Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Agus Syah Fiqhi Haerullah; Pembimbing: Umar Fahmi Achmadi; Penguji: Zakianis, Raissekki, Hary Purwanto
T-3077
Depok : FKM-UI, 2009
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Sutarji; Pembimbing: Sutanto Priyo Hastono; Penguji: Sudijanto Kamso, Kemal Nazarudin Siregar, Hary Purwanto
Abstrak:
Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Tingginya prevalensi TB dan belum berhasilnya pelaksanaan program pemberantasan TB, menempatkan penyakit ini sebagai penyebab kematian nomor satu dari kelompok penyakit infeksi. Salah satu komponen penting dalam program pemberantasan TB adalah adanya monitoring dan evaluasi program. Kegiatan tersebut dapat berjalan secara efektif jika pengelola program TB memiliki data dan informasi yang dapat diakses secara mudah, cepat, valid dan tepat waktu. Dalam rangka memenuhi kebutuhan data dan informasi maka dibutuhkan sebuah sistem informasi yang tertata dan dapat dioperasionalkan dengan baik serta dapat menjawab kebutuhan program pemberantasan TB. Kajian penelitian ini berjudul "Pengembangan Sistem Informasi Program Pemberantasan TB Paru Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung". Sedangkan tujuan yang hendak dicapai adalah Terciptanya pengembangan aplikasi sistem informasi program pemberantasan TB di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalain dan telaah dokumen. Pengembangan sistem informasi ini dilakukan di Seksi P2TB Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, dengan data input berasal dari Puskesmas, Balai Labkes dan BPS, sementara pengguna output sistem adalah Kepala Subdin P2P, Kepala Dinkcs Kota dan Propinsi. Sedangkan Feedback akan diberikan kepada Puskesmas. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa sistem pencatatan dan pelaporan yang berjalan saat ini masih dilakukan secara manual, sehingga dalam proses akses data, pembuatan laporan dan analisis indikator masih banyak ditemui kendala, baik dari segi waktu, tenaga maupun tingkat kesalahan yang terjadi. Kelebihan dari hasil pengembangan sistem informasi TB berupa report/laporan dan indikator program dapat diperoleh secara otomatis berdasarkan entri data yang dilakukan. Report yang dihasilkan antara lain TB 03, TB 06, TB 07, TB 08, TB 11, TB 12, Laporan efektivitas status pelaksana PM() terhadap hasil akhir pengobatan, Laporan Kedaluwarsa Reagensia ZN dan OAT. Sedangkan indikator yang dihasilkan berupa: proporsi suspek, angka konversi, angka kesembuhan, error rate, CDR dan CNR. Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung secara organisasi, SDM, sarana dan prasarana serta dana dinilai memiliki kesiapan dalam penerapan sistem informasi ini. Berdasarkan kemudahan dalam operasional dan output yang dihasilkan, sistem ini cukup aplikatif. Report dan indikator yang dihasilkan sistem dapat menjadi acuan dan sumber data bagi pengelola program TB dalam melakukan perencanaan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pernberantasan TB di Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung.

TB Paru is disease of infection which still became the problem of health in Indonesia. Still height of prevalence disease of TB and not yet succeeded him various program eradication of TB, placing-this disease as cause of death of first one of faction disease of infection. One of cause still lower him efficacy of program eradication of TB is record-keeping system and reporting which uniform net yet each every unit service of health Affect from not yet good of record-keeping system him and reporting for example, organizer of program do not have instrument to conduct planning, program evaluation and monitoring. Without supported by good data source, hence big of problem which in fact difficult also in order to be known. Thereby the existence of information system able to be accessed easily, valid, on schedule and can give the image of program indicator is a requirement for organizer of TB program in the Health District of Bandar Lampung City. Target of this research is creation development of application of system information in Health District of Bandar Lampung City. Information System Program Eradication of TB Paru is a designed application program by automatic. This application program aim to give amenity for organizer of TB Program in Health District of Bandar Lampung City in making of report and calculation of indicators, is which during the time conducted by manual. Research conducted qualitative, while data collecting through interview and document study. Circumstantial interview isn't it to Kasubdin P3P, Kasie P2ML and Staff/Vice Supervisor of program of TB Paru in the Health District of Bandar Lampung City. Development of scheme of information system of TB Paru in the Health District Bandar Lampung City through some phases, for example pre study analyses with activity form identify problem and opportunity of system development. In this phase in after is systems analysis in the form of system model, instrument model and conversion -between old with new system. The stage of system design is to yield device of logic, system organization and procedure. The Health District of Bandar Lampung City pursuant to study which have been conducted to readiness of SDM, material, organizational, expense and-also-technology, owning opportunity for the applying of this TB Paru information system. Pursuant to data of entry at form which have been designing, -application program of TB Paru can give indicator and report automatically. Report yielded by system other : summarize TB 03, TB06, TB 08, TB-i-I; TB--I-2; the effectiveness of PMD and also important indicator which needed by organizer of Program TB Paru in the Health District of Bandar Lampung; City. Limitation of this information system, for example do not be yielded by report form him of TB Health Centre, analyses OAT which still globally and also there is no medium him watch medium condition and availability related to Program Eradication of TB Paru.
Read More
T-1927
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Tri Sulastri; Pembimbing: Caroline Endah Wuryaningsih; Penguji: Besral. Tri Krianto, Anis Abdul Muis, Hary Purwanto
Abstrak:

Pemberian imunisasi BCG bertujuan untuk menimbulkan kekebalan aktif terhadap penyakit TBC Milier pada anak. Puskesmas Garuda merupakan salah satu Puskesmas di kota Bandung yang mempunyai empat kelurahan dengan jurnlah penduduk 56883 jiwa dan cakupan imunisasi BCG tahun 1999 adalah 62,75 pada tahun 2001 terdapat TB Paru dengan BTA positif 24 orang, BTA negatif dengan Rongent positif 34 orang, sedangkan untuk bayi berusia 0-1 tahun TB Paru dengan BTA positif 10 orang dan TB paru dengan Rongent positif terdapat 35 orang.Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan perilaku ibu dalam pemanfaatan pelayanan imunisasi BCG di Puskesmas Garuda.Penelitian menggunakan desain Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai bayi berusia 2 - 12 bulan di wilayah kerja Puskesmas Garuda, jumlah sampel sebanyak 100, sampel diambil proporsional random sampling.Hasil penelitian ini memperlihatkan sebanyak 56 % responder memanfaatkan pelayanan imunisasi BCG. Pada basil analisa bivariat dari 9 variabel yang diteliti dan 5 variabel yaitu pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, umur, dan dukungan suami/keluarga. berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan imunisasi BCG, hasil analisa multivariat regresi logistik menunjukkan bahwa variabel yang yang paling dominan berhubungan adalah pengetahuan setelah dikontrol oleh pendidikan dan umur ibu.Saran yang diberikan adalah perlu peningkatan pengetahuan tentang imunisasi BCC berupa penyuluhan secara terencana, teratur sesuai dengan pendidikan dan umur terhadap ibu hamil dan ibu yang baru melahirkan serta ibu yang mempunyai anak bayi juga rnemberikan bimbingan dan motivasi kepada kader agar kader mempunyai kemampuan untuk memotivasi terhadap ibu yang mempunyai bayi untuk memanfaatkan pelayanan imunisasi.Daftar bacaan : 48 (1974 - 2001)


 

Factors Related to Mother Behavior on BCG Immunization Service Usage in Garuda Health Center Working Area in Andir sub-district City of Bandung 2002BCG immunization provides active immunization to Milier Tuberculosis for children. Garuda health center is one of health certers in Bandung city which cover four villages with total population 56883 and the BCG immunization coverage in 1999 is 62,75 %. In 2001 have found 24 person with positive fast acid bacilli (BTA positif), 34 person with negative fast acid bacilli and positive by x-ray, whereas in infant age 0-1 year have found 10 lung TB infants with positive acid fast bacilli and 35 Lung TB infants with positive x-ray.Objective of this study is to find out factors that related to mother behavior on BCG immunization service usage in Garuda Health Center.This study using cross sectional design, the population is mother who have infant aged 2-12 month in working area of Garuda Health Center, total sample is 100 sample taken by proportional random sampling.The result of this study shows 56% respondens using BCG immunization service. From bivariate anlysis 5 from 9 variables, which are, knowledge, education, occupation, age, and husband support have relation with immunization service usage, from logistic regression multivariate analysis, shows that the most dominant variable which related is knowledge after controlled by education and mother age.This study recommeds the knowledge improvement about immunization by plenned spreading information that suittable to mother education and uge also guidance and motivation to volunteers to motivate mother who have infant to use immunization service.Bibliography : 48 (1974-2001)

Read More
T-1473
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Irawati Sukandar; Pembimbing: Dian Ayubi; Penguji: Besral, Kemal N. Siregar, Hary Purwanto, Triwandha Elan
T-1505
Depok : FKM-UI, 2002
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Rusmawati Silaban; Pembimbing: Besral; Penguji: Kemal Nazarudin Siregar, Artha Prabawa, Hary Purwanto, Misriyah
Abstrak:
Penyakit malaria sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia, khususnya di luar Pulau Jawa dan Bali. Di Indonesia, lebih dari 6 juta penderita malaria klinis dengan 700 kematian yang dilaporkan melalui unit pelayanan kesehatan setiap tahun. Propinsi Lampung termasuk daerah yang endemis terhadap penyakit malaria. Salah satu Kabupaten/Kota yang masih banyak terdapat kasus malaria di Propinsi Lampung adalah Kota Bandar Lampung. Sejak tahun 1999 terjadi peningkatan kasus malaria di Kota Bandar Lampung. Upaya pencegahan terhadap masalah malaria belum dapat dilaksanakan secara optimal. Sistem surveilans yang ada di Kota Bandar Lampung belum menghasilkan informasi yang dapat mendukung program dalam rangka penanggulangan masalah malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan basis data surveilans malaria yang bermanfaat sebagai alat bantu dalam menghasilkan inforrnasi yang dapat dijadikan acuan dalam menentukan kebijakan, perencanaan, monitoring dan evaluasi program dalam rangka penanggulangan masalah malaria di Kota Bandar Lampung dengan ruang lingkup di Dinkes Kota Bandar Lampung khususnya seksi pemberantasan penyakit bersumber binatang. Metodologi yang digunakan adalah dengan menggunakan metode pendekatan System Development Life Cycle (SDLC) dengan cara observasi dan wawancara mendalam dengan para informan. Permasalahan sistem yang ada sekarang adalah kelengkapan dan ketepatan waktu pelaporan dari Puskesmas, permasalahan pengolahan dan analisis data serta permasalahan kurangnya informasi yang dihasilkan saat ini termasuk mekanisme umpan balik terhadap Puskesmas. Pengembangan sistem dimulai dari penetapan kebutuhan sistem, pemodelan sistem serta penetapan software dan hardware yang digunakan dengan harapan dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan user dalam menyusun perencanaan, monitoring serta evaluasi program pemberantasan malaria. Software yang digunakan untuk aplikasi prototype ini adalah kombinasi microsoft acces, crystal report dan arc.view 3.3 dengan spesifikasi minimum hardware adalah Pentium II 450 Mhz, kapasitas RAM 128 MB, kapasitas Hardisk 10 GB. Hampir seluruh informasi yang dibutuhkan user dapat terpenuhi antara lain informasi kebutuhan obat malaria, monitoring KLB malaria, stratifikasi malaria, pola penularan, slide positive rate malaria penilaian laporan Puskesmas dan proporsi CFR malaria.Pengembangan sistem berikutnya diharapkan dapat menghasilkan penilaian kinerja Puskesmas dan pengembangan sistem dengan input data individual. Dengan dikembangkannya basis data surveilans malaria ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja pengelola program dalam mengolah dan menganalisis data secara cepat dan efisien untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan user. Daftar bacaan : 26 (1991-2002)

The Development of Malaria Surveillance Database in Bandar Lampung 2004 Until now, malaria is still becoming an important problem for the public's health in Indonesia, especially outside Java and Bali. Every year, the health services receive reports for more than 6 million people suffered clinical malaria, with 700 numbers of death. Lampung province is included to the area that is endemic for malaria. One of the cities in the Lampung province that is still found a lot of malaria cases is Bandar Lampung. Since 1999, there has been an increase number of cases of malaria in Bandar lampung. The efforts to combat malaria are not optimally brought into realization. The surveillance system in Bandar Lampung is not giving enough information to support programs in order to combat malaria. The arm of this research is to develop a malaria surveillance database, which can be useful as a helping device in giving information that can be used as a reference to determine policies, planning, monitoring, and program evaluations in order to combat malaria. The scope of the research is in the District Health Service of Bandar Lampung, especially in the animal sourced diseases prevention section. The method of the research is using a System Development Life Cycle (SDLC) approach by doing observations and deep interviews with the informants. There are found several systematic problems now which the problem related to the reports completion and time from the public health center, the data processing and data analysis problems and the problem which is the lack of information produced in this time, including the feed back mechanism to the public health center. The system development starts from determining the system need, system modeling and the software & hardware that is used, which hopefully can produce the information needed by the user in constructing the planning, monitoring, and program evaluation of combating malaria. The software application used in this prototype is a combination of Microsoft access, crystal report and arc. view 3.3 with minimize specification of the hardware is Pentium II 450 MHz, with 128 MB RAM capacity and 10 GB hardies capacity. Almost all information that the user needed can be fulfilled, which among others are the information of the needs of medicine for malaria, monitoring the malaria early warning system confirmation, the infection season patterns of malaria, slide positive rate malaria, evaluation reporting of public health center and case fatality rate malaria. The development of next system hopefully can give information on the evaluation of the work of public health and evaluation of the work of public health center officers and development system with individual record. With the development of this malaria surveillance database is hopefully that it can increase the work of program manager in processing and analyzing data quickly and efficiently to produce the information that is needed by the user. References: 26 (1991-2002)
Read More
T-1952
Depok : FKM-UI, 2004
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Christine Ernita Banggai; Pembimbing: Adik Wibowo; Penguji: Suprijanto Rijadi, Mardiati Nadjib, Hary Purwanto, Roza Indriani
Abstrak:
Tesis ini membahas analisis pengendalian persediaan obat anti infeksi menggunakan metode ABC Indeks Kritis dan unsur-unsur pengendalian manajemen yang dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi investasi di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan desain cross sectional. Hasil penelitian menyarankan bahwa pimpinan rumah sakit perlu membuat pedoman mengenai metode pengendalian persediaan obat yang tepat dan akurat untuk diterapkan di rumah sakit; perlunya dilakukan optimalisasi sistem informasi dan pelaporan farmasi rumah sakit; penambahan tenaga apoteker penanggung jawab gudang farmasi; serta perlu dilakukan perbaikan profil formularium untuk bentuk sediaan obat agar penggunaan formularium lebih optimal.

This thesis discusses the inventory control analysis of anti-infection drug using ABC and Criticality Indexing method and management control elements that can increase the effectiveness and efficiency of drug investment at Prof. Dr. Sulianti Saroso Hospital, specializing in infectious diseases. This is a quantitative and qualitative study with cross-sectional design. The results of the study propose that hospital administrators need to create a guidance regarding precise and accurate drug inventory control method to be applied; the need for optimization of information system and hospital pharmacy reporting; addition of pharmacists in charged of the pharmaceutical warehouse; and the need to create a better profile of the drug formularium to improve its optimal use.
Read More
B-1642
Depok : FKM UI, 2014
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive