Ditemukan 608 dokumen yang sesuai dengan query :: Simpan CSV
Meilany Permata Dewi; Pembimbing: Hendrik M. Taurany; Penguji: Pujiyanto
S-4542
Jakarta : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Ary Sasongko; Pembimbing: Ronnie Rivany; Penguji: Pujiyanto
S-4442
Depok : FKM UI, 2005
S1 - Skripsi Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Budi Hermanto; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Pujiyanto
T-2207
Depok : FKM-UI, 2005
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Mariana Herawati Gani; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Pujiyanto
Abstrak:
Read More
Bapel PIPK Sint Carolus merupakan badan penyelenggera swasta JPKM. Salah satu aspek penting dalam menentukan kelangsungan JPKM adalah "kepesertaan". Jumlah peserta PJPK Sint Carolus perkembangannya sangat lambat sehingga tidak sesuai dengan prinsip asuransi "the law of large number". Peserta PJPK Sint Carolus terdiri dari grup Perhimpunan Sint Carolus (PSC) dan grup luar PSC, yaitu instansi-instansi diluar PSC. Tahun 2002 peserta luar PSC yang ditargetkan masuk sebanyak 5000 orang, ternyata hanya masuk 462 orang sedangkan yang keluar ada 262 orang sehingga total hanya berlambah 200 orang. Karena penambahan peserta berhubungan dengan pemasaran, maka penulis menganalisa implementasi pemasaran Bapel PJPK Sint Carolus. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian operasional dengan pendekatan kualitatif, memakai cara wawancara mendalam dan pengamatan terhadap dokumen. Tempat penelitian di Bapel PJPK Sint Carolus pada bulan Juni sarnpai pertengahan Juli 2003 dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer dari wawancara informan penelitian ini, yaitu pejabat dan staf yang terlibat dalam pemasaran Bapel PIPK Sint Carolus serta wakil peserta sedangkan data sekunder dari laporan dan dokumen yang berkaitan dengan implementasi pemasaran. Pengolahan data dilakukan secara manual. Dari hasil penelitian penulis menemukan bahwa upaya yang dilakukan untuk mendapatkan peserta baru, dengan menawarkan paket-paket yang ada. Benefitnya meliputi program promotif sampai rehabilitatif, tetapi ada pembatasan. Paket yang ditawarkan tidak disesuaikan dengan kebutuhan kelompok sasaran. Staf pemasaran sulit mendapatkan peserta. Iuran PJPK masih dianggap mahal oleh sebagian kelompok sasaran. Respon calon peserta terhadap promosi kurang dan pengembangan cara promosi tidak dijalankan. Penyebaran PPK belum merata. Tidak ada persyaratan kualifikasi dalam rekruitmen SDM pemasaran. Pembagian tugas tidak dikomunikasikan, pelaksana pemasaran merasa tidak ada pembagian tugas yang jelas. Upaya untuk mempertahankan peserta dengan menangani keluhan peserta, memberikan penyuluhan dan pembinaan PPK, kegiatan kunjungan ke PPK kurang. Alasan peserta keluar ada yang karena pelayanan medik, PPK dan ganti owner/perusahaan dijual, sedangkan alasan peserta tetap karena pelayanan memuaskan dan premi terjangkau dan alasan peserta baru masuk PJPK sebagian besar karena paketnya lengkapi mengcover semua, alasan lain murah dan dapat dipercaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah implementasi pemasaran Bapel PJPK Sint Carolus berjalan kurang baik, upaya untuk mendapatkan peserta kurang optimal dan upaya untuk mempertahankan pesena berjalan kurang baik. Alasan peserta keluar sulit disimpulkan variabel mana yang paling potensial, sedangkan alasan peserta tetap sebagian besar karena paket dan preminya dan alasan peserta baru masuk PJPK sebagian besar karena paketnya. Penulis memberikan saran kepada Bapim JPKM untuk lebih aktif melakukan pembinaan kepada Bapel JPKM, dan kepada Bapel PJPK Sint Carolus: Dibuat paket-paket yang sesuai kelompok sasaran, plafon rawat inap dibatasi dengan jumlah hari rawat dan kelas perawatan serta benefit ditulis secara terperinci, penetapan iuran diupayakan yang terjangkau, cara pembayaran seluruh PPK dengan cara kapitasi, survei cara promosi yang paling efektif, PPK disesuaikan dengan paket yang dibuat, sebaiknya mencari basis lain lagi, buat pelatihan berkala, terapkan sistem reward and punishment, adakan pertemuan rutin antara bagian pemasaran dan pelayanan, lakukan pembinaan PPK dan peserta yang lebih intensif.
