Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Dian Moranti; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto, Budi Hartono; Penguji: Zakianis; Nurlaila; Casuli
T-5441
Depok : FKM UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Ida Fajarwati; Pembimbing: Pujiyanto; Penguji: Budi Hidayat, Nurlaila Sari
S-6766
Depok : FKM UI, 2011
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Layung Jingga Atmadja; Pembimbing: Mieke Savitri; Penguji: Anhari Achadi, Nurlaila Lestari
Abstrak: Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapatkan dan berkembang selama pasien dirawat d irumah sakit. Mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit khususnya keperawatan dapat dinilai melalui berbagai indikator. Salah satunya adalah penilaian terhadap upaya pengendalianin feksinosokomial menjadi tolak ukur mutu pelayanan suatu rumah sakit dan menjadi standar penilaian akreditasi. Berdasarkan data sekunder yang telah didapat, diketahui bahwa angka kejadian infeksinoso komial secara keseluruhan di RSUDXJ akarta tahun 2011 melebihi standar yang berlaku yaitu sebesar 11,54.
 
 
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku perawat dalam pencegahan infeksi nosokomial di ruang rawat inap RSUDX Jakarta tahun2 012.Metode penelitian yang digunakan adalah studi kuantitatif crosssectional. Seluruh data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil angket dan data sekunder.
 
 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat mempunyai perilaku yang positif dalam pencegahan infeksinoso komial diruang rawat inapUDX Jakarta. Dari ketiga faktor perilaku yaitu faktor predisposisi yang terdiri dari variabel pengetahuan dan sikap, faktor pemungkin yang terdiri dari variabel lingkungan fisik dan sarana, dan faktor penguat yang terdiri dari variabel motivasi dan Standard Operational Procedure(SOP). Variabel yang memiliki hubungan yang bermakna dengan perilaku perawat dalam pencegahan infeksinosokomial di ruang rawat inap RSUDX Jakarta adalah riabel pengetahuan dengan p-value 0,010 dan variabel lingkungan fisik dengan p-value 0,005.
Read More
S-7319
Depok : FKM-UI, 2012
S1 - Skripsi   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Muhammad Putra Kusuma; Pembimbing: Tri Yunis Miko Wahyono; Penguji: Ema Hermawati, Nurlaila, Erliana Setiani
Abstrak:

ABSTRAK Nama : Muhammad Putra Kusuma Program Studi : Magister Epidemiologi Judul : Hubungan Tempat penampungan Air dengan Kejadian DBD Di Kabupaten Bangka Barat Tahun 2018. Pembimbing : Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono M.Sc Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit yang endemis pada daerah tropis. Yang selalu muncul pada sepanjang  tahun. Terutama pada periode – periode musim yang cocok untuk perkebangbiakan nyamuk penularnya. Biasanya penyebaran penyakit ini secara cepat bila tidak segera di lakukan tindakan secara fokus. .Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Berdasarkan data dari dinas kesehatan kabupaten bangka barat jumlah kasus DBD pada tahun 2017 sebanyak 51 kasus dan sampai dengan bulan maret 2018 sebanyak 50 kasus terlaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tempat penampungan air dengan kejadian DBD di kabupaten bangka barat februari 2017 – februari 2018. Terdapat 3 variabel independen dalam penelitian ini yaitu, keberadaan jentik, jumlah tempat penampungan air dan tempat penampungan air terbuka/tertutup. Penelitian yang dilaksanakan merupakan jenis penelitian survei analitik dengan pendekatan case control study. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang ada di kabupaten bangka barat. Besar sampel minimal dalam penelitian ini adalah 61. Perbandingan antara kasus dan kontrol adalah 1 : 2. Jadi total responden dalam penelitian ini adalah 183 responden. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keberadaan jentik dengan kejadian DBD di kabupaten bangka barat pvalue 0,007 besar resiko OR 0,007 95 % (CI 1,596 – 19,960 ). Terdapat hubungan antara jumlah tempat penampungan air dengan kejadian DBD pvalue 0,010 dan besar resiko OR 5,125 dengan 95 %  ( CI 1,470 – 17,866 ). Terdapat hubungan antara tempat penampungan air tebuka/tertutup dengan kejadian DBD pvalue 0,063 dengan besar resiko OR 2,723  ( 95 % CI 0,946 – 7,842 ). Kata kunci: DBD, Penampungan air


ABSTRACT Name : Muhammad Putra Kusuma Study Program : Magister of Epidemiology Title Relationship of Water Reservoirs With Dengue Fever In West Bangka Regency  2018 Counsellor : : Dr dr Tri Yunis Miko Wahyono M.Sc Dengue Hemorrhagic Fever is an endemic disease in the tropics. That always appears at all times of the year. Especially in seasonal periods suitable for the breeding of infected mosquitoes. Usually the spread of this disease quickly if not immediately done the action focus. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by dengue virus that is transmitted through the bite of Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. Based on data from district health offices of western bangka the number of cases of dengue fever in 2017 as many as 51 cases and up to March 2018 as many as 50 cases were reported. The purpose of this research is to know relation of water reservoir with dengue occurrence in west bangka district of february 2017 - february 2018. There are 3 independent variables in this research that is, larva existence, number of water reservoir and open / closed water reservoir. The research is an analytic survey with case control study approach. Population in this research is society that exist in west bangka regency. The minimum sample size in this study was 61. The comparison between case and control was 1: 2. So total respondents in this study were 183 respondents.The result of this research indicate that there is correlation between larva existence and dengue occurrence in west bangka district pvalue 0,007 big risk OR 0,007 95% (CI 1,596 - 19,960). There is a relationship between the number of water reservoirs with the incidence of DBD pvalue 0.010 and the greatest risk of OR 5.125 with 95% (CI 1,470 - 17,866). There is a relationship between open / closed water reservoir with the incidence of DBD pvalue 0.063 with a large risk OR 2,723 (95% CI 0.946 - 7,842). Key words: DBD, Water Reservoirs

Read More
T-5164
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Diana Mardhiah; Pembimbing: Rachmadhi Purwana; Penguji: Ema Hermawati, Laila Firia, Nurlaila, Didi Purnama
Abstrak: Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang belum terselesaikan diIndonesia. Rendahnya cakupan personal hygiene, yaitu kebiasaan cuci tangan danmakanan yang tidak higienis menjadi salah satu faktor risiko terjadinya diare pada anaksekolah dasar. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir terbukti efektifmenghilangkan bakteri di tangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungancuci tangan pakai sabun pada anak sekolah dasar dengan kejadian diare di SDN 01Ciputat, Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional denganbesar sampel 105 siswa kelas 4,5, dan 6. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret-April 2018. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antarakebiasaan cuci tangan pakai sabun dengan kejadian diare. Variabel confounding dalampenelitian ini adalah jenis kelamin, status gizi, tempat membeli jajanan, frekuensi jajan,kontaminasi E. coli pada jajanan, kebiasaan membawa bekal, sumber air minum, dankebersihan jamban di rumah. Uji kontaminasi E. coli menunjukkan hasil negatif padajajanan es, ketoprak, dan soto. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa anak yangtidak biasa cuci tangan pakai sabun berisiko untuk diare 1,21 kali dibandingkan anak yangbiasa cuci tangan pakai sabun, setelah dikontrol variabel frekuensi jajan dan kebiasaanmembawa bekal. Perlu dilakukan pengendalian risiko kontaminasi makanan di sekolahdengan penyediaan fasilitas cuci tangan pakai sabun di sekolah untuk anak dan pedagangdi kantin.Kata kunci: diare, anak sekolah dasar, cuci tangan
Diarrheal disease is still an unresolved public health problem in Indonesia. The Lessimplementation of personal hygiene, handwashing habits and unhygienic foods are riskfactors for diarrhea suffered by children in in primary school. Hand washing with soapand flowing water proves to effectively remove bacteria in the hands. This study aims toexplain the relationship of handwashing with soap in primary school children with theincidence diarrhea in SDN 01 Ciputat, South Tangerang. Design of this study is crosssectional with 105 sample of students grade 4,5, and 6. Data collection was conducted inMarch-April 2018. The results showed no significant relationship between handwashingwith soap and incidence diarrhea. The confounding variables used in this study aregender, nutritional status, place to buy snack, frequency of snack, E. coli contaminationon snack, habit of bringing food supplies, drinking water source, and toilet clean at home.The E. coli contamination test showed negative results on ice cube, ketoprak, and soto.The results of the analysis showed that children who are not always wash their hands withsoap at risk for diarrhea 1.21 times than children who always wash their hands, aftercontrolled by variable frequency of snacks and the habit of bringing food supplies. It isnecessary to control and reduce the risk of food contamination in schools with providingof handwashing facilities with soap for children and seller in the canteen.Key words : diarrhea; primary school children; handwashing.
Read More
T-5440
Depok : FKM-UI, 2018
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Basuki Rachmat; Pembimbing: Haryoto Kusnoputranto; Penguji: I Made Djaja, Ririn Arminsih, Inswiasri, Sunersi Nurlaila
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi pajanan timbal di udara terhadap kejadian anemia diantara anak-anak berusia 7 hingga 13 tahun yang tinggal di sekitar lokasi daur ulang aki bekas informal di wilayah Jabotabek. Sebuah studi Cross-sectional dilakukan di tiga lokasi (Tangerang, Bogor, Bekasi dan Depok) yang terdapat kegiatan daur ulang aki bekas informal. Populasi penelitian adalah anak usia 7 hingga 13 tahun di wilayah daur ulang aki bekas informal, dengan total sampel 418 orang. Sampel lingkungan adalah mengukur kosentrasi timbal di udara mengunakan High Volume Air Sampler (HVAS) dan dianalisis dengan spektrometri serapan atom (AAS). Untuk mengatahui kejadian anemia dilakukan pengukuran Hb darah dengan HemoCue® Hb 201+ System. Analisis multivariat dilakukan untuk mengevaluasi faktor yang terkait dengan kejadian anemia pada anak. Hasil penelitian didapatkan rata-rata konsentrasi timbal di udara (n=52) adalah 2,96 μg/m3 dengan kisaran 0,01 hingga 78,05 μg/m3 dan standar deviasi 13,23. Rata-rata kadar Hb darah anak-anak adalah 11,89 g/dL kisaran 7,7 hingga 16,10 g/dL, dengan prevalensi anemia 51,2%. Konsentrasi timbal tinggi di udara sangat terkait dengan peningkatan kejadian anemia pada anak (OR: 3,96; 95% CI: 1,83-8,56) setelah di kontrol faktor prilaku konsumsi kalsium (OR: 0,68; 95% CI: 0,46-1,01). Studi ini menunjukan hubunan antara paparan timbal di udara dengan kejadian anemia dan menyoroti perlunya memperkuat kebijakan, pengawasan dan pengembangan strategi untuk mengurangi paparan timbal.
Read More
T-5654
Depok : FKM-UI, 2019
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive