Ditemukan 5 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menggambarkan kondisi keuangan di Program SEHAT1 RSAB "Harapan Kita" sejak awal berdiri tahun 1994 sampai dengan tahun 2000. Selama ini Program SEHATI belum membuat laporan keuangan dalam bentuk Neraca dan Laporan Laba Rugi. Laporan yang dibuat hanya dalam bentuk laporan pendapatan dan pengeluaran per bulan.Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode analisa deskriptif yaitu menggambarkan kondisi yang ada dengan menggunakan data kuantitatif dan data kualitatif. Data kualitatif diperoleh dengan melakukan wawancara 10 (sepuluh) informan dari pihak manajemen Program SEHATI dan manajemen rumah sakit.Kerangka konsep penelitian terdiri dari tiga bagian yaitu pertama analisa laporan keuangan dengan melakukan analisis tren dan analisis ratio keuangan. Kedua analisa utilisasi/demand dari layanan kesehatan yang ada di Program SEHATI. Ketiga kajian manajemen dengan melakukan wawancara kepada pihak manajerial Program SEHATI dan Rumah Sakit. Dari ketiga langkah tersebut diperoleh gambaran tentang kondisi keuangan Program SEHATI.Dari hasil penelitian yang dilakukan, Neraca Program SEHATI dari tahun 1994 sampai dengan tahun 2000 menggambarkan kondisi kinerja keuangan setiap tahunnya. Ratio keuangan secara keseluruhan menggambarkan kondisi berada diatas rata-rata industrinya yang menunjukkan efektifitas Program SEHATI dalam menggunakan sumber daya yang dimiliki.Dari data tingkat kunjungan pasien Program SEHATI, menunjukkan tren yang meningkat dari tahun ke tahun. Sebaliknya untuk jumlah kunjungan pasien baru cenderung menurun.Hasil wawancara yang dilakukan terhadap sepuluh informan, menyatakan, semua pihak tidak keberatan dengan kemungkinan dirubahnya Program SEHATI menjadi Unit dengan tetap menjalankan kebijakan-kebijakan yang selama ini sudah diterapkan.Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalali kondisi keuangan Program SEHATI RSAB "Harapan Kita" sangat baik dan nantinya bisa menjadi profit unit yang sangat menguntungkan bagi rumah sakit. dengan terus meningkatkan cakupan atau luas pelayanan melalui berbagai alternatif peinasaran yang dapat meningkakan jumlah kunjungan pasien.Daftar bacaan : 25 ( 1981 - 2001)
Financial analysis of Celah Bibir SEHAT1 Program of RSAB "Harapan Kita" Year 1994/2000This research was done with purpose to illustrate the financial condition in the SEHATI program in RSAB "Harapan kita". Since it?s established in 1994 until year 2000. During it's year, the SEHATI Program not yet made report in the form of Balance sheet and Income statement report. The only report made was in form of income and expenses report every month.Research done by using descriptive analysis methods, which describe existing condition by using qualitative and quantitative data. Qualitative data was acquired by doing interview with 10 (ten) informant from the hospital and SEHATI Program management staff.Research framework concept was consisting of three steps; First, financial report analysis by doing trend and financial ratio analysis. Second, Utilizes or demand analysis of health services in the SEHATI Program. Third, Management analysis by interviewing hospital and SEHATI Program management staff from these three steps acquired illustration of the financial condition of SEHATI Program.From the research, SEHATI Program balance sheets from year 1994 to 2000 confirm a good financial performance condition. Income statement reports reveal an increasing profit gain every year. Financial ratios, in general, describe an above industry average condition that shows SEHATI Program efficiency in using its resources.From patient visit-level data in SEHATI Program shows an increasing trend every year. On the contrary, the numbers of new patient visit relatively decreasing. Interview which done to ten informant, said that they don't mind about the possibility of changing SEHATI Program into unit, by applying better system and procedure.As the conclusion of this research, financial condition of SEHATI Program in the RSAB "Harapan Kita" considered proficient and had the ability to become a profit unit, which giving advantage to the hospitals.Bibliographies 25 (1981 - 2001)
The Analysis of Control System of Logistics in Sumber Waras HospitalThis research was formed by the background of the logistics purchasing budget which took the largest portion in the whole purchasing budget of Sumber Waras Hospital amidst the economic crisis and the complaints of the public on the poor public service, including the service of hospital.
