Hasil Pencarian :: Kembali

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query ::  Simpan CSV
cover
Rini Prasetyo Wahyu Wijayati; Pembimbing: Dumilah Ayuningtyas; Penguji: Puput Oktamianti, Wahyu Sulistiadi, Novita Dwi Istanti, M. Arza Putra
Abstrak: Waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebagai ukuran kinerja pelayanan merupakan syarat penting membuktikan kualitas pelayanan laboratorium. Kecepatan waktu hasil pemeriksaan laboratorium mempengaruhi penetapan diagnosis serta terapi pasien. Indikator sasaran mutu laboratorium menetapkan target waktu tunggu pemeriksaan hasil laboratorium kimia 120 menit. Pencapaian sasaran indikator mutu di tahun 2020 baru 70% dari target yang ditetapkan, juga masih terdapat keluhan lambatnya hasil pemeriksaan. Studi pendahuluan bulan Januari sampai Febuari 2021 terdapat 18% waktu tunggu diatas 120 menit. Metode Lean six sigma fokus terhadap perbaikan dengan mendorong peningkatan secara tajam dalam kecepatan, kualitas dan profitabilitas. Penelitian ini merupakan operational research untuk memberikan rekomendasi perbaikan waktu tunggu pemeriksaan laboratorium dengan menggunakan pendekatan metode DMAIC terdiri dari siklus Define (mendefinisi), Measure (mengukur), Analyze (menganalisis), Improve (rekomendasi perbaikan), dan Control (pengendalian) Hasil penelitian mendapatkan gambaran terjadinya pemborosan di tahap pra analitik, analitik dan pasca analitik yang berdampak terhadap waktu tunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Pemborosan yang paling dominan terjadi di tahap pra analitik. Persentase value added pelayanan pemeriksaan Laboratorium sebelum penerapan Lean six sigma sebesar 67.30% dan non value added sebesar 33.83%. Setelah penerapan Lean six sigma nilai value added meningkat 38.48% menjadi 91.32% dan value added menurun 28.42% menjadi 8.68 %. Ditemukan adanya delapan jenis pemborosan, sebagian besar merupakan pemborosan defect, over processing, delays (waiting time), over production. Pemborosan banyak terjadi di tahap pra analitik dan pasca analitik. Sumber terjadinya pemborosan berdasarkan hasil analisis fishbone adalah man dan method dikarenakan kuantitas ATLM (Analis Teknis Medik Laboratorium) belum mencukupi dan belum efektifnya penanganan spesimen laboratorium serta metode serah terima.Usulan perbaikan disusun menggunakan lean tools seperti standardized work, visual management, error profing, dan penerapan 5S (Short, Stabilize, Shine, Standardize, Sustain) Intervensi yang dilakukan dengan usulan alur pemeriksaan laboratorium, metode serah terima spesimen, serta edukasi ulang tentang penanganan spesimen laboratorium dan usulan pelatihan Flebotomi
Waiting time for laboratory test results as a measure of service performance is an important requirement to prove the quality of laboratory services. The timing of the results of laboratory examinations affects the determination of the patient's diagnosis and therapy. The laboratory quality target indicator sets a target waiting time for the examination of chemical laboratory results of 120 minutes. The achievement of the quality indicator targets in 2020 is only 70% of the target set, there are also complaints about the slowness of the inspection results. Preliminary study from January to February 2021 showed 18% waiting time above 120 minutes.methods Lean six sigma focus on improvement by driving sharp improvements in speed, quality and profitability. This research is anoperational research to provide recommendations for improving waiting time for laboratory examinations using the DMAIC method approach consisting of a cycle of Define (defining), Measure (measure), Analyze (analyze), Improve (recommendation for improvement) and Control (Controlling). The results of the study get an overview of the occurrence of waste in the pre-analytical, analytical and post analytic stages which have an impact on the waiting time for laboratory results. The most dominant wastage occurred in the pre-analytic stage. The percentage of value added of laboratory inspection services before the implementation of Lean six sigma is 67.30% and non value added is 33.83%. After the implementation of Lean six sigma, the value added increased by 38.48% to 91.32% and the value added decreased by 28.42% to 8.68%. It was found that there were eight types of waste, most of which were defects, over processing, delays (waiting time), over production. A lot of waste occurs in the preanalytic and post-analytic stages. Sources of waste based on analysis results fishbone are man and method due to quantity of ATLM (Laboratory Medical Technical Analyst) and ineffective handling of laboratory specimens and handover methods. Improvement proposals are prepared using lean tools such as standardized work, visual management, error profiling, and the application of 5S(Short, Stabilize, Shine, Standardize, Sustain) Interventions carried out with the proposed flow of laboratory examinations, specimen handover methods, as well as re-education on handling laboratory specimens and proposed phlebotomy training
Read More
T-6132
Depok : FKM-UI, 2021
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
cover
Radi Muharris Mulyana; Pembimbing: Ascobat Gani; Penguji: Amal Chalik Sjaaf, Jaslis Ilyas, M. Arza Putra, Winarto
Abstrak:

Instalasi Gawat Darurat (IGD) memegang peranan penting dalam penanganan awal trauma berat untuk mencegah kematian maupun kecacatan. IGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) telah menerapkan sistem “Cipto Code Trauma” sejak 2019 untuk menjamin waktu tanggap trauma berat < 5 menit, meski capaiannya belum memenuhi target. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan faktor-faktor yang menjadi determinan waktu tanggap trauma berat di IGD RSCM, yang diharapkan dapat bermanfaat untuk perbaikan sistem. Penelitian dilakukan secara retrospektif terhadap pasien trauma berat yang berkunjung ke IGD RSCM tahun 2023-2024. Analisis dilakukan terhadap faktor pasien, struktur, dan proses layanan. Dari 124 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, karakteristik pasien terbanyak yaitu usia dewasa, laki-laki, dengan mekanisme kecelakaan lalu lintas, dan memiliki lebih dari 1 jenis cedera. Pasien umumnya datang tanpa Ambulans dan tanpa komunikasi pra-RS. Tanda vital saat datang sebagian besar normal. Pasien terbanyak datang pada malam hari, saat kondisi IGD padat, dengan jumlah tenaga di IGD mencukupi. Hanya 51,6 % pasien menggunakan jaminan. Rerata waktu tanggap trauma berat yaitu 12 menit 42 detik. Didapatkan bahwa faktor usia pasien, transportasi menggunakan Ambulans, frekuensi nadi saat pasien datang, waktu shift pelayanan di IGD, dan jumlah tim yang bertugas berhubungan dengan waktu tanggap pasien trauma berat di IGD RSCM. Waktu tanggap trauma berat tidak berhubungan dengan luaran pasien yaitu kebutuhan perawatan intensif maupun kematian.


 

Emergency Room (ER) plays a significant role in the initial management of severe trauma to prevent morbidity or mortality. Since 2019, ER of Cipto Mangunkusumo Hospital (CMH) have established “Cipto Code Trauma” system to ensure the response time of < 5 minutes, although the target has not yet been achieved. This study is performed to determine factors associated with response time for severe trauma in ER CMH, which could be beneficial for system improvement. This is a retrospective study on severe trauma patients admitted to ER CMH from 2023-2024. Analysis performed towards patient, structure, and process factors. Among the 124 samples fulfilling the inclusion and exclusion criteria, most patients are adults, men, due to traffic injury, and had more than 1 injury. Patients generally came without Ambulance nor prehospital communication. Vital signs were mostly normal. Patients mostly came on the night shift, during a crowded ER, and received by an adequate number of ER staff. Only 51,6 % of patients were covered with insurance. Mean response time was 12 minutes and 42 seconds. Patients’ age, Ambulance transportation, initial heart rate, time of service by shift, and number of personnel are associated with response time for severe trauma in ER CMH. Response time for severe trauma is not associated with the outcome of critical care requirement or mortality.

Read More
B-2523
Depok : FKM UI, 2025
S2 - Tesis   Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
:: Pengguna : Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat
Library Automation and Digital Archive