T-1632
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Siti Nurmala; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Pujiyanto
T-2051
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Djoko Trimulyo; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Pujiyanto
T-1977
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Edy Sunarko; Pembimbing: Habullah Thabrany; Penguji: Pujiyanto
T-1985
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Rismawati; Pembimbing: Hasbullah Thabrany; Penguji: Pujiyanto
T-2009
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Detya Fajar Sar; Pembimbing: Wachyu Sulistiadi; Penguji: Pujianto
Abstrak:
Read More
Rumah Sakit sebagai suatu institusi pelayanan kesehatan masyarakat mempunyai berbagai sumberdaya yang kualitasnya sangat berperan dalam pelayanan tersebut. Keberhasilan pelayanan kesehatan yang bermutu ditentukan oleh berbagai faktor antara lain sumber daya manusia yang berkualitas, sarana dan fasilitas yang baik, kebijakan serta manajemen rumah sakit. Berbagai poliklinik di rumah sakit merupakan unit yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, termasuk di antaranya adalah poliklinik gigi. Untuk itulah diharapkan poliklinik gigi memiliki kemampuan guna menjalankan kegiatan tersebut secara baik bagi kepuasan pasien dan keuntungan rumah sakit. Melihat dari menurunnya cakupan produksi tahun 2002-2003 menunjukan adanya sesuatu yang harus ditemukan mengenai kinerja Poli Gigi Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Untuk itulah dilakukan penelitian ini, yakni agar diperoleh informasi tentang gambaran kinerja Poli Gigi Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Janis penelitan ini adalah kualitatif dan dilakukan di Poli Gigi Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Informan yang diambil berjumlah 19 orang meliputi pasien, perawat gigi (tekniker gigi), dokter gigi, penanggung jawab poliklinik, Ketua Komite Medik, Wakil Kepala Personalia dan Umum, Kepala Unit Pelayanan Pelanggan dan Pemasaran serta Kepala Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. Hasil penelitian berdasarkan wawancara mendalam dan FGD menunjukan bahwa kondisi keuangan Poli Gigi Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta adalah sangat menguntungkan dan dari segi absensi dokter gigi dengan penilaian Six Sigma dinilai kurang baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penyabab utama kondisi diatas adalah sangat kurangnya kontrol dan evaluasi berupa lindakan konkrit untuk mengatasi masalah yang ada, dalam hal ini terpenting adalah mengacu kepada kepuasan pelanggan (pasien). Penelitian ini menyarankan bahwa untuk meningkatkan kinerja poli gigi di Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta adalah perlunya meningkatkan kontrol dan evaluasi dari pihak pimpinan rumah sakit dengan pihak pelaksana sesuai dengan kondisi dan situasi di poli gigi tersebut.
Hospital as one of the formal institution for healthy public services has some of resources that quality should be number one. Reach by success of the service depend on all the factor such as human resources it self, good equipment and facilities and of course some policies and management of the hospital. The Polyclinic, especially tooth care, as one of prime product, which near with public service, should be, has something to public can count on it. That's why, good and satisfied services for public is should and it's a must. Because it will be one of important income for hospital it self. Based on reported in 2002-2003, that product and the visitor saw that there's no some increasing number at Dental Clinic of RS. Pelabuhan. Of course, this fact has same reason, especially the quality working as one of the big question on it. This is the reason why it has to be research to find out the answer immediately. The research will take as descriptions with quality approach to find out all the fact. There's 19 samples kind of people, such as, patients, nurse with special ability with tooth care, dentist, dental clinic care manager, Chief of Medical Committee, HRD Manager, Chief of Public Service for customer and marketing, and of course, Director of Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. The result, we can find that there's four items that could be prime indicator of dental clinic performance of Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta. And most of it - three of it - in-quality product. The conclusion of the research that the major-cause of that problem is good communications such as there's no enough control from up to the bottom, and real evaluations to solve the problems. And of course this with in feels satisfied by public. The suggestions will attendance on this research, such as raising dental clinic performance at Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta and the COMMUNICATIONS as the result of this research. The entire if have to be adjusting with the hospital conditions.
T-1817
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
Aprilia Nurcahyawati; Pembimbing: Prastuti S.Chusnun; Penguji: Pujiyanto
T-1802
Depok : FKM-UI, 2003
S2 - Tesis Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
☉