Penelitian tentang Eksistensifikasi pelayanan VIP Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo dalam mengatasi defisit anggaran dilakukan karena rumah sakit Kanujoso Djatiwibowo mengalami defisit angaran untuk biaya operasional. Dari data Susenas didapatkan bahwa pelayanan di rumah sakit Kanujoso Djatiwibowo lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat miskin sementara masyarakat mampu lebih memilih pelayanan di rumah sakit swasta. Disamping itu dari data keuangan juga terlihat bahwa rumah sakit Kanujoso Djatiwibowo mensubsidi pelayanan untuk masyarakat miskin dan pasien Askes. Penelitian ini bertujuan untuk melihat kelayakan ekonomi terhadap pengembangan pelayanan VIP untuk mengurangi masalals defisit anggaran di rumah sakit Kanujoso Djatiwibowo sehinga dapat meningkatkan efisiensi, quality, equity dan susiainability Metode penelitian merupakan studi kasus yang bersifat analitik dengan mengunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Kodva Balikpapan, rumah sakit Kanujoso Djauwibowo, rumah sakit lain yang merupakan pesaing dan Pusat Statistik Dari analisa pasar ternyata kebutuhan masyarakat Balikpapan untuk pelayanan bermutu cukup tinggi dan pelayanan bermutu yang tersedia sekarang belum memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masih ada peluang bagi rumah sakit Kanujoso Djatiwibowo untuk mengembangkan pelayanan VIP. Disamping itu rumah sakit Kanujoso Djatiwibowo juga telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Diusulkan rencana pengembangan yang paling sederhana yaitu, melakukan renovasi bangunan yang ada sekarang untuk dapat menyediakan pelayanan VIP untuk rawat jalan dan menambah jumlah pelayanan VIP untuk rawat inap dengan mengurangi jumlah tempat tidur kelas III. Dalam analisa ekonomi konsep ini ternyata dapat meningkatkan pendapatan sehingga dapat mengurangi masalah defisit angaran. Perubahan komposisi tempat tidur seperti yang diusulkan ini tetap dapat memenuhi kebutuhan pelayanan untuk masyarakat kurang mampu. Disamping perubahan sarana dan prasarana untuk dapat mengembangkan pelayanan VIP ini juga diperiukan perubahan didalam organisasi dan beberapa kebijakan, sehinga disarankan untuk selanjutnya melakukan penelitian mengenai kelembagaan rumah sakit Kanujoso Djatiwibowo.
Extension on VIP Service at Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Hospital in Overcoming Budgetary DeficitResearch on "Extension on VIP Services at Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan Hospital in overcoming Budgetary Deficit" was performed because the Kanujoso Djatiwibowo Hospital experienced budgetary deficit in its operation. Analysis of Susenas 1990 data indicated that Kanudjoso Djatiwibowo Hospital was utilized more by the poorer society while the rich prefer to utilize private hospitals. The hospital financial report shows that Kanudjoso Hospital has been subsidizing the poor and the patients with "ASKES" program. The objective of this research is to evaluate the feasibility of extending VIP services in order to reduce budgetary deficit at this hospital in an effort to increase its efficiency, quality, equity and sustainability. The method chosen for the research is analytical study case utilizing secondary data from ' Dinas Kesehatan Kotamadya Balikpapan ', from Kanudjoso Djatiwibowo hospital, data from other hospitals as its competitors and data from Center of Statistic. From market analysis it was found out that the need for high quality services is quite high, however the high quality services currently available cannot yet satisfy the need of the public. It can then be concluded that good prospect is still exist for the hospital to extend its VIP services. In addition the hospital has been equipped with adequate facilities for extension of its VIP Services. The simplest extension plan would be to renovate the existing building. Renovation should include provisions of outpatient VIP services and additional bed for in-patient VIP services by ways of reducing the number of that in third class services. The change in the composition of number of bed in those classes would still be expected to meet the requirement of services from economically weak patients. In the economic analysis this concept would increase hospital income so that it could overcome its budgetary deficit problem. In addition to changes in equipment and facilities, extension of VIP service also requires changes in organization and certain hospital policies. Therefore, it is recommended that further research on Kanudjoso Djatiwibowo hospital organization should be carried out.
