectively, while those of Artesunate - Amodiaquine were of 67%, 67%, 76,5%, 67% respectively. On day 7 to 28, the AEs due to DHA Piperaquine administration were definitely similar to above mention AEs of 24%, 7%, 9%, 24% respectively, while AE rate after Artesunate-Amodiaquine administration were 24%, 18%, 14%, 23,5% respectively. The DHA-Piperaquine appeared to have less or almost the same the mild AEs of Artesunate-Amodiaquine administration.

Read More
T-2465
Depok : FKM UI, 2006
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive